Mineral!!!!(sekilas info tapi lumayan berguna hehehe)


BAB I

PENDAHULUAN

1.1.            Latar belakang

Pembahasan mengenai nutrisi makro seperti protein, lemak dan karbohidrat memang banyak dibahas dan menjadi sorotan publik. Namun, peranan nutrisi mikro seperti mineral pun tidak kalah pentingnya dalam pola hidup yang seimbang.

Dewasa ini, perhatian masyarakat akan pentingnya pemenuhan kebutuhan mineral bagi tubuh, terutama kebutuhan akan kalsium semakin meningkat. Akan tetapi, masyarakat kurang menyadari keberadaan mikromineral lainnya yang juga memegang peranan penting dalam proses metabolisme tubuh manusia.

Mikromineral memang diperlukan dalam jumlah yang mikro atau sangat sedikit bagi tubuh manusia. Namun, pengertian mikro ini sering salah diartikan oleh masyarakat menjadi suatu hal yang tidak terlalu penting bagi tubuh. Padahal, sebagian besar organ tubuh kita ditunjang oleh mikromineral dalam menjalankan fungsinya.

Oleh karena itu, dalam makalah ini akan dibahas mengenai jenis-jenis dan peranan mikromineral bagi tubuh manusia, kebutuhan harian mikromineral, dampak yang ditimbulkan apabila kekurangan maupun kelebihan mikromineral tertentu.

1.2.            Rumusan masalah

Permasalahan yang ingin dikemukakakan dalam makalah ini adalah sebagai berikut :

  1. Apa yang dimaksud dengan mikromineral
  2. Apa saja yang termasuk ke dalam mikromineral
  3. Apa fungsi dari masing-masing mikromineral tersebut
  4. Dari mana saja kita dapat memperoleh mikromineral tersebut
  5. Berapa kebutuhan harian untuk setiap jenis mikromineral tersebut
  6. Apa akibat yang ditimbulkan apabila kita tidak memenuhi kebutuhan harian akan mikromineral tersebut

1.3.                        Tujuan

Adapun tujuan dari makalah ini adalah :

  1. Memberikan pengetahuan dan  informasi yang cukup bagi pembaca tentang mikromineral
  2. Menyadarkan pembaca tentang arti penting mikromineral bagi tubuh
  3. Memberikan informasi kepada pembaca mengenai kebutuhan harian dari masing-masing jenis mikromineral yang harus dipenuhi secara seimbang.

1.4.            Metode pendekatan

Dalam penyusunannya, makalah ini dibuat dengan pendekatan studi literatur dari berbagai sumber bacaan antara lain buku-buku tentang pangan dan gizi serta  bacaan yang diperoleh dari media internet.

1.5.            Sistematika

Adapun sistematika dari penulisan makalah ini mencakup tiga bab, yaitu bab pendahuluan, bab pembahasan, dan bab kesimpulan dan saran. Bab pendahuluan meliputi sub bab latar belakang yang membahas dasar penulisan mengenai mikromineral, sub bab rumusan masalah yang mengemukakan permasalahan yang akan dibahas dalam bab berikutnya, sub bab tujuan yang mengemukakan tujuan dari penulisan makalah ini, sub bab metode pendekatan, dan sub bab sistematika penulisan.

Bab pembahasan meliputi sub bab pengertian mineral yang membahas mengenai pengertian mineral secara umum, sub bab pengertian mikromineral yang membahas pengertian mikromineral, dan sub bab jenis-jenis mikromineral yang membahas berbagai jenis mikromineral, sumber mikromineral dalam bahan makanan, peranan masing-masing mikromineral bagi tubuh, kebutuhan harian mikromineral yang diperlukan tubuh serta akibat yang ditimbulkan apabila tubuh kekurangan atau kelebihan mikromineral.

 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Pengertian mineral

Mineral merupakan unsur-unsur kimia selain karbon, hydrogen, oksigen dan nitrogen yang dibutuhkan oleh tubuh. Dalam makanan, unsur-unsur tersebut kebanyakan berupa garam anorganik, misalnya natrium klorida, tetapi beberapa mineral terdapat dalam senyawa organic, seperti sulfur dan fosfor yang merupakan penyusun berbagai protein.

2.2. Pengertian mikromineral

Mikromineral merupakan unsur mineral yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang sangat sedikit, tetapi harus terpenuhi dalam asupan makanan harian unutk mendapatkan kesehatan yang optimal. Ada 9 jenis mikromineral vital, yaitu:

  1. Kromium
  2. Timah
  3. Tembaga
  4. Fluorin
  5. Iodine
  6. Mangan
  7. Molybdenum
  8. Selenium
  9. Seng

 

2.3. Jenis-jenis mikromineral

2.3.1 Kromium

Kromium adalah sejenis mineral mikro yang esensial bagi tubuh.. Esensial dalam hal ini berarti tidak bisa diproduksi oleh tubuh dan harus didapatkan dari sumber luar (seperti makanan dan suplementasi). Fungsinya hampir sama dengan insulin yang diproduksi oleh tubuh yaitu untuk mendorong glukosa (karbohidrat) ke dalam sel untuk dijadikan energi. Asupan kromium yang optimal tampaknya menurunkan jumlah insulin yang diproduksi agar tidak terlalu banyak menjaga kadar gula darah.

Kromium merupakan bagian dari metabolisme karbohidrat dalam glucose tolerance factor (GTF) bersama niacin dan amino acids. Fungsinya menstimulus enzim yang memetabolisme glukosa menjadi energi, sintesis asam lemak dan kolesterol, dan sintesis protein.

Kandungan krom dalam tubuh manusia sekitar 5-10 mg (Marvyn L, 1978). Krom hampir selalu ada di hati, ginjal, paru. Krom ditemukan dalam kadar tinggi di nukleoprotein dan asam nukleat. Kadar krom tinggi pada neeonatus dan menurun dengan pertambahan usia. Penurunan kadar krom sesuai pertambahan usia terjadi di ginjal, hepar, aorta, jantung. Hal ini mengakibatkan toleransi glukosa ikut menurun (Mertz W, 1976).

Krom berperan dalam proses degeneratif dan metabolisme karbohidrat dan lipid. Mineral ini bekerjasama dengan insulin dalam memudahkan masuknya glukosa ke dalam sel, dengan demikian dalam pelepasan energi. Kekurangan krom dapat menyebabkan gangguan toleransi terhadap glukosa, walaupun konsentrasi insulin normal. Hal ini diakibatkan oleh menurunnya daya kerja insulin. Terapi nutrisi kromium memperbaiki daya kerja insulin hingga 100 kali lipat (Walter). Hingga saat ini, peranan mikro nutrien kromium dalam menanggulangi diabetes melitus, aterosklerosis dan penyakit jantung koroner masih terus diteliti.

Bahan makanan yang kaya akan krom organik antara lain ragi arak, daging, keju, hati, lada hitam, gandum, kuning telur, bayam, daging sapi, susu dan kacang hijau. Seperti halnya pada elemen renik (trace element) lain, banyak faktor yang mempengaruhi kandungan krom dalam bahan pangan, antara lain lingkungan sumbernya, pengolahannya, teknik analisisnya, tambahan eksogen (misal dari wadahnya). Selain itu ada dua bentuk krom dalam makanan dengan bioavailabilitas jauh berbeda, sehingga pengukuran kadar krom total tanpa mengetahui bentuknya (organik atau anorganik), kurang besar manfaatnya. Pencucian sayuran dapat melenyapkan sebagian besar kandungan khromnya (Marvyn L, 1980).

2.3.2 Timah

Timah (Stannum) adalah komponen esensial yang bersifat sebagai antioksidan. Diperlukan dalam jumlah sangat sedikit, karena jika dalam kadar yang berlebih akan menyebabkan keracunan dalam tubuh.

2.3.3 Tembaga

Tembaga mempunyai fungsi dalam membantu proses sintesis hemoglobin, produksi kolagen dan noradrenalin, dan mencegah penjenuhan lemak menjadi tengik. Tembaga menjadi bagian dari proses pembentukan ata pengahancuran jaringan, metabolisme protein, pembentukan tulang, produksi RNA, proses oksidasi vitamin C, pembuatan elastin, dan sintesis fosfolipid.

Tubuh manusia mengandung 1,5-2,5 mg tembaga (Cu) per kilogram berat badan bebas lemak. Mineral ini tersebar di seluruh jaringan tubuh, namun hati, otak, jantung dan ginjal mengandung Cu dalam jumlah yang lebih banyak. Dalam darah, tembaga terdapat dalam jumlah yang kira-kira sama pada plasma dan eritrosit. Plasma mengandung sekitar 110 mcg/100 ml dan eritrosit 115 mcg/100 ml.

Defisiensi tembaga dijumpai pada tikus, anjing, dan spesies lainnya, menimbulkan anemia yang ditandai dengan menurunnya sintesis dalam darah merah dan total besi dalam tubuh. Kebutuhan tembaga minmal sehari adalah rendah ( sekitar 1-2 mg), sedangkan makanan manusia umumnya memberikan 2-4 mg Cu sehari. Tembaga ditemukan bersama dengan unsure-unsur lainnya di kebanyakna bahan makanan.

Kadar tembaga dalam serum yang rendah dapat berkaitan dengan adanya defisiensi protein seperti kwashiorkor, nefrotik sindron dan disproteinemia. Jarang sekali defisiensi tembaga karena konsumsi makanannya, meskipun dilaporkan sementara peneliti adanya anemia pada anak-anak karena kekurangan tembaga.

2.3.4 Fluorin

Sumber utama dari flourin adalah air minum. Kandungan flourin pada bahan-bahan makanan lainnya sangat sedikit, kecuali pada beberapa jenis ikan laut. Kombinasi flourin dengan kalsium fosfat mengeraskan email gigi dan juga membantu melindungi gigi terhadap kerusakan. Fluor juga berperan dalam pertumbuhan tulang dan gigi. Penelitian-penelitian yang dilakukan di Inggris dan Amerika Serikat membuktikan bahwa penambahan flourin dalam air minum dapat mengurangi kerusakan gigi terutama pada anak-anak dan remaja. Di daerah tertentu para ahli menambahkan flourida (suatu senyawa yang mengandung flourin) untuk menaikkan kadar flourin menjadi 1 bpj.

Kadar kebutuhan tubuh akan mineral flourin  pada orang dewasa yaitu 2.5 mg per hari. Kekurangan flourin dapat meningkatkan resiko terjadinya kavitasi gigi, bahkan memungkinkan terjadinya penipisan tulang. Sedangkan kelebihan mineral ini dapat menimbulkan fluorosis (penumpukan fluor yang berlebihan dalam tubuh), gigi berbintik dan berlubang. Tapi kadarnya yang berlebihan bersifat membahayakan.

2.3.5 Yodium

Yodium termasuk dalam golongan mikromineral esensial yang sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga kestabilan kesehatan. Berbagai bahan pangan seperti serealia, sayuran, bahan-bahan pangan dari laut, garam beryodium, air minum, susu, dan produk olahan susu adalah sumber yodium yang terbesar.

Yodium yang berasal dari makanan dan minuman setelah dicerna di saluran pencernaan akan masuk ke dalam aliran darah dan segera diterima oleh kelenjar tiroid yaitu adalah suatu kelenjar yang agak besar yang terdapat di leher depan bagian bawah. Di sini yodium diubah menjadi tiroksin, hormon yang mengatur semua aktivitas berbagai organ tubuh, mengontrol cepatnya pertumbuhan tubuh seseorang, membantu proses metabolisme, bahkan menentukan berapa lama seseorang bertahan untuk hidup.

Kebutuhan yodium perhari sekitar 1-2 mikrogram per kg berat badan. Kecukupan yang dianjurkan sekitar 40-120 mikrogram/ hari untuk anak sampai umur 10 tahun, 150 mikrogram/ hari untuk orang dewasa. Untuk wanita hamil dan menyusui dianjurkan tambahan masing-masing 25 mikrogram dan 50 mikrogram/ hari.

Jika konsumsi yodium di dalam tubuh sangat rendah maka kelenjar tiroid akan melakukan upaya melalui pembesaran kelenjar sehingga dapat menyebabkan timbulnya benjolan pada leher yang biasanya disebut penyakit hipotiroid. Meskipun sama-sama mengalami pembengkak pada bagian leher, hipotiroid berbeda dengan penyakit gondok (goitre) yang disebabkan karena virus. Tanda-tanda lain akibat hipotiroid ialah kelopak mata tampak lebih cembung, muka kelihatan suram, lesu, rambut kasar, lidah bengkak dan suara parau. Lebih parah lagi bila sampai ibu hamil kekurangan hormon tiroid, dikhawatikan bayinya akan mengalami cretenisma, yaitu tinggi badan di bawah ukuran normal (cebol) yang disertai dengan keterlambatan perkembangan jiwa dan tingkat kecerdasan.

Kelebihan yodium pun tidak baik untuk tubuh kita, yaitu dapat menyebabkan hipertiroid. Hipertiroid terjadi karena kelenjar tiroid terlalu aktif memproduksi hormon tiroksin. Biasanya ditandai dengan gejala seperti merasa gugup, lemah, sensitif terhadap panas, sering berkeringat, hiperaktif, berat badan menurun nafsu makan bertambah, jari-jari tangan bergetar, jantung berdebar-debar, bola mata menonjol serta denyut nadi bertambah cepat dan tidak beraturan.

2.3.6 Mangan

Mikronutrien ini paling banyak terdapat di dalam tulang. Selain itu, juga terdapat dalam hati, pankreas, dan jaringan saluran pencernaan makanan. Mangan diperlukan dalam proses oksidasi fosforilasi. Mineral ini dapat menggantikan magnesium sebagai kofaktor untuk fosforilasi tertentu. Mangan mempunyai fngsi antioksidan dalam tubuh, mengaktivkan beberapa enzim bersama choline, biotin, thiamine, dan asam ascorbat. Mangan juga berfungsi sebagai katalis untuk sintesis asam lemak, kolesterol, dan mukopolisakarida, serta terlibat dalam produksi hormon seks, kesahatan syaraf dan fungsi otak, kekebalan tubuh, dan proses poduksi darah.

Tubuh manusia mengandung 10-20 mg mangan. Kebutuhan akan mineral ini yaitu 0.035-0.070m mg per kilogram berat badan per hari. Sumber mangan yang baik terutama berasal dari bahan pangan nabati, seperti gandum dan buah-buahan yang dikeringkan. Sedangkan dalam bahan pangan hewani, kandungan mineral ini pada umumnya rendah.

Kekurangan mangan sangat jarang terjadi pada manusia. Akan tetapi, kekurangan mineral ini dapat menyebabkan gejala-gejala ringan seperti penurunan berat badan, iritasi kulit, mual dan muntah, perubahan warna rambut, dan pertumbuhan rambut yg lambat.

Keracunan mangan bisa terjadi melalui udara yang tercemar mangan dalam kadar yang tinggi, biasanya dialami oleh orang-orang yang bekerja di pertambangan. Dampak fatal akibat kelebihan mangan dalam tubuh kita ,yaitu dapat menimbulkan kerusakan sistem syaraf.

2.3.7 Molybdenum

Molybdenum memiliki fungsi utama untuk pengaktifan enzim xanthine oxidase dan aldehyde oxidase. Kedua enzim ini berfungsi dalam proses transpor elektron. Enzim xanthine oxidase membantu hati mengubah besi menjadi bentuk ion Fe3+, sedangkan enzim aldehyde oxidase, membantu proses oksidasi lemak. Molybdenum dapat diperoleh dari produk lahan susu dan gandum. Defisiensi dari molybdenum akan mengakibatkan asidosis, denyut jantung yg cepat, pernafasan cepat, bintik buta, rabun senja, mudah tersinggung. Kebutuhan harian molybdenum untuk dewasa adalah sebanyak 150 mcg.

Dalam kinerjanya, molybdenum bekerja sama dengan tembaga dan metabolisme nitrogen, membantu manjaga kondisi fungsi normal sel dan dalam pembuatan urin.

2.3.8 Selenium

Kata Selenium berasal dari Yunani yaitu “selene” yang memiliki arti “bulan”. Selenium diakui sebagai senyawa mikromineral yang esensial untuk kesehatan manusia sejak tahun1990. Selenium memiliki peranan penting dalam perlindungan membran sel dan sintesis suatu enzim antioksidan glutathione peroxidase yang berfungsi sebagai antioksidan pertahanan tubuh dari pengurangan hidrogen peroksida. Beberapa selenoprotein yang sudah teridentifikasi mempunyai hubungan dengan metabolisme hormon tiroid, testis, sperma, dan metabolisme otot.

Selenum juga diketahui sebagai zat antioksidan yang membantu memelihara elstisitas jaringan. Timah membantu melindungi membran sel, memastikan kebutuhan sel terhadap oksigen tercukupi, mebantu pertumbuhan normal dan menjaga kesuburan, melindungi dari pengaruh berbahaya seperti logam berat misalnya raksa, dan memperlancar proses produksi prostaglandins.

Fungsi selenium:

  • melindungi dari pengaruh berbahaya seperti logam berat misalnya raksa. ·  memproduksi zat antioksidan glutathione
  • membantu pengaturan hormon pada pria
  • pada pria, mendukung fungsi kelenjar prostate
  • · bekerja secara sinergis dengan vitamin E, dapat menjadi substansi pengganti fungsi vitamin E saat tubuh kekurangan vitamin E. Dan begitupun sebaliknya
  • memperkuat fungsi kekebalan tubuh immune function

Selenium juga diakui oleh banyak ilmuan sebagai nutrisi “anti-kanker”. Hal ini mengacu pada fakta bahwa beberapa peneltian yang menemukan bahwa masyarakat yang tinggal di daerah yang akan Selenium dalam tanah mereka mempunyai kecendrungan yang kecil untuk terkena kanker.

Kekurangan selenium dapat menyebabkan kulit kering, ketombe, katarak, lelah otot, dan efisiensi penyerapan  vitamin E dalam tubuh menjadi terganggu. Sedangkan apabila kelebihan selenium dalam tubuh akan mengakibatkan rambut & kuku rontok, peradangan kulit, mungkin terjadi kelainan saraf.

Pada pria, selenium mempunyai fungsi mengurangi resiko terkena kanker Prostat, sedangkan pada wanita,  Selenium dapat mengurangi gejala menopause, seperti kulit keriput, ketombe, dan lain-lain.

Sumber-sumber selenium, misalnya makanan laut, ginjal, hati, daging merah,   kacang-kacangan, buah, dan sayuran yang ditanam dalam tanah yang cukup kadar Seleniumnya.

Kadar selenium  yang dianjurkan untuk dikonsumsi oleh manusia berdasarkan penelitian di Amerika Utara disajikan dalam tabel berikut:

Anak-anak 20 mcg.
Pria (11-18) 50 mcg.
Pria (dewasa) 70 mcg.
Wanita 55 mcg.
Wanita hamil 65 mcg.
Wanita menyusui (1st 6 mos.) 75 mcg.

2.3.9 Seng

Seng adalah senyawa mikromineral esensial yang terdapat dalam semua jaringan tubuh hewan, seperti hati, otot, dan tulang mengandung jumlah yang lebih banyak dibandingkan dengan jaringan lainnya. Jumlah mineral Zn dalam tubuh kira-kira 20 mg per kilogram berat badan bebas lemak. Hampir semua seng darah berada dalam eritrosit yaitu 1200-1300 mcg/100 ml, sedangkan dalam serum hanya 120 mcg/100 ml. Anhidrase karbonik yang terpusat dalam darah merah mengandung sekitar 0,33 persen seng, sementara itu insulin kristal mengandung seng dengan persentase yang kurang lebih sama.

Seng mempunyai fungsi dalam mendukung sistem imun dan sistem produksi energi, membantu absorbsi vitamin terutama vitamin B. Seng sendiri merupakan bagian dari enzi pencernaan dan hormon insulin.

Parakeratosis yang biasanya dijumpai pada babi dan sapi tampaknya akibat dari kekurangan seng. Kalsium yang tinggi justru dapat menambah berkembangnya parakeratosis. Reaksi antagonistic kalsium tersebut tampaknya berkaitan dengan berkurangnya penyerapan seng. Pada tikus, kekurangan seng menimbulkan dermatitis dan keratinisasi jaringan epithelial termasuk selaput jaringan testicular tikus, sehingga produksi testosterone dan gonadotropin menurun.

 

BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

3.1.            Kesimpulan

Walaupun mikromineral hanya dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang sangat sedikit, namun keberadaannya dalam tubuh kita memiliki peranan yang penting. Defisiensi mikromineral dapat mengganggu kesehatan tubuh. Begitu juga sebaliknya, apabila pemenuhan kebutuhan mikromineral berlebihan maka akan mengakibatkan gangguan kesehatan tubuh manusia. Oleh karena itu, kita harus memenuhi kebutuhan harian akan mikromineral secara seimbang untuk mendapatkan kesehatan yang optimal.

3.2.            Saran

Walaupun mikromineral hanya dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang sangat sedikit, namun keberadaannya dalam tubuh kita memiliki peranan yang penting. Oleh karena itulah, sebaiknya informasi-informasi tentang urgensi mikromineral ini sering dipublikasikan kepada masyarakat. Dan sebagai tindak lanjut, sebaiknya dalam menyusun menu makanan, kita perlu mempertimbangkan keberadaan dan fungsi mikromineral ini dalam kehidupan sehari-hari.

Keluasan wawasan dan pengetahuan tentang mikromineral sebaknya ditambah. Semga dengan meningkatkan aktifitas penelitian dalam sekor ini, kita bisa memberikan solusi atas kurang berkualitasnya sumber daya manusia Indonesia.

 

DAFTAR PUSTAKA

Gaman, P.M. , K.B. Sherrington. Ilmu Pangan: Pengantar Ilmu Pangan Nutrisi dan Mikrobiologi edisi kedua. 1994. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.

Suhardjo, Clara M. Kusharto. Prinsip-prinsip Ilmu Gizi. 1999. Yogyakarta : Kanisius

Willie Japaries, Rachmad. Elemen Renik dan Pengaruhnya terhadap Kesehatan. 1988. Jakarta: ECG

www.google.com

www.answer.com

www.tracemineral.com

www.mri.com

About these ads

About iinparlina

Seorang Insan manusia yang diciptakan Allah dengan segala kekurangan dan kelebihannya, yang mencoba menjadi seorang yang dicintaiNya, dan salah satu cara yang dilakukannya adalah dengan menulis, membagi sedikit sekali ilmu yang dimilikinya. Meskipun sedikit, dia berharap dari yang sedikit itu, ilmu itu bisa bermanfaat untuk orang lain sebagaimana dia pun membutuhkan Ilmu untuk membuatnya bisa menjejakan kakinya di surga.

Posted on March 8, 2011, in teknik kimia..... Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 106 other followers

%d bloggers like this: