Kebiasaan Hemat Selamatkan Umat Manusia


Bumi kita adalah planet yang dirancang sedemikian sehingga manusia dapat hidup dan menyelenggarakan berbagai macam aktifitas di sana. Daya dukung lingkungan membuat manusia dapat dengan aman dan nyaman memenuhi segala macam aspek kebutuhan hidup mereka. Allah Swt yang mengatur sistem kehidupan yang begitu kompleks, saling berkaitan, namun kesemuanya mendukung peradaban manusia tetap berdiri teguh, misalnya siklus hidrologi, siklus material, rantai makanan dan jaring-jaring kehidupan. Sistem yang kompleks ini saling berkaitan satu sama lain membentuk kesatuan yang begitu dahsyat dalam menunjang kehidupan manusia.  Maha Besar Allah yang mengatur sistem tersebut.

Waktu berganti, semakin lama bumi kita ini semakin tua. Dengan daya dukung yang masih sama atau bahkan cenderung menurun, komponen dalam pergerakan aktifitas manusia justru semakin meningkat terutama  pertambahan populasi  yang mengakibatkan perubahan pada sistem-sistem kehidupan yang lainnya. Adanya ketidakseimbangan daya dukung lingkungan terhadap sistem kehidupan manusia di  dalamnya dapat berakibat sangat buruk bagi kelangsungan hidup manusia.

Berkaitan dengan berbagai isu kerusakan lingkungan, pemanasan global, krisis iklim, dan perubahan iklim global merupakan permasalahan sejenis yang menjadi pusat perhatian banyak kalangan di dunia.  Hal ini terjadi karena pertambahan temperatur  bumi, perubahan iklim bumi yang menjadi tidak teratur, kenaikan permukaan air laut banyak dirasakan secara langsung oleh masyarakat, serta sudah memberikan akibat yang nyata dan cukup mengkhawatirkan. Berbagai penelitian, pengumpulan data, dan observasi dilakukan untuk mengamati fenomena pertambahan temperatur bumi dan perubahan iklim sekaligus menganalisis dan memperkirakan dampak dan segala kemungkinan yang dapat terjadi.  Sayangnya, di kalangan ilmuwan sekalipun terdapat pro dan kontra terhadap masalah lingkungan tersebut.

Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, sebagian besar peningkatan temperatur rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100.(Wikipedia)

Dalam atmosfer bumi saat ini telah terjadi penambahan konsentrasi berbagai zat termasuk gas-gas  yang disebut sebagai gas rumah kaca yang melebihi  ambang batas  sehingga tidak hanya terjadi pencemaran udara, tetapi juga terjadi pemanasan global. Pada konsentrasi normal, keberadaan gas rumah kaca ini sangat berperan dalam mempertahankan kestabilan temperatur bumi yang mendukung keberlangsungan hidup umat manusia. Tanpa efek gas rumah kaca, temperature bumi hanya mencapai -18°C sehingga es akan menutupi seluruh permukaan Bumi, dengan efek rumah kaca,  Temperatur bumi menjadi lebih panas yaitu mencapai 33°C. Gas-gas rumah kaca yang terdiri dari karbondioksida (CO2), uap air (H2O), nitrogen oksida (NO), metana (CH4) dan CFC (Chlorofluorocarbons,) bertugas menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi sehingga panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi.

Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim, serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser akibat pencairan kutub yang mengakibatkan musnahnya sumber air tawar bersih dunia, dan punahnya berbagai jenis hewan. Bencana yang muncul cukup mencemaskan antara lain kenaikan permukaan laut akibat proses pencairan es di kutub, perubahan pola angin, meningkatnya badai  atmosferik, bertambahnya populasi dan jenis organisme penyebab penyakit, perubahan pola curah hujan dan siklus hidrologi serta perubahan  ekosistem hutan, daratan dan ekosistem lainnya. Berdasarkan hasil penelitian IPCC (1990) permukaan air laut telah naik sekitar 10-20 cm. Bila angka kenaikan permukaan air laut ini sampai menyentuh kisaran angka 20-50 cm maka habitat di daerah pantai akan mengalami gangguan bahkan musnah. Sedangkan peningkatan sebesar satu meter diprediksi akan mampu menggusur puluhan juta orang akibat terendamnya kota dan desa di kawasan pesisir, lahan pertanian produktif akan hancur terendam dan persediaan air tawar akan tercemar. Bencana terakhir yang terjadi di negara kita adalah gelombang pasang yang memporak-porandakan pemukiman warga di sepanjang pantai selatan pulau Jawa-Bali dan Sumatera. Bencana tersebut walaupun tidak menelan korban jiwa namun tidak sedikit kerugian yang harus diterima oleh masyarakat pesisir. Wabah penyakit yang biasa ditemukan di daerah tropis, seperti penyakit yang diakibatkan nyamuk dan hewan pembawa penyakit lainnya, akan semakin meluas karena mereka dapat berpindah ke daerah yang sebelumnya terlalu dingin bagi mereka. Saat ini, 45 % penduduk dunia tinggal di daerah di mana mereka dapat tergigit oleh nyamuk pembawa parasit malaria; persentase itu akan meningkat menjadi 60 %  jika temperatur meningkat. Penyakit-penyakit tropis lainnya juga dapat menyebar seperti malaria, seperti demam dengue, demam kuning, dan encephalitis.

Keadaan krisis yang mengancam bumi ini tentu membuat manusia memikirkan cara-cara pencegahan dan pemulihan berbagai kerusakan yang telah terjadi. Banyak sekali hal yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan bumi dan mencegah rusakan tersebut mulai dari hal kecil sampai dengan hal yang besar. Solusi utama pencegahan pemanasan global adalah mengurangi atau bahkan tidak menggunakan segala sesuatu yang dapat menambah emisi gas rumah kaca ke udara. Berhemat adalah salah satu contoh tindakan kecil  yang dapat menyelamatkan bumi. Beberapa penelitian dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penghematan dalm berbagai sektor terhadap pemanasan global dan kelangsungan kehidupan di bumi. Hasilnya adalah dapat dibuktikan bahwa penghematan dapat mengurangi kontribusi gas rumah kaca terhadap pemanasan global. Selain itu, jika ditinjau dari sudut pandang yang lain, penghematan memberikan manfaat yang sangat besar dalam aspek ekonomi dan penghematan produksi serta peningkatan pendapatan masyarakat.

Secara umum, penghematan yang dapat dilakukan dapat ditempuh dengan 2 cara, yaitu peningkatan efisiensi teknologi dan perubahan perilaku manusia, terutama perilaku konsumsi. Efisiensi teknologi berarti penyediaan dan penggunaan alat-alat yang memiliki nilai efektifitas yang baik, misalnya penggunaan alat listrik hemat energi seperti lampu neon, kulkas dan AC berdaya rendah, penggunaan kompor hemat energi, dll. Teknologi yang diciptakan untuk penghematan juga tersedia di dunia internet, yaitu penggunaan website Blackle yakni website sejenis Google untuk searching yang menggunakan warna dominan hitam dalam tampilannya. Warna dominan hitam dalam komputer memerlukan energi yang jauh lebih sedikit daripada warna dominan putih dan warna cerah lainnya. Selain itu, perusahaan Jepang NEC mengumumkan keberhasilannya menuntaskan pengembangan ECO CENTER, sebuah server hemat energi dan ruang yang mengkonsumsi energi lebih sedikit sampai 55 %, menyita ruang lebih sedikit 50% dan sekitar 58 % lebih ringan dibandingkan server biasa. Teknologi lain adalah semakin berkembangnya produksi bahan bakar berbasis minyak nabati dengan efisiensi energi tinggi dan emisi gas rumah kaca yang jauh lebih sedikit daripada bahan bakar fosil. Bahan bakar yang berkembang saat ini di dunia misalnya biodiesel dari minyak jarak, alga, bagas tebu, dan etanol hasil olahan pati, biokerosin dan bioavtur dari minyak babassu (di Brazil), minyak kapok, dan minyak kepoh (masih dalam tahap pengembangan). Selain itu, penggunaan kompor biogas yang sudah diterapkan di daerah Lembang, Bandung memiliki manfaat mengurangi emisi karbondioksida dan metana dari kotoran hewan ternak ke udara dan menghemat BBM karena bahan bakar berupa gas metana hasil fermentasi dari kotoran hewan ternak menjadi bahan bakar alternatif yang murah dan mudah diperoleh. Teknologi-teknologi yang disebutkan hanya sebagian kecil dari contoh teknologi yang sudah dikembangkan di dunia dengan latar belakang penyelamatan bumi, masih banyak teknologi-teknologi lain yang belum disampaikan atau bahkan dikembangkan, dan menjadi bagian kita yang ingin berkontribusi dalam upaya penyelamatan bumi untuk menggunakan atau mengembangkan teknologi ramah lingkungan tersebut.

Perubahan perilaku manusia memiliki peran yang cukup signifikan dalam upaya penyelamatan bumi. Penghematan yang dilakukan dalam berbagai bentuk benar-benar memiliki dampak yang sangat baik, apalagi jika budaya ini dilakukan oleh semua orang di dunia. Penghematan energi listrik dengan hanya menggunakan listrik jika benar-benar perlu dan mematikannya langsung setelah dipakai dapat memberikan penghematan terhadap produksi listrik itu sendiri, penghematan bahan bakar untuk produksi listrik, dan menghemat biaya listrik. Dalam hal ini, budaya penghematan listrik sudah sangat sering diinstruksikan di dalam negeri oleh berbagai pihak bahkan oleh presiden sekalipun.  Pengaruh penghematan listrik dicontohkan oleh Departemen Pendidikan Nasional yang melakukan audit energi tahun 1997-2005 oleh PT EMI, dan dinyatakan bahwa perubahan perilaku konsumsi energi dalam departemen tersebut dapat menghemat sampai 20%  konsumsi energi biasanya.

Selain listrik, penghematan bahan bakar juga memiliki pengaruh yang signifikan. Pemakaian kendaraan seperlunya, mematikan mesin setiap kendaraan berhenti, pemilihan kendaraan (misalnya kereta api daripada pesawat terbang, atau sepeda dan jalan kaki daripada berkendaraan, bus daripada angkot) merupakan budaya-budaya yang memberikan manfaat penghematan tak hanya pada penghematan bahan bakar fosil tetapi juga memberikan emisi gas rumah kaca yang jauh lebih kecil. Penghematan lain yang bisa dilakukan misalnya pemilihan barang konsumsi yang ramah lingkungan dan lokal (dengan biaya transportasi sekecil mungkin), penghematan kertas dan tisu, minimalisir sampah dengan 3R (Reduce, Recycle, Reuse) sehingga mengurangi emisi metana akibat penumpukan sampah, dan bahkan budaya belanja dalam skala besar untuk mengurangi transportasi dan meninggalkan jejak gas rumah kaca sekecil mungkin dapat dijadikan tindakan nyata kita dalam upaya penyelamatan bumi.

Pemerintah memiliki andil yang sangat besar dalam upaya penyelamatan bumi. Banyak kebijakan yang dapat membantu pembiasaan budaya berhemat baik perorangan maupun secara kelembagaan, pencegahan pembakaran hutan, pembatasan kendaraan umum, pengaturan industri Indonesia, dan juga penyediaan biaya penelitian untuk pengembangan teknologi berefisiensi tinggi. Menjadi bagian kita pula untuk dapat menyukseskan program-program pemerintah.

About iinparlina

Seorang Insan manusia yang diciptakan Allah dengan segala kekurangan dan kelebihannya, yang mencoba menjadi seorang yang dicintaiNya, dan salah satu cara yang dilakukannya adalah dengan menulis, membagi sedikit sekali ilmu yang dimilikinya. Meskipun sedikit, dia berharap dari yang sedikit itu, ilmu itu bisa bermanfaat untuk orang lain sebagaimana dia pun membutuhkan Ilmu untuk membuatnya bisa menjejakan kakinya di surga.

Posted on June 12, 2009, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: