kisah kakek sandal Ban


Telah lama kepala ini ingin menarikan pena yang menguntai sejumlah kata yang menjadi sekeping bagian cerita dalam hidupku…namun keengganan yang merajai diri kadang selalu bisa memenangkan pertanrungan dalam jiwa…

Ada banyak kisah yang ingin dituturkan, ntah itu berupa cerita perjalananku menuju bumi nenek disemayamkan, ntah itu perasaan campur aduk yang terasa ketika kelulusan dari almamater tercinta ITB, ntah itu kisah kakek sandal ban yang kutemui ketika perjalanan menuju tempat  ngajar, kisah di asrama putri Salman bersama adek2 manis dan lucuku tersayang… hoo betapa banyak bukan?? Dan smpai sekarang pun untai2 kata itu masih tetap di kepala.. belum tertuang juga..

Ya udah… kumulai dari mana ya….

Dari kisah si Bapak aja deh,, hmm tapi panjang mereeun,,

Berlalu dari Salman pukul 07.45 menuju Gerlong dengan menaiki angkot Caheum Ledeng kududuk d dekat pintu berharap angina menerobos dan menyejukan mukaku. Kutatap bapak tepat di seberangku, duduk dengan manis dengan mata yang penuh kilau, sinar keteduhan yang menyala seketika berbalut kesederhanaan yang bersahaja,, ah,, aura seperti itu sama sekali tidak berdusta,, Bapak ini orang hebat,, I can feel it.. kulihat dagangannya,, ya, itu sandal 5000-an yang dibuat dari ban bekas,, kreatif.

Aku tau Bapak ini biasa jualan di deket gedung Sate,, dalam perjalanan menuju aksi munashoroh dulu, supir angkot yang kunaiki membeli sepasang sandal darai Bapak itu,,sebuah ikhtiar untuk beliau di usia selanjut itu, aku rasa mungkin itu yang bisa beliau lakukan untuk menghidupi istri, anak dan cucunya.. ada satu hal lain yang kurasa, ntah kenapa gurat-gurat keshalihan itu tergambar sedemikian rupa membuat aku merasa ingat kepada Dzat Yang Maha Penyayang, aura seperti ini, aura yang menebarkan pertanmbahan keimanan pada orang di sekitarnya,, aura yang membuat orang2 ingat pada Allah,, dengan hanya melihat saja sudah waw apalagi ketika bicara atau bertindak,, hmm sungguh aku ingin bisa seperti itu….

Pendek geuning.. ya sudahlah yaa

Advertisements

About iinparlina

Seorang Insan manusia yang diciptakan Allah dengan segala kekurangan dan kelebihannya, yang mencoba menjadi seorang yang dicintaiNya, dan salah satu cara yang dilakukannya adalah dengan menulis, membagi sedikit sekali ilmu yang dimilikinya. Meskipun sedikit, dia berharap dari yang sedikit itu, ilmu itu bisa bermanfaat untuk orang lain sebagaimana dia pun membutuhkan Ilmu untuk membuatnya bisa menjejakan kakinya di surga.

Posted on May 2, 2010, in cahaya pelangi. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: