Monthly Archives: December 2008

sempurnanya Iman seseorang

aSSALAMU’alaykum Wr Wb
ba’da Tahmid dan Shalawat
kaifa Haluk Wa Imanukum??
Dalam keadaan bahagia karena merasa Allah bimbing dengan sedemikian rupa, pagi ini 23 Desember 2008, pada kultum rutin ba’da shubuh dari Asrama Putra yang dibawakan oleh Kak Abdur rohman El04 saya kembali merasa Allah menunjukkan eksistensi diriNya dengan menyiram hati dan kepala ini dengan tausiyah yang mengetuk hati dan membuat saya berpikir banyak, nampaknya saya perlu men-share isi tausiyah tersebut..(namun afwan ditambahi interpretasi saya sbagai penulis ulang)
“Dari Abi Hamzah Anas bin Malik R.A. (pelayan Rasulullah SAW). ia berkata “Rasulullah bersabda,”Tidak (sempurna) iman salah seorang dari kalian hingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri.”(HR. Al Bukhari dan Muslim)
jika dilihat sekilas, Hadits tersebut merupakan hadits yang sederhana dan singkat. Namun ketika dilihat secara ma’nawi, makna yang terkandung sangatlah dalam dan menyesakkan dada.
Iman kita dikatakan belum sempurna selama kita belum memiliki rasa mencintai saudara kita sedemikian tinggi hingga kita memberikan apa-apa yang kita cintai untuk mereka.
Ketika menilik pernyataan tersebut lebih tajam saya terkesiap karena merasa egoisme saya sedemikian tingginya sehingga saya merasa belum mempunyai rasa tersebut.
Kak Abdur mencontohkan tentang betapa tingginya itsar di kalangan para Sahabat.. di akhir kehidupan mereka, mereka bersedia memberikan untuk saudara mereka sesuatu yang sangat mereka butuhkan saat itu (air:red) yang bisa jadi mampu menyelamatkan nyawa mereka ..akhirnya karena antara satu dengan yang lainnya saling mendahulukan kepentingan saudara yang lainnya, mereka pun tidak mendapatkan air tersebut dan akhirnya wafat dalam kondisi mementingkan kebutuhan saudaranya.
saya jadi berpikir, untuk mencapai kualitas persaudaran seperti itu, tentulah keimanan yang harus dimiliki adalah keimanan yang luar biasa yang dapat memunculkan persaudaraan hati yang sedemikian  luhurnya. persaudaraan yang lahir dari keimanan yang berkualitas dan melahirkan kekuatan dan energi besar berupa persaudaraan yang kokoh, ikatan hati yang kuat, dan barisan dakwah yang rapi.persaudaraan yang tidak sekedar keterikatan dalam sebuah organisasi, tidak sekedar keterikatan sejarah (pernah satu SMA, SD, SMP, dll), tidak sekedar keterikatan dalam sebuah kost-an, asrama dan hubungan darah, melainkan keterikatan karena kekuatan hati dan kekuatan iman, kekuatan kepercayaan kepada Allah Swt, dan kekuatan mencintai orang-orang yang mencintai Allah.
adapun berkaitan dengan apa-apa yang kita cintai yang disebutkan dalam hadits tersebut, mungkin bisa jadi berupa barang, namun bisa jadi perlakuan, dan hal-hal lain yang bersifat abstrak.. Kalau barang jelas merupakan barang kongkrit yang dapat dengan mudah kita bayangkan. tapi perlakuan yang saya bayangkan adalah segala macam perlakuan yang kita senangi jika orang lain melakukannya untuk kita. contoh: senyuman, sapaan, salam, perhatian, lindungan, dan juga do’a. Kita mungkin senang orang lain mendoakan kita, begitu juga orang lain akan merasakan hal yang sama.dan do’a seorang saudara untuk saudaranya yang lain sedangkan saudara yang dido’akan tersebut tidak tahu kalau dia dido’akan adalah salah satu do’a yang dijanjikan akan dikabulkan.. (mohon dikoreksi jika salah). dan yang luar biasa adalah doa memiliki kekuatan pemantulan yang luar biasa. saat kita mendoakan saudara kita dalam kebaikan, maka kebaikan yang sama juga akan datang kepada kita..
mungkin hal yang kecil dan tak terasa, tapi saya melihat gejala bahwa kini, terkadang pertanyaan yang datang dari mas ul kita, dari teman satu organisasi kita, atau orang-orang dekat kita hanya berkisar kepada amanah, program kerja, progress, dll. terkadang kita luput untuk menanyakan kabar keimanan dan kabar jasadiyah saudara-saudara kita apalagi yang sama-sama melakukan perjuangan di ranah yang sama yaitu dakwah..
kaifa Haluk Wa Imanukum?? saya ingat sekali bahwa pertanyaan ini jarang sekali terdengar pada tahun-tahun belakangan. pernyataan yang dulu saya sering lihat di pembuka tulisan dan corat-coret anak-anak dan pengurus Mata di Bukom kami di sekre (kok jadi kangen banget sama Mata ya??)
mungkin tak ada salahnya ini dibudayakan. kalau saya sih berpikir mungkin ini bisa jadi salah satu langkah menyempurnakan iman kita..
sepakat??
thats all
smoga menjadi tulisan yang berarti minimal bagi diri saya sebagai pengingat bahwa saya pernah menulis seperti ini, harapan yang lebih besarnya semoga kita semua terinspirasi. jika ada baiknya, semoga dapat diambil dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari..

ditutup dengan pernyataan
“Kau yang bertahta di hati, menjadi kawan seperjuangan dan menangis dalam kesabaran. kami mencintaimu dari lubuk hati yang paling dalam. Yakinkan kami bahwa kau akan selalu menemani dalam perjalanan dakwah yang sangat berat ini, saudaraku…. Ukhuwah sehangat mentari..”

wallahu’alam Bis Showab

Advertisements

akan terjadi sesuatu yang besar di…. (program penegjawantahan mimpi)

Akan Ada sesuatu yang besar terjadi di………………..
pertama kali mendengar dan melihat pernyataan tersebut di sekre Mata’ sALMAN pada waktu saya masih TPB, masih polos seperti kertas putih yang siap diisi dan siap dikaryakan, ketika saya belum mentoring dan memiliki ghirah dan antusiasme yang cukup tinggi untuk mengetahui banyak hal dan haus akan pembinaan. Kalimat ini pula yang membuat saya banyak berpikir tentang mimpi.. saya ingat betul saat itu, saat sebelummentoring, kepala saya memang dihinggapi dan bahkan didoktrinasi kalimat ini..ya, seorang teteh yang bgitu sabar menemani saya dalam meniti langkah pembinaan, menjawab smua pertanyaan, dan memberikan kehangatan ukhuwah yang membuat saya semakin betah dalam lingkungan orang-orang yang ingin berdakwah, orang-orang yang merindukan ketinggian Islam melekat dalam diri semua orang d muka bumi pada umumnya, dan civitas akademik ITB pada khususnya.. teteh ini yang menjelaskan dan memaparkan apa artinya “akan ada sesuatu yang terjadi di….” hingga saat itu, aku punya kalimat lain “aku punya mimpi besar di….. dan akan kuwujudkan dengan tanganku”
saat itu otakku penuh dengan kata MATA MATA DAN MATA.. walaupun mungkin di luar saya, terdapat seorang atau mungkin beberapa orang yang menganggap sebelah mata terhadap MATA.. dan kalimat yang kugubah di atas tentu saja itu untuk Mata.. “aku punya mimpi besar di MATA dan akan kuwujudkan dengan tanganku. tak terpikirkan sama sekali bahwa aku ternyata tidak akan di Mata seterusnya, hingga mimpi itu, saat aku tingkat 3 benar-benar tak terpikirkan lagi.. saat itu saya sedang berusaha menyesuaikan diri dengan amanah baru dan meng-ngehkan diri dengan amanah baru yang diterima tersebut. walaupun di awal sempat protes karena saya ingin di Mata,dan masih ada kader lain di sana, tapi kemudian saya tsiqoh.. karena saya pun jua ingin berkarya di sana.
kini, saat amanah baru tersebut kulaksanakan hampir setahu kepengurusan.. saya sangat menyesal karena baru hari ini, saya benar-benar ngeh dengan apa yang kuhadapi sekarang.. tentang urgensi tatanan struktur yang memang sudah diset sedemikian sehingga dapat menunjang Dakwah secara keseluruhan… saya sangat menyesal, kenapa baru hari ini..saya intens memikirkan langkah dan strategis untuk mengoptimalkan peran saya..
hari ini 22 Desember (Hari Ibu:Red), pukul 21.00 kalimat yang dulu, 3 tahun yang lalu nampak di depan mataku kini Allah hadirkan kembali, begitu jelas, begitu nyata.. sangat menusuk dada dan membuat saya banyak berpikir banyak. dan akhirnya meningkatkan ghirah saya untuk kembali melakukan peran  yang sudah dipercayakan kepada saya di barisan Dakwah yang saya cintai ini.. rasanya seperti kembali ke masa 3 tahun yang lalu saat saya jadi Anggota Muda Mata dan kader Muda Gamais yang begitu penasaran dengan geliat dakwah Kampus.. walaupun sekarang sudah tidak jadi kertas putih polos dan kosong lagi, tapi kini terisi dengan apa yang saya yakini Allah memberikan yang terbaik untu saya.sehingga saya dapat menyusun ulang mimpi saya dulu dengan tulisan-tulisan yang melekat di kertas tersebut..dan satu hal bahwa saya mulai memahami peran saya dan apa yang bisa saya lakukan di ranah dakwah ini.. alhamdulillah..
“akan ada sesuatu yang besar terjadi di……….” adalah sebuah impian besar.. saya sendiri kini dapat mengisi titik2 itu dengan berbagai kata yang punya korelasi dengan peran yang saya miliki.. misalnya “akan ada sesuatu yang besar terjadi di teknik Kimia, akan ada sesuatu yang besar terjadi di kampus ITB, akan ada sesuatu yang besar terjadi di dunia perindustrian Indonesia, akan ada sesuatu yang besar terjadi di masyrakat Cianjur, Jawa Barat (tempat saya lahir, dibesarkan, dan memiliki impian untuk mengoptimalkan daerah sendiri untuk menunjang kemandirian pangan Indonesia), akan ada sesuatu yang besar terjadi di Indonesia, dan akan ada sesuatu yang besar terjadi didunia..atau jika kita bekerja di sebuah perusahaan atau menciptakan perusahaan sendiri kita bisa bilang akan ada sesuatu yang besar terjadi di perusahaan saya….
bisa dikatakan berlebihan bisa juga tidak..
mimpi adalah kunci ,, begitu yang dikatakan lirik laskar pelangi..
dan Subhanallah, Maha Besar Allah yang memberikan saya kesempatan untuk mendengar taujih mimpi dari seorang Al Akh. Taujih yang membuat saya berpikir kembali untuk menyusun keping-keping asa yang sebenarnya ada di hati dan alam bawah sadar saya..membuat saya berpikir kembali banyak hal.. karena saya begitu merasa tersindir saat beliau mengatakan impian-impian yang seharusnya bersarang di kepala saya tapi ternyata sama sekali tidak terbersit sedikit pun.
adapun isi taujih tersebut (sudah minta izin untuk dipublikasikan kepada yang berwenang) kurang lebih (menurut interpretasi saya) adalah Mimpi besar adalah sesuatu yang menjadikan kita memiliki arah yang benar dalam melangkah dan akan menentukan urusan-urusan yang akan datang kepada kita. Bermimpilah yang besar, maka kita tidak akan disibukkan dengan hal-hal yang remeh temeh, dengan urusan-urusan kecil (such as: telat syuro, kader sedikit, ga ada orang, double amanah, jeung saterasna). kita tidak akan dipermasalahkan dengan hal-hal kecil yang bisa menghambat kerja kita, otak kita mungkin akan terframe “hal seperti ini tidak akan membuat kita kalah, tidak akan membuat kita terhambat.. karena sungguh impianku jauh lebih besar, menggapai Kecintaan Sang MAHA Besar”.. kita sendiripun bisa jadi akan terjaga dari hal2 yang kecil dan remeh temeh. untuk menggapai impian yang kita tentukan sendiri tentunya kita akan dapat menemukan spesifikasi-spesifikasi tertentu yang harus ada. jika impian kita adalah impian besar di dunia profesi yang kita geluti, tentu saja malas, keinginan untuk berleha-leha dari belajar mata kuliah tidak akan terjadi pada kita. jika impian kita adalah misalnya membentuk sistem dakwah yang kokoh di kampus, maka otomatis kelakuan-kelakuan seperti syuro telat, malas gerak, crash sama masul tidak akan pernah kita lakukan karena kita akan tau pasti spesifikasi-spesifikasi apa yang harus kita penuhi untuk mewujudkan impian tersebut.
Beliau mencontohkan situasi saat perang Khandaq yang merupakan peperangan dengan kondisi yang teramat sangat sulit karena saat itu posisi umat Muslim sangat sulit, ditikam dari dalam dan dari luar.. kaum kafirun, musyrikun, dan munafiqun dari berbagai macam kabilah berkoalisi menyerang umat Muslim.
Saat situasi sulit tersebut, para sahabat bahu membahu membangun parit sebagai strategi perang untuk menghadapi koalisi para penentang Islam tersebut. namun, saat itu mereka dalam keadaan lapar karena makanan yang menjadi asupan energi mereka begitu terbatas. ketika ada sebuah batu yang sulit dihancurkan oleh para Sahabat..
Imam Bukhari meriwayatkan di dalam Shahihnya dari Jabir  Ra. ia berkata :ketika kami sedang sibuk menggali parit di Kahndaq kami temukan sebongkah batu besar yang sukar dipecahkan. para Sahabat melapor kepada Rasulullah SAW: “sebongkah batu menghambat kelancaran kami dalam penggalian Khandaq”. Rasulullah kemudian datang mengambil cangkul dan berkata” Dengan menyebut Asma Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang.” kemudian menghantam batu yang keras itu dengan keras sambil bersabda:”Allahu Akbar. Aku diberi kunci-kunci Syam. Demi Allah aku benar-benar dapat melihat istana-istananya yang bercat merah saat ini.” Lalu Beliau menghantam untuk kedua kalinya dan bersabda:”Allah Maha Besar. Aku diberi tanah Persi. Demi Allah, saat ini pun aku bisa melihat istana Mada’in yang bercat putih.Maka hancurlah tanah atau batu yang tersisa.kemudian beliau bersabda lagi”Allah Maha Besar. Aku diberi kunci-kunci Yaman. Demi Allah, dari tempatku ini aku bisa melihat pintu-pintu gerbang Shan’a”
Dari contoh nyata yang diberikan langsung dari Rasul kita, terlihat bahwa dalam kondisi sulit tersebut, Beliau memiliki mimpi besar yang jauh melampaui zamannya saat itu. Mimpi besar yang melahirkan energi yang dahsyat sampai batu keras di depannya menjadi segelintir masalah kecil yang tidak akan jadi hambatan berarti dalam mewujudkan mimpinya..
Rasulullah memberikan contoh nyata, bermimpi dan berbuat.. mimpi yang dikejawantahkan dalam aksi nyata dalam menghadapi rintangan2 yang ada.. mimpi yang membuatnya memiliki energi yang sangat besar, dan mimpi yang membuatnya memiliki langkah-langkah yang memiliki nilai yang luhur, mimpi yang memiliki kekuatan untuk bergerak, dan mimpi yang muncul dari hati yang terdalam atas dasar kecintaan Allah yang teramat sangat mendalam dan kerinduan mewujudkan Islam di hati seluruh umat manusia..
Duhai iKhwah, mimpi apa yang antum miliki saat ini…
Contoh lain dikisahkan Al-Akh tersebut yaitu Hasan Al Bana.. yang memiliki impian besar yang jauh  melampaui zamannya..
contoh terdekat kita mungkin para ikhwah dari Prodi Teknik Mesin, yang bagi saya telah menjadi contoh nyata betapa impian besar dapat merubah banyak hal. dan hal itu kini begitu sangat menginspirasi langkah saya yang kian saat kian merasa betapa berartinya langkah ini..
Dalam taujihnya, Al-Akh tersbut menyebutkan bisa jadi lesunya dakwah kampus, kurang signifikannya ekspansi dakwah kita bisa jadi disebabkan karena para ikhwah tak lagi punya mimpi besar.. tak punya lagi internalisasi asa yang ingin dikejawantahkan dalam langkah-langkah nyata yang akhirnya berakibat pada kesibukan pada hal yang remeh temeh.
mendengar hal itu, saya kembali merasa sesak, tak jauh-jauh memikirkan ikhwah lain. berkaca pada diri sendiri saja, saya jadi merasa malu karena merasa memang tidak mempunyai impian besar yang dimaksud, alhasil gerak langkah saya pun sering sekali terbelit hal-hal kecil yang sebenarnya tak perlu jadi hambatan besar.
Bukankah disampaikan oleh Ustad Hasan Al Bana bahwa impian hari ini adalah kenyataan hari esok. dan bukankah bermimpi itu gratis, lalu apa yang menghalangi kita.
merasakan hal ini membuat saya merasa perlu membagi apa yang saya rasakan dan saya pikirkan saat ini.. mengajak semua orang untuk bermimpi besar dan melakukan langkah nyata  untuk mewujudkannya. melakukan penetrasi mimpi kepada orang terdekat kita, adik2 mentor kita, mad’u kita, dll.
Atau justru saya yang terlambat menyadari sedangkan antum semua sudah berada di depan dan memiliki impian besar yang terwujud dalam tingkah polah antum dalam barisan dakwah ini seperti yang dicontohkan Akh Yusuf yang sudah mendahului dengan men-share mimpinya.. jika demikian saya merasa sangat malu, tapi saya berharap mimpi saya pun dapat menjelma menjadi sayap-sayap yang membuat saya pun dapat terbang menyusul kalian..tapi bagi yang belum punya mimpi, lets start it now, mari kita buktikan bahwa kita mampu mewujudkannya, dan kita lihat perbedaan diri kita saat sebelum dan sesudah memiliki mimpi besar tersebut.

mimpi adalah kunci,
untuk seorang yang bermimpi apalagi mimpi besar tegaknya Islam di seluruh penjuru bumi tentu akan melahirkan hambatan-hambatan berarti di mana kesungguhan kita dalam mewujudkannya akan diuji, karena Allah pun ingin melihat seberapa serius kita..
Saat ini saya merasa sangat bersyukur karena Allah memberikan perasaan seperti ini kpd saya. dan menurut uSTAD Abdul Azis Abdur Rauf dalam taujih pagi pada acara Mabit di Masjid Raya Habiburrahman “adalah salah satu bukti rasa syukur kita jika kita merasa iba melihat orang lain terutama orang2 terdekat kita belum merasakan apa yang kita rasakan, merasakan keindahan Islam Yang dipenetrasikan ke dalam hati-hati kita berupa hidayah, bimbingan/petunjuk, dan kecenderungan-kecenderungan kepada kebaikan.. ”

so, lets have a dream.. and do what we can do so the dream will come true
wallahu’alam Bis Showab
alhamdulillah
jika bisa mengambil sejumput hikmah tulisan sederhana ini, maka Maha Besar Allah yang telah memberikan kita semua kesempatan untuk bisa lebih baik lagi.

hari Minggu yang sangat berkesan, subhanallah.. 20 Desember kereeeeen

malam mingguan yang sangat mengasyikan

hari ini adalah hari yang sangat mengesankan.. saat mater-materi peningkatan kualitas ruhiyah satu persatu bersarang di kepalaku. pertamanya saat rapat bersama rekan-rekan seperjuangan.. acara pertama adalah taujih dari seorang Al Akh. taujih yang diberikan sangat inspiratif, sangat berkesan, dan sangat menyentuh.. jujur taujih tersebut memberikan banyak umpan positif kepada neuron-neuron otak yang saat ini juga sedang mencari-cari informasi mengapa kinerja dakwah saya belum optimal juga. ternyata salah satu alasannya adalah mimpi…ya bahkan memiliki mimpi seperti yang beliau contohkan pun belum pernah terbersit di kepalaku.
selain itu, aku melihat, inilah yang Allah ingin tunjukan kepadaku tentang perbedaan kapasitas orang, perbedaan kualitas dan umpan keilmuan kepada setiap orang adalah berbeda bergantung kepada kegigihan orang itu untuk menjemput ilmu..aku merasa sedikit miris melihat diriku masih jauh dari kapasitas dan kualitas yang aku targetkan sendiri. hehe, jadi merasa tersemangati untuk belajar dan membaca buku lebih banyak…
siangnya, saya bolos kursus Bahasa Inggris asrama, karena merasa perlu memfollowupi semangat yang semakin subur dengan taujih tadi pagi.. akhirnya pergi kajian.. dan hal yang sama terjadi, bak air yang menyirami benih-benih, maka smangat yang ada dalam diri semakin terpompa.. sudah lama mungkin saya tidak turut serta dalam kajian bersama saudara-saudara seperjuangan seperti ini.. sangat berkesan. sayang acara ini tidak semua menikmati, karena ada seorang ikhwah yang tak dapat jarkom dan ga ikut gara-gara “udah ujian, dua malam gadang buat belajar, cape.. lagian ada rapat”, beuuh… kasihan. satu hal lagi yang menambah kegembiraan hari ini adalah, Allah ngasih aku hadiah buku berjudul “Al Quran” karya Ustad Saiful Islam Mubarak Lc.. kembali dada ini mengucap Alhamdulillah, alhamdulillah..
kajian dilanjutkan mentoring.. subhanallah, skenario Allah buatku hari ini begitu kentara dengan penguatan ruhiyah.. bertemu saudara-saudara yang semuanya memiliki keinginan yang sama yaitu Jannah Sang Rabb tercinta.
Malamnya, Allah memudahkan langkahku melangkah ke Masjid Raya Habiburrahman, meniatkan langkah untuk mengecharge ruhiyah dengan taujih dari Ustad Abdul Azis Abdur Rauf yang pasti akan berkutat sekitar Al Quran dan Al Quran.. senangnya.. aku teringat kalo malam ini adalah malam minggu.. aku tersenyum sendiri mengingat aku, akhawat keluar malam di malam minggu.. naik sadang serang caringin pula… hayooo mau malam mingguan di BEC?? tentu tidak, Allah memilihkan tempat yang sangat mulia untuk aku bermalam minggu, bertemu saudara2 dari seantero Bandung yang menginginkan posisi yang tinggi d hadapan Allah dengan lebih mendekatkan diri pada Al Quran,, hoho senangnya..
dan malamnya walaupun sempat terkantuk-kantuk, ya ada materi yang nyangkut di kepalaku yaitu tentang kekuatan ruhiyah, hoooo.
Jam 1 sudah terbangun, dengan mata yang terasa teramat sangat berat, aku berwudlu, tilawah bentar kemudian ikut barisan saudara2 utk melakukan Shalat Qiyamul Lail Berjamaah 3 juz. beuuh, udah lama ga begini, kuat ga ya?? rakaat pertama berhasil dilewati denga cukup baik, suratnya Juz 4, 8 halamn, hehe kakiku mulai gemetaran.. rakaat kedua juga berhasil, tapi mata sudah mulai berat lagi.. ya Rabb susahnya memulai kembali apa yang dulu sudah pernah kulakukan..
Rakaat keempat tumbang dehh.. ga kuaaatt, untungnya rakaat berikutnya yang dpimpin langsung oleh Ust Abdul Azis aku sudah segar lagi, dan sukses sampai witir berakhir.. ya walaupun kakinya protes.. sabar wahai kaki. kau tak hanya harus kuat melangkah untuk kebaikan, tapi juga harus kuat berdiri lama untuk ibadah, masa gini aja Ka O.
Pagi, bada sHalat Shubuh, taujih lagi tentang syukur nikmat.. betapa malam mingguan yang kulakukan bersama saudara2 disini dikatakan Ustad sebagai Jatah yang Allah kasih kepada makhlukNya yang beruntung.. hoo btapa senagnya, apakah aku termasuk salah satu yang dkategorikan beruntung tersebut?? Berdasarkan QS Al Maidah ayat 53 (kalo gsalah), dbilang amal ibadah untuk orang beriman adalah “hadzoon” yang secara arti bahasanya adalah jatah.. QL adalah jatah yang Allah kasih, demikian juga dengan taujih Quraninya.. hohoho.. alhamdulillah, alhamdulillah.
kata-kata Ustadz sangat menyejukan, pilihan katanya pas banget, bikin tentram hati yang mendengarnya.. beliau menyampaikan betapa banyak anugerah yang Allah kasih, betapa Allah begitu sangat menyayangi hambaNya sehingga bahkan ada jatah yang Allah kasih buat mereka, walaupun masih banyak yang tidak memanfaatkan jatah tersebut.. aku bergidik ngeri, malam minggu adalah malam yang sangat rentan untuk berbuat dosa bagi orang-orang yang tidak dapat menahan hawa nafsunya terhadap lawan jenis mereka..
Ustad juga berkata, jika memang kita merasa bersyukur atas jatah yang sudah diberikan ini.. bukankah kita akan merasakan iba terhadap orang-orang yang belum di sini, orang tua, teman.. kita akan merasa alangkah akan menyenangkannya jika mereka dapat merasakan jatah mereka juga..
pernyataan ini membuat celah synapsis dalam kepalaku bergemuruh mencoba mengkoneksikan apa yang sudah ada sebelumnya, taujih al akh yang kmarin.. alangkah senangnya jika kita mempunyai mimpi yang sama.. keindahan islam dapat dirasakan oleh semua warga terdekat kita (prodi:Red)..

smangat jangan pudar.. mulai langkah lagi dengan pasti dan smangat terus.. perbaharui smangat jika memang sudah mulai kendor.. kejarlah mimpi karena mimpi adalah kunci yang membuat hambatan-hambatan yang ada menjadi tak berarti