Daily Archives: June 30, 2009

Al Quran Dalam Dunia Teknik Kimia atau Teknik Kimia Dalam Al Quran

Teknik Kimia adalah salah satu ilmu teknik yang sangat erat kaitannya dengan dunia industri kimia di seluruh dunia. Di sini kami belajar berbagai macam proses kimia yang biasa digunakan dalam industri kimia. Kurikulum yang dirancang juga mengarah pada pembentukan kemampuan setiap mahasiswanya dalam perancangan pabrik kimia dimulai dari input, proses, sampai pada penentuan output.

Adapun pernyataan secara tersurat dalam Al Quran tentang dunia teknik kimia mungkin belum saya temukan. Pernyataan-pernyataan tersebut hanya diperoleh secara tersirat saja.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa kimia adalah central of science, dan dunia teknik kimia adalah dunia di mana central of science tersebut dapat teraplikasikan dalam skala besar untuk kesejahteraan umat di dunia.

Dunia teknik kimia menjadi sebuah dunia yang mempunyai peran vital bagi kehidupan umat manusia di muka bumi. Hampir seluruh produk yang kita gunakan merupakan produk hasil rekayasa teknik kimia baik secara sederhana maupun secara kompleks. Misalnya kain yang kita gunakan adalah hasil polimerisasi baik secara alami maupun secara sintetis dari monomer-monomer senyawa kimia tertentu. Demikian pula dengan gelas yang kita pakai adalah salah satu contoh produk. Dan yang sangat sering kita dengar akhir-akhir ini yaitu tentang salah satu sumber energi alternatif yang disebut biodiesel. Bahkan bahan bakar sebelum biodiesel yang sering kita pakai juga seperti minyak tanah, bensin, gas, dan lainnya  merupakan hasil pengolahan bahan berbasis ilmu kimia tentunya dalam skala besar..

Beberapa ayat yang menyatakan proses teknik kimia misalnya dalam pengolahan besi dan pakaian yang terjemahnya adalah sebagai berikut

“Berilah Aku potongan-potongan besi”. hingga apabila besi itu Telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulkarnain: “Tiuplah (api itu)”. hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: “Berilah Aku tembaga (yang mendidih) agar Aku kutuangkan ke atas besi panas itu”. (QS. Al Kahfi ayat 96)

“Sesungguhnya kami Telah mengutus rasul-rasul kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan Telah kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. dan kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (QS. Al Hadiid ayat 25)

“Dan Sesungguhnya Telah kami berikan kepada Daud kurnia dari kami. (Kami berfirman): “Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud”, dan kami Telah melunakkan besi untuknya, (QS Sabaa ayat 10)

“Dan Allah menjadikan bagimu tempat bernaung dari apa yang Telah dia ciptakan, dan dia jadikan bagimu tempat-tempat tinggal di gunung-gunung, dan dia jadikan bagimu Pakaian yang memeliharamu dari panas dan Pakaian (baju besi) yang memelihara kamu dalam peperangan. Demikianlah Allah menyempurnakan nikmat-Nya atasmu agar kamu berserah diri (kepada-Nya). (QS An Nahl ayat 81)

Ayat-ayat Al Quran di atas menyatakan betapa Allah mengatur hal-hal sedemikian rupa sampai besi pun Allah tundukkan untuk kepentingan umat manusia. Proses pengolahan besi itu dibahas cukup detil dalam teknik kimia, misalnya bagaimana besi diperoleh dari batuan dan bijihnya smpai dapat digunakan untuk reaktor-reaktor skala besar dalam produksi senyawa-senyawa kimia lain yang dibutuhkan.

Ayat berikut ini adalah ayat-ayat yang erat kaitannya dengan aliran fluida yang kami pelajari:

19.  Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya Kemudian bertemu,

20.  Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing (QS Ar Rahman 19-20)

Bahwa pada saat kepolaran dua buah fluida berbeda satu sama lainnya, maka kedua fluida tersebut tidak akan bersatu melainkan menjadi 2 fasa seperti yang disebutkan pada ayat di atas antara air laut dan air tawar pada muara bertemu.

Adapula ayat yang menceritakan kemahatahuan Allah SWT bahkan terhadap sebuah atom sekalipun

” Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al Quran dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh). (QS Yunus ayat 61)

Selama ini, yang menguasai ilmu-ilmu vital seperti ini kebanyakan adalah orang-orang yang berasal dari golongan non-muslim bahkan yang memusuhi Islam dan menjadikan keilmuannya sebagai senjata untuk menghancurkan Islam secara langsung maupun tidak langsung. Sehingga menjadi wajib bagi sebagian umat muslim menguasai dan berhasil memaksimalkan kemampuan teknik kimia untuk kemaslahatan umat dalam rangka mencapai Islam sebagai rahmatan lil’alamin. Karena pada dasarnya ilmu-ilmu teknik kimia tersirat juga dalam Al Quran, petunjuk yang Allah berikan untuk kita. Hal ini disampaikan oleh firman Allah SWT berikut ini :

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.(QS. Annisa ayat 9 )

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan). (QS Al Anfal ayat 60)

Kekuatan pemikiran manusia begitu luar biasa. Bumi dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dapat diolah sedemikian rupa sehingga dapat bermanfaat bagi kehidupan umat manusia itu sendiri. Teknik kimia menjadi salah satu pilihan bagi umat Islam agar dapat menunjukkan keeksistensian sebagai rahmatan lil’alamin tersebut.

Sebagai seorang mahasiswa teknik kimia, saya tentu harus dapat menginternalisasikan Al Quran dalam dunia keprofesian saya. Karena semakin dalam ilmu teknik kimia saya pelajari maka seharusnya keimanan saya semakin bertambah karena semakin paham tentang ilmu-ilmu yang bisa membawa kesejahteraan bagi Umat Islam dan semakin takjub atas Keagungan Allah yang memperhatikan manusia sampai kepada hal yang kecil sekalipun.

Bahwa Allah sudah mengatur semuanya dalam Al Quran  memang dapat dirasakan sendiri. Petunjuk Allah kepada seluruh umat manusia memang bisa kita temukan asalkan kita mau menggali, memahami Al Quran serta mau mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Manusia terbaik adalah manusia yang paling berguna untuk orang lain, dan salah satu amalan yang tidak akan pernah hilang meskipun kita sudah berada dalam kubur adalah ilmu yang bermanfaat. Dan teknik kimia adalah salah satu pilihan tepat bagi umat Muslim yang ingin bermanfaat bagi orang lain dan mendapat keberkahan ilmu atas kemanfaatan yang dirasakan oleh umat manusia. Semoga kaum muslimin berjaya di tangan kita….

wanita muslimah… ada apakah dengan dirinya??

Mentari bersinar terik, menggeliat-geliat resah  mengiringi detik-detik dunia yang semakin lama semakin panas dengan begitu banyak pergeseran nilai terjadi di masyarakat. Termasuk di dalamnya pergeseran moralitas para calon ibu yang notabene mempunyai tugas sebagai rahim peradaban.

Saat konsumsi para penentu generasi itu kini berubah  menjadi semakin tidak jelas. Saat  media yang bertebaran di masyarakat adalah informasi yang bisa dinilai jauh dari nilai-nilai Islam.  Mau bagaimana, konsumsi para gadis dan Ibu zaman sekarang ini didominasi oleh rangsangan syahwat, gosip-gosip yang pada dasarnya adalah sebuah dosa bernama ghibah, dan tampilan-tampilan yang makin menyuburkan pola pikir berbasis penampilan fisik belaka. Bagaimanapun mata ini tak dapat ditipu saat kenyataan di lapangan begitu asyik menampilkan fenomena-fenomena yang sangat mengerikan. Betapa banyak perempuan yang dengan rela menampilkan bagian-bagian tubuhnya yang sebenarnya terlalu berharga untuk diumbar murahan seperti itu kepada setiap orang. Tak ayal lagi, para laki-laki pun yang pada fitrahnya mempunyai kesenangan terhadap lawan jenis seakn-akan terangsang. Akhirnya mata tak terjaga, hati terabaikan dan akhirnya rela berbuat dosa memenuhi kepuasan hawa nafsunya. Lupa mereka pada Allah Swt yang sudah memperingatkan seluruh manusia dari berbagai kemungkinan yang ada. Kesalahan-kesalahan fatal pun  terjadi saat ruh memutuskan untuk memilih hawa nafsu dan syetan sebagai kawan.

Apa yang menjadi awal mula pergeseran nilai yang pengaruhnya luar biasa ini? Jawabannya sangat sederhana, yaitu pada saat manusia tak lagi menghiraukan apa yang dikatakan oleh Rabbnya. Saat wanita-wanita zaman skarang yang lebih disibukkan oleh pekerjaan menghias diri dan mencari penghasilan tanpa tahu tugas hakikinya adalah sebagai penentu peradaban dan pembentuk generasi harapan. Mau dibawa ke mana dunia ini saat wanita-wanita yang akan menjadi calon ibu, tidak mempunyai perbekalan memadai untuknya, anaknya, dan keluarganya mengahadapi dunia yang semakin kejam ini?

Sedih saat menyadari bahwa justru sebagian besar  penghuni neraka adalah wanita. Padahal Allah dengan sangat teliti mengingatkan manusia terutama wanita tentang segala kemungkinan yang ada. Termasuk pula pada saat wanita bisa menjadi sumber malapetaka dunia. Dengan kelebihan yang Allah anugerahkan kepada wanita, dan fitrah bagi seorang laki-laki yang senang dengan lawan jenis. Perpaduan keduanya menentukan akan seperti apa dunia setelah masa ini? Pada saat keduanya tak dapat menahan diri dari belenggu hawa nafsunya, maka saat itulah dunia akan hancur.

Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita shalehah. Begitulah bunyi sebuah hadits yang diriwayatkan Muslim. Hadits ini mengungkapkan seberapa berharganya seorang perempuan dengan keshalehannya. Seorang wanita dengan tangannya, dengan hati dan fikirannya dan potensi kefahaman yang didasarkan pada aqidah yang kuat kepada Sang Mushawwir, bisa mengubah dunia. Pemuda-pemuda yang kelak dilahirkannya dengan pendidikan berbasis keislaman yang Haq bisa menjadi para mujahid-mujahidah, para ruhul jadid yang siap mengorbankan jiwa dan raganya untuk kejayaan Islam.  Dan sebaliknya, saat wanita tidak berada pada jalan yang di dalamnya terdapat pembinaan keislaman, para pemuda yang dilahirkannya bisa jadi malah menjadi generasi sampah yang justru menjadi musuh Islam karena pikiran-pikiran sekularisme yang begitu melekat dalam diri mereka, sehingga mereka tidak rela Islam tegak karena akan menghalangi hawa nafsu mereka terlampiaskan.

Menjadi seorang muslimah yang Allah cintai adalah pilihan satu-satunya bagi para wanita untuk bisa menembus segala yang terjadi sekarang dan di masa depan dan menyongsong kehidupan abadi di akhirat. Sebuah kehidupan kekal yang hanya Dia janjikan kepada hamba-Nya baik laki-laki maupun perempuan yang sungguh-sungguh berjuang di jalan-Nya, memenuhi segala perintah-Nya dan menjadi salah seorang tentara pilihan-Nya dalam upaya penegakan  Islam di hati seluruh manusia. Lalu apa sebenarnya yang harus dilakukan sementara dunia semakin kejam, hedonisme merajalela di mana-mana, kompetisi yang semakin menjadi dengan kapitalis sebagai biang keroknya. Selain itu, feminisme semakin merebak di masyarakat, dan ditambah lagi dengan keadaan ekonomi yang mencekik leher. Semuanya merupakan tantangan tersendiri bagi seorang perempuan muslimah dalam perjalanannya menjemput jannah Rabb tercintanya.

Pembinaan dan penjagaan yang menjadi bekal kekuatan para wanita muslimah menjalankan fungsinya sebagai rahim peradaban. Tentunya peradaban Islam yang agung dan berkeimananlah yang diusung oleh para calon Ibu ini. Kekuatan dari pembinaan dan penjagaan ini adalah milik Allah semata, dan Allah pula yang akan menentukan kekuatan-Nya akan diberikan kepada siapa. Selama para wanita berada pada koridor-koridor yang Allah tentukan, misalnya kepatuhan dalam melaksanakan ayat–ayat Al-Quran dan menjauhi larangan-larangan yang sudah ditentukan. Allah juga yang akan menilai keteguhan para muslimah dalam memegang prinsip yang haq dan dengan mudahnya Dia akan memberikan kekuatan-Nya kepada sosok Sang Pembentuk Peradaban ini.

Banyak hal yang harus diperhatikan seorang wanita muslimah, lihat saja betapa banyak ayat Al-Quran yang Allah siapkan khusus untuk wanita. Betapa Islam begitu menghargai para wanita, sangat berbeda dengan pola pikir yang dijalankan umat Yahudi. Betapa Allah menjaga kesucian wanita dengan memerintahkan wanita untuk menutup aurat, menundukan pandangan, dan menjaga hijab. Aturan-aturan yang Allah buat tidak malah mengekang kebebasan wanita dalam mengembangkan potensi diri, malahan dengan peraturan-peraturan itu, wanita terjaga fitrah kewanitaannya.

Sudah banyak contoh yang disebutkan Allah. Lihatlah  Siti Khadijah, ibu kaum muslimin ini begitu mulia akhlaknya dan utama perilakunya, sampai-sampai Rasul begitu mencintainya walaupun beliau sudah tiada. Lihatlah begitu cerdasnya Aisyah Binti Abu Bakar, seorang istri yang begitu lembut dan setia menemani perjuangan Rasul dan berperan juga sebagai sumber hadits. Lihat pula kisah Asma Binti Abu Bakar, Fatimah Binti Muhammad, Ibnu Haritsah, Ummu Sulaim, Ummu Salamah, Ummu Athiyah, Rufaidah dan shahabiyah-shahabiyah lain yang begitu luar biasa keteguhannya dalam menjalankan syariat Islam dalam kehidupan di masanya sampai risalah itu datang kepada kita sekarang.

Bagaimanapun, sampainya risalah ini kepada kita sebagai orang-orang yang hidup di zaman sekarang, selain merupakan kehendak Allah Yang Maha Kuasa atas segalanya, juga karena adanya keinginan yang tersembul di hati para shahabiyah itu untuk meneruskan perjuangan mereka sampai zaman sekarang ini. Benar bahwa wanita adalah rahim peradaban. Peradaban akan terbentuk sesuai dengan karakter wanita yang ada pada zaman tersebut.

Sekarang, setelah pemaparan ini, adalah pilihan kita untuk meneruskan estafet perjuangan yang sudah dimulai Rasulullah beserta rengrengan sahabat dan shabiyah pada zaman pertama atau kita memutuskan untuk hanya menjadi sorang penonton saja?  Wanita, dengan kekuatan yang Allah berikan kepadanya bisa menjadi penentu peradaban dengan melahirkan putra-putri pengusung Islam atau justru menjadi sumber malapetaka pengundang kemurkaan  Allah. Dan jika para wanita sudah memutuskan untuk tergabung dengan barisan para mujahid perindu Surga, adalah kewajiban mereka untuk menjadi obat masyarakat kita yang sakit ini….

Ayo Ukhti, surga di depan kita. Sudah saatnya bergerak, mari jemput surga kita dengan menjadi pembentuk peradaban Islam sejati yang melahirkan  generasi-generasi pembaharu yang dalam dadanya tertancap kekuatan Iman dan semangat yang menyala-nyala dalam menegakkan Islam di hati manusia dan setiap jengkal tanah di muka bumi.

‘Isy kariman aumut syahidan

Wallahu’alam Bis Shawab, semoga Allah meridhai..

Kertas dan Material Kemasan Berbasis Kertas, sebagai bahan baku pengemas pangan

Pulp (bubur kayu) merupakan bahan mentah dari pembuatan kertas, dus, corrugated board serta produk-produk lain yang serupa dengan itu. Pulp dibuat dari serat tumbuhan yang merupakan bahan terbarukan. Sebenarnya ada banyak bahan yang dapat dijadikan bahan baku produksi kertas, misalnya, rami, bambu, dan berbagai rumput-rumputan, berbagai macam daun, biji katun, dan serat kayu dari pepohonan. Saat ini, sampai 97% kertas dunia dan board diproduksi dari pulp kayu, dan 85% pulp kayu ini berasal dari cemara, firs, dan pinus-konifer dan tumbuhan berdaun jarum lainnya Dinding kayu dari kayu-kayu lunak yang lebih banyak digunakan dalam produksi pulp memiliki 40-45% berat sellulosa, 15-25% berat hemiselulosa dan 26-30% berat lignin . Maksud dari proses produksi pulp adalah memisahkan serat kayu tanpa merusaknya sehingga dapat dibuat menjadi lembaran kertas. Komponen lignin dalam kayu harus dilunakkan dan dilarutkan ka dalam fiber kayu itu sendiri. Produksi pulp secara komersial meiliki metode pelunakkan lignin dengan cara memanfaatkan perbedaan sifat fisik dan kimia antara selulosa dengan lignin untuk memperoleh fiber. Pelunakkannya terjadi sampai memiliki derajat lebih besar atau lebih kecil pada berbagai langkah yang dilakukan selama proses. Pulp yang mempertahankan sebagian besar lignin yang mengandung serat-serat kaku tidak akan dapat dijadikan kertas yang kuat. Dalam hal ini, warna dan kekuatan kertas tersebut akan berkurang dengan cepat. Hal ini dapat diperbaiki dengan mengambil sebagian besar atau keseluruhan dari lignin yang akan diproses dengan menggunakan larutan berbagai zat kimia. Pulp seperti ini dikenal dengan nama pulp kimia. Sedangkan proses pelunakan lignin yang lain yaitu dengan memberi tekanan pada kayu pada batu asah grindstone akan memproduksi pulp mekanik. Pada proses ini, panas dihasilkan untuk mengurangi gesekan antara komponen dalam kayu sehingga fiber terpisah dari lignin dengan sedikit kerusakan. Selain pulp mekanik dan pulp kimia ada lagi jenis pulp yang lain yang diklasifikasikan berdasarkan proses pembuatannya yaitu pulp semikimia dan pulp kimia-mekanik. Pembuatan pulp secara mekanik telah mengalami perkembangan yang cukup baik, di antaranya adalah proses yang bernama refiner Mechanical Pulping (RMP), Thermomechanical Pulping (TMP), dan Chemithermomechanical Pulping (CTMP). Adapun pembuatan pulp secara kimia biasanya menggunakan NaOH secara langsung maupun tidak langsung. Lignin dilarutkan dari bagian lapisan sehingga fiber terpisah. Dalam proses ini, kulit kayu diambil dan batang kayunya dibuat keeping-keping kayu kemudian dihancurkan dalam tekanan pada temperatur yang dibutuhkan.

Terdapat 2 proses terkenal pembuatan pulp secara kimia,yaitu:

1. Proses alkalin: proses soda, dan  proses kraft

2. Proses sulfit : proses asam sulfit, dan  proses bisulfit

Pulp yang dibuat dengan metode semikimia pertama kali ditemukan oleh Mitscherlich pada tahun 1984. Tujuan proses ini adalah menghasilkan perolehan yang maksimal yang setara dengan proses dari tingkat kekuatan dan kebersihan yang paling baik.

Adapun tahap-tahap yang dilakukan dalam proses ini adalah:

1. Menggunakan larutan kimia untuk menghancurkan dan mencerna kayu. Larutan kimia yang biasa digunakan adalah NaOH, Na2CO3, Na2SO4. Dalam proses ini, sebagian besar hemiselulosa harus sudah tercerna

2. Menghancurkan bahan secara mekanik, Salah satu proses terkenal pembuatan pulp secara semikimia adalah proses Neutral Sulfite Semichemical (NSCC). Proses pencernaan kayu merupakan proses yang memiliki arti yang sangat penting. Proses ini diatur sedemikian rupa dengan kondisi terbaik mulai dari temperature, tekanan, dan larutan kimia.

Tujuan utama dari pencernaan ini adalah:

1. Menghasilkan pulp masak yang baik, yang bebas dari bagian bebas selulosa dan hemiselulosa

2. Mencapai hasil maksimum dari perolehan hasil dengan kualitas yang baik.

3. Menjamin persediaan pulp yang konstan Setelah mengalami proses penghancuran, selanjutnya pulp akan mengalami proses penggelantangan. Warna pulp sangat bergantung pada jenis kayu asal, cara proses, dan komponen tambahan yang terdapat dalam kayu. Selulosa dan hemiselulosa sudah berwarna putih dan tidak berkontribusi pada warna pulp, sedangkan lignin sangat berperan besar dalam memberikan warna pada pulp.

Pada dasarnya, terdapat dua tipe penggelantangan yang biasa dilakukan pada pulp. Kedua metode ini adalah:

1. Memodifikasi secara kimia senyawa kromoforic pada kayu dengan menggunakan reaksi oksidasi atau oksidasi

2. Menyempurnakan proses delignifikasi dan membuang beberapa senyawa karbohidrat lain Proses bleaching pada produksi pulp secara kimia dan mekanik berbeda.

Proses Pembuatan kertas Pulp akan dilewatkan pada berbagai unit proses dan operasi, diolah secara kimia maupun mekanik, ditambahkan berbagai zat additive kemudian masuk ke dalam mesing pembuat kertas khusus. Beating dan pemurnian adalah proses awal yang digunakan untuk memperbaiki kekuatan dan sifat fisik dari kertas yang diinginkan, dan untuk mempengaruhi tingkah laku kertas selama berada dalam tahap proses pembentukan lembaran dan pengeringan tujuan proses ini adalah juga untuk menambah luas permukaan fiber dan pelarutan. Selain itu, proses ini juga dapat menambah fleksibilitas fiber sehingga bahan fiber menjadi relative mudah untuk dideformasi plastic dalam mesin kertas. Kualitas keluaran unit beater ini bergantung pada kualitas penghancurannya. Fiber untuk kertas biasanya keras dan elastic dan biasanya fiber akan berubah menjadi lunak jika dimasukkan ke dalam mesin kertas tanpe melalui proses beating ini. Sizing adalah proses untuk menjadikan bahan fiber menjadi kertas dan lebih tahan rusak dari berbagai cairan, khususnya air. Damar adalah bahan terbanyak yang digunakan sebagai zat pembantu proses ini, selain itu, dapat digunakan juga bahan seperti pati, lem, kasein, resin sintetis, dan turunan-turunan selulosa lainnya. Behan-bahan ini ditambahkan secara langsung ke dalam beater beater yang sedang memproses fiber, atau ditambahkan saat fiber sudah menjadi lembaran kertas kering untuk membuat permukaan tahan cairan.

Beberapa proses yang terkenal dalam proses pembuatan kertas, yaitu:

1. Fourdrinier Mesin Fourdrinier pertama kali ditemukan pada tahun 1804 oleh Henry dan Sealy Fourdrinier. Pada proses ini, kertas dibuat dengan mengendapkan suspensi fiber yang sangat larut dari suspense cairan pembawanya. Hampir 95% air dibuang pada proses ini. Saat itu, masing-masing fiber akan bersilangan satu sama lain secara acak.

2. Silinder Mesin silinder atau dikenal dengan proses mesin tong pertama kali dikembangkan oleh John Dickinson dari Inggris pada tahun 1809. Manfaat mesin ini adalah dalam manufaktur kertas dus, yaitu sejumlah unit silinder dapat disusun sehingga lapisan fiber dari setiap silinder dapat diendapkan dan seluruh lembaran itu dapat dikombinasikan untuk membuat dus. Ketebalan diatur dan dibatasi dengan jumlah silinder yang digunakan.

3. Twin wire Metode ini digunakan untuk membuat kertas dan kertas dus. Kertas dibentuk di antara dua penyaring. Dan air dikeluarkan dari bahan dengan memodifikasi tekanan dan bahkan sampai tercapai keadaan vakum.

4. Pemerasan dan pengeringan Setelah meninggalkan mesin pembuat kertas di atas, kertas yang berupa lembaran yang masih mengandung 75-90% air diumpankan kepada unit untuk diperas kemudian dikeringkan dengan rol pemanas dengan steam sampai tersisa kelembaban sebesar 4-10%.

Sifat Fisik kertas:

1. Direksi kertas. Arah (direksi) kertas menentukan beberapa sifat fisik kertas yang lain. Arah ini bergantung pada orientasi urat fiber selam dalam proses pembuatan

2. Basis Massa Basis Massa adalah ukuran massa dalam gram per meter kuadrat. Sifat fisik ini ditentukan oleh standar TAPPI T 410.

3. Ketebalan Maksud ketebalan di sini adalah ketebalan satu lembar kertas yang diukur dalam kondisi spesifik TAPPI T 410 dan biasanya dinyatakan dalam mikron

4. Kuat tarik Kuat tarik adalah gaya per lebar unit lembaran kertas yang dibutuhkan untuk menghasilkan kerusakan pada kertas tersebut pada kondisi spesifik

5. Bidang potong Bidang potong ini dinyatakan dalam persentasi elongasi per lebar. Bidang potong akan memiliki nilai terbesar dalam arah silang.

6. Bursting Strength Bursting Strength adalah tekanan hidrostatik yang dibutuhkan untuk memutuskan bahan saat berada dalam kondisi spesifik.

7. Tearing Strength Tearing Strength adalah gaya rata-rata yang dibutuhkan untuk menyobek sebuah lembaran kertas dalam kondisi spesifik

8. Tingkat kekakuan Kekakuan yang dimaksud adalah tahanan ikatan yang diukur oleh gaya yang dibuthkan untuk memberikan pembelokan. Tingkat kekakuan bervariasi bergantung pada ketebalan kertas.

9. Daya tahan lipat Daya tahan lipat merupakan jumlah lipatan maksimum yang masih dapat ditahan kertas sampai terjadinya kerusakan berdasarkan kondisi spesifik TAPPI T 410

Macam-macam produk kertas Secara garis besar, kertas dibagi menjadi 2 kategori, yaitu

1. kertas asli yang biasanya dibuat dari kertas tergelantang, dan digunakan untuk menulis, sebagai buku besar, buku dan cover.

2. Kertas kasar (coarst), dibuat dari kertas tak tergelantang (tidak mengalami proses bleaching dari pulp kayu lunak dan biasanya digunakan untuk kemasan makanan.

Macam-macam tipe kertas:

1. Kertas kraft Biasanya digunakan untuk tas, karton berombak, juga untuk kemasan makanan

2. Kertas tergelantang Biasanya digunakan untuk dibuat tas kecil, amplop, kertas lilin, label, dan bahan laminating

3. Kertas Greaseproof Biasanya digunakan untuk fatty foods

4. Kertas Glassine Merupakan kertas yang tahan minyak.Biasanya digunakan untuk tas, kotak dan kemasan makanan berminyak

5. Perkamen sayur Kertas ini tidak beracun dan memiliki kekuatan tahan basah dan minyak. Biasanya digunakan untuk kemasan makanan basah dan berminyak

6. Kertas tissue Kertas ini memiliki sifat lembut, dan semitransparan.