renungan kereta api


Malam menyapa… gelap perlahan mulai menyeimuti bumi, terang sedikit demi sedikit kandas ditelan gelap.. pepohonan di sampingku bisu dalam pergerakan semu mereka terhadapku…

berbagai pikiran menggelayutiku ketika ini,, meminta waktu kepadaku untuk dipikirkan.. tak urung waktu perjalanan berkereta ini menjadi hanya kuisi dengan lamunan,, lamunan yang kuharapkan akan membawaku pada sebuah tindakan dan pemikiran yang lebih baik..

ini pertama kalinya berlepti-ria sepanjang perjalanan Jakarta Bandung,, asyik juga,, bisa dengan sangat segera mendokumentasikan apa yang ada di kepala,,

salah satu hal yang melintas di kepala ini adalah pikiran tentang luasnya bumi Allah ini.. luaaaaas banget bahkan bisa jadi seumur hidupku bahkan untuk sekedar bertemu orang se Indonesia ga akan cukup.. rumah-rumah sederhana berdiri dengan malu di pinggir jalan kereta api,, memperlihatkan salah satu sisi kehidupan yang lain. Ibu-Ibu tua berjalan menggendong cucunya, anak2 yang berlarian mngejar bola, pengemis yang dengan mata sayu menatap langit… ah pemandangan Indonesiaku ini terlalu perih untuk dilukiskan,, dengan segala kekayaann yang dimilikinya, Indonesia tidak bisa memberikan kemakmuran yang seharusnya kepada rakyatnya.. apanya yang salah??? huff banyak yang salah, termasuk kontribusi diriku yang sampai kini dipertanyakan,, termasuk diriku yang baru bisa ngomong doang tanpa adanya tindakan nyata yang berarti yang bisa dirasakan Indonesia,, ahh jauh2 ke Indonesia, orang2 dekatku pun juga kurasa belum bisa merasakan kbermanfaatan diriku,, yang ada hanya keluhan dan kerepotan2 yang kutimbulkan.. lalu pertanyaan setelahnya adalah,, jadi kapan in?? kapan kamu bisa benar2 menerapkan keilmuan kamu?? kapan kamu bisa bermanfaat secara signifikan untuk bumi ini?? kapan In?? itulah pertanyaan2 yang harusnya selalu diajukan untuk orang sepertimu… bukan pertanyaan tentang kapan nikah in?? kapan undangan in?? ah.. mungkin pertanyaaan ini juga ada perlunya,, tapi atuhlaaah,,, pertanyaan2 ini jauh lebih bisa menagih dan mengingatkanku tentang apa yang kuniatkan selama ini bahkan sebelum menginjak tanah ITB..

keadaan di sampingku mulai gelap pekat, hanya terkadang terlihat kelap kelip lampu mobil atau motor yang lewat,, pikiranku menerawang lagi,, mengingat-ingat apa2 yang aku janjikan kepada Allah ketika aku lulus SPMB,, saat itu aku bilang kepada Allah,, untuk menizinkanku berlkuliah di ITB agar aku bisa berguna untuk umat ini ya Allah.. saat itu aku ingat betul Allah mengabulkan keinginnanku, lalu ketika ujian Kompre akupun berkata hal yang sama, Ya Allah izinkan aku lulus ujian Kompre ini agar terbuka kesempatan bagiku untuk bisa melaju mengamalkan ilmu2ku untuk kemaslahatan umatMu..kini setelah keinginanku untuk lulus Kompre terkabul, hari ini selang 8 bulan setelah kelulusanku aku masih belum bisa berbuat apa-apa.. belum terlibat dalam proyek kemaslahatan umat apa2 kecuali menjadi binaan dan pembina bagi sekelompok kecil orang2 pilihan Allah,, kontribusi yang lainnya?? NIHIL!!!!

sekarang.. keinginan untuk merambah dunia kerja sudah muncul. Aku tahu mungkin ini terlambat jika dibandingkan kesadaran yang dimiliki teman2 seangkatanku yang bahkan sudah mulai menapaki karir yang lebih tinggi. Keirian itu mulai timbul, semula aku tidak terlalu berpikir untuk mengalihkan jalanku dengan bekerja, inginnya S2 aja tapi dasar Iin, S2 belum, kerja juga ngga… (catatan: in ga nyebut ngajar sebagai kerja yang in maksud karena belum ada kesesuaian dengan keteknikkimiaan yang in punya)

ya bismillah, mulai hari ini aku harus mulai serius mengejar masa depan. skenario di depan yang ku ga tau, tapi juga ada karena pilihanku,, so.. tinggal kongkrit aja in,, ga susah kok,, seperti yang tidak akan pernah berhenti kepalamu dengungkan bahwa Allah ga akan menyianyiakan ikhtiar hambaNya… okay..

 

dunia, sambutlah diriku yang sudah berniat keluar dari zona nyamanku dan berlari menyongsong wajah baru kehidupan yang lebih menantang dengan kontribusi keilmuan yang bisa kuberikan!!! Isyhadu ya Allah Isyhaduu…semoga Kau tak lelah membimbing Hamba yang tidak tahu terima kasih ini..

Advertisements

About iinparlina

Seorang Insan manusia yang diciptakan Allah dengan segala kekurangan dan kelebihannya, yang mencoba menjadi seorang yang dicintaiNya, dan salah satu cara yang dilakukannya adalah dengan menulis, membagi sedikit sekali ilmu yang dimilikinya. Meskipun sedikit, dia berharap dari yang sedikit itu, ilmu itu bisa bermanfaat untuk orang lain sebagaimana dia pun membutuhkan Ilmu untuk membuatnya bisa menjejakan kakinya di surga.

Posted on November 25, 2010, in impian jundi. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: