Category Archives: teknik kimia….

Pelatihan Sosialisasi Teknologi Biogas untuk Pengolahan Limbah Cair Tahu di Kabupaten Banyumas

Dalam rangka pembangunan IPAL Tahu dengan teknologi fermentasi anaerobik menjadi biogas sebagai energi alternatif terbarukan untuk masyarakat, Pusat Teknologi Lingkungan BPPT diberikan tugas untuk melaksanakan pendampingan bagi stakeholder pembangunan IPAL dalam diseminasi teknologi biogas dengan menggunakan reaktor unggun tetap.

Program ini terwujud dari kerjasama antara PTL BPPT, BLH Kab Banyumas dan Kemenristek melalui program insentif PKPP Kemenristek Tahun 2012. Dalam hal ini Kemenristek membiayai dana pelatihan dan pendampingan yang dilakukan BPPT terhadap Kab Banyumas dalam membangun IPAL yang baru, sementara BLH Banyumas berperan sebagai stakeholder utama dalam pembangunan IPAL. Fungsi ini merupakan peran yang dijalankan oleh BPPT sebagai institusi pemerintah dalam hal alih teknologi atau diseminasi teknologi. Teknologi yang menjadi objek dalam program ini adalah teknologi pengolahan limbah cair tahu secara anaerobik menghasilkan biogas yang dapat dimanfaatkan secara baik oleh masyarakat. Teknologi ini telah menuai perhatian karena keberhasilan penerapannya pada program implementasi teknologi yang ramah lingkungan akibat pengendalian pencemaran limbah cair industri tahu dan juga substitusi bahan bakar fosil. Tidak hanya itu, program ini juga telah cukup berhasil meningkatkan pemahaman dan minat masyarakat dalam pengelolaan lingkungan yang semakin baik.

Pada tahun 2009 dan tahun 2010, BPPT bekerja sama dengan Kemenristek telah membangun 4 unit percontohan reaktor unggun tetap di 2 daerah Banyumas, yaitu 2 reaktor untuk mengolah limbah cair industri tahu di Desa Kalisari,  1 reaktor untuk mengolah limbah cair industri tahu di Desa Cikembulan, dan 1  reaktor untuk mengolah limbah cair industri tapioka di Desa Gumelar. Unjuk kerja keempat reaktor ini sedemikian baiknya sehingga untuk unit biogas dari limbah tahu saja, telah ada sebanyak 52 Rumah Tangga yang dapat menggunakan biogas sebagai pengganti LPG dalam aktifitas harian mereka.

Program pembangunan IPAL yang baru yang dimulai tahun 2012 ini adalah program diseminasi dari keberhasilan implementasi teknologi biogas yang diterapkan sebelumnya, sehingga Pemda Kab Banyumas bermaksud memperbanyak reaktor tersebut sehingga lebih jauhnya diharapkan bahwa Desa- Desa di Kab Banyumas yang terkenal dengan industri tahu yang dimilikinya dapat mencukupi kebutuhan energi hariannya sekaligus dapat mengendalikan pencemaran lingkungan akibat industri tahu itu sendiri.

Program pendampingan dan diseminasi teknologi yang dilakukan oleh BPPT dimaksudkan untuk Read the rest of this entry

Pengembangan Biogas dari Limbah Industri Tahu untuk Mendukung Desa Mandiri Energi Dan Mitigasi Gas Rumah Kaca

Masalah perubahan iklim yang disebabkan oleh kian bertambahnya emisi gas rumah kaca yang sudah melebihi batas ambang dan daya dukung lingkungan kini menjadi masalah bersama yang dihadapi oleh warga di seluruh dunia. Mengingat Indonesia memiliki tingkat vulnerabilitas yang cukup tinggi terhadap dampak perubahan iklim disebabkan oleh kondisi geografis dan sosiologis, maka harus ada aksi nyata yang mampu mencegah pertambahan emisi gas rumah kaca di Indoensia. Dan untuk hal ini, terdapat berbagai sector dan potensi yang dapat ditilik sebagai kesempatan untuk mereduksi gas rumah kaca. Misalnya dalam sector pengolahan limbah. Sebagaimana kita ketahui bahwa pengolahan limbah industry di Indonesia memiliki profil yang tidak terlalu baik. Masih banyak permasalahan lingkungan seperti pencemaran, penurunan kualitas kesehatan lingkungan dan masyarakat yang ditimbulkan oleh kurang baiknya kualitas penanganan limbah di Indonesia. Padahal selain berdampak pada kesehatan lingkungan dan manusia itu sendiri, dalam konteks dampak dalam periode jangka panjang, emisi gas rumah kaca yang ditimbulkan dapat menjadi momok yang cukup menakutkan. Dengan demikian, sudah jelas bagi kita semua, penanganan limbah industry menjadi satu hal yang perlu diperhatikan.

Dalam konteks lingkungan atau yang lebih luas, selain masalah limbah, Indonesia juga memilki masalah energy yang juga menjadi masalah yang juga harus ada solusinya. Energy Indonesia  yang masih sangat bergantung pada sumber energy tidak terbarukan seperti bahan bakar fosil yang juga mengeluarkan emisi gas rumah kaca. Seperti yang dilaporkan oleh Kementerian ESDM pada tahun 2009 rata-rata produksi minyak bumi dan kondensat sebesar 963.269 barel per hari (bph), sedangkan menurut laporan BP Migas produksi minyak secara nasional pada tahun 2010 hanya naik pada kisaran 965.000 bph. Artinya terdapat angka kenaikan hanya 1.731 bph. Selain itu pesatnya pembangunan di bidang teknologi, industri, dan informasi memicu peningkatan kebutuhan masyarakat akan energi. Ketimpangan antara tingkat produksi dan konsumsi energi tersebut berakibat pada terjadinya indikasi krisis energi skala nasional.

Produksi energi nasional yang masih bertumpu pada Read the rest of this entry

Gula Aren Cair

  1. Pendahuluan

Berbagai variasi Gula dibedakan berdasarkan karakteristik fungsinya yang berbeda-beda, gula digunakan dalam berbagai persiapan makanan, namun secara umum dapat dikelompokkan menjadi 3 golongan gula yaitu:

Gula putih, yaitu gula yang pada umumnya berbentuk granula dengan berbagai ukuran dan berwarna bening sampai putih  yang terdiri dari gula putih biasa, gula buah, gula baker khusus, gula superfine/ultrafine atau gula bar, gula bubuk, gula kasar, dan gula pasir.  Jenis guia ini merupakan yang terbanyak digunakan oleh masyarakat pada umumnya. Golongan kedua adalah gula cokelat pada umumnya memiliki warna kecokelatan, yang termasuk ke dalam kelompok ini adalah gula turbinado, gula cokelat dari molasse, dan gula demerara. Jenis yang ketiga adalah gula cair yang memiliki fasa cair dengan kekentalan yang berbeda.

Terdapat klasifikasi lain berdasarkan sumber gula itu diproduksi yaitu jenis gula yang berbasis dari sukrosa yaitu jenis gula yang diproduksi dari bahan yang memiliki kandungan sukrosa di dalamnya, contohnya adalah gula bit, gula tebu, gula aren, gula invert, dan gula buah atau fruktosa, dan gula berbasis pati yaitu gula yang diproduksi dari pati dan pada umunya secara enzimatik, contohnya adalah sirup Glukosa, High Fructose Corn Syrup (HFCS) , dekstrosa, dan isoglukosa. Di antara jenis gula ini yang terkenal di masyarakat adalah Read the rest of this entry

Peran Ilmu Teknik Kimia dalam Penerapan Produksi Bersih

Read the rest of this entry

Oleh-oleh “Breathe Easy, Jakarta!!” dari Balai kota Jakarta ^_^

Resume Materi Launching Pengembangan Stakeholder Group untuk program “Breathe Easy, Jakarta!!”

Balai kota Jakarta, 25 Juli 2011

Program “Breathe Easy, Jakarta!!” adalah program yang diluncurkan Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan United States-Environmental Protection Agency (US-EPA) untuk mewujudkan kualitas udara yang lebih baik di DKI-Jakarta. Program ini bertujuan untuk mengetahui masalah polusi udara di Jakarta dan mengembangkan startegi efektif untuk memperbaikinya. EPA dan Pemprov DKI akan menyediakan bantuan teknis dan pelatihan untuk mengembangkan pemantauan kualitas udara dan pendataan emisi.

Secara garis besar, program ini terdiri dari dua tahap besar yakni pemahaman dasar dan pengetahuan mengenai polusi udara dan penggunaan hasil pemahaman untuk aplikasi penanggulangan polusi udara Jakarta. masing-masing tahap dibagi lagi menjadi tahapan yang lebih kecil.

Salah satu langkah pertama dalam menjalankan program Breathe Easy Jakarta yaitu membentuk kelompok kerja dari pihak-pihak yang terkait untuk menentukan prioritas utama dan mengembangkan strategi. Pihak terkait yang akan dilibatkan yaitu para pejabat pemerintah, ahli teknis, lembaga swadaya masyarakat (LSM) lokal dan masyarakat. Sebenarnya program ini juga perlu melibatkan daerah terdekat Jakarta, misalnya Tanggerang dan Depok, berhubung polusi industri dari wilayah berdekatan juga turut mempengaruhi kualitas udara Jakarta.

Stakeholder group meeting merumuskan program dan langkah yang akan ditempuh guna menurunkan polusi udara di Indonesia dan menciptakan udara bersih di Jakarta. Terdapat lima agenda, yakni partisipasi dan komitmen stakeholder, pelatihan dan evaluasi persediaan emisi, pemantauan kualitas udara dan pengembangan quality modeling, serta pelatihan penilaian manfaat kesehatan. Semua agenda tersebut direncanakan akan dilaksanakan dalam kurun waktu lima tahun.

Pelibatan stakeholder sangat diperlukan berkaitan dengan kenyataan bahwa kegiatan pengendalian pencemaran udara sangat dipengaruhi oleh banyak sektor, misalnya transportasi terutama transportasi darat, kualitas bahan bakar minyak yang digunakan oleh kendaraan, sector industri yang menyumbang gas buang ke udara, sampah kota, dan masih banyak yang lainnya. Oleh karena itu metode pelibatan stakeholder ini akan berbentuk kelompok diskusi yang nantinya akan merusmuskan beberapa hal termasuk di antaranya analisis penyebab pencemaran udara, sampai solusi atau bahkan rekomendasi kebijakan yang semuanya dianalisis dari berbagai sudut pandang yang diwakili oleh masing-masing stakeholder. Namun sebelumnya perlu ditetapkan stakeholder mana saja yang akan dilibatkan secara penuh.

Adapun bentuk program “Breathe Easy, Jakarta!!” ini terdiri dari:

  1. Peningkatan partisipasi stakeholder dalam peningkatan kualitas udara. Aktifitas ini diharapkan akan menjadi counterpart bagi Pemprov DKI Jakarta dan nantinya diharapkan akan memicu dukungan masyarakat luas untuk menyukseskan program.
  2. Pemantauan kualitas udara dengan data processing dan analisis serta penyajian informasi untuk public merujuk pada system real time.
  3. Emission Inventory yang bertujuan untuk menginventarisir dan mengidentifikasi sumber-sumber pencemaran udara sehingga bisa ditentukan langkah-langkah tepat untuk mengatasinya.
  4. Air Quality Modeling yang bertujuan untuk membuat model yang mampu menggambarkan keadaan sebelum dan setelah kebijakan pengelolaan kualitas udara di Jakarta ditetapkan.
  5. Health Benefits Assesment, dalam rangka menarik investor dan mempengaruhi komitmen politik untuk mengendalikan pencemaran udara sebuah kota.
  6. Pengembangan strategi Pengendalian Pencemaran Udara  yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para pengambil kebijakan dengan memanfaatkan langkah-langkah sebelumnya (Emission Inventory, Air Quality Modeling, Health Benefits Assesment) guna menetapkan penurunan emisi melaluia beberapa skenario pengendalian pencemaran udara.

Oleh oleh “pasar karbon” dari Hotel Sari Pan Pacific

Resume Materi “Workshop New Market Mechanism Possibilities For Climate Change Mitigation Beyond 2012 (Indonesia’s Perspective and Japan’s Experiences)”,

Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, 20-21 Juli 2011

Mekanisme Pembangunan Bersih atau Clean Development Mechanism (CDM) adalah salah satu aturan dasar yang ditetapkan oleh masyarakat internasional berkaitan dengan pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang menjadi permasalahan yang menjadi bahan pembicaraan dunia internasional yaitu pemanasan global (Global Warming) atau Perubahan Iklim (Climate Change). Sementara periode CDM akan berakhir pada tahun 2012 dan belum ada keputusan akankah mekanisme ini dilanjutkan atau tidak, namun demikian, Indonesia telah membuat sebuah komitmen dalam mengurangi emisi GRK sebanyak 20 % dengan usaha sendiri dan dengan bantuan internasional sebanyak 41% pada tahun 2020. Indonesia sebagai salah satu Negara berkembang yang tergabung dalam Negara non-Annex I yang meratifikasi Protokol Kyoto memiliki potensi yang sangat besar dalam memanfaatkan CDM ini. Sebesar apapun potensi Indonesia dalam CDM, jika Indonesia tidak tanggap dan mengetahui mekanisme pasar yang diakui internasional maka potensi tersebut tidak akan diakui secara global. Oleh karena itu adalah sebuah kebutuhan bagi Indonesia untuk mengetahui mekanisme pasar internasional mengenai pengurangan emisi tersebut secara komperhensif, baik itu keberlanjutan CDM atau mekanisme pasar karbon lain yang dibuat oleh internasional ataupun dibuat secara lokal seperti yang dicontohkan Jepang dengan J-VER dan J-VEST nya.

Dalam mengantisipasi ada atau tidaknya CDM setelah 2012, beberapa Negara di dunia melakukan analisis dan bahkan scenario dan antisipasi untuk menghadapi segala kemungkinan yang terjadi. Misalnya, adanya mitigasi yang berbasis market, dan berbasis non-market. Kegiatan mitigasi perubahan iklim yang berbasis marjet seperti kita ketahui ada yang berbentuk CDM, ada yang berbentuk Voluntary Market  atau VCM, dan yang masih terus didiskusikan adalah Pasar Karbon Ideal Masa Depan. Sementara itu, mitigasi berbasis non-market bisa berupa pendanaan nasional, investasi swasta, pendanaan dari luar negeri, kebijakan misalnya fiscal dan insentif, dan Philantropic Contribution  baik itu dari perusahaan maupun NGOs.

Adapun skenario yang telah dianalisis tentang perpanjangan CDM ini di antaranya adalah:

  1. Skenario ideal: yaitu perpanjangan CDM setelah 2012, serta adanya keterkaitan dan tidak adanya miss antara komitmen pertama dengan komitmen kedua dalam Protokol Kyoto
  2. Skenario tidak ideal: yaitu skenario LCA, di mana terdapat mekanisme baru seperti NAMA (Nationally Appropriate Mitigation Action), REDD (Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation).
  3. Skenario paling buruk: Tidak adanya komitmen dan kerjasama multilateral yang terjadi, Negara maju hanya akan menggunakan kerjasama bilateral dan regional untuk memenuhi target mereka.

Dan yang harus Indonesia lakukan adalah “strengthening carbon market fundamentals while participating in shaping the global market would best suit Indonesia”.

Dan mengenai hal ini, ada contoh yang cukup baik yang dimiliki Jepang yang bersedia membagi informasinya kepada Indonesia. Mekanisme pasar karbon yang dimiliki oleh Jepang tersebut adalah  Japan- Verified Emission Reduction (J-VER) dan Japan Voluntary Emission Trading Scheme (J-VETS).

Skema J-VER ditetapkan untuk mendorong proyek-proyek reduksi Gas Rumah Kaca melalui penjualan kredit Karbon yang dittapkan Menteri Lingkungan Jepang pada November 2008. Dalam memenuhi standar internasional, skema J-VER dirancang dengan proses verifikasi dan sertifikasi yang berdasarkan ISO14064-2, 14064-3, dan ISO14065.

Sementara J-VETS yang merupakan skema perdagangan yang diluncurkan oleh Menteri Lingkungan Jepang pada bulan Mei 2005 memiliki tujuan untuk melihat ukuran tertentu dan biaya efisien dari pengurangan emisi serta mengumpulkan pengetahuan dan pengalaman dalam dunia ETS domestic. J-VEST dilengkapi infrastruktur berupa: petunjuk monitoring, reporting dan Verifikasi (Sistem MRV), insentif sebesar sepertiga dari biaya aktifitas penurunan emisi GHG, system manajemen emisi, dan registrasi untuk tunjangan. Satu dari kontribusi yang diberikan J-VEST adalah terbangunnya infrastruktur dasar yang telah disebutkan sebelumnya yang sangat dibutuhkan untuk kelancaran operasi .

Berdasarkan pengalaman yang disharing Jepang tersebut, sudah seharusnya Indonesia juga mengambil tindakan atas kemungkinan kemungkinan yang akan terjadi di masa depan, termasuk di dalamnya mekanisme perpanjangan CDM atau justru membuat system pasar karbon domestic sendiri atau bisa juga melaksanakan kerjasama dengan pasar karbon domestic yang telah ada melalui mekanisme kerjasama bilateral atau regional. Diperlukan kordinasi dari berbagai stakehaolder yang berperan dalam hal tersebut untuk bisa menentukan langkah Indonesia ke depan.

Proses Pembuatan Es Krim

Es krim dapat didefinisikan sebagai makanan beku yang dibuat dari produk susu (dairy) dan dikombinasikan dengan pemberi rasa (flavor) dan pemanis (sweetener) (David, 1994). Menurut Standar Nasional Indonesia, es krim adalah sejenis makanan semi padat yang dibuat dengan cara pembekuan tepung es krim atau campuran susu, lemak hewani maupun nabati, gula, dan dengan atau tanpa bahan makanan lain yang diizinkan. Campuran bahan es krim diaduk ketika didinginkan untuk mencegah pembentukan Kristal es yang besar. Secara tradisional, penurunan temperatur campuran dilakukan dengan cara mencelupkan campuran ke dalam campuran es dan garam.

Secara umum, komposisi bahan-bahan pembuat es krim adalah sebagai berikut: 10-16% lemak susu (milkfat), 9-12% padatan susu bukan lemak (milk solids-non-fat, MSNF), 12-16% pemanis, 0,2-0,5% penstabil (stabilizer) dan pengemulsi (emulsifier), dan 55-64% air. (Pearson, 1980)

Berdasarkan komposisinya, es krim terbagi menjadi empat kategori, yaitu kategori ekonomi (economy brand), kategori standar (standard brand), kategori premium (premium brand), dan kategori super premium (super premium brand) (Person, 1980). Perbedaan komposisi yang mendasari pembagian kategori dapat dilihat pada Tabel 2.

1    Bahan baku pembuatan es krim

Hampir semua es krim diproduksi dari campuran produk susu (dairy);berupa susu, krim, maupun padatan lemaknya; minyak sayur atau mentega, pemanis, penstabil, dan pengemulsi. Pemberi/penguat rasa (flavor), pewarna (color), dan bahan lain dapat ditambahkan pada tahap akhir proses produksi. (Person, 1980)

Pada umumnya, campuran tersebut hanya membentuk 50% dari volume akhir es krim, sisanya merupakan udara yang dicampurkan pada proses whipping. (Person, 1980)

 

 

Tabel 2 Perbedaan Komposisi Jenis-Jenis Es Krim

Komposisi

Jenis Es Krim

Ekonomi

Standar

Premium

Super Premium

Kandungan Lemak

≤ 10%

10% – 12%

12% – 15%

15% – 18%

Total Padatan

≤ 36%

36% – 38%

38% – 40%

≥ 40%

Overrun

≥ 120%

100% – 120%

60% – 90%

25% – 40%

Biaya Produksi

Relatif  rendah

Rata-rata

Di atas rata-rata

tinggi

 

1.1 Air

Air merupakan komponen terbesar dalam campuran es krim, berfungsi sebagai pelarut bahan-bahan lain dalam campuran. Komposisi air dalam campuran bahan es krim umumnya berkisar 55-64%. (Person, 1980)

1.2 Milk Solids-Non-Fat (MSNF)

MSNF merupakan bahan baku es krim yang mengandung laktosa, kasein, whey protein, dan mineral. MSNF merupakan bahan penting dalam pembuatan es krim. Fungsi MSNF dalam es krim adalah sebagai berikut:

1)  Kehadiran protein dalam MSNF dapat meningkatkan tekstur es krim dan mampu mempertahankan tekstur es krim agar tidak snowy dan flaky pada overrun tinggi

2)  Memberi bentuk dan membuat tidak kenyal pada produk akhir

Walaupun memiliki banyak kegunaan, penggunaan MSNF harus dibatasi karena dapat menghilangkan aroma dari beberapa campuran bahan es krim dan MSNF memiliki kandungan laktosa yang tinggi. Kelebihan laktosa pada campuran es krim dapat menyebabkan cacat tekstur es krim menjadi kasar akibat dari adanya kristal laktosa yang terbentuk ke luar campuran. Selain itu, kelebihan laktosa juga dapat menurunkan titik beku produk akhir. Penggunaan MSNF secara umum berkisar antara 9-12%, bergantung pada jenis produk.

Sumber MSNF untuk kualitas produk yang tinggi berasal dari susu skim konsentrat dan bubuk susu skim pemanasan rendah proses spray (spray process low heat skim milk powder). Sumber lain yang digunakan adalah susu skim, susu skim terkondensasi beku (frozen condensed skimmed milk), bubuk buttermilk atau buttermilk terkondensasi, susu terkondensasi, dan whey kering atau whey terkondensasi.

Saat ini penggunaan susu skim bubuk atau skim terkondensasi telah banyak digantikan dengan berbagai jenis susu bubuk pengganti yang merupakan campuran dari konsentrat whey protein, kasein, dan bubuk whey. Kandungan protein dalam bubuk pengganti ini lebih kecil dibandingkan dengan bubuk skim, berkisar antara 20-25% sehingga memilki harga yang lebih murah. Campuran ini juga memiliki komposisi whey protein dan kasein yang tepat untuk menghasilkan kinerja yang baik dalam membuat campuran es krim.

1.3 Susu (milk fat)

Lemak susu dalam campuran es krim memiliki fungsi sebagai berikut:

1)  Meningkatkan cita rasa pada es krim

2)  Menghasilkan tekstur lembut pada eskrim

3)  Membantu dalam memberikan bentuk pada es krim

4)  Membantu dalam pemberian sifat leleh yang baik pada es krim

5)  Membantu dalam melumasi freezer barrel pada saat produksi (campuran non-fat sangat kasar untuk peralatan pendinginan)

Seperti halnya MSNF, penggunaan lemak susu juga harus dibatasi karena dapat menghalangi kemampuan whipping dari campuran es krim. Selain itu, lemak susu yang berlebihan dapat menghasilkan rasa gurih yang berlebihan pada es krim sehingga dapat menurunkan konsumsi. Harga lemak susu relatif tinggi sehingga dapat meningkatkan biaya produksi apabila penggunaannya berlebihan. Kelemahan lain pada penggunaan lemak susu berlebih adalah nilai kalori campuran es krim yang meningkat.

Sumber lemak susu untuk menghasilkan produk es krim dengan cita rasa dan kelezatan tinggi adalah susu segar. Sumber lain yang biasa digunakan adalah mentega dan lemak susu anhidrat.

Lima hal yang perlu diperhatikan dalam memilih sumber lemak susu adalah struktur Kristal lemaknya, laju kristalisasi lemak pada temperatur yang berubah-ubah, profil pelelehan lemak (terutama temperatur pendinginan dan pembekuan), kandungan trigliserida yang mudah meleleh, dan rasa dan kemurnian minyaknya. Kandungan lemak susu pada es krim pada umumnya berkisar antara 10-16%.

1.4 Pemanis (sweetener)

Es krim yang manis pada umumnya didambakan oleh setiap orang yang memakannya. Oleh karena itu, pemanis biasanya ditambahkan pada campuran es krim sebanyak 12-16%-berat. Pemanis akan melembutkan tekstur, meningkatkan kecocokan pada es krim, memperkaya rasa, dan biasanya merupakan sumber termurah dari padatan es krim. Kegunaan lain dari pemanis adalah berperan pada penurunan titik beku sehingga pada temperatur yang sangat rendah, masih terdapat air yang tidak membeku. Tanpa adanya air yang tidak beku tersebut, maka es krim akan menjadi sangat keras dan sangat sulit untuk disendok.

Sukrosa merupakan sumber pemanis yang paling banyak digunakan karena memberi rasa yang kuat. Penggunaan sukrosa telah banyak digantikan dengan gula jagung (corn syrup) karena dapat lebih memperkokoh bentuk es krim dan meningkatkan shelf-life.

1.5 Pemantap (stabilizer)

Penstabil merupakan senyawa, biasanya getah polisakarida makanan, yang ditambahkan untuk menambah viskositas campuran dan fasa tak beku es krim. Tanpa adanya penstabil, es krim akan menjadi kasar dan proses pembentukan kristal es akan menjadi sangat cepat.

Selain itu, penstabil juga berfungsi untuk mencegah terjadinya proses heat shock, yaitu proses pelelehan dan pembekuan pada es krim yang terjadi selama distribusi sehingga menyebabkan es krim menjadi bersifat es (icy). Disebabkan oleh karena berfungsi sebagai menaikkan viskositas, penggunaan penstabil harus dibatasi agar tidak memberikan viskositas yang terlalu tinngi pada campuran es krim. Jumlah penstabil yang ditambahkan biasanya berkisar 0,2%-0,5%-berat

Beberapa jenis penstabil yang banyak digunakan adalah:

1)  Locust Bean Gum: Serat yang dapat larut yang berasal dari endosperma tumbuhan kacang yang biasa tumbuh di Afrika.

2)  Guar Gum: diperoleh dari endosperma kacang tanaman Guar, termasuk dalam keluarga Leguminoceae yang tumbuh di India.

3)  Carboxymethil Cellulose (CMC): berasal dari sebagian besar bahan tanaman atau selulosa kayu yang diolah secara kimia agar dapat larut dalam air.

4)  Xanthan Gum: diproduksi dalam medium kultur cair oleh Xanthaomonas campestris sebagai eksopolisakarida.

5)  Sodium Alginate: Merupakan ekstak rumput laut

6)  Karagenan: Merupakan ekstrak Irish Moss atau jenis alga merah lain

Tiap-tiap penstabil memiliki karakteristik yang bebeda-beda. Biasanya, dua atau lebih jenis penstabil dicampurkan dalam penggunaannya untuk memberikan sifat yang lebih sinergis satu dengan yang lainnya dan meningkatkan efektivitas secara menyeluruh. Sebagai contoh, guar gum lebih larut dibandingkan dengan  locust bean  gum  pada temperatur rendah sehingga banyak digunakan pada sistem pasteurisasi HTST. Karagenan tidak pernah digunakan sebagai penstabil utama, namun sebagai penstabil sekunder yang berfungsi untuk mencegah pengendapan whey dari campuran sebagai efek dari pnstabil yang lain.

Gelatin, protein yang berasal hewan, yang dapat digunaka sebagai penstabil pada es krim, namun penggunaannya saat ini telah banyak digantikan oleh polisakarida dari tumbuh-tumbuhan karena harganya yang relatif murah. (Person, 1980)

1.6 Pengemulsi (Emulsifier)

Pengemulsi adalah senyawa yang ditambahkan pada campuran es krim untuk menghasilkan struktur lemak dan kebutuhan distribusi udara yang tepat sehingga menghasilkan karakteristik leleh yang baik dan lembut. Pengemulsi terdiri dari bagian hidrofil dan lipofil yang terpisah pada permukaan pertemuan antara minyak dan air yang menyebabkan turunnya tegangan permukaan antara minyak dan air dalam emulsi sehingga disperse lemak dapat berlangsung dengan baik.

Pengemulsi asli pada es krim adalah kuning telur, namun yang paling banyak digunakan sekarang ini adalah mono- dan digliserida yang berasal dari hidrolisis parsial lemak hewani maupun minyak nabati. Pengemulsi lain yang banyak digunakan adalah polisorbat 80 yang merupakan sorbitan ester yang mengandung glukosa alcohol (sorbitol) yang terikat pada asam lemak dan asam oleat dan ditambahkan dengan oksietilen untuk meningkatkan kelarutan dalam air. (Person, 1980)

Pengemulsi lain yang dapat digunakan adalah mentega susu dan gliserol ester. Jumlah penstabil dan pengemulsi kurang dari 1,5%-berat campuran es krim. Keduanya harus telah diteliti secara mendalam dan mendapat keterangan Generally Recognized as Safe (GRAS) sebelum digunakan sebagai bahan campuran es krim.

1.7 Pewarna

Merupakan senyawa yang ditambahkan pada campuran es krim untuk memberikan warna tertentu dan membuat penampilan lebih menarik. Jenis yang banyak digunakan adalah Tartazine, Sunset Yellow, Brilliant Blue, dan Carmoisine)

1.8 Pemberi Rasa (Flavor)

Pemberi rasa ditambahkan pada campuran es krim untuk memberikan rasa tertentu. Bahan pemberi rasa yang banyak digunakan adalah vanilla, coklat, perasa buatan, sari buah, kacang, dan lain-lain.

1.9 Bahan Pelengkap

Bahan-bahan pelengkap ditambahkan untuk menambah penampilan luar dan memperkaya rasa. Bahan pelengkap yang banyak digunakan adalah cokelat, permen, biskuit, kacang, dan buah

2    Proses Pembuatan Es Krim

Proses pembuatan es krim terbagi menjadi beberapa tahapan proses, yaitu pencampuran (mixing), pasteurisasi (pasteurization) dan homogenisasi (homogenization), penuaan (ageing), pembekuan (freezing), pengisian (filling), pengerasan (hardening).

2.1 Pencampuran (Mixing)

Pada tahap ini, semua bahan dasar dicampur di dalam tangki berpengaduk. Tangki yang digunakan biasanya berbahan baja tahan karat (stainless steel). Pada proses pencampuran ini, bahan baku cairan dimasukkan langsung ke dalam tangki melalui pipa yang terhubung langsung dengan tangki sedangkan bahan baku padatan dimasukkan ke dalam tangki melalui mulut tangki. Pencampuran memerlukan agitasi yang keras agar semua bahan dapat bercampur dengan baik, oleh karena itu biasanya digunakan pengaduk dengan kecepatan tinggi.

Proses pencampuran pada pabrik es krim dilakukan secara partaian. Pada tahap ini, seluruh bahan baku dimasukkan ke dalam tangki pencampur kemudian diaduk. Terdapat dua buah tangki pengaduk berkapasitas dua ton terbuat dari bahan baja anti karat (stainless steel) dan memiliki pengaduk berjenis propeller.

Semakin lama pengadukan pada proses pencampuran, campuran yang dihasilkan menjadi semakin homogen namun temperatur dan viskositas menjadi semakin menurun sehingga sulit untuk dipompakan menuju proses pasteurisasi. Oleh karena itu, waktu pengadukan pada proses pencampuran dibatasi. Proses pencampuran dari mulai memasukkan bahan baku hingga pemompaan ke proses pasteurisasi menggunakan waktu selama 20 menit. Tangki pencampur harus dibersihkan terlebih dahulu untuk penggunaan memproduksi campuran yang berbeda jenis dan warna.

Proses memasukkan bahan baku ke dalam tangki pencampur terdiri dari dua cara yaitu secara manual dan secara otomatis. Bahan baku yang dimasukkan secara manual biasanya berupa bahan baku padat, sedangkan yang dimasukkan secara otomatis berupa cair yang terhubungkan langsung melalui pipa ke dalam tangki pencampur. Memasukkan bahan baku ke dalam tangki pengaduk secara berurutan sesuai dengan urutan tertentu. Urutan bahan baku yang dimasukkan ke dalam tangki pencampur adalah air, gula pasir, bahan susu, racikan, gula sirup, minyak nabati, dan terakhir adalah rework. Fungsi dari adanya urutan bahan baku dijelaskan  pada uraian berikut ini yang diurutkan dari bahan yang dimasukkan lebih dahulu:

1)     Air

Air dimasukkan pertama kali ke dalam tangki pencampur. Air digunakan untuk melarutkan semua bahan baku. Temperatur air yang masuk ke dalam tangki berkisar antara 80-85oC untuk memudahakan pelarutan bahan baku. Air dimasukkan ke dalam tangki secara otomatis melalui pipa yang terhubung langsung ke dalam tangki. Mula-mula, air yang dikeluarkan tidak merupakan seluruh jumlah air yang digunakan untuk melarutkan bahan baku, tapi disisakan sebagian untuk membersihkan campuran yang masih tersisa setelah campuran dipompakan menuju proses pasteurisasi.

2)     Gula Pasir

Setelah jumlah air yang dimasukkan ke dalam tangki pengaduk mencapai jumlah yang diinginkan, bahan yang kemudian dimasukkan ke dalam tangki pengaduk adalah gula pasir. Penambahan gula pasir sebelum penambahan bahan susu adalah untuk menurunkan temperatur air sehingga tidak terjadi kerusakan nutrien pada susu berupa pemecahan protein. Akibat penambahan gula tersebut, temperatur air turun hingga mencapai 75-80oC.

3)     Bahan Susu

Yang termasuk bahan susu adalah susu skim dan bubuk whey. Penambahan susu pada temperatur air 75-80oC bertujuan agar tidak terjadi penggumpalan, lebih mudah larut, dan dapat membunuh sebagian bakteri yang terdapat pada susu (jika ada).

4)     Racikan

Racikan terdiri dari bahan-bahan pengemulsi dan pemantap. Racikan dimasukkan secara sedikit dmi sedikit agar terjadi pencampuran yang baik dan mencegah terjadinya penggumpalan.

5)     Gula Sirup

Gula sirup merupakan bahan cair sehingga penambahannya ke dalam tangki dilakukan secara otomatis melalui pipa. Gula sirup yang masuk ke dalam tangki bertemperatur 45-50oC.

6)     Minyak Nabati

Seperti halnya gula sirup dan air, minyak nabati juga ditambahkan ke dalam tangki secara otomatik. Minyak nabati yang ditambahkan bertemperatur 40-45oC. Selain dengan cara otomatis, penambahan minyak nabati juga dilakukan secara manual pada pembuatan campuran tertentu sebagai pelarut bahan tambahan seperti kalsium.

7)     Rework

Rework adalah material yang dihasilkan dari beberapa tahapan pada proses. Penggunaan rework dibatasi hanya 10%-berat untuk jenis ice cream dan 15% untuk jenis water ice.

 

2.2  Pasteurisasi (Pasteurization)

Setelah terbentuk campuran es krim (mix), campuran es krim kemudian dipasteurisasi. Pasteurisasi merupakan titik control biologik (biological control point) pada system yang bertujuan untuk menghancurkan bakteri-bakteri patogen pada campuran. Selain itu, pasteurisasi juga dapat mengurangi jumlah spoilage bacteria. Pasteurisasi memerlukan pemanasan dan pendinginan. Temperatur minimal untuk melaksanakan pasteurisasi bergantung pada waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pasteurisasi.

Pasteurisasi terbagi menjadi dua metode, yaitu metode partaian dan kontinu. Pada metode partaian, campuran dipanaskan dalam sebuah tangki hingga mencapai temperatur minimal 69oC dan dipertahankan selama 30 menit (Marshall, 2003). Setelah dipanaskan dan dipertahankan temperaturnya, campuran kemudian didinginkan hingga temperatur 4oC atau kurang. Metode partaian biasa disebut low-temperatur long-time (LTLT).

Proses pasteurisasi dan homogenisasi dilakukan dengan menggunakan rangkaian alat balance tank, plate heat exchanger (PHE), homogenizer, dan holding tube. Keluaran campuran dari tangki pencampur dipompakan menuju balance tank yang berfungsi untuk menjaga laju alir campuran konstan. Temperatur campuran keluar dari balance tank sama dengan temperatur campuran keluaran tangki pencampur.

PHE terdiri dari bagian regenerasi, pemanasan, dan pendinginan. Mula-mula campuran masuk ke dalam bagian regenerasi. Pada bagian ini, terjadi perpindahan panas antara campuran dari balance tank dengan campuran dari homogenizer yang memiliki temperatur lebih tinggi. Adanya bagian regenrasi ini dapat menghemat kebutuhan energi hingga 90%.

Campuran kemudian dialirkan ke bagian pemanasan. pemanasan dilakukan oleh air bertemperatur 90-95oC yang sebelumnya dipanaskan oleh kukus. Temperatur keluaran campuran setelah pemanasan adalah berkisar antara 80-85oC. Setelah dipanaskan, campuran kemudian dialirkan ke luar PHE menuju homogenizer.

Proses homogenisasi dilaksanakan pada homogenizer. Campuran diberi tekanan tinggi mecapai 100-150 bar untuk ice cream dan 50-75 bar untuk water ice untuk memecah butiran lemak hingga berdiameter 1µm sehingga terbentuk campuran bertekstur halus dan homogen. Setelah homogenisasi, campuran memasuki tahap pasteurisasi di dalam holding tube.

Waktu tempuh campuran melewati holding tube adalah 80oC dan temperatur campuran dijaga tetap 80-85oC. Pasteurisasi berlangsung saat campuran melewati holding tube secara turbulen dan temperatur yang dijaga selama 20 detik sepanjang jarak tempuhnya di dalam holding tube. Dari holding tube, campuran masuk kembali ke PHE ke bagian regenerasi.

Regenerasi dapat menghemat hingga 90% energi yang dibutuhkan untuk memansakan dan mendinginkan campuran. Setelah melepaskan panasnya kepada campuran yang lebih dingin, campuran kemudian masuk ke dalam bagian pendinginan.

Pendinginan pada PHE ini terdiri dari dua tahap. Pertama pendinginan dengan air kemudian dilanjutkan dengan pendinginan menggunakan glikol. Temperatur akhir setelah pendinginan dengan glikol diharapkan mencapai 4oC sebelum dipompakan menuju tangki penuaan.

 

Metode pasteurisasi yang paling banyak digunakan pada industri es krim adalah secara kontinu atau yang biasa disebut high-temperatur short-time (HTST). HTST dilaksanakan pada sebuah alat penukar panas yang disebut plate heat exchanger (PHE). PHE terdiri dari bagian pemanasan (heating), regenerasi (regeneration), dan pendinginan (cooling). Adanya bagian regenerasi dapat menghemat kebutuhan pemanas dan pendingin hingga 90%. Temperatur dan waktu minimum yang dibutuhkan pada metode HTST adalah 80oC selama 25 detik.

2.3 Homogenisasi (homogenization)

Homogenisasi bertujuan untuk menurunkan ukuran partikel lemak dari susu atau krim hingga mencapai ukuran kurang dari 1µm sehingga memperbesar luas area permukaan. Sebelum homogenisasi, campuran harus telah dipanaskan terlebih dahulu agar berada dalam fasa cair ketika homogenisasi karena pada fasa cair, efisiensi homogenisasi akan lebih besar dan penghancuran gumpalan lemaknya menjadi lebih mudah.

2.4 Penuaan (ageing)

Setelah mengalami proses pasteurisasi dan homogenisasi, campuran kemudian dimasukkan ke dalam tangki penuaan. Temperatur campuran pada saat keluar dari PHE adalah 4oC, yang diharapkan, kemudian langsung dimasukkan ke dalam tangki penuaan dan dijaga temperaturnya tetap pada 4oC atau kurang selama minimal 2 jam (Pearson, 1980). Beberapa tujuan dari proses penuaan ini adalah:

1)  Meningkatkan kualitas whip dan tekstur lembut dari campuran

2)  Membuat protein dan pemantap terhidrasi

3)  Mengkristalkan lemak sehingga lemak dapat menyatu

4)  Mengurangi jumlah panas yang dibutuhkan untuk dibuang pada saat pembekuan

2.5 Pembekuan (freezing)

Pada pembekuan, air dalam campuran dibekukan menjadi Kristal-kristal es untuk menghasilkan tekstur yang agak keras. Proses penambahan udara ke dalam campuran dilakukan pada tahap pendinginan ini. Jumlah udara yang ditambahkan menentukan tekstur es krim yang dihasilkan. Pebekuan dapat dilakukan secara partaian maupun kontinu. (Marshall, 2003)

Pembekuan secara partaian meliputi memasukan campuran es krim ke dalam sebuah silinder yang memiliki sebuah dasher dengan mata pisau pengikir. Dasher berputar-putar di dalam silinder sehingga udara dapat tergabung ke dalam campuran, gumpalan lemak menjadi teraduk, dan kristal-kristal es yang terbentuk pada dinding dalam silinder terkikis oleh mata pisau pada dasher. Viskositas campuran es krim meningkat karena air membeku membentuk padatan es. Gelembung udara terperangkap pada campuran yang viskos tersebut sehingga meningkatkan volum dan membentuk overrun. Overrun adalah persentase pertambahan volume es krim yang dihasilkan dibandingkan dengan volume campuran yang digunakan untuk memproduksi es krim tersebut. Maksimum overrun yang diperbolehkan sebesar 100%, namun overrun sebesar itu sulit dicapai oleh pembekuan secara partaian. Kapasitas yang dapat dicapai dengan menggunakan proses parataian ini adalah antara 1 L hingga 40 L. (Marshall, 2003)

Hampir seluruh proses pembekuan es krim pada industri dilakukan secara kontinu. Kapasitasnya berkisar antara 100 hingga 3000 L per jam per freezer. Freezer yang digunakan biasanya didinginkan dengan refrigerant amoniak. Pada pembekuan kontinu ini, es krim dibekukan hingga temperatur -5oC s.d. -7oC (Marshall, 2003). Beberapa kelebihan pembekuan secara kontinu dbandingkan dengan parataian adalah volume pendinginan per pendingin lebih besar, tekstur produk akhir yang dihasilkan biasanya lebih lembut, penambahan udara ke dalam campuran dapat diatur sehingga overrun dapat diatur sehingga dapat mencapai overrun yang diinginkan, peralatan lain untuk proses dapat diletakkan setelah keluaran dari freezer, dan es krim dapat lebih mudah dibentuk

2.6 Pengisian (filing)

Campuran es krim yang keluar dari freezer setelah pembekuan memiliki temperatur -5oC s.d. -7oC dan masih sedikit lunak. Setelah keluar dari freezer, campuran es krim diberi isian (topping) berupa buah, coklat, atau kacang sebelum kemudian dikemas.

2.7 Pengerasan (hardening)

Setelah bahan-bahan tambahan telah diisikan ke dalam campuran es krim, campuran kemudian dikeraskan pada temperatur -30oC s.d. -40oC. Pada tahapan ini, hampir seluruh sisa air pada campuran membeku. Pengerasan terdiri dari pembekuan diam dengan membekukan campuran di dalam sebuah freezer, pembekuan temperatur rendah hingga -40oC secara konveksi menggunakan terowongan beku dan secara konduksi menggunakan pelat-pelat pembeku (plate freezers).


 

2.8 Pencetakan dan Pengerasan

Setelah beku, campuran kemudian dialirkan ke mesin untuk mencetak es krim sesuai dengan jenis es krim yang akan dibuat. Mesin pencetak es krim di pabrik Wall’s IC terdiri dari tiga jenis tipe mesin yaitu moulded stick machine, extrusion machine, dan direct filling machine.

1)     Moulded Stick Machine

Campuran dari freezer yang masuk ke mesin jenis ini ditampung di dalam sebuah hopper campuran. Dari hopper, campuran kemudian dituangkan ke dalam cetakan yang direndam di dalam larutan air garam, disebut dengan larutan Brine (CaCl2), bertemperatur -25oC s.d. -30oC yang didinginkan memakai amoniak. Kemudian cetakan tersebut berputar dan selama perputaran tersebut, campuran di dalam cetakan diberi stik menggunakan stick inserter dan terjadi pengerasan pada campuran. Setelah keras, kemudian cetakan direndam di dalam larutan Brine hangat, bertemperatur 25-30oC, dan diangkat untuk dilepaskan dari cetakan. Setelah lepas dari cetakan, beberapa jenis es krim diberi lapisan tambahan berupa saus coklat atau bahan lainnya. Setelah itu, es krim dilepaskan di atas kemasan plastic untuk dikemas.

2)     Extrusion Machine

Es krim setengah beku dari freezer dicetak di dalam extruder nozzle kemudian diberi stik dan dipotong menggunakan kawat panas berbahan baja tahan karat. Potongan es krim ditampung pada pelat-pelat yang berjalan di atas conveyor dan dapat menampung potongan es sebanyak tiga buah tiap pelat. Pelat-pelat tersebut kemudian berjalan masuk ke dalam terowongan pengerasan (hardening tunnel) yang bertemperatur -40oC s.d. -45oC. Es krim yang keluar dari terowongan bertemperatur -20oC, telah mengeras, dan menempel pada pelat. Untuk melepaskan es krim dari pelat, pelat dipukul menggunakan pemukul sejenis palu. Setelah lepas, potongan es krim kemudian diangkat dan dicelupkan ke dalam larutan cokelat, untuk es krim tertentu. Setelah itu dilepaskan di atas pembungkus plastik.

3)     Direct Filling Machine

Campuran yang keluar dari freezer kemudian ditampung dalam filler kemudian campuran tersebut langsung diisikan kepada tempat es krim berupa cup atau cone yang berjalan di atas conveyor belt. Setelah terisi dengan campuran es krim, cup dan cone tersebut diberi tutup dengan menggunakan lid inserter kemudian dijalankan menuju terowongan pengerasan. Setelah keluar dari terowongan, es krim dimasukkan ke dalam kemasan kardus untuk dipak.

2.9 Pembungkusan dan Palletizing

Setelah dicetak pada tiap mesin, kemudian es krim dibungkus dengan bungkus plastik dan dipak dalam kemasan karton. Setelah dipak dalam kemasan karton, es krim diletakkan di atas conveyor belt dan dijalankan menuju ruang palletizing untuk mengelompokkan pak-pak es krim atau mengepak ulang es krim.

2.10 Penyimpanan

Dari ruang palletizing, kemudian es krim dibawa ke ruang penyimpanan dingin yang bertemperatur -18oC dan disimpan untuk kemudian didistribusikan. Es krim yang disimpan di dalam ruang penyimpanan dingin dapat bertahan hingga satu tahun.

 

Indonesiaku…

Ketika pagi menjelang, sebelum aktifitas sehari-hari aku mulai,, aku tertarik dengan sebuah email dari seorang teman untuk milis teman-temanku dari Teknik Kimia ITB 2005.. kutelusuri hurf itu satu demi satu, ku terhenyak dalam diam sambil melayangkan pikiranku menyelami makna di balik huruf itu. Ada rasa sedih terkuak, rasa miris yang mengiris sembilu hati, ada rasa sesal menyesak di dada mengapa negeriku sesemrawut ini..namun kusadari…. Ketika tulisan-tulisan itu mencerca pemerintah, kusadari bahwa aku pun sekarang adalah BAGIAN DARI PEMERINTAH, ya meskipun Cuma baru sekedar ekor yang masih mencari bentuk.  Menjadi sebuah PR BESAR bagi kami yang menduduki pemerintahan  untuk bisa memperbaiki setiap kesalahan yang ada. Bukan apa-apa, sebuah tanggungjawab yang cukup mengerikan ketika lembaga bernama pemerintah ini atas nasib 218,868,791 orang penduduk Indonesia, masyaalllah…

Aku pun seketika tersengat, mencoba mencari apa yang bisa kulakukan untuk bisa menjadi solusi2 tersebut. Yang kusadari bahwa penyelesaian permasalahan ini tidak bisa hanya dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang. Seperti yang dituturkan oleh seoranng SH dari Unair yang menjadi salah satu kenalanku ketika diklat prajabatan golongan 3 di Ciawi kemarin: “Permasalahan Indonesia itu seperti benang kusut yang masing-masing ujungnya dipegang oleh orang-orang yang mempunyai kekuasaan. Ketika yang bergerak menyelesaikan permasalahan itu hanya satu atau beberapa ujung, maka permasalahan Indonesia tidak akan selesai. Semua yang terlibat harus sinergi menyelesaikan permasalahan ini bersama-sama hingga kekusutan ini akan musnah.. dan Indonesia bisa Berjaya.”

Nasionalisme yang masih nyata dalam kepalaku seketika berteriak, berpadu dengan idealism yang menyala di dada, bahwa negeri yang mayoritasnya umat muslim ini tidak akan seperti ini jika keislaman memang benar-mengakar dari dalam diri kami masing-masing.. argh.. demikian halnya dengan diriku.. akupun masih belum bisa memberikan apa-apa, melakukan apa-apa,, belum serius dan belum sungguh-sungguh. Aku sangat menyadari aku belum mengeluarkan effort terbaik yang kupunya belum memeras keringat, belum berdarah-darah (argh aku pun jadi mempertanyakan konsep jihad yang kupunya), aku sadari aku pun belum merutinkan doaku untuk Indonesia, aku belum bisa melakukan hal yang signifikan. Namun ku merasa sangat beruntung, Allah masih memberikan jalan kepadaku untuk kembali menyadarkanku, membangunkanku dari rutinitas aktifitas sehari-hari, membuatku berpikir HAL HAL BESAR Yang ada di balik rutinitas harianku tersebut… so alhasil,, aku kembali bersemangat bermimpi HAL HAL BESAR untukku (karena bagaimanapun aku ingin SURGA Allah) , untuk keluargaku, untuk agamaku, untuk bangsa dan negeriku… ini bukan soal mendahulukan apa disbanding apa… semua tujuan ini sejalan… ketika aku bisa memberikan sesuatu untuk bangsa ini artinya aku memberikan ladang untuk diriku sendiri dalam menanam benih di Surga..

Ketika Tanya kulontarkan untuk diriku sendiri,, apa yang harus kulakukan.. meskipun sedikit demi sedikit tergambar sebuah peta besar akan langkah besar yang akan kulakukan.. Alhamdulillah, Allah Maha Pemberi Petunjuk… ketika kuazzamkan aku ingin menjadi orang besar yang mengurusi masalah besar.. bukan orang kecil yang masih terbebani hal-hal kecil yang tidak seharusnya menyita tempat di neuron otakku.. dan dalam penyelaman dan perumusan langkah tersebut, Allah memberikan kata-kata yang sangat bagus yang maknanya kurasakan sedemikian berarti. “MEMBANTU DENGAN SDM DAN TEKNOLOGI” ini adalah kalimat yang keluar dari Direktur-ku, Pak Joko PS ketika menerima kunjungan diskusi dari Mantan Gubernur Riau yang bermaksud mendirikan sebuah konsep keterpaduan antara pendidikan, pertanian, perikanan, peternakan, dan energy serta teknologi. Sebuah Konsep yang membuatku terpukau, dan membuatku berpikir, ketika idealism menyala dalam dada, dan kesungguhan yang besar untuk mewujudkannya, maka sungguh ia akan berwujud menjadi sebuah produk yang nyata!!!!

Yuk ah… mungkin jika dibandingkan dengan teman2 lain yang sadar duluan atau lebih istiqamah dariku tentang idealismenya, aku bisa dibilang TERLAMBAT. Namun aku tau TAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK MEMULAI… maka kumulai lagi ya Allah,, bismillahirrahmanirrahiiim…………

dan ini adalah bunyi email yang kuterima itu:

1. Di masa Raffles (1811) pemilik modal swasta hanya boleh menguasai lahan maksimal 45 tahun; di masa Hindia Belanda (1870) hanya boleh menguasai lahan maksimal selama 75 tahun; dan di masa Susilo Bambang Yudhoyono (UU 25/2007) pemilik modal diperbolehkan menguasai lahan selama 95 tahun. Teritorial Indonesia (tanah dan laut) telah dibagi dalam bentuk KK Migas, KK Pertambangan, HGU Perkebunan, dan HPH Hutan. Total 175 juta hektar (93% luas daratan Indonesia) milik pemodal swasta/asing(Sumber : Salamuddin Daeng(SD), Insititut Global Justice (IGJ)2. Sebanyak 85% kekayaan migas, 75% kekayaan batubara, 50% lebih kekayaan perkebunan dan hutan dikuasai modal asing. Hasilnya 90% dikirim dan dinikmati oleh negara-negara maju. Sementara China tidak mengekspor batubara, Sekarang kita harus bertarung di pasar bebas dagang dengan China – Asean. Ibarat petinju kelas bulu diadu dengan petinju kelas berat dunia. Pasti Knock-Out ! Siapa yang melindungi rakyat dan tanah tumpah-darah kita ini?(Sumber : SD-IGJ)

3. Beberapa tahun terkhir kita impor 1,6 juta ton gula, 1,8 juta ton kedelai, 1,2 juta ton jagung, 1 juta ton bungkil makanan ternak, 1,5 juta ton garam, 100 ribu ton kacang tanah, bahkan pernah mengimpor sebanyak 2 juta ton beras(Sumber : RR) Pastinya ada yang salah dengan kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Indonesia menyangkut sektor pertanian. Pasti juga ada agen kapitalis yang bermain di balik penindasan yang terjadi terhadap para petani Indonesia ini.

4. Penerimaan negara dari mineral dan batubara (minerba) hanya 3 persen (21 trilyun pada tahun 2006). Padahal kerusakan lingkungan dan hutan yang terjadi sangat dahsyat dan mengerikan!. Devisa remittance dari para tenaga kerja Indonesia (TKI) saja bisa mencapai 30 trilyun pada tahun sama.[Sumber : Tjatur Sapto Edy-(TSE)] Jadi kemanakah larinya hasil emas, tembaga, nikel, perak, batubara,timah,aluminium dan seterusnya, yang ribuan trilyun itu?…

5. Dari permainan ekspor – impor minyak mentah, pelaku perburuan rente migas ‘terpelihara’, dan setiap tahun negara dirugikan sampai 4 trilyun. Namun menguntungkan ‘oknum’ tertentu yg dikenal sebagai MR TWO DOLLARS dan memiliki hubungan dg penguasa(Sumber : RR).Inikah penyebab pansus BBM DPR RI tdk berkutik ? Malah mantan ketua pansus yang gagal itu jadi MENTERI.

6. Disepakati kontrak penjualan gas (LNG) ke luar negeri dengan harga antara tiga hingga 4 dollar Amerika/mmbtu. Padahal saat kontrak disepakati harga pasar internasional US$ 9/mmbtu(Sumber : TSE). Gas dipersembahkan buat siapa? Siapa yang bermain?

7. Dengan standar buatan Indonesia orang miskin di negeri ini tahun 2006 berjumlah 39 juta (pendapatan perhari 5.095,-) Tapi kalau memakai standar Bank Dunia/standar internasional US$ 2 per hari, maka orang miskin di Indonesia lebih kurang 144 juta orang (65%)(Sumber : FB). Lalu apa yang kita banggakan dari pemimpin bangsa ini?

8. Dengan 63 hypermarket, 16 supermarkets di 22 kota (termasuk 29 hypermartket Alfa dan jaringannya di seluruh Indonesia), maka Carefour Indonesia (komisarisnya jenderal-jenderal) total menguasai bisnis ritel. Bagaimana nasib jutaan warung-warung kelontong milik rakyat kecil? Atas nama liberalisme pasar semua digusur? (Sumber : Penelusuran di internet)

9. Sampai sekarang jumlah mall dengan konsep one stop shopping di JKT sekitar 80an dan akan bertambah tahun ini menjadi 90an .Smentara pasar tradisional yang dikelola PD Pasar Jaya tinggal 150an dlm keadaan “babak belur”. SIAPAKAH PEMILIK MALL ?? Smentara penghuni pasar tradisional mayoritas pribumi yg dengan memelas dan menjerit pendapatannya terus melorot.Siapa peduli mereka?Persaingan atas nama ideologi apa ini ?Atau penindasan rakyat macam apa ini? (Sumber : Penelusuran di internet)

10. Sepuluh tahun kedepan Indonesia akan impor biji gandum lk 10 juta ton(butuh devisa lk 42,5 triliun rupiah).Sekarang masih 5 juta ton/tahun. Itu artinya akan jadi importir terbesar didunia.Kebijakan pertanian dan pangan yg tidak pro petani/rakyat, membuat kita tergantung pada impor gandum dari AS, Kanada dan Australia. Budaya makan mie,roti dll ikut andil(sukses marketing kapitalis juga).Padahal di Meksiko mampu memproduksi mie dari tepung jagung atau di China Selatan dari tepung beras. Indonesia sebenarnya mampu membuat yang seperti itu bahkan tepung sagu melimpahruah, kalau mau. Tapi bisnis impor gandum dan jual beli terigu sudah jadi “kerajaan tersendiri” yang dinikmati kapitalis. Tak peduli kesengsaraan petani Indonesia.(Sumber : Penelusuran di internet).

11. Sampai saaat ini kebutuhan daging sapi nasional sekitar 400 ribu ton(1,8 juta ekor sapi).dari jumlah tsb baru bisa dipenuhi lk 65%. kekurangannya diimpor dari AS, AUSTRALIA, SELANDIA BARU, KANADA, IRLANDIA, BRAZIL. Pemerintah mencanangkan swasembada daging sapi thn 2014. tapi yang terjadi sejak tahun lalu adalah serbuan daging sapi impor, sapi siap potong impor, daging sapi beku impor yang menghantam usaha peternakan rakyat. Tak tergambar bagaimana program utk merealisasikan swasembada daging tsb secara gamblang.Tak beda dengan impor kedele, jagung, kacang tanah, gula dll berujung pada tdk diberdayakannya secara optimal kemampuan petani/peternak utk mengisi pasar dalam negeri guna menghadapi kebiasaan impor yang hanya menguntungkan segelintir pengusaha /kapitalis. Rezim ini berpihak ke siapa?(Sumber : Penelusuran di internet)

12. Tahun 2008 adalah tahun monumental bagi industri otomotif di Indonesia. Tercatat penjualan 607.151 unit mobil dan lk 6.000.000 unit sepeda motor.Tentu saja AGEN TUNGGAL PEMEGANG MERK(ATPM)berpesta, apalagi PRINCIPALnya. Apakah Pemerintah dan Rakyat Indonesia mendapat manfaat dari pesta tsb ? Ya tentu. Tapi tidak sebanyak yang diraih bila Indonesia punya merk mobil nasional sendiri lewat pembelian lisensi seperti yang ditempuh Malaysia, India, China, Iran dan Korsel. Sudah puluhan tahun gagasan punya merk mobil nasional tapi kandas. Tommy, Bakri dan Texmaco sdh mencoba tapi kandas. Apakah karena kekuatan kapitalisme pada industri otomotif Indonesia sedemikian mencengkeram sehingga kita tak berdaya atau political will yang lemah ? Kenapa Malaysia bisa dengan PROTON nya ?(Sumber : Penelusuran di internet)

13. Penjualan putus gas Donggi Senoro ke Mitsubishi , menghilangkan potensi perolehan negara sebesar USD 500.000.000/tahun atau Rp 4,5 triliun(hitungan DR.Kurtubi).padahal Pertamina jauh lebih pengalaman dalam membangun dan menjual LNG. Kenapa aset negara strategis ini dilepas begitu saja? Sementara rakyat harus membeli gas dengan “harga dunia”yang 5x lebih mahal?

14. Seperti dalam berbagai bidang Malaysia dulu banyak belajar dari Indonesia trmasuk Petronas awalnya banyak belajar dari Pertamina.tapi kini aset Petronas 5x lebih besar dari Pertamina.(Sumber : Dr. Kurtubi dan Marwan Batubara). Apakah karena kehebatan orang Malaysia atau karena Pertamina secara perlahan digrogoti dari dalam oleh mafia migas/konspirasi kapitalis?

15. Indonesia disebut TANAHAIR. 175 jt ha TANAH dalam bentuk HPH,HGU,KONTRAK KARYA. AIRTAWARNYA dikuasai 246 perusahaan air minum dalam kemasan(AMDK). 65% dipasok oleh perusahaan asing (AQUA DANONE dan ADES COCACOLA). AQUA DANONE milik Prancis menguras air Indonesia dari 2001 sd 2008 saja lk 32.000.000.000 liter dengan laba yang dilapor hanya Rp 728 milyar. Pada label disebut dari mata air pegunungan,padahal dari exploitasi air tanah.Banyak kebohongan pihak AQUA yang dilansir Marwan Batubara(Tokoh LSM KPK-N),mulai dari volume,pajak,laba hingga dampaknya. Dan yang paling mengerikan menurut Erwin Ramadhan, ancaman terhadap ketersediaan air tawar di Indonesia, akan kering dimasa datang? TANAHAIR milik siapa?

16. Hutang Luar Negeri Indonesia (Pemerintah dan Swasta) sebesar dua ribu lima ratus trilyun rupiah (2.500.000.000.000.000) diantaranya dibuat selama 5 th pemerintahan SBY sebesar 300an triliun.. Bunga dan cicilan pokok 450 trilyun. Pertumbuhan ekonomi 4 – 6 % per tahun hanya untuk biaya bunga dan cicilan pokok hutang luar negeri.Sebuah sumber menyebut negara telah bangkrut secara akuntansi karena hutang lebih besar dari assets. Kekuatan ekonomi bangsa Indonesia telah terjebak dalam hutang berkepanjangan (debt trap) hingga tak ada jalan keluar! Kita akan terus hidup bergantung pada hutang.Sementara itu diduga ada mafia dlm “permainan hutang” ini yg mengambil keuntuangan dari “selisih bunga pinjaman hutang”.makin banyak pinjaman makin menguntungkan mafia ini. oh lintah darat terus menghisap darah rakyat.[Sumber : SD-IGJ, FUAD BAWAZIER(FB), RIZAL RAMLI(RR)]

17. Empat puluh tahun lalu pendapatan rakyat Asia Timur rata-rata sebesar US$ 100, bahkan China cuma US$ 50. Kini Malaysia tumbuh 5 kali lipat lebih besar dari pendapatan Indonesia, Taiwan (16 kalilipat), Korea (20 kalilipat), China (1,5 kalilipat) dan telah jadi raksasa ekonomi, politik, dan militer di ASIA.(Sumber : RR). Ke mana hasil sumber daya alam kita yang sudah dikuras selama hampir 40 tahun ini? Ya memperkaya negara Barat, Singapura,ASIA Timur dan tentu saja oknum2 KAPITALIS di INDONESIA.

18. Ekonomi Indonesia hanya dikendalikan oleh 400-an keluarga yang menguasai ribuan perusahaan Sejak Orde Baru mereka dapat monopoli kredit murah, perlindungan tarif, kuota, dan sebagainya. Semua itu karena mereka memberi upeti kepada penguasa(Sumber : RR). Sementara usaha kecil yang puluhan juta dianiya, digusur, dan dipinggirkan.

19. Akibat dari BLBI 1997, maka banyak bank berantakan. Kemudian direkapitalisasi ratusan trilyun. Bunga rekapitalisasi setiap tahunnya ditanggung oleh rakyat Indonesia melalui APBN sebesar puluhan trilyun untuk jangka 30 tahun ke depan(Sumber : FB). Yang menikmati BLBI di antaranya Syamsul Nursalim dkk, ongkang-ongkang kaki di Singapura(bahkan melalui Ayin tetap menjalin “persahabatan” dg PENGUASA Ind). Parahnya lagi, sekarang keadaan perbankan 66-70% sudah dikuasai oleh modal asing(Sumber : SD-IGJ). Sebagian bank yang dikuasai asing itu menikmati bunga rekapitalisasi yang ditanggung oleh APBN tersebut. Kesimpulannya, negara Indonesia ini sudah berantakan dalam aspek-aspek mendasarnya (teritori, keuangan, hutang).

20. Dengan iming-iming pinjaman US$ 400 juta dari the World Bank, Undang-Undang Migas harus memuat ayat: Indonesia hanya boleh menggunakan maksimal 25% hasil produksi gas-nya. Bayangkan, kita eksportir gas terbesar di Asia, tapi penggunaan gas-nya diatur dari luar. Akibatnya PT Pupuk Iskandar Muda dan PT Asean Aceh Fertilizer, tutup karena kekurangan pasokan gas(Sumber : RR). Ini tikus mati di lumbung padi! Bahkan sekarang harga gas untuk rakyat mau dinaikkan lagi.

21. Dengan total anggaran belanja 3.660 trilyun (tahun 2005 s/d 2009), selama 1825 hari kerja, rezim ini hanya mampu menurunkan jumlah orang miskin dari 36,1 juta (16,6%) menjadi 32,5 juta (14,15%).Sumber lain malah menyebut terjadi penambahan jumlah orang miskin. Sementara pengangguran terbuka makin meningkat dari 7% menjadi lebih-kurang 8,5%. Padahal sebagian rakyatnya sudah rela jadi “kuli” di ARAB SAUDI, HONGKONG, SINGAPURA, MALAYSIA, KORSEL dll. Mau ke mana rakyat dan negeri ini dibawa…? (Sumber : Hasil penelusuran di internet)

22. Untuk pemenangan PEMILU dan PILPRES(selain “PROYEK CENTURY”), demi bertahannya rezim ‘anak manis’ ini, maka majikan dari luar memberi bantuan pinjaman sekitar 50 trilyun untuk mengambil hati orang desa, masyarakat miskin,dan pegawai negeri (PNPM, BLT, GAJI ke-13, JAMKEMAS, KUR, RASKIN, dll)(Sumber : SD-IGJ). Utang makin bertambah demi citra rezim di mata rakyat ‘bodoh’. Ditambah lagi dengan UTANG, untuk kesejahteraan pegawai DEPKEU atas nama REFORMASI BIROKRASI, sebesar hampir 15 trilyun, yang menghasilkan GAYUS MARKUS. Alamak…, makin sempurna kejahatan rezim ini!

23. Dugaan kekayaan negara yang hilang sia-sia: 1>. Dengan memakai asumsi Prof. Soemitro 30% bocor, maka kalau APBN 2007 sebesar 750 trilyun, maka bocornya lebih kurang 250 trilyun. 2>. Penyelundupan kayu/pencurian hasil laut, pasir, dan lain-lain 100 trilyun. 3>. Potensi pajak yang tidak masuk kas negara tahun 2002 (menurut Kwik Kian Gie) sekitar 240 trilyun kalau sekarang misalnya dua kali lipat, maka angkanya berkisar 500 trilyun. 4>. Subsidi ke bank yang sakit menurut Kwik 40 trilyun tahun 2002. Maka secara kasar potensi pendapatan negara yang hilang sia-sia totalnya 890 trilyun. Itulah salah satu sebab rakyat tetap miskin, segelintir orang mahakaya, dan negara tertentu kecipratan menjadi kaya.

24. Tahun 2005 BPK menemukan 900 rekening gelap senilai 22,4 trilyun milik 18 instansi pemerintah. Pada waktu itu ada 43 instansi yang belum diaudit(Sumber : FB). Jadi masih banyak uang negara yang gelap yang belum dimanfaatkan. Kenapa mesti menghutang untuk memberi rakyat raskin dan BLT? Kenapa jalan-jalan raya di tengah kota banyak yang bolong-bolong? Kenapa begitu banyak orang yang mengemis di pinggir-pinggir jalan?

25. Tahun 2003 BUMN Indosat dijual ke TEMASEK SINGAPURA dengan harga 5 triliun.Selama lk 5 tahun TEMASEK telah meraup keuntungan lk 5 triliun laba dari bisnis telekomunikasi tsb. Artinya secara kasar modal sudah kembali. Tahun 2008 TEMASEK menjual Indosat ke QATAR TELECOM senilai 16 triliun. Itu keuntungan mutlak hanya dalam 5 tahun dari perusahaan Singapura. Siapa yang pintar dan siapa yang “pura-pura bodoh”? Ini salah satu dosa rezim neolib yang tak akan dilupakan rakyat.(Sumber : Penelusuran di internet).

26. Menurut BPK ; “kerugian negara akibat ilegal logging 83 milyar/hari atau 30,3 triliun/tahun. ¾ hutan alam telah musnah. Setahun hilang seluas negara Swiss. Belum termasuk kerugian ekologis(banjir,longsor,kekeringan, hilangnya satwa,gas rumah kaca)”. Apa hubungannya dengan RRC atau Malaysia yang jadi juara export kayu lapis di dunia yang dulu dijuarai Indonesia?

27. Menurut ER Hardjapamekas, tahun 2008 , 36 Kepala Daerah diduga korupsi. Tiga tahun terakhir nilai yang dikorupsi lk 1.600 milyar. Sejak reformasi lk 1.000 anggota DPRD terlibat korupsi bernilai lk 200 milyar. Ini yang terungkap… cuma puncak gunung es…

28. Meskipun Cina menerapkan hukuman berat terhadap koruptor sampai 4800 pejabat negara dieksekusi didepan regu tembak tahun 2007, namun tahun 2009 pejabat terbukti korupsi meningkat 2,5% menjadi 106.000. Ini yang diduga menyebabkan peningkatan jumlah yang dieksekusi mati antara 8.000an sampai 10.000an (BATAVIASE.CO.ID 05 APRIL 2010). Indonesia yang “hanya memenjarakan dengan hukuman relatif ringan” (tak ada yang dieksekusi) lk 500an pejabat sejak 5 tahun terakhir, tentu tak mempunyai efek jera.

29. Salah satu dampak buruk skandal CENTURY ,pegawai rendahan tahu para BOS melakukan korupsi besar tapi tak ada tindakan hukum/politik.Akibatnya mereka yang rendahan merajalela melakukan koropsi seperti cerita pak SAPARI sbb ;” TENDER 800 JT. KETIKA MENANG LANGSUNG DIPOTONG 300 JT.PADA SAAT PELAKSANAAN RIELNYA CUMA SISA 250 JT. BERARTI PROYEK DIKERJAKAN DENGAN NILAI CUMA 30% ALIAS KORUPSI 70% (Sumber : Sapari, kontraktor, Jakarta,editorial Metro Tv, 10 Agustus 2010 pk. 07.30).Ini permainan orang bawah. tak merasa ada beban.mereka makin merasa ada pembenaran dari skandal Century.

30. Dlm kasus bencana Teluk Mexico Presiden Obama berhasil mendaptkan komitmen ganti rugi dari Biyond Petrolium(BP) sebesar USD 20 M. Dalam kasus Lapindo yang oleh Rahmat Witoelar (mantan Menneg KLH) disebut BUKAN BENCANA ALAM, malah pemerintah melalui APBN (DARI PAJAK RAKYAT!) harus menanggung beban Lapindo sebesar Rp 7,2 triliun dari 2010 sd 2014(Sumber :Marwan Batubara).lebih besar dari uang Century yang dirampok.

31. Presiden AS Richard Nixon menginginkan kekayaan alam Indonesia diperas sampai kering. Indonesia ibarat realestate terbesar didunia yang tak boleh jatuh ke tangan Uni soviet atau China(Charlie Illingworth,seperti dikutip B Shambazy dalam buku John Perkins” Membongkar Kejahatan Jaringan Internasional. Bagaimana realita Indonesia setelah 40 tahun “pesan Nixon” ? Minyak , gas, emas,batubara, tembaga dll hampir kering dijarah. Ditambah dengan jeratan utang menggunung. Apakah para agen Nixon belum kenyang dan belum tobat?

32. “Aku akan bekerja membangkrutkan negara negara yang menerima pinjaman sehingga negara negara itu selamanya akan terjerat utang . setelah itu mereka akan jadi sasaran empuk kepentingan kami (USA), berkait dengan ;pangkalan militer,hak suara di PBB,akes ke minyak bumi atau sumberdaya alam lainnya”. (John Perkins : ” CONFESSION OF AN ECONOMIC HIT MAN “)

33. Di barat kita bermasalah dengan Malaysia, di timur (NTT) ada masalah dengan tumpahan minyak(ledakan sumur)blok Montara milik PT TEP(Australia/Thailand).Tumpahan ini telah merugikan secara sosial ekonomi dan lingkungan Indonesia. Menurut Gubernur NTT nilai kerugian akan berakumulasi antara 2,5 sd 3 triliun mencakup 20.358 KK nelayan.Sikap Pem RI terhadap Australia/Thailand sangat lambat.Padahal kasus ini sudah lebih setahun(lebih dulu dari kasus Teluk Mexico yang diselesaikan cuma 2 bulan oleh Obama).PEM RI malah telah keluarkan biaya penanggulangan sekitar rp 900 juta. Penanganan dan klaim sangat lambat.bagaimana kedaulatan kita?akan diselesaikan diam2?

34. PETRONAS menguasai 1 juta ha PSC MIGAS dan 400 ribu ha (ada yang menyebut dua juta ha) lahan sawit di Indonesia dikuasai Malaysia.Kedua bisnis tsb seluruhnya seluas 3x pulau Lombok(sumber;SD-IGJ), Investasi senilai USD 1,2 M, 2 JUTA TKI dll seharusnya menjadi alat penekan PEM RI dalam rangka perundingan perbatasan dengan Malaysia.Tak ada perundingan yang sukses tanpa pressure.tak ada diplomasi santun dengan tetangga yang kurang ajar.

35. Amerika Serikat adalah negara brandal(rogue state) terbesar di muka bumi. Ia mensponsori kudeta a.l. di Indonesia (1965) dan bahkan dengan dukungan institusi keuangannya/Depkeunya juga IMF , menimbulkan aksi devaluasi kejam terhadap aset2 di Asia Timur/Tenggara termasuk Indonesia (1997) yang menciptakan pengangguran massal dan menihilkan seluruh kemajuan yang telah dicapai selama bertahun tahun di Asia Timur/Tenggara termasuk di Indonesia.(lihat NEO IMPERIALISME karya DAVID HARVEY hal 44 dst).Mungkinkah peristiwa tsb berulang lagi di Indonesia dalam pola yang lebih kreatif?

36. Indonesia adalah eksportir sawit terbesar di dunia. namun sebagian besar kebun sawit adalah pengusaha Malaysia. Pabrik olahan sawitnya dibangun di Malaysia dan Singapura.padahal sawit mempunyai 38 produk turunan (bahkan ada yang menyebut 100 an lebih). Indonesia tdk mendapat nilai tambah dari sawit.justru yang terjadi paradox/ketimpangan besar antara pengusaha dengan rakyat yang hidup di sekitar perkebunan (A.Prasetyantoko,FTW,Agsts 2010).Di MalaysiaTKI diexploitasi sebagai “budak”(ada 50ribuan anak anak TKI yang tdk sekolah di Sabah), di Tanahair sendiri jadi kuli di kebun orang Malaysia.TRAGIS DAN IRONIS.

37. Sejak 1998 sd 2009 lebih kurang 474 UU telah disahkan. Yang paling menyedihkan adalah UU bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam. Ciri umum UU tsb adalah ; 1. Hilangnya campurtangan negara dalam perekonomian dan diserahkan pada mekanisme pasar. 2. Penyerahan kekuasaan pada modal besar/asing dalam rangka ekspansi dan eksploitasi sumber daya alam di Indonesia.3.Perlakuan diskriminatif terhadap mayoritas usaha rakyat(Sumber : IGJ<April 2010). Tidak heran karena biaya amandemen UUD 45 dan pembuatan UU dibiayai UNDP, NDI,BANK DUNIA,ADB,USAID total $ US 740 juta ( Sumber : PETISI 28). Makin melapangkan jalan nekolim menguasai ekonomi Indonesia.

38. Menko Perekonomian menargetkan investasi mencapai 3.100 triliun sampai 2014(Sumber :SIB 25/6/2010). Padahal dalam 15 tahun terakhir investasi asing tidak mencapai 1.000 triliun atau cuma sekitar USD 76.469 M(Sumber : SD-IGJ). Dengan investasi dibawah 1.000 triliun saja pihak asing sdh menguasai lk 75% sumber kekayaan alam,sumber keuangan/perbankan dan aktifitas perdagangan di Indonesia. Bila target tsb terwujud ditambah UU yang pro asing/kapitalis serta sikap “kurang nasionalis” para politisi/penguasa, maka bukankah sama dengan kita menyerahkan bangsa dan rakyat (kedaulatan kita) bulat2 ke kaum imperialis?

39. Hutang perkepala rakyat Indonesia meningkat selama pemerintahan SBY , dari 5,8 juta (2004) menjadi 7,7 juta(2009). Jumlah hutang meningkat 31% dalam 5 tahun terakhir. PENINGKATAN TERBESAR SEPANJANG SEJARAH(Sumber : Tim Indonesia Bangkit). Cicilan pokok plus bunga yang dibayar dalam 6 tahun terakhir adalah 877,633 triliun(Sumber : SD-IGJ,Agsts 2010).Lebih besar dari APBN 2007.Melebihi seluruh pendapatan dari pajak setahun. Membangun atau menggali lubang…?

40. Indonesia akan benar2 jadi NEGARA GAGAL?Mnurut Rotberg(2002) gejala negara gagal 1.Keamanan rakyat tak bisa dijaga 2.Konflik agama/etnis tak usai 3.Korupsi merajalela 4.Legitimasi negara menipis 5.Pusat tak berdaya hadapi masalah dalam negeri 6.Rawan terhadap tekanan luar negeri 7.dll. Dalam bukunya COLLAPSE(2005) PROF JARED DIAMOND(UCLA), Indonesia diramalkan akan jadi NEGARA GAGAL,seperti SOMALIA,ETIOPIA,RWANDA dll. AYO BANGKIT BERSAMA.SELAMATKAN INDONESIA !JANGAN SIBUK SELAMATKAN DIRI MASING2 DONG !

41. Thn 1984 ekspor Indonesia US$ 4 MILYAR, CHINA hanya US$ 3 milyar. Dua puluh tahun kemudian Indonesia US$ 70 MILYAR, CHINA US$ 700 milyar. Dalam bidang pembangunan jalan tol Indonesia memulai lbh awal 10 tahun dari Malaysia dan 12 tahun dari China. Sekarang panjang tol Malaysia lk 6.000 km dan China lk 90.000 km. Sementara Indonesia cuma 630 km (Sumber :JEFFREY SACH).Skedar indikator betapa tertinggalnya kita.

42. Dari 1,3 milyar penduduk China ada 70 juta anggota Partai Komunis yang didoktrin utk berbuat terbaik utk rakyat/negaranya. Mereka adalah tim yang 24 jam nonstop memikirkan kemana negaranya akan dibawa.(Sumber : Mayjen Purn. Sudrajat,mantan Dubes di China). Rahasia kemajuan China lainnya :sangat kuat menjaga persatuan dan stabilitas keamanan(ala Soeharto?), falsafah : “mewujudkan dunia benar2 surga”,menegakkan hukum konsisten(sdh lk 10.000 koruptor dieksekusi !)dll. Benar sabda Nabi Muhammad SAW; kejarlah ilmu sampai ke negeri China.

43. Dana pemilu,pilpres dan pemilukada tahun 2009 diperkirakan sekitar 50 triliun(Sumber : Dradjad Wibowo,MI.Com 14/3/09). Lk 5% APBN. Demokrasi mahal. Yang terjadi adalah “demokrasi criminal/ crime democracy” (istilah Rizal Ramli). KRIMINAL PROSESNYA (sbagian beli suara, manipulasi,skandal Century,IT dan DPT,kolusi dan nepotisme nomor urut caleg dll). KRIMINAL OUTPUTNYA (“sekongkol” atur anggaran, contoh anggaran perjalanan 19,5 triliun, tidak serius tuntaskan skandal Century, kasus pemilihan Gub BI dll). Harus segera dibangun demokrasi yang bermartabat. Anggaran partai harus dari Negara supaya akuntabel dan tidak dibajak oleh kapitalis/corporatokrasi, lahir politisi yang akuntabel, bermutu, berintegritas. UU Pemilu/Parpol/Parlemen(MD3) harus dirubah dan spiritnya membuka ruang bagi tumbuhnya demokrasi yang sehat. Outpun lain dari demokrasi kriminal adalah KADER BANGSA TERBAIK (jujur, trackrecord bagus, cerdas, berintegritas) TERELIMINASI/ TERGUSUR dari proses recruitment politik dan birokrasi, sehingga tidak dapat tampil jadi PEMIMPIN BANGSA (hanya karena tak cukup uang/ sponsor/ tak punya power cantolan atau memang mereka menolak bermain uang/ memakai sponsor/cantolan). Yang EKSIS adalah sebagian mereka yang mau bermain dalam system demokrasi kriminal(dan karena itu tak heran bila lembaga politik bahkan birokrasi banyak dihuni “ bukan kader bangsa terbaik” dan karena itu tak punya visi serta komitmen membangun bangsa dengan sungguh2 dan benar). Sistem demokrasi yang benar dan sehat SEMESTINYA melahirkan KADER BANGSA TERBAIK PADA POSISI TERBAIK dan itu menjadi prasyarat menuju kejayaan sebuah bangsa.

44. Luas rata rata lahan petani Karawang 0,33 ha dengan nilai pendapatan rata rata perbulan lebih kurang Rp 700 ribu (Rp 23 ribu perhari). Angka “hidup layak minimal” di Karawang Rp 1,2 jt/bulan ,sementara upah minimum 2010 adalah Rp 1,1 juta/bln( Kompas 25/9/10). Petani Karawang adalah PAHLAWAN yang menyuplai beras utk warga.dan elit2 Jakarta.tapi siapa yang peduli dengan mereka? BENARKAH mereka tersentuh pembangunan? Bagaimana mereka menyekolahkan anak?berobat kalau sakit? Sawah tergenang banjir? Semoga saat kita menyuap NASI kita ingat dan doakan Petani Karawang dan semua Petani Indonesia .

45. Ada lebih kurang 30 juta rakyat Indonesia tidak punya rumah (Sumber; Prof.DR.D.Rachbini). Lebih besar dari seluruh penduduk Malaysia. Di zaman Orba ada rumus pembangunan rumah 1,3,6 (tiap bangun 1 rumah mewah ada kewajiban bangun 3 rumah menengah dan 6 rumah sederhana). Kekuatan lobby kapitalis membuat rumus tsb redup. Yang muncul adalah wanita2 cantik di layar kaca berceloteh tentang rumah idaman. Jutaan rakyat kecil di gang gang kumuh menonton kemolekan “agen kapitalis” tsb sembari merenung tentang harga apartemen yang “cuma satu koma empat milyar”. Para purnawirawan risau dengan nasib rumah yang dihuninya. Benarkah Negara menyejahterakan rakyatnya? Tanah dan bangunan untuk siapa?

46. “Kami telah trbiasa selama 30 thn trakhir ini memenuhi 95% kebutuhan kami dg swasembada. Kami hanya impor secuil.Sanksi internasional akan bawa berkah kemakmuran bagi kami .Negara2 Eropa akan rugi besar akibat sanksi thdp kami “(Pres Iran Ahmadinejad,21 Sep 2010 di New York.) ” Tugas kami adalah utk memainkan peran penting dalam membebaskan dunia dari imperialisme,kapitalisme dan hegemoni neoliberal yang saat ini mengancam keberlangsungan hidup umat manusia” ( Kol.Purn. Hugo Chavez,Pres.Venezuela, 27 Juni 2010).”Roh Soekarno” sudah minggat? Tak betah di Tanahair beta? Bangsa yang telah terjebak hutang ribuan triliun tak mungkin bisa tegak kepalanya seperti Iran,Venezuela atau China.

47. Disatu sisi APBN dalam 5 tahun terakhir meningkat 100%. Sumbngan dari pajak 70%, khusus dari PPH dan PPN significant. Tapi subsidi terus menurun dari 23,69% tahun 2005 menjadi 14,29% tahun 2010(Sumber ; SD-IGJ). Padahal kenaikan APBN seharusnya makin memperkuat BASIS KEBIJAKAN EKONOMI KERAKYATAN/ NASIONAL. bukan malah memberi stimulus fiskal(73 triliun tahun 2009 dan 60 triliun tahun 2010) kepada sektor swasta/asing. Pencabutan subsidi listrik/kenaikan TDL (yang sangat memberatkan rakyat!) misalnya bukankah salah satunya karena ingin mengakomodir kepentingan perusahaan2 asing yang ingin investasi disektor kelistrikan? APBN mengabdi untuk siapa?

48. Meskipun China dan India impor minyak masing masing 60% dan 80% dari kebutuhan dalam negerinya tapi tetap mensubsidi rakyatnya. INDONESIA yang punya cadangan 80 miliar barel (seharusnya bisa memproduksi 1,5 jt barel/hari daripada sekarang yang cuma 960 ribu) dan jauh lebih besar potensi minyaknya dari kedua negara tsb (Sumber : DR.KURTUBI),malah sibuk dengan rencana mengurangi subsidi utk rakyatnya. Padahal Indonesia masih punya cadangan gas yang luar biasa yang bisa mengganti peran minyak di industri. Mengapa subsidi utk rakyat yang terus diutak atik? Bukankah masih BANYAK PILIHAN KEBIJAKAN utk membela rakyat dan MEMPERKUAT BASIS EKONOMI KERAKYATAN melalui KEBIJAKAN MIGAS tanpa harus mengurangi subsidi? Minyak dan gas salah kelola? Dipersembahkan buat siapa?

49. Struktur sektor perbankan secara umum tlah dikuasai asing. Bank yg dominan saham asing ; DANAMON (68,83%), BUANA(61%), UOBI(100%), NISP(72%), OCBC(100%), CIMB NIAGA(60, 38%) BII(55,85%), BTPN(71,6%). Meskipun msh minoritas tapi BANK PANIN dan PERMATA masing2 sdh dikuasai asing dengan 35% dan 44,5%. Tahun 2011 akan dijual/privatisasi 10 BUMN, termasuk MANDIRI dan BNI .Selama 5 thn (2004- 2009) kredit bank asing Cuma ngucur 19,34% dan sekarang cendrung turun.dibawah bank pemerintah/swasta nasional(Sumber : AE. YUSTIKA, INDEF). Kerja bank memang NYEDOT UANG, tapi sedotan bank asing lari kemana ya?

50. Kekayaan Indonesia 10 tahun terakhir ini meningkat 5 kali lipat menjadi Rp16.200 triliun, tertinggi peningkatannya di ASIA PACIFIC. Dari 232 juta penduduk Indonesia, 60ribu orang punya kekayaan diatas 1 juta USD( lk rp 9 M), 20%(46.400.000 orang)kekayaannya antara 10ribu USD sd 100 ribu USD(Rp 90jt sd Rp 900 jt). Delapan puluh(80%) atau 185.600.000 orang kekayaannya dibawah USD 10 ribu atau Rp 90 jt(Sumber: Riset Global Wealth Report). Kekayaan meningkat tapi hutan gundul, perut bumi dikuras habis. Yang maha kaya segelintir manusia. Yang miskin makin melarat. Yang maha kaya simpan duitnya dimana ya ?

Lampiran Rencana Tindak Pembangunan Jangka Menengah Tahun 2010-2014 Kementerian Lingkungan Hidup

Lampiran Rencana Tindak Pembangunan Jangka Menengah Tahun 2010-2014 Kementerian Lingkungan Hidup
I. Program Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan hidup
A. Kegiatan Substansi Inti Prioritas Nasional RJPMN 2010-2014
No Program Action Plan
1 Pengolahan Kualitas Air dan Kawasan Gambut Penyiapan penetapan kelas air di tingkat Kabupaten/Kota
Pembinaan Teknis Pengelolaan Kualitas Air Kabupaten/Kota
Penyusunan Program dan aksi terpadu pengelolaan ekosistem danau
Pemantauan dan evaluasi pengendalian kerusakan ekosistem
Penyiapan pemetaan kesatuan hidrologi gambut
Implementasi Manajemen Sungai terpadu
2 Peningkatan Konservasi dan Pengendalian Kerusakan Hutan dan Lahan Penetapan kebijakan konservasi dan Pengendalian kerusakan hutan dan lahan
Pengumpulan data kondisi kerusakan hutan dan lahan
Pengumpulan data tutupan lahan dan perubahan penggunaan lahan
Pemantauan sesuai data potensi dan kejadian bencana
Pengumpulan data sebaran hotspot di provinsi rawan kebakaran hutan dan lahan
Penetapan mekanisme pencegahan kebakaran hutan dan lahan
3 Pengawasan dan Evaluasi Pemanfaatan Ruang Penyelesaian dokumen konsep, naskah akademik, pedoman peraturan perundangan tentang daya dukung lingkungan
Penyelesaian dokumen pedoman kebijakan pengawasan pemanfaatan ruang berdasarkan daya dukung lingkungan
Penylesaian kajian daya dukung
Penyelesaian kajian penyimpangan pemanfaatan ruang dan dampaknya
Penerapan instrumen daya dukung lingkungan hidup dalam perencanaan dan pemanfaatan ruang
peningkatan kapasitas PPLHD dalam pengawasan pemanfaatan Ruang
4 Pengendalian Pencemaran Air dan Udara pemantauan industri pertambangan, energi, dan migas
Pemantauan agroindustri, manufaktur
Penetapan izin pembuangan air limbah ke laut dan udara serta pedoman teknis perundang-undangan
5 Pengendalian Pencemaran Emisi dan Kebisingan Kendaraan Bermotor Penetapan peraturan Perundangan
Fasilitasi penyusunan peraturan daerah dan penerapan pemeriksaan emisi dan perawatan kendaraan bermotor
Fasilitasi kebijakan sektor dalam mendukung reduksi emisi, kebisingan, manajemen transportasi.
evaluasi kualitas udara kota
pembinaan teknis pengendalian pencemaran sumber bergerak
6 Pengelolaan B3 dan limbah B3 dalam industri pertambangan, energi, minyak dan gas, manufaktur, agroindustri, dan jasa Perumusan kebijakan standar pengolahan B3
Pemantauan, analisis, dan evaluasi pelaksanaan kebijakan pengelolaan B3
Bimbingan teknis daerah dan perusahaan tentang pengelolaan B3
7 Administrasi Pengelolaan B3 dan limbah B3 Penetapan kebijakan, pedoman, standar database yang dihasilkan
Penetapan Registrasi B3 dan rekomendasi izin dan notifikasi pengolahan B3
Bimbingan teknis administrasi
pelaksanaan ketentuan konversi internasional pengelolaan B3 dan limbah B3
8 Penanganan Kasus Lingkungan pengelolaan pengaduan masyarakat
penindaklanjutan dugaan tindak pidana LH
Penanganan kasus perdata LH
Evaluasi dan Eksaminasi kasus lingkungan
9 Peningkatan Instrumen Ekonomi dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup rekomendasi teknis insentif untuk peningkatan pengelolaan LH
Peningkatan dan pemantauan jumlah UKM yang melakasanakan peningkatan kualitas LH
Pengadaan pedoman dan fasilitas teknis evaluasi ekonomi SDA dan LH
Bimbingan teknis pengembangan instrumen ekonomi
B. Kegiatan Kementerian/Lembaga
No Program Action Plan
1 Peningkatan Pelaksanaan Kajian Dampak Lingkungan Pengadaan peraturan dan metodologi sistem AMDAL
Sertifikasi Penyusunan AMDAL dan Auditor Lingkungan Hidup
Fasilitasi lisensi untuk Komisi Penilai AMDAL Daerah
penilaian dokumen lingkungan (AMDAL, UKL, UPL, dan audit lingkungan)
Peninkatan kapasitas komisi penilai AMDAL
Penyelesaian aplikasi sistem AMDAL
Pemantauan pasca AMDAL
2 Pengendalian Perencanaan Ruang dan Lingkungan Penyelesaian KLHS dalam 3 rencana tata ruang pulau besar
penyelesaian draft akademik PP tentang KLHS
Penyelesaian Permen LH tentang KLHS
Fasilitasi pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kotamadya
Penyelesaian RPPLH nasional
Penyelesaian penetapan wilayah ekoregion
Pengendalian Pencemaran Limbah Domestik Pemantauan kota metropolitan, kota besar, dan Ibukota provinsi
Pengadaan pedoman teknis pengolahan limbah domestik
Peningkatan kinerja pengelolaan sampah melalui pengawasan
Pengurangan Sampah melalui program 3R
Pengendalian pencemaran Limbah Usaha Skala Kecil Pengadaan pedoman teknis
pembinaan sentra usaha kecil
Penurunan beban pencemar dari sentra usaha kecil
Peningkatan Konservasi dan Pengendalian Kerusakan Ekosistem Pesisir dan Laut pengadaan kajian, rekomendasi, kebijakan peningkatan konservasi dan pengendalian kerusakan ekosistem pesisir dan laut
Inventarisasi dana kerusakan ekosistem
verifikasi tingkat kerusakan
Perlindungan atmosfer dan pengendalian dampak perubahan Iklim Pengadaan konsep kebijakan Perlindungan atmosfer dan pengendalian dampak perubahan Iklim
Penyiapan bimbingan teknis dan perangkat untuk sektor yang akan mendapat bimbingan teknis
penerapan baseline untuk pengurangan konsumsi bahan perusak ozon
Peningkatan Konservasi Keanekaragaman Hayati Penyusunan laporan dan rekomendasi kebijakan Konservasi Keanekaragaman Hayati
Rekomendasi pemantauan pelaksanaan kebijakan Konservasi Keanekaragaman Hayati
Fasilitasi pengembangan program Taman Konservasi Keanekaragaman Hayati
Pengembangan Perundang-undangan da perjanjian Internasional di bidang Lingkungan Hidup Sosialisasi dan diseminasi UU No 28/2008 dan UU no 32/2009 dan penyusunan peraturan perundangan (RUU, PP, Permen) yang menerangkannya
Evaluasi Perda Lingkungan provinsi, kabupaten/kotamadya
Pembentukan Pedoman penyusunan Perda Lingkungan
Pelaksanaan Legal Common perjanjian Internasional
Evaluasi Implementasi perjanjian Internasional yang diikuti
Ratifikasi Konvensi Rotterdam
Pengembangan Sistem Penataan dan Penegakan hukum Lingkungan pelaksanaan sistem pengaduan elektronik
Pembentukan dan Pelaksanaan Operasional Hukum Lingkungan Terpadu (ORES)
Pembentukan sistem database dan mekanisme kerja PPNS dan PPLH
Penambahan jumlah LPJPSLH
Pembentukan isitem sertifikasi hakim
Penyusunan sistem Perdata Lingkungan
Peningkatan Kapasitas Penegakan Hukum Lingkungan Peningkatan kapasitas hakim lingkungan, kepolisian lingkungan, JPLI, SDM pengelola lingkungan,
Optimalisasi PPNS dan PPLH
Peningkatan Edukasi dan Komunikasi Lingkungan Peningkatan Jumlah pemberitaan lingkungan di media massa
Peningkatan Partisipasi masyarakat dan Lembaga Kemasyarakatan dalam pengelolaan Lingkungan Hidup Pembentukan kelompok masyarakat dan lembaga kemasyarakatan (EPW, Ormas, OKP, Profesi, asosiasi, dll) di bidang lingkungan
II. Program Dukungan Manajemen dan pelaksanaan Tugas Teknis lainnya Kementerian Negara Lingkungan Hidup
1 Pengelolaan dan Pelayanan administrasi Umum, Rumah Tangga, Keuangan, dan Kepegawaian Kemeneg LH Pelayanan dan pelaksanaan administrasi negara sesuai SOP
Peningkatan Proyek Pembinaan
Pelaksanaan Urusan Rumah tangga sesuai SOP
2 Pengendalian Internal Kemeneg LH Peningkatan jumlah laporan hasil Pengawasan, Proyek Pembinaan, kegiatan KNLH, dan laporan hasil pemeriksaan satuan KNLH dan SKPD
3 Peningkatan Pengelolaan Lingkungan Hidup Regional Perluasan Cakupan Wilayah dan pengawasan pengelolaan Ekoregion, dan wilayah pelaksanaan inventarisasi lingkungan
Peningkatan djumlah daerah yang melaksanakan dekonsentrasi di bidang Lingkungan Hidup
4 Pengembangan Perencanaan dan Kerjasama Luar negeri Kemeneg LH Penyelesaian review dan program kegiatan, serta anggaran
penyusunan dokumen kesepakatan kerjasama luar negeri
Penyelenggaraan PNLH dan penyiapan pelaksanaan komitmen internasional di bidang lingkungan hidup
5 Pengembangan Telaahan Kebijakan Pengelolaan Lingkungan Hidup Peningkatan Telaahan Kebijakan Pengelolaan Lingkungan Hidup
Peningkatan Kinerja Dewan Nasional Perubahan Iklim penyelenggaraan tugas dan fungsi DNPI
III. Program Peningkatan Sarana dan Parasarana Aparatur Negara Kemeneg LH
1 Pembangunan/pengadaan/peningkatan sarana dan Prasarana Kemeneg LH peningkatan sarana dan Prasarana KLH dalam mendukung tugas dan fungsi

metode determinasi dioksin dan furan (metode T09)

Metode TO-9

Metode ini menceritakan metode pengambilan sampel dan analisis untuk penentuan secara kuantitatif polyhalogenated dibenzo-p-dioxin dan dibenzofurans (PHDD/PHDF) dalam udara ambien, yang meliputi polychlorinated dibenzo-p-dioxins dan dibenzofurans (PCDDs/PCDFs), polybrominated dibenzo-p-dioxins dan dibenzofurans (PBDDs/PBDFs), dan bromo/chloro dibenzo-p-dioxins dan dibenzofurans (BCDDs/BCDFs). Metode ini menggunakan sampel udara dengan volume cukup tinggi yang dilengkapi dengan saringan quartz-fiber dan absorbent  poliurethane foam (PUF) dengan sampling 325 sd 400 m3 udara ambient dalam satu periode sampling selama 24 jam. Prosedur analisis mengandalkan kromatografi gas resolusi tinggi dan spectrometer massa resolusi tinggi (HRGC –HRMS) yang digunakan untuk mennganalisis sampel.

Metode sampling dan metode analisis dievaluasi dengan menggunakan campuran PHDD dan PHDF, yang mengandung juga 2,3,7,8-kongener tersubstitusi . Metode seperti ini sangat sering digunakan di Environmental Protection Agency (EPA)Amerika Serikat untuk memonitoring udara ambien. Metode ini menyediakan nilai kuantitatif yang cukup akurat untuk tetra melalui okta-PCDD/PCDF (total konsentrasi untuk setiap seri isomer). Spesifisitas yang dicapai untuk determinasi kuantitatif dari ketujuhbelas 2,3,7,8-PCDD/PCDF tersubstitusi dan 2,3,7,8 PBDD/PBDF spesifik dan kongener BCDD/BCDF.  Batas minimum terdeteksi (Minimum detection limits /MDL) pada rentang 0.01 hingga 0,2 pikogram/m3 (pg/m3) dapat dicapai oleh senyawa-senyawa tersebut dalam udara ambient.  Konsentrasi 0.2 pg/m3 dapat dihitung secara akurat. Metode ini juga menyertakan  pengukuran berbasis quality assurance/quality control (QA/QC) dalam sampling, analisis, dan evaluasi data. Prosedur analitis juga digunakan untuk tipe senyawa dalam sampel matriks dalam emisi gas cerobong, fly ash, tanah, endapan, air, ikan, dan jaringan dalam tubuh manusia. Metode ini mirip dengan metode lain yang digunakan EPA, industry, dan laboratorium akademik, untuk menentukan kadar PCDD/PCDF dalam berbagai macam matriks . metode ini adalah hasil update dari metode Compendium TO-9 dari EPA, yang dipublikasikan pada tahun 1989.

Metode TO-9 tidak memisahkan secara kuantitatif PHDD dan PHDF dalam bentuk gas dengan PHDD dan PHDF terasosiasi dalam partikulat, karena beberapa senyawa menguap dari filter dan dikumpulkan dalam adsorbent PUF. Sebagai contoh, sebagian besar OCDD dikumpulkan dengan filter dan sebagian besar TCDD dikumpulkan melalui PUF selama sampling. PCDD/PCDF bisa terdistribusi di antara gas dan fasa partikel teradsorb dalam udara ambient, sehingga, filter dan PUF dikombinasikan untuk ekstraksi.

Metode sampling dan analisis yang digunakan sangat serbaguna dan dapat digunakan untuk menghitung dioksin dan furan terklorinasi atau terbrominasi di masa mendatang dengan standar yang lebih analitis. Modifikasi terbaru dari prosedur preparasi sample menyediakan kemampuan yang dibutuhkan untuk menentukan kuantitas PCDD, PCDF, PCB, dan PAH dalam sampel yang sama.

Metode yang digunakan:

1.       Filter Quartz-Fiber dan cartridge adsorbent gelas dibersihkan dengan solvent yang tepat dan dikeringkan dalam udara terbuka yang bersih.  Sambungan adsorbent PUF diekstraksi selama 4 jam dengan Soxhlet yang menggunakan extractor cukup besar untuk mencegah kerusakan sambungan PUF. Sambungan PUF dikeringkan di udara bersih kemudian dipasang dalam catridge gelas. Aliquot dari 16 pg/µL larutan 37Cl -2,3,7,8-TCDD      sebanyak 50 µL digunakan untuk PUF (jumlah yang berbeda dan penambahan isotop 13C12 standar yng dilabeli seperti 13C12 -1,2,3,6,7,8-HxCDF dapat digunakan jika diinginkan. Catridge lalu dibungkus dengan aluminium foil untuk melindunginya dari cahaya, dan disumbat dengan sumbat Teflon, yang ditempatkan dalam container shipping yang bersih dan sudah dilabeli, dan diisolasi rapat dengan selotip Teflon sesuai dengan kebutuhan.

2.       Untuk sampling, Filter Quartz-Fiber dan cartridge gelas yang mengandung PUF  dipasang dalam penyimpan sampel dengan volume udara tinggi.

3.       Penyimpan sample udara bervolume tinggi kemudian segera digunakan, biasanya 24 jaum untuk sampel sebanyak 325 sampai dengan 400 m3. Kehilangan yang berarti pada sampel tidak dapat terdeteksi ketika penyimpan sampel yang sama dioperasikan selama 7 hari dan mengandung 2660 m3.

4.       Jumlah sampel udara ambient dicatat di akhir sesi sampling. Rekoveri sampel melibatkan penempatan filter di atas PUF.  Kemudian, Catridge dibungkus dengan aluminium foil, disumbat dengan tutup sumbat Teflon, ditempatkan kembali ke dalam kontainer untuk diangkut ke laboratorium analisis untuk diproses. Preparasi sampel dibuat mnjadi 1 set terdiri dari 12 sampel yang terdiri dari 9 sampel untuk dites, blangko field, blangko metode, dan spike matriks.

5.       Filter dan PUF dikombinasikan untuk persiapan sampel, diisi dengan standar internal 13C12 –PCDD/PCDF terlabel dan 4-PBDD/PBDF, dan diekstraksi dengan Soxhlet selama 16 jam. Ekstraksi menggunakan prosedur pembersihan asam/basa yang diikuti dengan pembersihan kolom mikro yang berisi silica gel, alumina, dan karbon. Ekstrak di-spike dengan menggunakan 13C12 -1,2,3,4-TCDD (untuk menentukan efisiensi ekstraksi yang mencapai standar internal 13C12) dan kemudian dikonsentrasikan mencapai 10µL untuk Analisis HRGC-HRMS dalam reaktifial berbentuk kerucut bervolum 1 mL.

6.       Set ekstrak sampel diperlakukan di dalam analisis HRGC-HRMS selected ion monitoring (SIM) yang menggunakan 60-m DB-5 atau 60-m SP-2331kolom kapiler silica ter-fusi untuk menghitung efisiensi sampling, efisiensi ekstraksi, dan konsentrasi MDL yang dicapai untuk PHDD dan PHDF. Definisikan kriteria dan kriteria QA/QC dan persyaratan yang diperlukan dan digunakan dalam analisis dan evaluasi data. Hasil analisis sejalan dengan volume udara yang diambil yang digunakan untuk menghitung konsentrasi masing-masing tetra melalui okta-isomer, konsentrasi dari 2,3,7,8-Klorin atau Bromin tersubstitusi isomer, atau MDL. Konsentrasi dan/atau MDL dilaporkan dalam pg/m3. EPA toxicity equivalence factors (TEFs) dapat digunakan untuk menghitung konsentrasi 2,3,7,8-TCDD equivalent toksisitas (TEQs), jika diinginkan.

Peralatan yang digunakan:

1.       High-Volume Sampler (see Figure 2). Capable of pulling ambient air through the filter/adsorbent cartridge

2.       High-Volume Sampler Calibrator. Capable of providing multipoint resistance for the high-volume

3.       High Resolution Gas Chromatograph-High Resolution Mass Spectrometer-Data System (HRGC-HRMS-DS)

a.       Equipment And Materials untuk pengumpulan Sampel

1.       Quartz fiber filter. 102 millimeter bindless quartz microfiber filter, Whatman International Ltd, QMA-4.

2.       Polyurethane foam (PUF) plugs. 3-inch thick sheet stock polyurethane type (density 0.022 g/cm3).

3.       Teflon® end caps. For sample cartridge. Sources of equipment are Tisch Environmental, Village of Cleves, OH; and University Research Glassware, 116 S. Merritt Mill Road, Chapel Hill, NC (see Figure 3b).

4.       Sample cartridge aluminum shipping containers.

5.       Glass sample cartridge

6.       Laboratory Equipment

1)     Laboratory hoods.

2)     Drying oven.

3)     Rotary evaporator. With temperature-controlled water bath.

4)     Balances.

5)     Nitrogen evaporation apparatus.

6)     Pipettes. Disposal Pasteur, 150-mm long x 5-mm i.d.

7)     Soxhlet apparatus. 500-mL.

8)     Glass funnels.

9)     Desiccator.

10) Solvent reservoir. 125-mL, Kontes, 12.35-cm diameter.

11) Stainless steel spoons and spatulas.

12) Glass wool. Extracted with methylene chloride, stored in clean jar.

13) Laboratory refrigerator.

14) Chromatographic columns.

15) Perfluorokerosenes.

7. Reagents and Other Materials

1)     Sulfuric acid. Ultrapure, ACS grade, specific gravity 1.84, acid silica.

2)     Sodium hydroxide. Potassium hydroxide, reagent grade, base silica.

3)     Sodium sulfate.

4)     Anhydrous, reagent grade.

5)     Glass wool. Silanized, extracted with methylene chloride and hexane, and dried.

6)     Diethyl ether. High purity, glass distilled.

7)     Isooctane. Burdick and Jackson, glass-distilled.

8)     Hexane. Burdick and Jackson, glass-distilled.

9)     Toluene. Burdick and Jackson, glass-distilled, or equivalent.

10) Methylene chloride. Burdock and Jackson, chromatographic grade, glass distilled.

11) Acetone. Burdick and Jackson, high purity, glass distilled.

12) Tridecane. Aldrich, high purity, glass distilled.

13) Isooctane. Burdick and Jackson, high purity, glass distilled.

14) Alumina. Acid, pre-extracted (16-21 hours) and activated.

15) silica gel.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 102 other followers