hidup itu adalah pilihan, benar??


Kurang lebih seminggu ini keplalaku diisi berbagai pemikiran tentang kehidupan. Apa itu kehidupan? Apa yang harus kulakukan untuk mengisinya? Harus bagaimana aku hidup? Ada banyak lintasan yang kupikir tak ada salahnya untuk dituliskan, mungkin saja bisa bermanfaat terutama buatku dan pada umumnya buat yang membaca tulisan ini..

kehidupan…

berisi pilihan-pilihan, berisi keputusan-keputusan yang pada dasarnya akan memiliki pengaruh bagi diri kita. Memilih ini dan memutuskan itu choose and decide. Dan pilihan-pilihan ini mau tidak mau akan selalu datang ketika kita berjalan, ketika kita belajar, ketika kita berinteraksi dengan orang lain, ketika kita bermain, ketika kita santai, ketika kita mendengarkan musik, dan lain sebagainya. Mau tidak mau dan tidak ada pilihan lain bagi kita selain memilih, bahkan tidak memilih pun juga merupakan sebuah pilihan.

Yang kusadari adalah peta kehidupan yang kumiliki pun adalah kumpulan dari hasil-hasil pilihan. Aku memilih teknik kimia, aku memutuskan itu harus di ITB, aku memutuskan tinggal di asrama Salman, aku memilih menjadi anggota Mata Salman, aku memilih mengikuti kegiatan relawan di Pangalengan, dll… semuanya adalah pilihan. Bisa jadi ketika itu aku tidak memilih ITB, maka aku tidak tahu sekarang aku bagaiman?? ntah lebih baik ntah lebih buruk dari aku yang sekarang. Tapi inilah aku,, aku hasil dari pilihan2 yang kuambil dulu kini dan masa nanti.

Oleh karena itu memilih menjadi keterampilan tersendiri yang harus dibingkai dengan nilai2 Ruhiyah yang bisa membuat pilihan kita beserta hasilnya adalah sesuatu yang baik yang dibingkai atas ketaatan kepada Dzat Yang Maha Menciptakan Pilihan. Betapa Bijaksana Allah, yang telah memberikan kebebasan kepada manusia untuk memilih, diberikanNYa berbagai pilihan meskipun tak ayal bagi konsekuensi atas pilihan yang telah diputuskan.

Nah bagaimana bisa supaya pandai memilih dan memutuskan itu juga dikembalikan kepada pilihan lagi, mau ga memilih untuk belajar lebih banyak dan mendekat kepada Allah lebih dekat lagi?? maka konsekuensinya pasti,, Allah akan memberikan petunjuk dan bimbinganNya supaya kita tak salah memilih, supaya kita cerdas memilih..

Namun, manusia, dan sangat manusiawi, jika terkadang menyesali keputusan yang sudah dipilihnya, “kenapa dulu ga begini?? pastinya ga akan kaya gini?? kenapa dulu begini?? dan sekarang pasti kaya gitu…” manusia adalah tempatnya salah, tapi pilihan yang diambil tak ada yang tidak memberikan pelajaran, meskipun kita bisa jadi harus membayar dengan harga yang sangat mahal akan keputusan yang salah tersebut.. tapi di bagian peta kehidupan manapun selalu ada ladang untuk belajar…

Manusia sama sekali tidak akan memiliki pengetahuan tentang kehidupannya di masa datang. Akan bagaiamana dirinya, akan seperti apa dirinya, akan menghadapi masalah seperti apa, tak ada satupun yang manusia ketahui dengan pasti. Mereka hanya bisa menerka dan mengira, memilih untuk maju dengan berbagai pertimbangan logis yang mereka kira akan mereka terima jika memilih dan memutuskan satu langkah hidup yang mereka jalani. Terkadang ketakutan dan kekawatiran menerpa, dan kadang ketakutan itu menjelma menjadi sebuah keraguan yang mengiringi langkah tersebut. Namun Allah sudah membekali manusia dengan perangkat akal pikiran yang sangat luar biasa dan terutama buku panduan memilih yang hebatnya sepanjang masa yakni Al Quran..

Jadi sampailah pada kesimpulan yang ternyata merupakan peribahasa yang sudah sama2 kita kenal bersama,”hidup adalah pilihan..” benarkah?? aku akan bilang benar.. karena hidup adalah memilih kehidupan setelah kematian..

so mari cerdas memilih

 

wallahu’alam bis showab

 

 

Advertisements

About iinparlina

Seorang Insan manusia yang diciptakan Allah dengan segala kekurangan dan kelebihannya, yang mencoba menjadi seorang yang dicintaiNya, dan salah satu cara yang dilakukannya adalah dengan menulis, membagi sedikit sekali ilmu yang dimilikinya. Meskipun sedikit, dia berharap dari yang sedikit itu, ilmu itu bisa bermanfaat untuk orang lain sebagaimana dia pun membutuhkan Ilmu untuk membuatnya bisa menjejakan kakinya di surga.

Posted on December 6, 2010, in riak-riak jiwa. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: