Daily Archives: November 25, 2010

renungan kereta api

Malam menyapa… gelap perlahan mulai menyeimuti bumi, terang sedikit demi sedikit kandas ditelan gelap.. pepohonan di sampingku bisu dalam pergerakan semu mereka terhadapku…

berbagai pikiran menggelayutiku ketika ini,, meminta waktu kepadaku untuk dipikirkan.. tak urung waktu perjalanan berkereta ini menjadi hanya kuisi dengan lamunan,, lamunan yang kuharapkan akan membawaku pada sebuah tindakan dan pemikiran yang lebih baik..

ini pertama kalinya berlepti-ria sepanjang perjalanan Jakarta Bandung,, asyik juga,, bisa dengan sangat segera mendokumentasikan apa yang ada di kepala,,

salah satu hal yang melintas di kepala ini adalah pikiran tentang luasnya bumi Allah ini.. luaaaaas banget bahkan bisa jadi seumur hidupku bahkan untuk sekedar bertemu orang se Indonesia ga akan cukup.. rumah-rumah sederhana berdiri dengan malu di pinggir jalan kereta api,, memperlihatkan salah satu sisi kehidupan yang lain. Ibu-Ibu tua berjalan menggendong cucunya, anak2 yang berlarian mngejar bola, pengemis yang dengan mata sayu menatap langit… ah pemandangan Indonesiaku ini terlalu perih untuk dilukiskan,, dengan segala kekayaann yang dimilikinya, Indonesia tidak bisa memberikan kemakmuran yang seharusnya kepada rakyatnya.. apanya yang salah??? huff banyak yang salah, termasuk kontribusi diriku yang sampai kini dipertanyakan,, termasuk diriku yang baru bisa ngomong doang tanpa adanya tindakan nyata yang berarti yang bisa dirasakan Indonesia,, ahh jauh2 ke Indonesia, orang2 dekatku pun juga kurasa belum bisa merasakan kbermanfaatan diriku,, yang ada hanya keluhan dan kerepotan2 yang kutimbulkan.. lalu pertanyaan setelahnya adalah,, jadi kapan in?? kapan kamu bisa benar2 menerapkan keilmuan kamu?? kapan kamu bisa bermanfaat secara signifikan untuk bumi ini?? kapan In?? itulah pertanyaan2 yang harusnya selalu diajukan untuk orang sepertimu… bukan pertanyaan tentang kapan nikah in?? kapan undangan in?? ah.. mungkin pertanyaaan ini juga ada perlunya,, tapi atuhlaaah,,, pertanyaan2 ini jauh lebih bisa menagih dan mengingatkanku tentang apa yang kuniatkan selama ini bahkan sebelum menginjak tanah ITB..

keadaan di sampingku mulai gelap pekat, hanya terkadang terlihat kelap kelip lampu mobil atau motor yang lewat,, pikiranku menerawang lagi,, mengingat-ingat apa2 yang aku janjikan kepada Allah ketika aku lulus SPMB,, saat itu aku bilang kepada Allah,, untuk menizinkanku berlkuliah di ITB agar aku bisa berguna untuk umat ini ya Allah.. saat itu aku ingat betul Allah mengabulkan keinginnanku, lalu ketika ujian Kompre akupun berkata hal yang sama, Ya Allah izinkan aku lulus ujian Kompre ini agar terbuka kesempatan bagiku untuk bisa melaju mengamalkan ilmu2ku untuk kemaslahatan umatMu..kini setelah keinginanku untuk lulus Kompre terkabul, hari ini selang 8 bulan setelah kelulusanku aku masih belum bisa berbuat apa-apa.. belum terlibat dalam proyek kemaslahatan umat apa2 kecuali menjadi binaan dan pembina bagi sekelompok kecil orang2 pilihan Allah,, kontribusi yang lainnya?? NIHIL!!!!

sekarang.. keinginan untuk merambah dunia kerja sudah muncul. Aku tahu mungkin ini terlambat jika dibandingkan kesadaran yang dimiliki teman2 seangkatanku yang bahkan sudah mulai menapaki karir yang lebih tinggi. Keirian itu mulai timbul, semula aku tidak terlalu berpikir untuk mengalihkan jalanku dengan bekerja, inginnya S2 aja tapi dasar Iin, S2 belum, kerja juga ngga… (catatan: in ga nyebut ngajar sebagai kerja yang in maksud karena belum ada kesesuaian dengan keteknikkimiaan yang in punya)

ya bismillah, mulai hari ini aku harus mulai serius mengejar masa depan. skenario di depan yang ku ga tau, tapi juga ada karena pilihanku,, so.. tinggal kongkrit aja in,, ga susah kok,, seperti yang tidak akan pernah berhenti kepalamu dengungkan bahwa Allah ga akan menyianyiakan ikhtiar hambaNya… okay..

 

dunia, sambutlah diriku yang sudah berniat keluar dari zona nyamanku dan berlari menyongsong wajah baru kehidupan yang lebih menantang dengan kontribusi keilmuan yang bisa kuberikan!!! Isyhadu ya Allah Isyhaduu…semoga Kau tak lelah membimbing Hamba yang tidak tahu terima kasih ini..

ketika menunggu waktu wawancara

Jakarta, 24 November 2010

bismillahirrahmanirrahiiim

Allahu Akbar Allahu Akbar.. saat ini aku sedang menjalani sebuah skenario keren yang Allah sudah susun untukku,, skenario yang membuatku memilih satu di antara sekian banyak pilihan yang mungkin diambil.

Yang kurasakan saat ini adalah,, betapa aku tidak tahu dunia seperti apa yang Allah siapkan untuk kujalani,, skian banyak pilihan sekian banyak kesampatan, sekian banyak gambaran kehidupan yang bisa jadi Allah pilihkan satu untukku…

meskipun saat ini di kepalaku sudah ada gambaran kehidupan yang aku inginkan, smuanya akan bergantung pada apa yang Allah tunjukkan dan apa yang aku pilih.. berdebar kencang iya, aku hanya berharap semoga Allah memberiku kekuatan untuk memilih dengan benar dan menjalaninya dengan benar dan penuh keikhlasan…

saat ini yang kutahu adalah bahwa diriku ingin sekali merasakan pengalaman sebagai seseorang yang bisa benar2 menerapkan keilmuannya untuk masyarakat,, percuma atuh belajar teknik kimia susah susah tapi kalo jadinya tak satupun dari ilmu itu bisa kupakai,, jadi ilmu yang ga bermanfaat dong..

Hmm,, ketika rasa takut menyelinap mungkin ini sebuah kewajaran,,tapi menantikan skenario besar yang Allah pilihkan dengan keyakinan bahwa Allah akan memberikan skenario yang terbaik adalah sebuah hal yang seharusnya dilakukan, tidak ada cerita lagi keraguan itu datang, karena sesungguhnya Allah Maha TeRBAIK dalam Mengatur Urusan Hamba2Nya..Allah sudah membuktikan berkali2 bahwa Apa2 yang sudah ditetapkanNya adalah Hal terbaik yang terjadi pada objek yang ditetapkanNya..

aku berpikir dan terus berpikir, banyak hal mampir di kepalaku,, tentang masa depan, tentang cita-cita yang ingin aku wujudkan, tentang masa lalu yang juga kurasakan pengaruhnya dalam diriku saat ini..ahh,, ada kalanya aku tidak tahu apa yang harus kulakukan..saat ini yang kuharapkan hanyalah petunjuk dari Allah akan kemana kaki ini harus melangkah, aku berharap sensitifitas hati ini sedang dalam kondisi prima sehingga bisa dengan baik menangkap sinyal, isyarat, dan petunjuk yang Allah berikan.. dan ketika itu terjadi aku berharap Allah memberikanku segudang atau bahkan lebih keikhlasan yang bisa kupakai untuk menjalani skenario yang telah dipilih…

hmm, kayanya dari tadi sudut pandangnya baru dari sudut pandang “meminta Allah, dipilihkan Allah, dan sterusnya..” bukankah hidup ini juga bergantung pilihanmu juga??? maka memilihlah,, huff jika hanya sekedar memilih sih bisa aja,, tapi tetep wee smuanya Allah yang ngatur,, jadi proporsionalkan saja antara pilihan hatimu dan panjatan doa kepada Allah agar memilihkan yang terbaik….

 

pada wawancara PTL tadi, ada banyak yang keselip uy omongannya..akankah itu jadi nasibku ya Allah ,, iin gtau, Allah-lah yang menentukannya buatku.. tapi yang jelas ikhtiar iin hari ini jadi trigger buat iin lebih ikhtiar lagi buat bikin ilmu yang in yang pelajari selama ini benar2 bisa bermanfaat, benar2 bisa jadiin iin makhluk Allah yang terbaik.

Riak Riak Sabtu, 20 November 2010

Sabtu, 20 November 2010

ketika hati ini entah kenapa begitu terasa sakit….

tulisan itu Allah tunjukkan kepadaku, mengingatkanku bahwa aku belum menunaikan amanahku dengan baik. Belum menjadi seorang yang diharuskan amanah ini sebagai mana mestinya,, dan yang paling menyesakkan adalah bahwa kasih sayang ini belum sdemikian basarnya sehingga belum sampai kepada mereka.. huff apakah waktu 4 bulan belum cukup untuk membuatku bisa menjadi apa yang diharapkan,,

Rasanya ingin lari, lari jauh dan pergi menyelami kehidupan yang lain meskipun bisa jadi kehidupan selain di sini bukanlah juga kehidupan yang menyenangkan,, ahh,, apakah ini adalah tanda bahwa ku menyerah.. tidak, aku masih akan berjuang meskipun bisa jadi waktu yang aku punya di sini sebentar saja..

Hati ini kucoba untuk kufokuskan ke sana, kucoba meraih sisa sisa hati yang masih tertancap dengan kuat di depan lapangan sebuah Masjid kampus terkenal se Indonesia.,, bagaimana tidak, kuhabiskan 5 tahun untuk tumbuh dan berkembang di sana,,nilai2 yang begitu terinternalisasi dengan baik selama di sana mulai dari posisi seorang adek paling kecil sampai posisi kakak yang paling besar,, berbagai generasai dan angkatan aku alami, aku bisa include dengan smua kalangan di sana…aku sadar bahwa aku juga bukan juga orang yang menjadi bukti pembinaan, tapi paling tidak aku adalah saksi sejarah Salman selama 5 tahun…

Huff,, Allah,, berikanlah kekuatan,, meskipun juga kusadari aku bukanlah orang yang pantas, tapi semoga ikhtiar untuk mencintaiMu selalu dan akan selalu tertanam di kepalaku…