Blog Archives

Alumni Asrama Salman ITB (versi 1)

Pagi yang syahdu di Asrama tercintaku, asrama Putri Salman ITB, 19 Juni 2011

 

Pagi kemarin dan pagi ini,, adalah pagi yang biasa kurasakan selama 4 tahun di kampus gajah duduk tercinta.. pagi-pagi yang tidak biasa, dan pagi yang selalu memberikan semangat membara untuk menjalani perjuanganku sebagai mahasiswa Teknik Kimia ITB… pagi yang teramat sangat kurindukan dan sampai sekarang belum tergantikan posisinya oleh pagi apapun.. hmm paling yang cukup menyaingi adalah pagi ketika daurah Mata.. hehehe…

Tanggal 18 Juni 2011 adalah hari yang sudah kutunggu sekian lama.. hari yang sangat istimewa, yang kunantikan kedatangannya.. hari dimana 2 generasi asrama Salman akan bertemu muka, bersilaturahim, bernostalgila, bertemu merajut asa, harapan, dan mimpi yang ingin diwujudkan. Idealisme-idealisme yang lahir dari setiap peristiwa ntah ketika menjalani pembinaan, ntah ketika diskusi ringan tentang permasalahan bangsa, yang kadang diselingi permasalahan internal asrama.. ahh.. betapa kondisi seperti ini adalah kondisi yang tidak dialami setiap orang.

Mengingat perjalananku meniti karir keislaman, maka asrama salman itb adalah satu wahana yang Allah secara signifikan dipilihkan untuk menjadi lingkungan terbaik yang kumiliki. Jika membandingkan dengan Mata, heheh.. maka Mata adalah sarana terbaik yang Allah berikan untuk memperkenalkanku pada indahnya Islam. Perpaduan pembinaan antara lingkaran cahaya, Mata Salman, asrama Salman dan tadrib amal di Gamistek yang kupikir menjadi satu bentuk pembinaan terbaik yang dirancang Allah untukku..pembinaan terbaik yang mengantarkanku untuk mengenal dunia Islam secara lebih komperhensif serta mengenal orang-orang hebat yang berjuang untuk istiqamah di Jalan Allah, yang akhlak mereka selalu bisa menginspirasi dan membuatku iri…

dan kini, status kami sudah berubah menjadi alumni asrama salman, satu gelar yang teramat sangat berat karena gelar itu menunjukan seberapa kuat kami menghadapi kehidupan setelah lama dibina di asrama, gelar yang menjadi pengkondisian akan tuntutan kontribusi kami terhadap dunia luar maupun dunia Salman itu sendiri. Dan kini setelah acara reuni kemarin, aku merasa semakin serius menjalani gelarku sebagai alumni asrama salman, dan merangkai impian2 baru yang ingin kuwujudkan bersama alumni asrama salman yang lainnya…

semoga apa yang kuharapkan bisa kuwujudkan.. ^_^

 

rindu yang teramat sangat rindu

Dalam berbalut rindu, pikiranku melayang jauh.. terbang ringan menyelami memori-memori masa lalu yang kusadari teah banyak membentuk diriku,, diriku yang sekarang.. diriku yang sedang menapaki satu fase dalam hidup, diriku yang sedang menikmati sebuah perjuangan yang bentuknya sama sekali lain dari yang kulakukan bersama sahabat-sahabat seperjuanganku di kampus…

Terhenyak, iya, termangu juga iya,, kepalaku menerawang menerobos kegelapan malam, mencoba menggapai kekuatan yang ingin kugali dan kudapatkan lagi, kekuatan yang pernah membuatku menjadi seorang jundi, kekuatan yang pernah membakarku hingga di suatu malam aku berani berangkat jihad sendiri….

Oh ya Rabb, alangkah indah memori-memori itu, alangkah irinya diriku yang sekarang dengan diriku yang dahulu. Entah kekuatan apa yang dulu begitu menginternalisasi dalam jiwa dan kepalaku, dalam hati dan nafasku, namun kini,,, kurasakan kepayahan yang begitu mendalam, ketika kadang kaki ini tak lagi mampu berdiri lama di keheningan malam yang seharusnya kugunakan untuk bermunajat kepadaMu. Jika dahulu, semangat membara itu yang mengalir dalam nadiku sampai aku mampu bersusah payah menghafalkan satu per satu ayat Allah.. maka lihat aku sekarang yang terjerembab dalam aktifitas yang belum bisa membawau pada semangatku yang dahulu.

Ya.. aku tahu,, ini hanyalah sebuah bentuk penyesuaian diriku, dengan kondisi kekinian dan kedisinian,, inilah ladang amalku, ladang dan arena di mana aku keluar dari medan kata-kata menuju medan juang yang nyata.. inilah arena laga-ku, dimana seharusnya aku bisa mempertontonkan keindahan Islam sehingga tak ada satupun orang di sekitarku yang berani meninggalkan kewajibannya kepada Dzat yang sudah menciptakannya..

Ya.. aku tahu, aku hanya belum sepenuhnya bisa menyelami dan memahami peranku yang baru. Peran sebagai seorang abdi negara, seperti halnya Sahabat2 Rasulullah memperjuangkan kekhalifahan Islam dahulu. Aku hanya sedang mencari posisi di mana aku dapat berdiri kokoh, lalu mulai menapak dan melangkah,, tak hanya membawa diriku, namun juga orang2 di sekitarku, orang-orang yang kucintai..

Dengan berbekal memori-memori indah yang kudapatkan atas kehendak Allah Yang Maha Pemurah yang telah berbaik hati membiarkanku mengecap masa-masa indah itu dengan orang2 luar biasa yang dkirimkanNya untuk mendampingiku..aku berani melangkah.. ketika halangan datang, kuingat dahulu ada teman-teman seangkatanku di Mata yang menjalani dauroh bersamaku,, ketika godaan datang, kuingat adik-adikku yang penuh antusias melemparkan pertanyaan pertanyaan, dan ketika malas merayapi jiwaku, kuingat teteh2 dan kakang kakang yang menunjukan militansi dan ruhul istijabah mereka terhadap Allah kepadaku…… aaarggghhhh… aku rindu masa-masa itu,, sangat merindukannya

Teruntuk segenap sosok-sosok luar biasa yang menemani perjalanan dan perjuanganku, yang menorehkan berbagai kenangan indah di hati, jiwa, batinku,, aku ucapkan, terima kasih, jazakumullah khayr,  betapa aku merasakan keimanan yang mengalir dalam jiwaku ketika berukhuwah bersama kalian, maka yang kuyakini hingga saat ini adalah keimanan memang benar2 diturunkan sepaket bersama keimanan.. uhibbukumfillah

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,052 other followers