Blog Archives

bukan galau hanya merenung

Ditemani dengan melodi “kiss the rain” nya Yiruma yang melantun dengan sangat syahdu di balik beberapa file dan jurnal yang menunggu untuk dituntaskan, akhirnya timbul keinginan untuk menulis. hanya menulis isi hati yang terpanggil karena suasana yang sedang tenang dan sunyi.

Hari ini, dipertemukan dengan sebuah gambar tumblr yang sangat menggelitik hati. tak ada judulnya hanya ada 3 baris kata/kalimat yang berisi “single”, “taken”, dan “God is writing my love story” yang dicentang.. tahulah aku bahwa itu adalah arti dari status,, status martial mungkin yang lebih disandarkan pada hakikat mengapa seseorang masih single atau sudah menikah. Ini bukan karena saat ini aku masih melajang sementara teman2 atau bahkan adik kelas sudah banyak yang memiliki keturunan.. hahaha bukan ngiri loh ini, hanya saja mungkin sebuah perenungan yang membuatku berpikir, Allah memberikan status kepada orang menurut kadarnya masing-masing dengan ujian yang berbeda pula. jika masih melajang meskipun di satu sisi belum melaksanakan perintah Allah atau mengikuti contoh yang diberikan Rasulullah, ada skenario besar di balik itu, misalnya alasannya adalah masih diberikannya kesempatan yang sangat lebaaaaaaaaaaaar untuk berkarya lebih dari yang bisa dilakukan oleh orang yang sudah memiliki tanggung jawab berkeluarga. masih ada alasan yang lainnya misalnya S2, memberikan nafkah kepada keluarga (ibu, bapak, dsb).

Yang jelas apapun statusnya yang penting teh botol sosro hehehhe bercanda ^__^. intinya berbuat yang terbaik aja. Allah mah Maha Adil, dan tak diragukan lagi sebagai pembuat keputusan terbaik se-antero jagat raya dan seisinya. kalo di tumblr itu bagus bilang kaya gitu. aku sih ngartiin “Allah sedang membuat skenario cerita cinta terbaik untuk kita”. that is very general you know.. berlaku buat yang masih sendiri ataupun yang sudah berkeluarga. so… pd ajah ^__^.

sebenarnya hari ini juga lagi agak patah hati heheheh… karena kompetiblognya ga masuk 30 besar. heheh pantesan banget tadi pagi dapat tausiyahnya seperti di gambar berikut:

Allah Maha Tahu yang terbaik untuk kita, so kalo gagal ke summer school-nya Utrecht, jangan berkecil hati, bisa jadi tahun depan bener2 berangkat buat mastercourse di Eindhouven atau Delft bahkan.. atau Twente juga boleh.. kalo nyasar ke negeri sebelahnya masih ada Hamburg dan KIT ^__^… hahaha masih banyak jalan menuju Eropa -laah. lagian itu juga cuma wasilah, the big dream behind this step of dream-nya yang harus dikejar dengan ikhtiar yang poool.

Yaa, wajar ga menang juga sih, wong ngerjainnya cuma 2 hari–ya bukan berarti harus lama2 juga sih, tapi ikhtiyar yang dikeluarkan bisa jadi memang belum maksimal. tapi siiiiiip deh buat that big impact yang terjadi dalam kehidupanmu. wokay?? i know you are better now than before, just maintain hmmm noooo not maintain but  increase your quality.

 

karena ga mampu beli oleh-oleh heuheu

Barang-barang imut dan cantik itu terpajang dengan sangat baik di etalase airport. Sungguh menarik hati, namun apa daya tangan tak sampai, hehe, yang aku bisa baru mengabadikannya dan mungkin suatu hari nanti bisa beli hehehe.. bukan apa2, oleh2 pernak-pernik Belanda ini sangat menarik.

Aku teringat dulu ketika SMU Kelas 3, aku mndapat PIN ITB dari seorang teman. kupajang dan kubawa kemana-mana pin tersebut, cuma sebagai motivasi saja, mengejawantahkan impian dalam bentuk nyata, heheh. Dan sebenarnya berniat kulakukan lagi sekarang.. semoga cita2 menuntut ilmu di negara kincir angin yang pernah menjajah Indonesia selama 350 tahun tersebut, kesampaian.

Kau bisa menembus angkasa dan melihat keindahan bumi yang diciptakan Allah

Langit biru bersih yang dihampari gumpalan putih awan yang bergulung bagai kapas dan terkadang bagai lapisan tipis bulu halus. mengguruh burung baja ini membelah angkasa, membawa kadar mobilitas tinggi bagi para penghuninya saat itu. Bukan mustahil kini manusia menembus awan dan membumbung tinggi ke angkasa,, sebuah impian yang kugenggam di tanganku benar2 terwujud… tak ragu kumenyimpan impian-impian baru lainnya……………

 

A review- my first journey to Germany

Mendapat kesempatan untuk bisa mengunjungi negara Hitler, sungguh sangat menyenangkan, meskipun di awal ada beberapa masalah yang harus dilewati, namun akhirnya alhamdulillah dengan izin Allah, pada tanggal 26 November 2011, aku pun menjalani penerbangan pertamaku ke luar negeri yang juga merupakan kali pertamaku merasakan dahsyatnya teknologi aeronautika dan aerodinamikanya pesawat terbang.

Dengan berbekal satu koper dan satu tas ransel, aku berangkat dari kosan pukul 14.30 dan terbang dengan menggunakan pesawat KLM-Royal Dutch pada pukul 19.30. sempat transit di Kuala Lumpur, dan mengintip kecanggihan Malaysia yang tampak di bandara, plus transit di negeri kincir angin, negeri yang kujadikan impian untukku jadikan tempat menimba ilmu teknik kimia lebih dalam.

Setelah mengalami perjalanan selama kurang lebih 18 jam, akhirnya sampai di airport Dusseldorf, Jerman, dan akhirnya menginap di kota Essen.

Ada banyak hal yang kudapat selama perjalanan sampai Essen,, banyak sekali hikmah yang mampir di kepala, renungan tentang nasib, perjalanan waktu, perbedaan antara Indonesia dengan Malaysia dan bangsa Arya lainnya, termasuk pula renungan teknologi aerodinamika yang membuatku terpukau,, bagaimana tidak, teknologi inilah yang bisa membuatku terbang melayang di langit setinggi 3500 feet. Melayang di belahan benua dan samudera yang luas,, mengitari belahan bumi… ya… perjalanan ke Jerman ini sangat menakjubkan… alhamdulillah alhamdulillah.. Segala puji hanya untuk Allah.

Satu hal yang ingin kulihat ketika menginjakan kaki ke jerman adalah salju. Hehe,, namun ternyata, winter di Jerman belum sampai pada tahap salju turun.. meskipun begitu, di hari ketiga ketika perjalanan ke Glessenwasser aku melihat salju putih di rerumputan dan atap-atap rumah Jerman yang bentuknya sangat khas itu.. sangat efektif.

Hal yang membuatku begitu exciting juga adalah kesadaran bahwa aku kini berada dalam level pertemuan internasional, di mana bahasa Inggris menjadi bahasa yang digunakan,, menyadari bahasa inggrisku agak pas2an aku kawatir juga sebenarnya, cuma ya.. namanya juga belajar!!! kapan lagi!!

Aku di sini bersama 15 orang peserta lainnya yang berasal dari Indonesia dan India, 5 termasuk aku adalah Indonesian, dan 11 orang lainnya adalah Indian,, ada banyak hal yang menarik antara India dan Indonesia di sini.. banyak hal… hehehe

Yang mejadi sedikit kekawatiran di kepalaku adalah bahwa aku bersama para petinggi dari masing masing perusahaannya. Of course, aku yang baru menjalani 10 bulan masa kerja di instansi pemerintahan merasa aku tidak ada apa2nya dibandingkan mereka,, namun bismillah saja, dengan niat belajar aku pun berusaha mengikuti flow acara ini.. meskipun di kenyataan pun juga bener2 mereka menunjukan keahlian dan pengalaman mereka yang benar2 membuatku terpana—haha berhubung aku yang dari instansi pemerintah, agak agak gimana gitu. Pada beberapa hal, aku memang tidak bisa mengimbangi mereka, udah mah bahasa inggris, hahah bahasa dan istilah yang digunakan dalam program training ini juga teknis banget.. hahaha untungnya bawa diktat Sistem Utilitas II yang cukup banyak membantu, karena jujur bahan traingin energy effisiensi ini adalah pure dari SU,,, sempet gimana gimana juga berhubung aku pun tidak menguasai materi SU yang dominasinya sebenarnya memang garapan teknik mesin.. tapi lumayanlah.. sedikit sedikit mah dapet dan nyangkut di kepala.. Banyak hal baru bagiku, termasuk misalnya trigeneration, photovoltaic system, energy management system, building management system, green building, green retailing system, dan masih banyak lagi.. dan buat ini alhamdulillah banyak sekali ilmu baru yang membuatku semakin bersemangat dalam menimba ilmu—haha termasuk mempertanyakan kembali cita-citaku heuheu karena ternyata di sini kusadari bahwa aplikasi keteknikkimiaanku ternyata belum semantap yang kukira, jika mau benar2 aplikasi ya mau tidak mau ke swasta, hehehhe…. untuk ini, ada banyak hal yang harus dipertimbangkan karena ku tahu bahwa Allah yang menunjukan jalan, tapi pada hakekatnya kita juga yang milih, benar??

Di sini banyak sekali renungan tentang komparasi antara banyak hal, misalnya kebijakan antara pemerintah jerman dengan pemerintah Indonesia, integritas dan kepribadian antara masyarakat Indonesia dengan masyarakat jerman, teknologi yang mendarahdaging di Jerman dan belum di Indonesia,, heuheu,, asa banyak kepikiran pisan.. banyak pelajaran, banyak pertanyaan, banyak kesan, banyak pemikiran,, namun yang jelas, akan menuntun pada aksi yang nantinya akan kulakukan..

Semoga Allah membimbing jalan yang kutempuh… aamiin.

Hal menarik lain yang kudapat misalnya, kecenderungan masyarakat Jerman yang lebih suka berbahasa Jerman daripada Inggris.. bukan karena mereka gabisa, tapi karena prinsip bahwa sebenarnya mereka merasa bahwa negara Inggris (England) tidak jauh lebih baik.. gengsi kali ya.. tapi kalo di ranah bisnis dan akademik sih mereka mau juga.

Hal yang lain2 mungkin berkisar antara betapa bangsa Arya dikaruniakan Allah penampilan yang subhanallah.. di sini banyak mengucap subhanallah juga karena terpana kecantikan rupa yang diberikan Allah kepada mereka. Bukan berarti aku tidak bersyukur atas apa yang Allah berikan kepada rumpun bangsa melayu toh setiap bangsa punya kelemahan dan kelebihan, tapi ya cuma subhanallah aja…hehe agak wajar juga kalo mereka mementingkan banget yang namanya penampilan, makanya fashion di sini bener2 waah… dan harganya pun waaah.. mahal mahal!!!

Jerman negara yang kaya ini memang tidak terlalu banyak menemui kesulitan dalam aplikasi teknologi yang canggih sekalipu.. beda pisan ma Indonesia, udah mah miskin banyak pula korupsinya, tapi ntah mengapa aku punya feel, meskipun kaya-kaya, negeri2 bangsa Arya tetep punya keinginan menjajah.. hahha,,, dalam bentuk yang modern tentunya..

Seminggu di sini juga menumbuhkan keinginan bagiku untuk mencoba menjadikan Jerman sebagai salah satu tujuan sekolah nanti hehehhe… meskipun Netherland is the best for me, but Deustchland is also good.. ^_^. kalo dapet Ermun mungkin bisa dua duanya sekaligusss.. hahaha ngarepdotcom.

Di sini aku bersama 1 akhawat cantik yang menjabat CRO PT Energi Management Indonesia, satu orang bapak yang menjabat sebagai Estate General Manager di PT Besland Pertiwi, satu orang Bapak yang menjabat sebagai President Director-nya PT Mitra EnergI Batam-Medco, dan satu orang Bapak yang menjabat sebagai Technical Superintendent PT Riau Andalan Pulp and Paper. Look how the precious person they are, and me?? hohoho… insyaallah…. orang yang mencoba baik di hadapan Allah.. aamiiin.

Di sini banyak sekali apotek, mall, tapi lebih banyak lagi lahan lahan kosong dan indah.. deeuuuh betapa mereka menjaga lingkungannya agar tetap asri. Jadinya seger terus, meskipun dominasi warna pohonnya merah-karena winter, tapi tetep we indah.. jadi bertekad bisa kesini lagi di musim semi iiih.. moga Allah mengabulkan. Aamiiin.

Hawa jerman sekarang sampai 5 derajat, untung ga 0 atau bahkan minus, karena 5 derajat the udah dingin pisaaan.. alhamdulillah peralatan untuk ngadepin dngin ini sudah disiapkan cukup maksimal, meskipun ternyata tetep aja ada yang ga kepake ^___^.

Segitu dulu aah.. ini hari kelima kutulis, masih tentang gambaran umum perjalanan.. insyallah kalau sempat mau nulis tentang yang lainnya.

 

Langkahku

Ku buka lembar baruku
Ku mulai dengan langkah pertama
Menuju titik harapan dengan percaya diri

Jalan yang harus ku tempuh
Sangat panjang dan penuh rintangan
Namun ku tak berputus asa
Dan ku terus melangkah

Menikmati hari dan mimpi
Ku menikmati semua langkahku di dalam hidup ini
Terus melangkah percaya
Impikan semua yang tak mungkin
Itu semua mungkin terjadi

Jalan yang harus ku tempuh
Sangat panjang dan penuh rintangan
Namun ku tak berputus asa
Dan ku terus melangkah

Menikmati hari dan mimpi
Ku menikmati semua langkahku di dalam hidup ini
Terus melangkah percaya
Impikan semua yang tak mungkin
Itu semua mungkin terjadi
Huuu… mimpiku pasti terjadi

Menikmati hari dan mimpi
Ku menikmati semua langkahku di dalam hidup ini

Menikmati hari dan mimpi
Ku menikmati semua langkahku di dalam hidup ini
Terus melangkah percaya
Impikan semua yang tak mungkin
Itu semua mungkin terjadi
Huuu… mimpiku pasti terjadi

Impianku pasti mungkin terjadi

(sebuah lagu bagus dari Zahra Damariva)

yang kucari….

Apa yang kucari di sini??

Pertanyaan ini kerap kali ditanyakan kepadaku ketika awal kumenginjakan kaki dan mulai beradaptasi di tempatku menuai pahala kontribusi…orang-orang itu bilang “gaji pegawai negeri itu kecil, ga enak, mending anak Teknik Kimia ITB nyari-nya ke Chevron, Schlumberger, Pertamina,, ngapain jadi pegawai negeri??”

Karena aku sudah memiliki jawaban yang tertanam dengan sangat baik di kepalaku, aku tak ragu lagi menjawab pertanyaan itu. Terkadang dengan berani kulontarkan jawabanku ke hadapan orang-orang itu, namun terkadang pula aku cukup menyimpannya di dalam kepala karena merasa tidak ada gunanya mendebat orang yang lebih tua..

Impian besar-ku lah yang jadi jawaban atas pertanyaan pertanyaan itu, setumpuk idealisme yang masih terpaku di kepala, meskipun kadang hanya langkah kecil yang bisa kulakukan untuk mewujudkannya. Kadang larut juga aku dalam realisme, tapi impian besar yang mengakar itu sedemikian kuat bahkan hingga sekarang, hingga aku pun tak berani melupakannya..hanya saja aku pun lemah, kubutuhkan energi ekstra yang bisa kusuntikan ke dalam urat nadi kehidupanku agar aku tetap bisa konsisten menegakannya… sungguh,, aku tak tahu sampai kapan impian ini akan bersemayam dalam jiwaku, aku takut dia justru menguap dihempas teriknya nestapa kehidupan…

Argh,, perahuku masih bisa kukendalikan, tapi satu atau dua tahun lagi?? Aku tak tahu, aku masih akan terus mengharapkan kekuatan illahiyah, meskipun aku tahu bahwa aku tak sekuat waktu dulu. Dengan tertatih-tatih, dengan sisa idealisme yang masih mengakar, kucoba bertahan dari hempasan gelombang penyimpangan.. duhai Allah… jangan biarkan kulepaskan tali ikatanku terhadapMu… aku tahu jika tali itu lepas, maka bukan Kau yang melepaskanku, tapi akulah yang melepaskannya.. jangan sampai itu terjadi,, semoga aku istiqamah di jalanMu hingga akhir perjalanan hidupku.. dan.. izinkanlah kutemukan bahtera yang perkasa keimanannya, untuk kujadikan tempat berlabuh..

5 cm

….begitu juga dengan mimpi2 kamu, cita2 kamu, keinginan kamu, apa yang mau kamu kejar

Taruh di sini…jangan menempel di kening Biarkan dia mengambang, menggantung 5 centimeter di depan kening kamu

“jadi dia nggak akan lepas dari mata kamu. Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari, kamu lihat setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa. Apapun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri Kalo kamu nggak percaya sama keinginan itu dan kamu nggak bisa menyerah. Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh. Bahwa kamu akan mengejarnya sampai kamu dapat, apapun itu, segala keinginan, mimpi, cita2, keyakinan diri…”

“…biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung mengambang di depan kening kamu. Dan sehabis itu yang kamu perlu.… cuma… Cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, Tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, Mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya’ Leher yang akan lebih sering melihat ke atas, Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras daripada baja, dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya, serta mulut yang akan selalu berdoa….”

Dan kamu akan selalu dikenang, sebagai seorang yang masih punya mimpi dan keyakinan, Bukan cuma seonggok daging yang punya nama Kamu akan dikenang sebagai seorang yang percaya pada kekuatan mimpi dan mengejarnya. Bukan seorang pemimpi saja. Bukan orang biasa2 saja tanpa tujuan, mengikuti arus dan kalah oleh keadaan Tapi seorang yang selalu percaya pada kekuatan mimpi dan mengejarnya, percaya pada keajaiban cita2, dan keajaiban keyakinan manusia yang tak terkalkulasikan dengan angka berapapun… dan kamu nggak perlu bukti apakah mimpi2 itu akan terwujud nantinya karena kamu hanya harus mempercayainya….

Percaya pada…. 5 centimeter di depan kening kamu….”

(taken from “5 cm” by Dony Dirgantoro)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,052 other followers