untuk Etos Bandung, keluarga baruku…


Bismillahirrahmanirrahiim

Juni 2010, adalah bulan yang memberikan berbagai ujian untukku.. ujian yang paling besar adalah kesiapanku untuk meninggalkan keluarga dan rumah yang menjadi tempatku bernaung dan berlabuh selama 4 tahun lebih… keluarga Asrama Salman ITB.. akan ada banyak hal yang aku tinggalkan ketika aku harus pergi.. hmm sebenarnya bisa saja masih melanjutkan, tapi nampaknya sudah saatnya aku mempunyai rencana yang lain..itulah awal ceritaku dengan Etos Bandung…

 

suatu SMS mampir di hp pada bada magrib bulan Juni ketika aku sedang meminta pada Allah untuk memilihkan tempat terbaik untukku..sebuah sms yang membuatku bertanya apakah ini jawaban dari Allah.. yosh,, bismillah, sebuah pilihan di depan dan aku berniat untuk mengambilnya.

 

Awal bulan Juli 2010, diajak tah Tami ke asrama etos akhawat untuk melihat kondisi asrama, selang beberapa minggu berikutnya Manajemen ETOS pusat datang dan wawancara kelayakan. Waktu berlalu begitu cepat, pekan terakhir bulan Juli akhirnya aku resmi pindah dari asrama Salman ke Asrama Beastudi Etos Bandung.

 

Perasaan tidak menentu, gugup dan tak tahu harus mulai dari mana menghinggapiku di awal-awal kepindahanku di sana, untungnya Allah memberikan masa adaptasi yang amat dahsyat buatku, dikirimnya diriku sebagai pendamping ETOS bandung yang baru ke Parung, Bogor, untuk mengikuti acara TEMU ETOS NASIONAL (TENS) 2010. di sana aku diminta mendampingi anak-anak 2009 dari EB (Etos Bandung) yang akan menjalani perhelatan terbesar ETOS se-nasional..

 

di sanalah aku banyak diperlihatkan Hal-hal mencengangkan yang membuatku bisa sedikit memahami bagaimana Etos itu, sebuah wahana yang diberikan Allah kepada anak-anak luar biasa yang berprestasi namun berasal dari keluarga yang kondisi keuangan yang kurang baik.. ah,, aku jadi berpikir,, mengenang masa ketika aku pertama kali masuk ITB, seorang siswa daerah yang biasa namun memiliki beberapa prestasi yang cukup bisa dibanggakan, namun berasal dari keluarga yang kurang berada.. aku jadi berpikir lagi bahwa “sepertinya aku akan menghadapi manusia-manusia yang daya juangnya begitu tinggi dan memiliki keinginan berprestasi yang luar biasa meskipun keterbatasan Ekonomi menjadi kendala”… sama sepertiku dulu..

 

di Tens, aku dipertemukan dengan semua ETOSER 2009 dari 12 universitas terfavorit seluruh Indonesia, mulai dari ujung barat-Universitas Andalas sampai yang paling timur-Universitas Hasanuddin.. aku dipertemukan juga dengan warga Manajemen Etos pusat, beberapa alumni ETOS, dan pendamping2 sepertiku yang mempunyai tugas yang sama untuk mendampingi adik2 luar biasa tersebut..

 

kesan TENS ini begitu sangat mendalam di diriku.. memberikan gambaran yang cukup baik sebagai awalan untukku melangkah.

TENS pun berakhir, perjuangan yang sesungguhnya akan segera dimulai.. dan benar, mereka dengan segala kompleksitasnya yang luar biasa merupakan sesosok nyata sebuah perjuangan yang sangat luar biasa. Mereka memiliki kemampuan untuk selalu berjuang mengubah keterbatasan mereka menjadi sebuah peluang yang bisa mereka gunakan untuk menjadi nilai lebih.

 

Yang kusadari berikutnya adalah hampir 90% skill lain yang dimiliki ETOSer Bandung akhawat adalah “ngajar”.. hampir smuanya di sini memiliki adik ngajar..termasuk aku hehe..

 

Tantangan demi tantangan mulai muncul. Dengan kondisiku yang juga new-bie, tak jarang informasi aku dapatkan dari adik2 Etoser, meskipun di satu sisi nampak tidak bagus, tapi di sisi lain aku menganggap bahwa tak ada salahnya bertanya karena toh informasi bisa datang dari mana saja..

 

satu yang kusadari adalah di mana pun aku berada kuharapkan ridha Allah selalu bersamaku. Yang kuharap juga adalah aku bisa menjalankan amanahku di sini dengan sebaik mungkin, meski pasti ada halangan dan rintangan di depan yang akan menguji kekuatanku untuk mengemban amanah ini.. yang pasti,, ETOS adalah keluarga baru yang Allah pilih untuk bisa kujadikan tempat meraih sebanyak-banyaknya ridho Allah di sini…

 

yosh!!!

 

 

Advertisements

About iinparlina

Seorang Insan manusia yang diciptakan Allah dengan segala kekurangan dan kelebihannya, yang mencoba menjadi seorang yang dicintaiNya, dan salah satu cara yang dilakukannya adalah dengan menulis, membagi sedikit sekali ilmu yang dimilikinya. Meskipun sedikit, dia berharap dari yang sedikit itu, ilmu itu bisa bermanfaat untuk orang lain sebagaimana dia pun membutuhkan Ilmu untuk membuatnya bisa menjejakan kakinya di surga.

Posted on November 9, 2010, in riak-riak jiwa. Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. Semangat teh! Smoga Etos ke depannya selalu lebih baik…
    *baru berkunjung ke blog ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: