Monthly Archives: December 2010

permata kecil

Permata yang bersembunyi di balik lumpur itu mulai tersembul
perlahan tapi pasti
memperlihatkan kilaunya yang benderang
yang selama ini padam oleh pekat lumpur kepasifan
Permata yang tenggelam dalam gelimang statisme itu mulai muncul
perlahan tapi pasti
memperlihatkan indahnya yang tak terlambangkan oleh kata-kata apapun
yang tak akan bisa didefinisikan dengan istilah sehebat apapun
jikalau dunia masih menganggapnya masih tertidur
masih belum bisa mencurahkan sdikit kekuatannya untuk dunia
maka tunggulah, ini hanya masalah waktu saja
permata-permata itu hanya butuh energi aktifasi
yang membuatnya bisa bergerak sedemikian rupa
sebuah atau beberapa pergerakan dahsyat yang akan melebihi apa yang dunia kira tentang mereka
jikalau semesta masih menganggap mereka masih belum bisa berbuat apa-apa
maka tunggulah, ini hanya masalah kesempatan saja
permata-permata itu hanya butuh kepercayaan
yang membuatnya bisa menggebrak sedemikian dahsyat
kepercayaan yang bisa membuatnya lebih dari sekedar biasa
kepercayaan yang bisa membuat sepak terjang mereka terasa sampai ke pelosok dunia
kepercayaan yang bisa membuat jiwa mereka benderang seperti seharusnya
meninggalkan pekat lumpur statisme
dan menerangi jagat raya dengan sejuta pesona yang mereka pancarkan
wahai permata-permata kecil
jikalah dunia ini tak memberikan kepercayaan itu,
maka yakinlah kalian akan mendapatkannya dariku
sebuah kepercayaan yang kumiliki yang kurasakan kekuatannya begitu berarti
terutama untuk diriku sendiri
aku yang melihat pelangi itu di kilau kalian
kilau yang bisa membuat semesta terkesan.
Wahai permata-permata kecil
jikalau waktu yang kita miliki tidak lama
maka itu tidak akan menghalangiku untuk mempercayai kalian sedemikian besarnya
sebuah kepercayaan yang bahkan tak kupercaya bisa sedemikian besarnya
akan benderang potensi yang kalian sembunyikan selama ini
akan warna-warni yang kalian torehkan dalam memori hidupku
menjadi sebuah artefak kehidupan yang tak bisa kugambarkan betapa besar pengaruhnya
wahai permata-permata kecil
tunjukkanlah kepada semesta raya ini
bahwa kalian mampu bergerak dan maju
biarkanlah masa lalu itu,
biarkanlah anggapan orang ketika dulu
yang ada adalah kini dan masa depan
meskipun yang kumiliki hanyalah sebuah kepercayaan
sebuah keyakinan yang mengakar begitu dalam
sampai terpikir di dalam kepalaku untuk berbuat apapun
untuk mengenyahkan semua kepasifan itu
memusnahkan segala penghalang
yang membuat kalian tak bisa mengeluarkan sejuta cahaya yang semestinya
wahai permata-permata kecil
meskipun episode yang kita miliki bersama
tidaklah terlalu lama
dan itu tak cukup buatku
tapi percayalah..
percayailah kepercayaan yang kumiliki ini..
kalian bisa menjadi more than excellent
buktikan itu pada Allah
yang telah memberikan titipan potensi itu
wahai permata-permata kecil
Advertisements

syair rindu

Mengintip di balik celah langit
kugubah syair ini
syair merdu irama hati yang berlagu
temaram malam yang membuatku terjaga
dan terciptalah diksi diksi cantik yang ku tak mengerti
keluar begitu saja…
duhai simfoni malam yang tercipta begitu sempurna
sampaikanlah kicauan hati ini lewat semesta
lewat kerlipan suara hati bintang-bintang
suatu perasaan yang membahanai alam sadarku
akan kehadirannya
akan eksistensinya
akan signifikansinya
yang merebak sewangi mengharumkan duniaku
sebuah kerinduan yang teramat mengganggu
yang hanya bisa kulampiaskan dengan sinyal sinyal basis yang melayang di angkasa
berlari dari satu sudut langit ke sudut langit lainnya
duhai irama dendang angin malam
sampaikanlah sepaket rindu ini lewat lantunan gerakmu yang syahdu
suatu kebutuhan yang mengangkasai pikiranku
kebutuhan akan kasihnya
kebutuhan akan perhatiannya
kebutuhan akan cintanya
seperti berjuta cahaya yang datang padaku
menarik jiwaku ke dalamnya
membuatku merasakan syukur yang teramat khidmat
memukauku dengan segala pesonanya
sebuah gubahan cinta yang tak ternilai harganya..
sebuah kompleksitas perasaan yang terangkai menjadi pilihan kata-kata magis
yang bisa menyihirku begitu rupa
wahai Ibu..
satu kalimat yang tidak pernah kan bisa melambangkan segalanya
aku sayang padamu

kakak..adek..



Hari ini, 26 Desember, kepalaku sedang sangat melow-melow-nya, masih kena efek penutupan pembinaan asrama Etos kemarin (insyaallah cerita yang ini juga akan dirilis dalam waktu dekat) d mana kemarin aku secara resmi mengumumkan rencana kepergianku dari keluargaku yang satu itu.

Kumulai pagi ini dengan penuh semangat menyambut rapat SDP bersama tim kecil Etos. Kemudian beringsut menuju masjid Salman untuk sekedar ber-online ria, mengecek beberapa akun yang kumiliki.

Tiba pada akun fb-ku kulihat, ada beberapa notifikasi yang sebagian besar berasal dari grup TOENAS-nya Etos bandung.. sedikit ngikik melihat postingan mereka di sana. Lalu beringsut pada wall-ku yang juga menyimpan satu notifikasi, yang membuatku sedikit terhenyak, satu komentar dari seorang adik yang hanya menulis “kaka…”, kemudian aku balas dengan menanyakan ada apa. Lalu obrolan comment kami berputar di sekitar kepindahanku.. ya Rabb, saat itu tiba-tiba kesedihan yang luar biasa membuncah di kepalaku. Betapa terharunya diriku melihat postingan sang adik ini,, betapa bahagia semburat mewarnai hatiku karena postingan itu, aku, seorang kakak kelas yang baru dikenalnya belum lama, dan dia adalah adiik kelasku yang juga belum kukenal lama..kami hanya dipertemukan juga pada beberapa kesempatan yang tidak terlalu banyak, tapi,,, kebersamaan yang pendek ini ternyata begitu mengakar di dalam hatiku, tak terasa butiran bening keluar dari sudut2 mataku, tak bisa kuhentikan…

Panggilan “kakak” adalah panggilan yang sangat ajaib buatku, lebih ajaib dari panggilan teteh sebenarnya, meskipun sebenarnya bisa jadi panggilan kakak adalh juga hal yang biasa di beberapa daerah. Panggilan ini juga mengingatkanku pada bunyi sms seorang adik 2008 dari asrama yang lain yang juga melakukan hal yang sama..

aku termenung, aku sama sekali belumlah menjadi seorang kakak yang baik, yang belum menunaikan kewajiban seorang kakak sebagaimana mestinya, tapi panggilan kakak buatku adalah hal yang sangat membuatku bahagia.. mungkin ada pengaruh juga dari panggilan kakak yang paling dalam buatku yang kutunjukkan untuk mentor pertamaku di ITB,, sama ketika panggilan adek kepadaku adalah hal yang sangat membuatku benar2 menjadi seorang adik..ntahlah, melow pisan ini.

Ada banyak hal yang tergali dari peristiwa ini, sebuah azzam dan sebuah impian yang berniat aku wujudkan, dalam rangka banyak hal yang berkaitan dengan adek2ku, terutama adek2 yang paling dekat denganku. Lihat saja dek, kakak akan berikhtiar sebaik mungkin mewujudkannya…

ada satu hikmah yang ingin kuungkapkan berkaitan hal ini, yang ketika kusadari betapa makna dari peristiwa ini demikian besar pengaruhnya dalam hidupku… peristiwa itu adalah penelitian akhirku dan satu mata kuliah yang membuatku tidak bisa bersama sebagian besar teman2ku Teknik Kimia 2005 menyambut wisuda kelulusan di bulan Juli 2009. penelitianku yang beberapa kali sempat bikin heboh prodi, hehe, membuatku beberapa kali meninjau ulang metode yang kugunakan, sehingga, aku bersama rekan penelitianku tidak bisa lulus Juli maupun Oktober 2009. yang tersisa bagiku adalah kelulusanku di April 2010. perpanjangan waktu yang Allah berikan ini memberikan 2 buah kesempatan yang sangat besar dalam hidupku, yang pertama adalah menjadi pembina asrama Putri Salman dan yang kedua dan ini yang efeknya ternyata lebih besar dari yang kukira adalah menjadi supervisor Beastudi Etos Bandung..

ya hanya berandai2,, seandainya lulus Juli, mungkin dua kesempatan ini bisa jadi tdak akan sama sekali menyentuh hidupku, tapi kemudian dengan kuasa Allah, aku merasakan betapa Allah adalah penyusun skenario terbaik di seluruh jagat raya, yang telah mempertemukanku dengan adik2 luar biasa ini,ga cuman 1 atau 2, tapi banyak sekaligus, ketika menjabat sebagai pembina asrama salman, aku punya 36 orang adik, dan ketika menjabat sebagai supervisor Etos, aku memiliki 19 orang adik lucu-lucu yang tak pernah berhenti mewarnai hari2ku..

kutulis ini bukan untuk membuat si adek merasa bersalah a karena membuatku jadi berat,, of course not..karena dari awal pun sbenarnya juga udah berat,, cuma hanya pengen ngasih tahu kalo Allah punya sekenarioyang terbaik buat kita, dan menjadi supervisor Etos adalah salah satu takdir yang Allah tetapkan yang membuatku belajar banyak hal. Kalau kemudian adik2ku merasakan kebermanfaatan diriku, aku sangat bersyukur,, hanya Allah yang mengatur segalanya, tapi jika belum, insyaallah aku akan berusaha lebih keras, meskipun amanah supervisor tidak lagi melekat dalam diriku..

yang pasti, adek adek… berkali-kali kakak akan bilang,, “uhibbukumfillah”, alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah telah membuatku bisa bersama kalian (meskipun sebentar),,. teteh sayang kalian karena Allah, kakak sayang kalian karena Allah

ini bukan memori terakhirku bersama mereka, insyaallah masih akan ada yang lain

sebuah perjalanan hidupku

a memory in lembang, and it is'nt the last memory i have with them, there are still the other

ngaler ngidul lagi,, gatau ini teh cerita tentang apa

anak manis sayang, coba bayangkan bahwa kamu akan memenangkan pertandingan kehidupan ini..” begitu yang dikatakan Ibu itu ketika mengantarkan Hurrin ke dalam ruang operasi. Meskipun seguk kesedihan menghantamnya tanpa ampun tapi Ibu itu tetap begitu tegar. Keempat anaknya yang dikandungnya dengan susah payah dan lelah yang bertambah-tambah harus dilepasnya satu per satu ke hadirat Illahi yang menitipkan keempat anak tersebut. Betapa perih teriris hatinya, ketika harus melepaskan keempat anaknya ke lubang Kubur. Dan kini ia harus mempersiapkan ketegarannya lagi menghadapi anaknya yang kelima. Dia sering bertanya mengapa harus dia yang dipilih untuk menghadapi cobaan ini. Sampai usian pernikahan mencapai 15 tahun dia belum dikaruniai seorang anak yang bisa dibesarkannya hingga dewasa, seorang anak yang dia rindukan ketika pulang sekolah. Semuanya harus kandas dengan penyakit yang diderita oleh anaknya satu per satu.

Ketika bayinya yang kelima ini hadir, kebahagiaan membuncah begitu rupa membuatnya begitu sangat menjaga bayi kecil yang diberi nama Hurrin ‘in tersebut. Dia bermunajat kepada Dzat yang memberinya titipan agar pada kesempatan kali ini bayi itu dapat kuat menghadapi kehidupan hingga berpuluh-puluh tahun ke depan. Ketika usia dua tahun telah berhasil dilewati, Ibu itu sedikit merasa lega, usia dua tahun adalah masa yang biasanya sangat kritis, karena tak satupun dari keempat anak sebelumnya yang bisa bertahan melalui usia 2 tahun. Dan kini bayi kecil Hurrin telah melewatinya, namun ternyata sebuah penyakit pun juga telah menimpa Hurrin, membuatnya di usia yang ketiga harus menjalani operasi.

Sang Ibu yang menyadari betapa kematian telah menjadi bagian dari kehidupan anak-anaknya, maka ia pun menyadari kematian pasti akan datang kepada Hurrin ntah kini ntah nanti, namun kapan pun waktu itu datang yang harus dia lakukan adalah mempersiapkan Hurrin dengan segala upayanya untuk bisa menghadap Tuhan-nya dengan kondisi paling istimewa. Jika kemarin ia tidak diberikan kesempatan untuk mendidik dan membesarkan anaknya namun kini selama sang anak masih hidup ia bertekad akan berusaha semaksimal yang dia punya untuk menjalankan amanah terbesar wanita sebagai seorang Ibu.

Alhamdulillah, soa Sang Ibu terkabul, Hurrin sembuh dari penyakitnya dan bisa menjalankan kehidupannya sebagai seorang anak dengan normal sama seperti anak-anak lainnya. Rasa syukur yang tiada terkira Sang Ibu sampaikan kepada Dzat yang telah mengabulkan doanya.

Rasa syukur yang bertambah-tambah ketika ia mengetahui bahwa akan ada bayi kecil lagi yang dilahirkannya setelah Hurrin. Sang Ibu bersama suami dan keluarga besarnya begitu bersyukur dan menganggap Hurrin begitu istimewa, karena setelah Hurrin berhasil hidup lebih dari tiga tahun, akan ada adik kecil lagi yang juga akan bisa bertahan hidup sampai berpuluh-puluh tahun ke depan.

Waktu berlalu, Hurrin benar-benar menjelma menjadi bidadari kecil yang mengisi kebahagiaan Sang Ibu dan suaminya, juga mengisi kehidupan segenap keluarga besar tersebut. Dan yang membuat rasa sayang itu semakin besar lagi adalah kecerdasan yang dimiliki Hurrin telah membuat para Gurunya di TK terpukau, selain lincah, pandai menggambar, juga sangat pintar menghafal. Ahh,, calon wanita pengubah sejarah.. begitu pikir guru-gurunya di TK.

Setelah masuk sekolah dasar, Hurrin juga mengukir prestasi yang tiada henti, memberi kebahagiaan kepada guru-gurunya di SD, karena dia termasuk siswa yang bisa mengambil hati orang-orang di sekelilingnya. Begitu banyak harapan yang disimpan di bahunya yang membuat anak kecil ini dapat berpikir dia ingin memenuhi harapan-harapan tersebut. Hurrin melaju dan terus melaju, dengan dukungan orang sekelilingnya yang terus memberikan semangat yang tiada henti membuat ia pun menjelma menjadi sosok remaja yang punya motivasi tinggi dan juga bisa memotivasi sekelilingnya untuk melakukan hal yang sama. Jika dikatakan tak ada satupun sandungan yang dia hadapi, maka bisa dikatakan hidupnya sangat lurus bebas hambatan kecuali satu hal yaitu kondisi ekonomi.

Hurrin remaja yang mulai menapaki arti kehidupan, ditunjukkan Allah Yang telah memberinya kehidupan kepada jalan hidayah yang bisa membuatnya lumayan terjaga. Meskipun keimanan yang dia miliki belum mengantarkannya kepada amalan-amalan pada tahapan seorang muslim sejati, tapi paling tidak ia sangat mengerti beberapa prinsip Islam yang dicamkan ayahnya kepada dirinya.

(udahan dulu ah mandegg niih)

 

sebuah Pilihan

Kamis, 23 Desember 2010

berdebarnya hati ini menunggu saat-saat yang kian dekat. Saat-saat yang mengharuskanku berhijrah dari Bumi Parahyangan ke kota lain yang sudah Allah tetapkan. Aku merasakan betapa kerisauan itu muncul dan betapa kegelisahan ini semakin menjadi. Aku merasakan kesedihan yang kian hari kian bertambah pasti, meskipun di balik itu, aku mengharapkan penghidupan yang luar biasa di mana saatnya aku bergerak maju. Aku tidak bilang sekarang aku tidak maju, sama sekali tidak, takdir yang Allah pilihkan untukku kini juga menambah kekuatanku meskipun dari sisi kehidupanku yang lain. Takdir yang Allah pilihkan yang aku percayai kesempurnaaNya dalam mengatur hidup semua makhlukNya termasuk diriku. Meskipun kusadari aku belum sepenuhnya menjadi hambaNya yang luar biasa yang bisa menjelmakan keimanan dalam diriku menjadi sesuatu yang nyata dan signifikan.

Inilah pilihanku, dengan segala konsekuensi yang akan aku tanggung, termasuk berpisahnya dari komunitas yang selama ini menjadi bagian hidupku, yaitu asrama. Pilihanku kini mengharuskanku hidup sendiri tanpa dibersamai sosok-sosok lain yang biasanya selalu bisa membuatku merasa kuat. Pilihanku ini justru mengharuskanku meninggalkan lingkaran cahayaku di sini dan meninggalkan lingkaran cahaya adik-adikku yang sampai kini sudah begitu melekat di hati. Yang kurasakan dengan kehadiran mereka Allah menjadikanku lebih kuat. Pilihanku ini justru membuatku meninggalkan adik2 kecilku di asrama Etos, padahal sekarang sudah sepenuhnya aku bisa menelusuk ke dalam jiwa Etos itu sendiri. Aku akan menjadi bagian dari kenangan mereka yang menyusun artefak hidup mereka. Pilihanku ini justru membuatku juga meninggalkan adik2 di asrama Salman. Ah,, adek2ku yang satu ini, sudah lama tak kudengar detail cerita mereka, hanya satu dua saja yang masih sering mengirimkan sapa kabar. Tidak ada dalam ceritaku, memori bertahun-tahun bersama kalian terhapus, semuanya mengakar begitu kuat dan memberi arti tersendiri yang pasti memiliki harga yang tak ternilai, karena saking mahalnya.

Potongan-potongan kenangan bersama kalian kusimpan dengan sangat baik, dan akan kutitipkan pada Allah Sang Penjaga Kehidupan untuk membuat kalian semua tetap bersinar terang meskipun kakakmu ini akan menjadi bagian kehidupan yang lain, dan kalian juga akan diisi oleh bagian kehidupan yang lain.

Ahh,, kehidupan. Memang begitulah kodratnya berputar dan terus berputar. Mengisi relung sosok-sosok manusia yang menghuni bumi dengan segala kompleksitasnya. Dan putaran itu tak bisa berhenti, tak bisa diputar balik, yang menjadi tugas manusia adalah mengisinya dengan segala bentuk upaya terbaik serta memetik hikmah dari perputaran yang dialaminya menjadi potongan2 puzzle yang membuatnya semakin dewasa, semakin bijak, dan terutama semakin bertaqwa.

 

 

Fascal Part 2

Fascal Part 2

Rabu, 22 Desember 2010

Fascal yang diadakan etoser Bandung pada tanggal 19 Desember kemarin, menurutku terbilang lumayan, dan tidak terlalu mengecewakan. Meskipun dari jumlah peserta yang berpartisipasi tidak mencapai target yang diharapkan, tapi lumayan lah, dengan kondisi kepanitiaan yang agak kacau di awal dan kordinasi yang tidak terlalu baik, tapi acara hari-H cukup OK, meskipun tidak bisa disandingkan dengan Etoser wilayah lain yang bisa mendatangkan peserta dengan orde ratusan orang. Hanya berharap ini akan dijadikan pelajaran bagi kami semua dalam menyelenggarakan suatu acara, memang benar2 harus dipersiapkan dengan ikhtiar terbaik.

Perjalanan kisah Fascal ini sangat mendebarkan. Pukul 07.00 dalam kondisi dekorasi belum beres (hehe,, )beberapa peserta belum datang. Sampai pukul 08.00 jumlah peserta yang mengisi bangku kosong juga msih sedikit. Baru pada pukul 08.30 acara dibuka dengan peserta yang aga lumayan nambah.

Panitia yang wara-wiri ga jelas nyiapin ini itu, hilir mudik menyiapkan segala sesuatu yang belum siap, termasuk juga nyiapin perut yang kosong, karena panitia harus siap ga diisi makan smpe siang. Haha, ga tega juga, akhirnya aku meminta satu orang anak membeli nasi kuning untuk kami semua. Piuuh untunglah hal itu kulakukan karena dengar-dengar beberapa dari kami juga tidak makan siang.

Beberapa dewan juri yang disiapkan sebelumnya ada yang ga dateng, dan juga memang ada lomba yang menemukan jurinya. Akhirnya beberapa orang mendouble-double ria, termasuk diriku yang mendouble sebagai sie dokumentasi, sie penyalur makanan untuk panitia, dewan juri menggambar dan kaligrafi, serta dewan juri cerdas cermat. Seneng juga hilir mudik ke sana kemari, ke atas ke bawah, karena aku memang sangat suka bergerak.

Aku melihat anak-anak juga mengeluarkan effort paling keren yang mereka miliki, mput dan ghofar yang ngocol abis di depan panggung sebagai MC, dita, Linda, Ulfi, Halim, Yoga, dan Zaky yang masing-masing menjadi Pj Lomba dai cilik, baca puisi, tahfidz, kid fashion show, cerdas cermat, menggambar dan kaligrafi. Ada lagi yang berada di depan panggung kaya Kiki selaku ketua sie acara, dan Wawan sebagai ketua panitia, Angga yang sibuk ngurusin uang, Opik yang bertugas sebagai PJ logistik, Njuzz ma Susi yang hilir mudik bantuin anak2 yang lain, Icha ma Iis di meja registrasi, Siddik dan Dedi yang berada di belakang panggung ngeprint sertifikat, Retno, Teh Gantina dan Nur yang jadi juri, hmm siapa lagi ya.. yang belum kesebut, oiya Derip jadi tim konsumsi dan tim bolak balik hahaha.

Oleh karena jumlah peserta sedikit, rangkaian acara yang berada di panggung utama ternyata selesai lebih awal, sementara itu, tiba2 bel yang akan digunakan untuk lomba cerdas cermat mendadak tidak menyala, padahal sebelum dibawa ke sini sudah dicoba dan menyala. Pengerahan anak2 Elektro dilakukan mulai dari angkatan 2006 sampai dengan 2009 diberdayakan untuk membuat bel kembali nyala, walah walah memang ga akan seru kalo tanpa bel atuh-begitulah yang kami pikir. Untungnya bapak ketua acara mengusulkan pengganti bel dengan bel alam yaitu teriakan mereka. Dan dengan ide bagus dari salah seorang panitia memindahkan lokasi cerdas cermat dari dalam ruangan menuju panggung utama sehingga penonton lebih ramai, dan peserta yang juga menunggu hasil lomba baca puisi dkk juga tidak bosan.

Sesi semifinal pertama, dilakukan tanpa bel, tapi alhamdulillah sesi semifinal berikutnya bel-nya bekerja sama dengan baik hingga tuntas final. Sayangnya yang jadi masalah justru soal2 yang diberikan kepada peserta cerdas cermat, bisa mengikik-lah pokoknya kalo baca soal-soal itu. Kemudian kesalahan juga ada pada juri, termasuk diriku katanya yang belum piawai menjadi juri, huhuhu, baru pertama kali juga soalnya jadi juri cerdas cermat, masukan demi masukan aku terima, lumayan lah buat pengalaman. Asyik2 aja.

Sebelum Sesi semifinal kedua, aku harus menilai gambar dan kaligrafi yang ada trus mengambil uang hadiah peserta dari ATM, iso busy iso busy naaa…(Kin-chan mode on).

Sesi semifinal kedua berjalan lebih lancar dari yang pertama, sayangnya tetep we ada salah, karena tertukarnya jawaban soal an naml dan an-nahl. Penonton riuh rendah menyoraki kami, hehe,, maklum, kami juga manusia ateuh..

cerdas cermat sampe final beres. Dilanjutkan dengan performansi dari panitia : Kiki, Linda dan Yoga yang mempertunjukan musikalisasi puisi mereka. Lucu, mereka berpuisi dan hujan pun turun. Setelah itu, pembagian hadiah, yang diwakili oleh staff manajemen daerah dan beberapa orang panitia, habissnya mba dety-nya pulang sebelum pembagian hadiah jadi weeh kita yang maju.

Yang lucu lagi, karena hujan, beberapa orang panitia berubah fungsi menjadi ojeg payung, mengantarkan peserta yang lalu lalang ke depan dan ke tribun peserta untuk menerima piala, piagam dan uang pembinaan heheeh. Belum lagi Ghofar dan Mput ngocol abis di depan, membuat kami pun yang di belakang panggung sampe terpingkal-pingkal. Belum lagi ditambah guyonan gorok-cekik-gantung anak-anak terhadap diriku yang berkali-kali menyepet si sosok “jarang halaqah” .. hihihi, lucu lah..


beres semuanya, kita berfoto ria. Huff inilah foto pertama yang aku ambil bersama mereka dalam suatu acara besar seperti ini. Inilah foto pertama yang aku miliki bersama tim etoser lengkap. Sedikit sedih menyembul dari hati, bahwa kebersamaan ini akan segera berakhir. Mungkin di depan mereka akan ada TOENAS, akan ada rekrutmen 2011, dan akan ada TENS 2011. dan ketika itu terjadi aku tidak akan lagi bersama mereka. Meskipun terbilang singkat, yakni hanya 6 bulan, tapi kebersamaan ini bagiku memberi kesan yang cukup dalam..saat-saat ini akan menjadi saat-saat yang kurindukan. Ahh,, cinta yang muncul dari rasa persaudaraan itu memang indah. Pada awalnya kami tidak saling mengenal satu sama lain, namun takdir Allah yang menjadikan kami terikat dalam satu hubungan yang telah ditetapkanNya, dan aku pun menjadi bagian dari mereka. Meskipun juga aku bukan alumni etos, tapi mungkin aku nanti menjadi alumni supervisor Etos, ah,, gelar yang tidak jelek..

oiya, baru kemarin aku mendapatkan foto2 dokumentasi Fascal, bisa senyum2 sendiri-lah lmelihatnya. Ada beberapa foto yang kalo dipublish akan menimbulkan gosip yang tak terbendung wkkk.. salah satunya adalah foto keluarga dari seorang X dan seorang Y bersama seorang adek kecil yang unyu unyu. Ada lagi dua buah foto yang ga sengaja keambil, tapi sbenarnya ga ada apa2 di antara mereka, hanya kebetulan terfoto ketika berdua. Yang lucu lagi dan ini yang paling aku suka adalah foto F4 atau BBF atau apapun itu istilahnya.

sayangnya Derip ikut kefoto tuh, kalo ngga bisa jadi F4 beneran… hayo hayo etoser, bisakah kalian menebak siapa sajakah sosok2 pemilik punggung ini..

masih banyak cerita lucu lain yang sangat sayang jika kupendam sendiri. dan dengan senang hati akan aku tuliskan selalu cerita-ceritaku.. mudah2an menginspirasi, tapi lebih utamanya adalah kepuasan hati untuk menulis, dan mendokumentasikan potongan-potongan kenanganku bersama orang2 yang kusayang.

uhibbukumfillah adek2..

pelajaran Allah hari ini

hujan turun membasahi bumi, mengiringi kegundahan hati yang menjelma menjadi butiran memori yang membuatku teringat kembali akan perjalanan yang kutempuh sejauh ini,

Hari ini, Allah memperlihatkan pelajaran yang sangat berharga, setelah menemukan kembali jalan bagiku untuk membuatku kembali mengingat pelajaran2 yang Allah berikan, meningat berbagai ilmu yang sudah kudapatkan. Setelah aku berhasil mengikhlaskan sebuah pilihan, aku diberikan Allah pelajaran.

Mengingat berbagai rapat yang kujalani, rapat yang kuhadiri, berbagai rapat yang kusinggahi, aku tak bisa menghitung betapa banyak rapat yang menjadikanku sebagai bagian darinya. dan aku juga tak bisa mengingat betapa mungkin aku membuat sosok-sosok lain dalam rapat yang kuhadiri pernah tidak nyaman meghadiri rapat bersamaku, aku juga tak bisa mengingat betapa mungkinnya aku menjadi sosok yang sangat dominan dalam sebuah rapat yang membuat orang lain bahkan tidak bisa bicara sepatah pun. atau betapa seringnya aku membuat orang lain dalam rapat terpotong pembicaraannya.

mohon ampun ya Allah, aku MOhon ampun, atas setiap kesalahan masa lalu iin yang sangat mungkin membuat orang lain tidak berkenan terhadap tindakan dan ucapan iin, ataupun kesalahan yang in lakukan kemarin2 yang bisa jadi membuat iin sangat layak menerima perlakuan yang sama yang mungkin iin lakukan terhadap orang lain. dan Ampuni aku ya Allah yang belum bisa menjadi hambaMu yang shabar dan ikhlas, yang belum bisa mengontrol perasaan dan mengendalikan ekspresi wajah,, ampun Allah, ampun, berikan iin kekuatan untuk memperbaiki ya Allah, dalam gerimisMu aku berharap, dalam saat2 yang Kau janjikan kemustajabannya, aku bermunajat semoga Kau memberikanku kekuatan yang membuatku terus menjadi sosok yang lebih baik, serta kesabaran dan keikhlasan

Allah, im sure i’ll find the way….

FASCAL Part 1

Jumat, 17 Desember 2010

FAS adalah salah satu kegiatan besar asrama Etos seluruh wilayah. FAS adalah singkatan dari Festival Anak Sholeh, dan merupakan kegiatan untuk anak-anak sekolah dasar dalam berbagai arena lomba dan kegiatan, misalnya cerdas cermat, menggambar, mewarnai, dan lain-lainnya. Untuk Bandung, berhubung, ada beberapa masalah yang cukup pelik untuk diselesaikan sehingga terjadi beberapa penundaan, dan juga menyebabkan penundaanb-penundaan yang lain yang sempat membuat Tim manajemen Etos pusat geleng-geleng kepala karena pusing. Bandung sendiri membuat acara FAS ini bertemakan lingkungan sehingga namanya diubah menjadi FASCAL yang merupakan kepanjangan dari Festival Anak Sholeh Cinta Lingkungan. Ya.. tema yang cukup menarik mengingat akhir-akhir ini tema lingkungan mencuat cukup kuat di negeri kita akibat betapa banyaknya bencana yang kita alami.

Rencana Fascal yang semula akan dilaksanakan bulan Juli 2010 (haha saat itu aku belum masuk etos) namun yang terjadi adalah rencana Fascal yang dipindah ke tanggal 19 Desember 2010. (hahaha telatnya bukan main).

Pada awalnya aku tidak terlalu banyak terlibat dalam kepanitiaan Fascal ini, apalagi konsep kan sebenarnya bahkan sudah ada ketika aku belum masuk Etos. Karena tuntutan dari berbagai pihak, maka akhirnya Fascal memang ga bisa diundur lagi, dan di sana dimulai-lah keterlibatanku lebih jauh. Meskipun juga pada awalnya, selalu gabisa hadir rapat, karena biasanya hari ahad sore adalah waktuku untuk melingkar bersama salah satu kelompok adik2ku yang kusayang.

Namun setelah lepas dari salah satu lembaga yang kuikuti sebelumnya aku benar2 bisa fokus mengurusi adik2 Etos, termasuk juga ikut terlibat dalam Fascal-ya meskipun kualitas kerja masih tetap belum maksimal. Hal ini diawali ketika adanya memo internal dari manajemen etos pusat, plus informasi2 berharga dari patner kerjaku. Diskusi-diskusi alot tentang berbagai permaslahan yang ada termasuk ke dalam permaslahan2 inti yang menjadi sumber permaslahan kami semua.

Permasalahan yang muncul sangat beragam, mulai dari permaslahan mencari tanggal, perizinan tempat, publikasi, kepesertaan dll yang semuanya kurasakan bersumber dari permaslahan utama yaitu di bidang manajemen sumber daya kepanitiaan yang bisa dikatakan belum terlalu baik. Permaslahan2 tersebut membuat sebagian besar dari kami bergerak serentak, berpikir keras untuk memikirkan solusi2 dari permasalahan yang ada.

Tidak lama berselang setelah memo internal, diadakan Monev yang merupakan kegiatan monitoring dan evaluasi manajemen Etos Pusat terhadap Manajemen Etos daerah yakni evaluasi pembinaan, evaluasi personal, sekaligus juga evaluasi manajemen yang kami lakukan. Monev ini berlangsung selama 2 hari, dan seru, baik itu diskusi manajemen pusat, etoser, manajemen, diskusi pusat-manajemen, dan diskusi pusat,manajemen bersama pihak rektorat. Seneng karena ngerasa Allah memebukakan jalan untuk memperluas jaringan dan mendapat informasi2 yang membuatku tercengang yang bisa membuatku bersyukur lebih banyak lagi kepada Allah.

Monev selesai, rapat demi rapat dilakukan untuk mencari solusi dari masalah2 yang ada. Mulai dari rapat via dunia maya dengan pihak2 yang berkaitan, juga rapat grebegan asrama ikhwan di pagi hari yang cerah yang dilanjutkan dengan brifing technical meeting yang diadakan di asrama akhawat. Setelah brifing technical meeting dan shalat jumat, technical meeting diadakan di SD Al Falah. Dari sini-lah cerita-cerita lucu itu muncul, cerita-cerita yang membuat rasa perasaan kekeluargaan terasa lebih besar dari sebelumnya, Perasaan yang sedikit mirip dari perasaan sayang yang pernah menyelinap juga kepada adik2 asrama putera dan asrama puteri Salman. Adapun kalo dibandingkan, yang ini pada lebih cerewet, lebih jail. Lebih tengil, lebih rame.. untungnya sebelumnya pernah punya pengalaman membantai anak2 astra, jadinya menghadapi yang ini tidak kaget lagi. Ketika aku mengeluarkan beberapa istilah seperti “gantung”, “cekik”, “gorok”, “kuliti” dll, mereka menggunakannya sebagai bahan gurauan yang bisa membuat semua tergelak. Aku sendiri mengikik, karena sudah pasti hal2 yang kuucapkan tersebut hanyalah gurauan semata, ga ada-lah niat benar2 menggorok dan menggantung mereka. Dasar jail memang. Tapi jujur, merasa begitu sangat terhibur, huff mereka semua gila-gila tapi lucu-lucu. Ada satu orang yang pernah ga dateng dan bikin kesel beberapa di antara mereka, setelah aku bilang “gorok aja si X” mereka menggunakan gurauan terhadap si X tersebut di mana2. “awas kang X kalo ga datang nanti digorok ma teh iin” begitulah, dan biasanya setelah itu aku cuman bisa mesem.

Cerita demi cerita bergulir, jadi tahu kebiasaan2 mereka di asramanya,, haha termasuk cerita menggelitik tentang salah seorang dari mereka yang hanya mengingat bagian dari episode “membangunkan untuk shalat shubuh dan halaqah shubuh”.. setelah diklartifikasi kepada pihak yang bersangkutan ternyata yang diceritain hanya bagian akhirnya.

Juga persitegangan antara kedua adik yang “rajin halaqah” dengan yang “jarang halaqah” haha serulah, apalagi sang sosok yang rajin halaqah ini kadang suka aga “telat ngerespon kondisi sekelilingnya” dan jadi sasaran empuk teman2 yang lainnya untuk dijadikan bahan bercanda.

Siangnya, sekolah yang ikut berpartisipasi dalam technical meeting ternyata sedikit, jauh lebih sedikit dari yang diperkirakan. Meskipun kawatir, tapi mereka membingkainya dengan gelak tawa juga, otomatis yang ada adalah suasana riuh ramai yang sama sekali tidak mencerminkan technical meeting yang sedikit pesertanya. Parah lah,, cerita Zaky tentang bagaimana pak satpam salah satu sekolah menganggapnya sebagai peminta sumbangan, ada juga yang langsung nebak kalo mereka adalah anak ITB karena sendal yang mereka gunakan. Ahh mereka benar benar sukses membuatku tergelak seharian. Termasuk juga salah satu dari mereka yang beberapa SMS2nya juga suka banget bikin ketawa, jauh banget sama penampakan aslinya yang terkenal dengan sosok yang stei cool.(ups serasa menyebut nama salah satu fakultas di ITB).

Persiapan Fascal selesai (hmm kurang tepat kalo dibilang selesai sebenarnya sih, tapi berhubung udah H-1 ya dianggap persiapan slesai) pada hari sabtu 18 Desember 2010, yang pada hari itu kita melaksanakan kerja bakti ngebersihin SMU Al Falah sebagai tempat yang akan kita gunakan pada hari-H Fascal esok harinya. Sepanjang proses pembersihan sekolah banyak peristiwa yang terjadi, dan memberikan kesan yang menyenangkan di hatiku. Keceriaan dan senyuman2 itu begitu terasa hangat, bagai keluarga sendiri-ntah lagi melow mode on atau gmana, tapi sungguh, aku merasa begitu menikmati kebersamaan ini. Terucap dari mulutku saat itu adalah alhamdulillah, betapa aku diberikan Allah skenario yang membuatku dengan adek2 kecil ini, adek2 yang sangat berwarna, adek2 yang selalu menyisipkan kegembiraan meskipun terkadang ada kesedihan dan kekawatiran yang menyelimuti mereka (kasus beberapa anak yang belum dapat solusi untuk spp-nya).

Yang paling bikin keki adalah ketika aku meminta data jumlah yang akan dipesankan konsumsi untuk esok hari. Mereka menyebut-nyebut nama BR sebagai tempat yang sangat cocok untuk dijadikan tempat memesan makanan. Aku kaget “lho bukannya BR mahal ya?? sejak kapan BR bisa menyediakan harga makanan yang murah, 4000 bisa dapat nasi plus lauk pauknya??” itulah pertanyaan yang kulemparkan pada mereka. Trus aku menimpali “daripada ke BR mending ke Kantin Mini?”. Salah satu dari mereka menimpali “ih, teteh, BR itu bisa murah banget lho!!” aku mengangguk percaya, “ya udah atuh kalo mau ke BR karena lebih murah g usah saya yang mesen kalo gitu.” trus mereka nanya “lo mau teteh yang mesen ke BR?mending ikhwan yang mesen atuh kan lebih deket ke asrama ikhwan..” aku melongo lagi “he?? sejak kapan BR pindah ke deket asrama ikhwan?? itu kan di Salman? Giliran mereke yang melongo “ih BR itu black Romantic kan??” tanyaku.. kontan gelak tawa membahana ke seluruh penjuru sekolah. Puas banget deh ketawanya, “ah teteh, smua orang di sini itu ngeh BR itu apa kecuali teteh..!!” yang lain menimpali “sejak kapan di BR ada ikan teri?? yang ada juga ayam taliwang.dkk. “ yang lain menimpali lagi “teh iin ga fokus ga fokus!!!” semuanya tergelak lagi.. ah.. puas banget mereka ngejadiin aku sebagai objek buli2 mereka.

Acara dekorasi dilaksanakan mpe bada isya rencananya, tapi agak molor dikit. Beberapa ruangan belum selesai, tapi mudah2an bisa kita bereskan besok pagi sebelum acara dimulai..

dan begitulah, malamnya aku tertidur dengan lelap di ruang tengah asrama dengan nyenyak

(Fascal part 1 selesai, dilanjutkan dengan Part 2-nya)

dalam sebuah lingkaran cahaya

lingkaran cahaya, begitulah aku menyebutnya. sebuah wahana tempatku bermandikan kesegaran iman, dan tempatku meraup air segar dari oase ketakwaan, serta arena diriku menyambung tali persaudaraan yang tak akan putus sepanjang hayat kehidupan, karena kami dipersatukan oleh satu landasan keimanan.

jika dahulu, dalam lingkaran itu, aku adalah sosok adik yang bertanya ini itu, yang merengek minta penjelasan berbagai persoalan kehidupan. jika dahulu, aku menjadi sosok yang kehausan, dan aku menjadi sosok yang menjadi objek kesayangan dari sang pusat lingkaran. Dan kini waktu bergulir, posisi berganti, kini akulah pusat lingkaran itu, akulah sosok kakak yang berkata ini itu, kini akulah subjek yang mencoba menebarkan kasih sayang kepada kilatan mata yang penuh rasa penasaran itu.

kakakku telah mentreatment aku sedemikian rupa sehingga aku merasa salah satu kekuatan yang membangunku adalah kekuatan hidayah yang Allah titipkan melalui lingkaran cahaya tersebut, kekuatan hidayah yang Allah titipkan pada kekuatan ruhiyah yang dimiliki oleh kakakku, dan kekuatan persaudaraan yang aku dapatkan dari saudaraku satu perjuangan. Kakakku telah menjadi bagian hidup yang tak terpisahkan dari pemahaman dan pemikiran yang kumiliki saat ini. Dan aku tahu pasti Allah-lah yang berada di balik semuanya. Allah-lah yang mengatur pertemuanku dengan lingkaran itu dan Allah-lah yang membuatku selalu berusaha untuk menjadi bagian darinya.

itulah lingkaran cahaya dari sekelompok manusia yang menyadari lemahnya keimanan mereka. itulah lingkaran cahaya dari sekelompok manusia yang berusaha menjadi bagian dari barisan panjang sepanjang sejarah yang mereka tahu Rasulullah Muhammad Saw-lah yang menjadi sosok paling depan dalam barisan itu. itulah lingkaran cahaya dari sekelompok manusia yang mengharapkan perjumpaan terindah sepanjang masa dengan Sang Khalik Pencipta Alam Semesta. Dan itulah lingkaran cahaya dari sekelompok manusia yang menantikan unta merah serta keindahan dari dunia dan segala isinya.

Wahai Dzat Yang Maha Pmberi Petunjuk, aku…hambaMu yang Lemah yang mengharapkan Lingkaran Cahayaku, baik lingkaran cahaya di mana aku adalah titik di tepi lingkaran itu maupun lingkaran di mana aku adalah pusat lingkaran itu, selalu berada dalam naungan dan petunjukMu serta selalu bisa menjadi oase kehidupan tempat mencari kesegaran keimanan dan ketakwaan bagi manusia-manusia yang terlibat di dalamnya. dan jadikanlah kami kekuatan yang bisa Kau gunakan untuk menjadi tentara penggembala unta merah yang gigih, militan, dan memiliki kadar ruhul istijabah yang bisa membuat kami bisa menjadi pembuka jalan bagi turunnya hidayah kepada hambaMu yang lain.

bismillah,, dan smoga lingkaran cahaya kami berpadu dengan lingkaran-lingkaran cahaya yang lainnya menjadi barisan kokoh yang menjadi kebanggaanMu di hari Akhir kelak