Monthly Archives: September 2010

Sebuah Perjalanan di Masjid Salman (edisi 1)

Wahai gedung yang tegar berdiri di tengah kancah kehidupan yang penuh lika-liku ini…

Kekuatan apa yang kau miliki sehingga hatiku begitu terikat padamu, semakin aku pergi semakin aku merindukanmu, semakin aku dekati semaikn aku tak mau lepas darimu. Keinginan yang begitu kuat selalu bersemayam dalam dadaku untuk selalu menyempatkan diri mampir ke tempatmu..dan menunaikan salah satu Ibadah Allah yang akan menuntunku ke surga..

Wahai gedung kau hanyalah gedung,, tapi Ruh yang Allah tiupkan kepadamu membuat banyak hati2 terikat padamu, tak hanya aku, teman2ku, tapi juga pendahulu2ku..sgala pernak pernikmu yang sebenarnya juga memusingkan  tak menyurutkan keinginanku untuk terus bersamamu..

Maha Besar Allah, Sang Penulis Skenario Kehidupan Terbaik..Allah menitipkan aku padamu selama 5 tahun. Waktu yang lama untuk kadar yang sewajarnya, karena pada umumnya maksmum hanya 3 tahun..

(melankolis mode on-nya udahan ah)

Februari 2005 pertama kali menginjakan kaki di Masjid Salman. Saat itu aku sedang halangan sehingga tidak bisa menunaikan Shalat di sana. Saat itu aku bicara pada Allah “ya Allah, aku ingin ini bukan kali terakhir aku menginjak masjid Ini. Aku ingin Juli 2005 aku kembali ke sini dengan statusku sebagai mahasiswa ITB”.. sejak itu semua buku catatan dan buku lat soal SPMB-ku penuh dengan kata bernama “Salman Spirit” yang berarti ini adalah semangat perubahan dan semangat peningkat kekuatan yang akan bisa kuraih dalam hal kedekatan sama Allah dan kekuatan pengetahuan yang bisa membuatku merubah dunia.

Maha Besar Allah, yang memperkenankanku menjadi mahasiswa Teknik Kimia ITB, ucapan dan doa yang kupanjatkan kepada Allah setelah Februari 2005 itu akhirnya terkabul. Dan Maha Besar Allah yang mensetting kehidupanku dengan menempatkanku bersama seorang aktifis Masjid Salman ITB yang memiliki jam terbang dalam dakwah yang sangat kereeeen.. beliau adalah seorang mahasiswa biologi 2003 yang berasal dari daerah yang sma denganku. Dan dia adalah salah satu anggota Asrama Putri Salman yang ketika itu belum bisa menempati asrama karena asrama masih dalam perbaikan.

Maha Agung Allah, yang membuatku kemudian menuliskan namaku di atas kertas rekrutmen salah satu unit Salman bernama MATA salman. Tanpa ada pengetahuan apa2, (lain halnya dengan teman2 yang lain yang dapat rekomendasi dari senoirnya untuk mendaftar unit yang satu itu), aku mandaftar dengan polosnya..yang aku fikirkan hanya bagaimana aku bisa mewujudkan janjiku pada Allah kalo aku akan makin dekat kepadaNya ketika aku kuliah di ITB.

Aku, seorang Iin Parlina, yang berasal dari keluarga biasa, yang masuk ke ITB dengan mengandalkan beassiwa dari Guru2ku, dan berharap akan mendapatkan beasiswa kuliah di sini. Aku yang dengan kondisi ruhiyah yang biasa saja, yang hanya suka pake baju besar dan kedodoran serta kerudung menutup dada secukupnya. Tak pernah aku berpikir akan menjadi iin yang seperti sekarang, karena aku ingat betul ketika SMP aku pernah mencibir orang2 dengan jilbab yang besar2 yang aku bilang dulu “kok mau ya ke sekolah pake mukena” haha,, beginilah aku sekarang, meski tidak bercadar dan memakai kerudung mukena, tapi untuk menutup sesuai syari;at, insyaallah aku bisa.

Seleksi MATA ribet yaa!! Tapi karena ribet itu jadi pengen masuk Mata.. dan alhamdulillah masuk, meskipun ada akhawat TK yang keren justru ga diterima. Itulah pertama kalinya aku berinteraksi dengan masjid Salman yang terasa makin intens seterusnya. November 2005, saya direkomendasikan ikut PMS-II-12, yang katanya adalah pelatihan dasar kader Salman.. haha ikut akhirnya, maen2 ke dago pakar bersama anak2 Asrama Putri dan Putra Salman. Desember 2005 aku ikut seleksi masuk asrama Salman… itulah pertama kalinya betapa Salman sudah mulai kurasakan menjejak kuat di dalm benakku.

Masuk Asrama Salman ITB pada Februari 2006, tepat setahun setelah aku mengunjungi Salman pertama dulu. Dan di sinilah pembinaanku di Salman yang khas Salman dimulai. Dinamika yang luar biasa yang kualami dengan menjalani aktifitasku sebagai Tekim-er, Mata-er, dan Astri-er.

Waktu berganti, dinamika rekrutmen dan evaluasi eliminasi di asrama berganti mengantarkanku bertemu banyak orang yang kemudian membuat memori tersendiri dalam hidupku, dan sampai 2008, ketika smuanya harus pergi karena akan digantikan oleh penghuni asrama putri dan Putra yang baru, aku tidak ikut pergi. Pertama karena aku harus Kerja Praktek di Unilever selama 2 bulan lebih dikit sehingga tidak mungkin bolak balik ngurus pindahan, kedua dan ini adalah alasan utama, aku belum bisa mengondisikan diriku jauh dari kondisi yang membuatku harus menjaga diriku dengan usaha ekstra, karena selama di SALMAN, ada mekanisme alamiah yang membuatku bisa terjaga dengan sendirinya…

Agustus 2008 bertemu dengan orang2 baru, yang ga baru Cuma aku, muti, tgantina, tdani, dan Loli. Astrier yang lainnya pindah kekos-annya msing2..bertemu dengan adik2 yang baru memberikan suasana yang baru untukku. Feel berbeda yang mulai tumbuh bernama feel seorang kakak.

Dua tahun program asrama berjalan, kadang lancar, kadang ga ada acara sama sekali. Pd akhir 2009, pembina astri yang ketika itu akan menikah di awal Januari 2010, berbicara padaku dan mengkondisikanku untuk bersedia menjadi pembina asrama berikutnya.. dari adik paling kecil di asrama, kini aku menjadi kakak yang paling besar.

Februari 2010, tepatnya, aku resmi menjadi pembina asrama Putri Salman, bersama Irfan yang menjadi pembina Asrama Putra.

Inilah babak baru dalam kehidupanku, di mana hidupku kini diwarnai pikiran bagaimana membina 16 orang adik yang lucu dan shalihah. Aku merasakan betapa sulitnya hal itu dilakukan dan betapa dulu teh Euis, teh Dwi, dan pembina2 astriku yang lain berusaha sekuat tenaga merancang pembinaan yang diharapkan akan memiliki dampak yang signifikan bagi kami semua. Kini aku merasakannya Ya Allah,,, betapa berat pertanggungjawabannya.. tapi subhanallah, feel yang ada begitu terasa, seperti mempunyai 36 orang adek terutama yang 16 yang harus iin urusin..

Namun babak berikutnya adalah saya pun harus keluar dari sana… sedih banget,,berpikir karena akan kehilangan beberapa hal yang selama ini aku peroleh. Tapi ya,, bismillah, ini pun adalah skenario dari Allah SWT.. dan siapa lagi yang paling baik keputusan dan pembuat Kehendak selain Allah yang Maha Kuasa…

(to be continued)

Advertisements

ini adalah bentuk mempercayai Qadha dan Qadar Allah

Kali ini saya ingin menuliskan salah satu akhwat yang saya hormati..(semoga beliau berkenan dan menjadi bahan renungan kita smua)

Akhwatfillah yang satu ini memiliki kekuatan yang luar biasa di balik sikapnya di luar, meskipun namanya manusia tiada yang sempurna, dia pun memiliki kelemahan yang cukup banyak (hehe). Jika dikatakan keren sebenarnya dia sangat keren bagiku, masuk program studi yang bonafit, dan memiliki nilai2 yang baik di sana, lulus dengan nilai yang sangat baik pula mskipun juga tidak nyampe gelar cumlaude.

Akhwatfillah yang satu ini memiliki jam terbang di dunia syiar dan kaderisasi di bidang dakwah yang cukup banyak, memiliki adik2 yang juga sangat menghormati dan menyayanginya, memiliki amanah dakwah yang saya anggap keren. Ah..ukhti,,apa lagi yang bisa kuceritakan tentang dirimu..

Akhwatfillah ini juga memiliki segudang keterampilan yang luar biasa, mulai dari menulis, memasak, mendesain, menjahit, menyulam, menyanyi bahkan, huhu..apalagi coba..

Namun ini dia intinya. Di usia yang telah mencapai duapuluh tiiiiiiiiit, beliau belum juga menikah. Dengan kepribadian dan kelebihan yang saya sebutkan saya pikir tidak akan sulit kali buat beliau untuk menggenapkan setengah dien. Sama seperti akhwat usia nikah yang lainnya dia pun sering diledeki saudara2nya yang lain termsuk saya hehe..

Dia hanya menjawab seperti ini, “iin sayang, yang namanya pernikahan itu adalah slah satu rahasia Allah yang sudah demikian baik Allah tetapkan untuk masing-masing manusia, tidak perlu ada kekawatiran dan kerisauan untuk memikirkan lebih jauh karena pernikahan hanya washilah untuk beribadah kepada Allah, mskipun banyak pula nilai2 yang teramat menggiurkan ketika hal itu terjadi pada diri kita”

Lanjutnya, “kalo kita berpikir kita siap, maka sungguh hanya Allah saja yang Paling benar dalam menilai apakah kita benar2 siap atau tidak. Bisa jadi kita bilang siap kata Allah kita belum siap, benar?? Saya pun kalo mau egois saya bisa bilang sama Allah kalo saya siap, tapi saya sebenarnya tidak tahu apakah menurut Allah saya benar2 siap. Selain dari faktor kesiapan, bisa jadi Allah ingin menguji kesabaran kita, jadi just show to Allah kalo kita bisa sabar untuk menanti ketetapannya.”

“kalo saya,, semoga Allah menurunkan kekuatanNya untuk membuat saya terjaga di jalan ini, karena begitu sangat saya sadari bahwa melajang pun memiliki nilai potensi mengundang fitnah yang sangat besar. Sampai waktu Allah perkenankan saya dipertemukan dengan QAWAM saya, maka mudah2an Allah berkenan menjaga saya, dan sya dapat memanfaatkan kesempatan melajang ini untuk mengembangkan diri. Yang penting saat ini adalah bagaimana saya bisa berjuang di jalan Allah sampai Allah ridho kepada saya dan berkenan menjadikan saya bagian dari orang2 yang shalih dn masuk Jannah-Nya, ntah itu menikah atau justru sya harus syahid sebelum pernikahan itu terjadi. Segala ketetapan Allah adalah sesuatunyang tak bisa diragukan lagi kebaikannya, karena Allah-lah sebaik-baik pembuat ketetapan. Maka saya, Iin atau akhwatfillah yang masih lajang yang lainnya tidak perlu menyangsikan skenario yang sudah Allah buat. Tugas kita adalah senantiasa berbuat terbaik, mempersiapkan kehidupan akhir kita dengan bekal terbaik, dan mencintai Allah serta memikirkan bagaimana keimanan dan ketakwaan terhadapNya tidak akan pernah luntur.”

“Iin sayang, Allah tidak akan salah, Allah Maha Sempurna dari segala kekurangan, dan kesalahan adalah salah satu kekurangan, artinya, Allah Maha Sempurna dari segala kesalahan. Jadi hati2 berprasangka kepada Allah, bisa2 prasangka itu tuntunan syaitan yang menjerumuskan kita pada keraguan terhadap Allah, bukankah kita harus beriman kepada qadha dan Qadar. Dan bukankah Allah sesuai dengan prasangka hambaNya. Biarlah manusia di luar berbicara yang penting adalah hati kita dan fikiran kita meyakini insyaallah baik itu jodoh, rezeki, kematian sudah ditetapkan sebaik mungkin. Nantinya dengan bangga kita bisa bilang sama Allah bahwa :”lihat Allah aku bisa sabar terhadap ujianMu. Yang kuharapkan adalah cinta dan RidhoMu, hanya itu, dan aku akan melakukan apapun yang bisa membuatku bisa mencapainya” . gitu iiin. Kallau kita kesal kenapa kesempatan itu belum datang, maka sebenarnya tidak usah kesal karena itu ladang amal, dan kesempatan untuk melakukan banyak hal yang hanya bisa dilakukan oleh orang lajang. Hehehe..namun ketika amanah itu datang yan kita juga harus siap,, begitu iin sayang,,, ngerti???”

Pembicaraan ini pun berakhir dengan sebuah pencerahan baru di kepalaku.. Maha Suci Allah,,Maha Berkehendak Allah..Allah lah yang berkehendak adanya pemikiran seperti itu, dan mudah2an saya bisa menerapkannya.. bismillah.

5 cm

….begitu juga dengan mimpi2 kamu, cita2 kamu, keinginan kamu, apa yang mau kamu kejar

Taruh di sini…jangan menempel di kening Biarkan dia mengambang, menggantung 5 centimeter di depan kening kamu

“jadi dia nggak akan lepas dari mata kamu. Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari, kamu lihat setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa. Apapun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri Kalo kamu nggak percaya sama keinginan itu dan kamu nggak bisa menyerah. Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh. Bahwa kamu akan mengejarnya sampai kamu dapat, apapun itu, segala keinginan, mimpi, cita2, keyakinan diri…”

“…biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung mengambang di depan kening kamu. Dan sehabis itu yang kamu perlu.… cuma… Cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, Tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, Mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya’ Leher yang akan lebih sering melihat ke atas, Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras daripada baja, dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya, serta mulut yang akan selalu berdoa….”

Dan kamu akan selalu dikenang, sebagai seorang yang masih punya mimpi dan keyakinan, Bukan cuma seonggok daging yang punya nama Kamu akan dikenang sebagai seorang yang percaya pada kekuatan mimpi dan mengejarnya. Bukan seorang pemimpi saja. Bukan orang biasa2 saja tanpa tujuan, mengikuti arus dan kalah oleh keadaan Tapi seorang yang selalu percaya pada kekuatan mimpi dan mengejarnya, percaya pada keajaiban cita2, dan keajaiban keyakinan manusia yang tak terkalkulasikan dengan angka berapapun… dan kamu nggak perlu bukti apakah mimpi2 itu akan terwujud nantinya karena kamu hanya harus mempercayainya….

Percaya pada…. 5 centimeter di depan kening kamu….”

(taken from “5 cm” by Dony Dirgantoro)

berharap “yang terbaik”

Hujan deras lagi di siang hari 14 September 2010, saatnya berdo’a

Sambil ditemani lagu insyaallah-nya MaherZein dan GiveMeSomeSunShine-nya 3 Ideot mencoba mambantuku mengumpulkan segenap rasa yang bisa membuatku menggoreskan kata-kata yang berharap tak sekedar menjadi kata,, ini adalah sebuah harap pada Yang Maha Pemberi Harap dan Pengabul Harap…

Give Me Some Sun Shine, Give Me Some Rain, Give me Another Chance and I’ll Grow Up Once Again..

Ya Allah Yang Maha Kuasa, kugunakan waktu yang mustajab ini untuk mengharap padaMu, mengharap atas sebagian kecil impianku yang kucoba kurangkai dalam hidupku untuk bisa menjadi jundiMu yang terbaik, yang tidak hanya kata tapi tindakan Nyata!!

Ya Allah Yang Maha Berkehendak, ada satu impian besar ups ga hanya satu ding tapi banyak, KauLah yang berkehendak, dan kumohon tunjukan jalannya kepadaku..

Impian iin yang paling besar ada di kata-kata terbaik yang tercantum kedua pedoman yang Kau berikan kepada kami,, satu adalah khairu ummah, satu adalah khairun naas, dan satu lagi adalah khairun minkum.. satu berisi “ummat terbaik yang menyeru pada kebaikan, melakukan kebajikan dan mencegah kemungkaran” yang berarti tugas utama iin yang Allah titip ketika iin dilahirkan yakni jadi dai sebelum menjadi apapun. Yang kedua adalah “sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al Quran dan Mengajarkannya” yang berarti bahwa iin harus memiliki internalisasi yang baik terhadap Firman2 Allah, memiliki interaksi yang kuat dan mampu membawa orang lain untuk memahami hal yang sama, yang ketiga “manusia terbaik adalah manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya” yang berarti bahwa iin harus menjadi seseorang yang memiliki arti yang signifikan bagi kehidupan di sekitarnya—kalo iin melihat ini lebih merujuk kepada profesionalisme dan keilmuan yang iin miliki.

Kesimpulannya adalah ketiga kata terbaik yang Allah pahamkan pada diriku sudah dengan sangat baik menggambarkan betapa hidup yang Allah titipkan di dunia yang waktunya sangat sempit ini adalah begitu komperhensif,, its include everything!!! Really!!! Jadi jelas buatku sndiri atau buat yang lainnya bahwa pada hakekatnya ya begitulah seharusnya!!! Jadi yang terbaik kapan pun di mana pun, terbaik dalam beramal, terbaik dalam berjihad,, ah Ya Allah sungguh Maha Besar Engkau Semoga pemahaman ini senantiasa mengiringi pikiranku dan memebuatku selalu berpikir dan berbuat untuk mengejawantahkannya menjadi amalan2 nyata!!!!! Amiiiiiiiiinnn,, moga in ga ngedikte Allah,, dan iin pun ga berani negjanjiin apa2 takut ga kepenuhin lagi, tapi kalo buat puasa mah oke ya Allah,,,

Ya Allah,, impian terbaik itu sudah iin ejawantahkan menjadi beberapa langkah nyata yang iin buat dan insyaallah bisa iin lakukan dan penuhi selama Engkau Yang Maha Berkehendak dan Pemberi Kekuatan senantiasa mengiringi langkah iin dan melindungi iin dari hal2 yang bisa menyimpangkan iin dari impian besar tersebut.. bismillah kutuliskan dan kupublish impian ini semoga bisa membuat iin benar2 mewujudkannya:

  1. Iin pengen jadi dosen ya Allah,,, karena dengan jadi dosen dua bidang yang iin targetkan iin bergerak secara aktif dan signifikan di dalamnya bisa benar2 terpenuhi insyaallah,, satu bidang disebut “penelitian dan ilmu pengetahuan” dan bidang yang lainnya iin sebut “pendidikan”. Dua bidang ini yang iin sangat antusias –ya meskipun langkah kongkritnya belum bisa dikatakan berarti.. spesifiknya iin pengen kaya Pak Tatang ya Allah, yang bisa jadi peneliti sekaligus dosen yang bisa menginspirasi mahasiswa2nya buat memikirkan Indonesia ini, tanah Air yang Allah titipkan pada iin dan pemuda Indonesia lainnya.. buat iin, jadi dosen adalah amanah yang sangat strategis buat menjadi “yang terbaik”,, maka dari itu Allahu Rabbi Yang Maha Pemberi Petunjuk,, tunjukanlah jalannya Ya Allah,, tunjukkan pada Iin, dan berikan Iin kekuatan untuk melaluinya,, msih bingung mau nempuh jalan yang mana soalnya.. bismillah kuletakkan impian ini 5 cm di depan kening iin ya Allah berharapa Kau berkenan mengabulkannya. Embel2 yang lainnya banyak dan Allah tau,, hehe iin selipin terus ini di doa iin ah—kayanya keren banget jadi pak tatang yang hafidzah wew,,,
  2. Jadi penulis ya Allah,, iin sangat terinspirasi dari apa yang dilakukan pendahulu2 iin seperti Sayyid Quthb, Ustad Rahmat Abdullah,dan yang lainnya yang tak mungkin iin sebutkan satu satu,,yang abadi namanya abadi ilmunya,, mengalir terus meskipun beliau sudah wafat,, iin pengen bisa nulis buku yang bermanfaat hingga akhir penghujung dunia ini,,, huhuhu… bismillah yang ini pun insyaallah bisa..

 

Udah dua tapi besar yang kecil2 dan  keren juga saat ini mungkin cukup terpajang di buku kecil, di kamar sama menggantung 5 cm di depan keningku,,(ada yang bisa liat mereka menggantung???), disebut ketika doa dan di tempat2 tersembunyi lainnya,,

Impian hanya akan jadi impian jika tidak ada kekuatan eksekusi yang sungguh-sungguh yang iin lakukan,, bismillah ya Allah biidznillah iin bisa menuhin keduanya,, no one can stop me now termasuk kamu setan dan hawa nafsu.. ya Allah iin tau Allah menyaksikan aku menulis kalimat2 ini, jadi jangan biarkan iin mengingkari apa yang iin tulis ini.

Karena “impian hari ini adalah kenyataan esok hari” sama halnya dulu in mimpi iin kuliah di ITB, dan kini kenyataan hari ini adalah iin seorang lulusan Teknik Kimia ITB,,, Ini sudah terbukti jadi ga salah kalo iin bermimpi lagi, mudah2an Allah memberika usia yang barakah kepada Iin,, amiiin

Ups hujannya berhenti, kalo hujan lagi iin doa lagi, ups insyaallah ga cuman doa pas hujan kok.

Ruh Baru buat ngejar mimpiku

Bismillahirrahmanirrahiim,,,

Hujan pada penghujung hari tanggal 13 September 2010.

Hidup itu penuh perjuangan, dan perjuanganlah yang membuat langkah2 manusia menjadi begitu manis karena adanya sesuatu yang diperjuangkan.. namun apakah yang diperjuangkan itu??? Itu adalah mimpi dan cita-cita.. nampaknya kebanyakan manusia melakukan hal yang sama,, berjuang untuk mewujudkan cita-citanya…hmmm benarkah???

Ada suatu kenikmatan tersendiri ketika berlari dan berkeringat untuk meraih sesuatu, ketika terpaksa harus bergadang, berkorban mengeluarkan uang, berkorban untuk tidak bersenang-senang.. hal itu menjadi suatu kelebihan tersendiri dibandingkan orang yang hanya punya mimpi tapi tak selangkah pun ia langkahkan kakinya untuk mewujudkan impian itu,,,seperti diriku dulu tapi tidak diriku sekarang..

Aku ingat ketika dalam suatu kajian terpusat yang diadakan Gamais ITB, kajian bersama Anis Matta bertajuk dari gerakan ke negara dari bangku kuliah menuju bangku istana, saat itu beliau berkata “ yang membedakan satu pemimpi dengan pemimpi yang lainnya adalah kekuatan eksekusi. Kekuatan eksekusi adalah kekuatan untuk membuat sesuatu yang sudah direncanakan dan diimpikan menjadi nyata, tak hanya disimpan di kepala, tapi ia menjelma menjadi seonggok fakta yang jelas wujudnya. Satu yang kurang dari dalam diriku adalah kekuatan eksekusi karena tidak semua plan, rencana rencana besar di kepalaku, dan bahkan impianku belum mampu smua kuejawantahkan menjadi langkah2 riil yang menuju ke sana.. ketika impianku adalah bersekolah lagi dan salah satu rencanaku untuk mewujudkannya adalah dengan  ikut les toefl, inilah aku yang belum sekalipun aku daftar les atau bahkan latihan soal Toefl. Ketika impianku adalah sekolah dan salah satu rencanaku adalah maju dengan beasiswa monbukagakusho, maka sampai kini belum ada satu profesor Jepang pun aku hubungi.. sungguh dipertanyakan lagi “apa kamu benar2 menginginkannya in?? Apa kamu benar2 menjadikannya sebagai cita2 kamu in?? Lalu kenapa tidak ada satu tindakan nyata pun kamu lakukan??”

Di awal Ramadhan telah aku tulis kurang lebih 124 impian aku tulis, dan itu sempat menginternalisasiku sedemikian rupa sehingga ada langkah2 riil yang kulakukan untuk mengejarnya untuk mewujudkannya,, di tengah perjalanan sempet kao lagi,, lalu aku putar video kak danang yang sangat menginspirasiku, sempet bersemangat lagi, lalu semangatku turun lagi,, lalu aku baca buku 5 cm,, dan aku bersemangat lagi,, sampai kini,, ngos-ngosannya semangatku butuh something yang bisa bikin dia tetep berjaya dengan idealismenya,, namun salah di diriku yang tak benar benar dan tak sungguh2,,

Kini, satu demi satu kurangkai langkah nyataku untuk perlahan melaju,, seperti hari ini, baru kali ini aku benar2 menginginkan kerjaan resmi asalnya kekeh banget pengen s2 (bari jeung teu kongkrit tea geuning), dan kukejar kukejar, meski akhirnya berhasil registrasi onlen tapi salah nulis nomor ijazah bisa bikin aku ga jadi masuk menperin,, asalnya sedih, sudah berikhtiar ngomein tapi tetep gabisa, akhirnya karena dah nyampe pada titik gabisa diapa2in lagi, aku Cuma bisa doa-di waktu sore menjelang waktu berbuka puasa dan diiringi hujan-heu waktu yang mustajab buat doa— semoga kalo memang rizkinya Iin semoga Allah memberikan kebarakahan yang luar biasa di dalamnya, kalo bukan rezeki iin semoga gantinya lebih baik—toh niat iin masukin lamaran juga insyaallah karena Allah juga—dmana iin berharap dari pekerjaan ini beberapa poin mimpi yang iin tulis, bisa bener2 iin wujudkan misal ngasih gaji buat Umi, punya penghasilan yang bisa iin nafkahkan buat di jalan Allah, dakwah sama birokrat, dan iin bener2 bisa ngamalin ilmu iin buat kemaslahatan umat.

Tapi ya,,itu tadi ,, salah nulis no ijazah kurang satu angka.,, parah banget sih Gue cerobohnya ga ketulungan deh.. harus iin ambil baik2 pelajaran ini,, tapi yang jelas iin sangat pengen bisa tembus menperin ya Allah,, sangat pengen, dan ini pertama kalinyan iin sungguh2 pengen dapet kerja—maaf ya Edulab—meskipun pendidikan adalah salah satu bidang yang ingin in tekuni, tapi there something wrong behind that,,, i wanna fix it soon..

Tapi yang jelas sense buat ngewujudin impian2 iin itu sudah nyata di seluruh jiwa raga iin nihh,tinggal ngejaganya sampe mati, karena impian iin ini trus ada mpe iin mati

Bismillah ya Allah… bantu iin dan jaga iin… yaaaa…. pleassssssseeeeeeee