Monthly Archives: May 2010

ketika raga menemukan jawaban atas pertanyaannya…….

perjalanan adalah himpunan titik-titik bernama peristiwa yang menyusun bagian non-jasad seorang manusia, dalam perjalanan, seringkali terlintas berbagai pertanyaan yang menanti jawaban….

Allah Yang Maha Agung Maha Tinggi dengan segala KetinggianNya,, inilah aku Rabbi, hambaMu yang dhaif yang belum mampu melaksanakan perintahMu secara optimal, masih sering kali terbentur berbagai hal remeh yang membuatnya terpuruk dalam ketidakberdayaan atas perilakunya sendiri,, inilah aku Rabbi, yang mengharap yang terbaik dariMu, namun belum dapat memberikan yang paling baik yang seharusnya..inilah aku Rabbi, yang telah seringkali Kau berikan jawaban atas pertanyaan2 ku tentang banyak hal..dan sayangnya masih belum bisa diri ini mengimplementasikan hal tersebut sepenuhnya dalam kehidupan nyata,, untuk itu aku mohon Ampuni aku, ampuni aku…

aku yang berada pada titik di kuadran kehidupanku,, berpacu dengan waktu mengukir kisah yang kuharapkan dapat kupersembahkan di hari pertemuanku denganMu wahai Dzat yang telah memberikan anugerah yang tiada terkira kepadaku selama ini,,aku yang berada pada harapan dapat menjadi pribadi ideal yang kutetapkan sendiri, namun seringkali lemah dalam memulai langkah kini mengharap KeBESARAnMu untuk berkenan membuatku semakin kuat dengan berbagai Ujian Yang Kau berikan padaku, dengan bisikan setan dan hawa nafsu yang menelisik ke dalam relung jiwaku, dan atas kelemahan diriku sendiri yang aku sendiri belum dapat mengalahkannya…

tiada kata selain puji Syukur ke HadiratMu Wahai Dzat Yang memberikan perlindungan terbaik,, sekali lagi Kau tunjukkan kepadaku betapa Besar Engkau dan betapa kecil dan lemahnya aku, betapa Mudahnya Kau menyelesaikan kegalauanku, menenangkan semua resahku, mengatasi semua kekawatiranku.. sungguh ke depannya tak ada lagi dalam kamusku merasakan kegelisahan seperti itu karena ku yakin Kau kan selalu ada bersamaku dan memperlihatkan eksistensi KeagunganMu yang sekejap saja akan mengalihkan segenap ragaku hanya kepadaMu.. hanya berharap, pertama semoga Kau akan terus memberikan ketetapan hati sehingga dalam kondisi apapun aku akan tetap peka terhadap apa yang ingin Kau perlihatkan padaku, kedua: aku ingin di saat aku lemah, kembali kalah oleh diriku, hawa nafsuku dan setan yang membisikiku, Kau berkenan mengingatkanku ketika aku berada pada titik titik puncak keimananku, betapa saat itu aku mencintaiMu dan tak ada yang bisa mengalahkan Cinta Itu, tak ada satupun yang bisa mengalihkan ragaku dari harapan atas pertemuan denganMu…aku ingin selalu Kau ingatkan betapa nikmat ketika Kau di atas segalanya,, di atas segala bentuk aktifitas dan keinginan duniawi, sehingga membuatku bersegera untuk kembali meraih kondisi itu…

Allah, aku malu, malu dengan segala salahku, yang hanya dengan masalah kecil aku mengabaikanMu, dengan secuil bukti kekuasaanMu yang Kau wujudkan menjadi sesosok raga, aku melupakanMu.. Allah, aku malu, dengan segala yang sudah kulalkukan yang hanya membuatku nampak hina dina, ahhhh… aku menyesal..

Allah, kini keresahan itu telah berakhir, dengan kuasaMu tentu,, dengan anugerahMu yang alhamdulillah masih melindungiku dari kehilapan kehilapan yang lebih besar yag bisa terjadi padaku,, semoga Kau berkenan terus mengingatkanku..bye bye masalah,,bye bye resah,, bye bye illah illah yang lain.. kuazzamkan diri ini mulai detik ini untuk terus mencoba menggapai puncak dari mahligai ketaatanku terhadapMu,,,


bismillah………………….

Isyhaduu Bi Anna Mujahidatun,, lihat,, iin yang baru saat ini tlah terlahir kembali

menatap lari diriku………………….

Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillah hanya Allah yang memberikan kesempatan kepadaku untuk melihat sisi lain lagi tentang dakwah ini,, ntah kenapa apakah aku memang sudah lama meninggalkan kehidupan itu semntara disadari bahwa aku dulu,,, huhuhu,,(emang dulu kaya gimana emang???)

Waktu berlalu begitu cepat, kulihat sahabt-sahabatku dulu yang berlari bersamaku dengan start yang sama kini melesat jauh di depan,, dan kulihat adik-adikku pun berlari menyusulku, semantara diriku,,masih di sini di posisi yang sama dengan dulu atau bahkan mundur,,, astagfirullah,, sebegini jauhkah ikhtiarku untuk meraih ridhaMu,, seakan-akan aku tak mngerti apa2, aku tak tau apa2, tak satupun kata yang bisa kuungkapkan, begitu dangkalkah pemahamanku, begitu payahkah pemikiranku,, ketika perasaan ini berkata bahwa aku tak mampu mngejar mereka,, lalu akan berdiamkah diriku di posisi yang sama?? Ga mau kan?? Lalu kenapa ga sadar sadar?? Atuh laaaah,, iin sayang, dirimu yang mengazamkan diri untuk menjadi salah satu tentara Allah yang menegakkan agama ini, dengan apa yang ada dan apa yang harus dihadapi,, tentu mau gamau kapasitasku juga harus kutingkatkan,,,, harus dan harus,, ayo in,, kata kata dan azzam saja tidak cukup,, harus ada kekuatan eksekusi atas pemahaman yang ada dan harapan yang ingin diwujudkan, dan kekuatan eksekusi ini bergantung pada keimanan dan militansi.. so, in increasing your belief,,,,,,,

a journey

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan menyebut Asma Allah Yang Maha Indah dan Maha Memahami

Sebuah perjalanan… itulah nama blog ini, pada awalnya itu kubuat hanya dengan pertimbangan sederhana,, namun, setelah diresapi kembali, sebuah perjalanan tidak anya memiliki arti yang sekedar makna, melainkan lebih…

Sebuah perjalanan, adalah sesuatu yang bs mmbuatku berpikir lebih dalam, berpikir lebih jauh. Membuat diriku bertanya dan berkata pada diriku, berhenti sejenak dan berpikir, ribuan kata berhamburan, ratusan makna berkeliaran, menunggu untuk diuntai menjadi rangkaian kata yang menjadi bukti dan dokumentasi berbagai lintasan pikiran dalam yang ada di benak ketika itu..

Ada banyak hal baru,, hal biasa,, hal yang tak biasa,, berseliweran, menunggu untuk ditangkap hikmahnya sedemikian rupa sehingga jelas bahwa ketakwaan dan keimanan ini akan bertambah..terkadang ada jalan yang biasa dilalui namun tanpa diduga, kita terpaksa memilih jalan memutar untuk mencapai tujuan yang sama. Meski pada awalnya menggerutu, tapi selama hati kemudian bisa diikhlaskan untuk menerima, akhirnya Allah pun akan menggantinya dengan hal2 baru yang justru membuat diri ini jauh lebih baik jauh lebih baik,, dan kita terkadang sombong menjudge jalan ini jalan itu baik bagi kita padahal ada jalan terbaik yang Allah kehendaki,,

Perjalanan adalah perubahan posisi waktu, tempat,, dan satu hal lagi yang penting adalah keimanan. Perjalanan adalah sebuah prosesi yang membuat kita bergerak dari tempat, tidak diam, mlainkan berubah,,terkadang menjadi lebih baik terkadang menjadi lebih tidak baik,,itu fitrah,, padahal sudah diwanti2, karena muslim harusnya setiap detiknya bertambah dan bertambah keimanannya.

Perjalanan adalah tempat menemukan lebih banyak hal baru, memberikan kesempatan kepada dua orang untuk saling dekat, saling bicara lebih banyak dari biasanya.. huaa,,, kata2nya ga baguuuss. Sebell..

Pada hakekatnya, kehidupan adalah sebuah perjalanan. Perjalanan menuju akhirat,, salah jalan ke neraka, jalan benar ya ke surga, mungkin begitu sederhananya. Ada banyak kisah, ada banyak sahabat, ada banyak hal yang tak terduga ada datang dan pergi, yang menuntut kita untuk bisa membuka kepala dan dada sedemikian lebarnya sehingga apa yang ingin Allah sampaikan kepada kita adalah apa yang memang kita gali dari itu..

Hmmm….

kisah kakek sandal Ban

Telah lama kepala ini ingin menarikan pena yang menguntai sejumlah kata yang menjadi sekeping bagian cerita dalam hidupku…namun keengganan yang merajai diri kadang selalu bisa memenangkan pertanrungan dalam jiwa…

Ada banyak kisah yang ingin dituturkan, ntah itu berupa cerita perjalananku menuju bumi nenek disemayamkan, ntah itu perasaan campur aduk yang terasa ketika kelulusan dari almamater tercinta ITB, ntah itu kisah kakek sandal ban yang kutemui ketika perjalanan menuju tempat  ngajar, kisah di asrama putri Salman bersama adek2 manis dan lucuku tersayang… hoo betapa banyak bukan?? Dan smpai sekarang pun untai2 kata itu masih tetap di kepala.. belum tertuang juga..

Ya udah… kumulai dari mana ya….

Dari kisah si Bapak aja deh,, hmm tapi panjang mereeun,,

Berlalu dari Salman pukul 07.45 menuju Gerlong dengan menaiki angkot Caheum Ledeng kududuk d dekat pintu berharap angina menerobos dan menyejukan mukaku. Kutatap bapak tepat di seberangku, duduk dengan manis dengan mata yang penuh kilau, sinar keteduhan yang menyala seketika berbalut kesederhanaan yang bersahaja,, ah,, aura seperti itu sama sekali tidak berdusta,, Bapak ini orang hebat,, I can feel it.. kulihat dagangannya,, ya, itu sandal 5000-an yang dibuat dari ban bekas,, kreatif.

Aku tau Bapak ini biasa jualan di deket gedung Sate,, dalam perjalanan menuju aksi munashoroh dulu, supir angkot yang kunaiki membeli sepasang sandal darai Bapak itu,,sebuah ikhtiar untuk beliau di usia selanjut itu, aku rasa mungkin itu yang bisa beliau lakukan untuk menghidupi istri, anak dan cucunya.. ada satu hal lain yang kurasa, ntah kenapa gurat-gurat keshalihan itu tergambar sedemikian rupa membuat aku merasa ingat kepada Dzat Yang Maha Penyayang, aura seperti ini, aura yang menebarkan pertanmbahan keimanan pada orang di sekitarnya,, aura yang membuat orang2 ingat pada Allah,, dengan hanya melihat saja sudah waw apalagi ketika bicara atau bertindak,, hmm sungguh aku ingin bisa seperti itu….

Pendek geuning.. ya sudahlah yaa