ngaler ngidul


berarak awan di langit, menghalangi turunnya cahaya matahari yang terik ke bumi. membuat angin berderak mengikuti langkah teduh langit biru. membuat burung riuh berkicau, membuat daun dan ranting mengalun perlahan bagaikan menyanyikan irama sendu yang penuh keteduhan..

langkahnya gontai, tertunduk resah dengan berbagai pikiran berkecamuk di kepalanya, muncul dan mengaduk ngaduk secara bergiliran, membuat perasaannya semakin tidak karuan. banyak hal yang harus dilakukan, namun jadinya tak ada satupun yang dia kerjakan.

ditengadahkannya kpalanya ke langit biru, keteduhan langit ketika itu membuatnya tersenyum, “langit begitu indah hari ini” begitu gumamnya. apa yang menyebabkan kegundahannya hari itu sama sekali tidak dia temukan. mungkin karena terlalu banyaknya hal yang harus dipikirkan, ahh.. tidak, bukan karena terlalu banyak hal yang harus dipikirkan dan dilakukan, aku tahu alasannya adalah pasti karena kondisi hatinya sedang kering dari kesejukan iman yang biasa dimilikinya. dia tertegun melihat beberapa file tulisan yang pernah dia buat dulu, beberapa tahun yang lalu. ketika militansi dan ruh menyeru kepada kebaikan begitu membara dalam dadanya. ketika ia dengan berapi-api menjadi salah satu tentanra Allah yang berusaha membawa kebaikan Islam kepada teman2 dan adik2nya. salah satu adiknya yang kini begitu mengikuti gerak geriknya..adik yang dulu begitu bersemangat dan menjadi bara semangatnya pula,,adik yang dia bawa dari kegelapan menuju cahaya terang Islam melalui hidayah Allah yang dititipkan padanya. adik yang sampai sekarang pun masih merindukan sosoknya namun sosok yang dirindukan itu sedikit demi sedikit pudar dimakan usia.. dia berguman “ah adek, betapa kehidupan itu begitu mudah membuat orang berubah”. pikirannya melayang lagi, memikirkan apa yang telah terjadi pada dirinya. waktu yang membuat dia kini tidak semilitan dulu, tidak memiliki RUhul istijabah sebesar dulu. yang ada bukannya lebih baik malah penyusutan kepercayaan kepada Allah..

dia mengingat2 kembali kenangan masa lalunya. dahulu ia mengajarkan adik2nya untuk menjaga diri, menjaga pandangan, namun sekarang yang terjadi adalah dirinya sendiri yang melanggar apa yang dia katakan dulu. foto cantik yang ia pasang di salah satu akun jejaring di internet merupakan salah satu bukti yang menjadi bahwa dia kini tidak sama dengan dia dulu..

ah,, betapa istiqamah itu begitu sulit, dan betapa Allah MAha Pembulak BAlik HAti,, tapi Allah MAha Pemberi Petunjuk.. dan akan memberikan petunjuk kepada siapa saja yang dia kehendaki, tinggal ikhtiar kita saja yang mungkin belum maksimal dalam menangkap petunjuk2 itu,

(tulisan ini dibuat hanya sebuah sudut pandang yang sedang dicoba sang adik untuk didalami dalam mencoba memahami apa yang terjadi dengan sang kakak)

kak,, i miss you, i love you.. coz Allah, smoga Allah merahmatimu di manapun kau berada

Advertisements

About iinparlina

Seorang Insan manusia yang diciptakan Allah dengan segala kekurangan dan kelebihannya, yang mencoba menjadi seorang yang dicintaiNya, dan salah satu cara yang dilakukannya adalah dengan menulis, membagi sedikit sekali ilmu yang dimilikinya. Meskipun sedikit, dia berharap dari yang sedikit itu, ilmu itu bisa bermanfaat untuk orang lain sebagaimana dia pun membutuhkan Ilmu untuk membuatnya bisa menjejakan kakinya di surga.

Posted on December 16, 2010, in riak-riak jiwa. Bookmark the permalink. 5 Comments.

  1. sama sekali tidak ada maksud untuk menjudge sang kakak sekarang keimanan-nya tidak lebih baik dibandingkan dulu. Hanya Allah yang berhak menilai keimanan seseorang, ini hanya sebuah cerita, cerita yang dikarang untuk sekedar menuliskan gagasan yang ada di kepala. hanya saja,,,mungkin ini juga luapan pertanyaan dari sang adik kepada sang kakak yang begitu luar biasa mendidik sang adik. aga mengherankan bagi sang adik bahwa jika dulu sang kakak begitu sangat luar biasa dalam menjaga aurat, namun kini.. meskipun hanya satu ahh tidak, tidak satu melainkan beberapa photo cantik itu mampir di jejaring.
    ah Allah, sang adik tidak berani menjudge si kakak melalui foto yang dia tampilkan di khalayak ramai,, si adik mungkin hanya coba memahami sudut pandang sang kakak dengan pemikirannya sendiri.
    ya Allah, jika nanti datang masa aku harus pergi dari komunitas kampusku, aku yakin hanya dengan PerlindunganMu aku bisa bertahan dari hal2 yang menggerus keimananku meskipun itu hal yang kecil.

    ya Muqallibal Quluub Tsabbit Qulubanaa ‘Alaa Diinika, Tsabbit Quluubana ‘alaa Thaa’atika

  2. pada dasarnya perempuan (akhwat) selalu ingin diperhatikan, baik itu didengarkan, dilihat, atau dipahami. sebaliknya laki-laki (ikhwan) ingin selalu memperhatikan dan penuh rasa ingin tahu. hanya mereka yang mampu menjaga pandangan lah yg terselamatkan dari ancaman azab Allah, dan justru mendapatkan sebaik-baik balasan dari-Nya.
    bagi laki-laki yg iman-nya masih lemah (termasuk sy), kehati-hatian perempuan untuk tidak memperlihatkan yg bukan semestinya menjadi poin penting untuk mencegah maksiat tersebut. karena harus sy akui berat untuk bisa menjaga pandangan, harus ada usaha menghindarinya dari dua pihak.

  3. coba kalau opsi like this, sy klik deh 🙂

  4. sepertinya pernah lihat komen kaya gini, dimana ya 😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: