ngaler ngidul lagi,, gatau ini teh cerita tentang apa


anak manis sayang, coba bayangkan bahwa kamu akan memenangkan pertandingan kehidupan ini..” begitu yang dikatakan Ibu itu ketika mengantarkan Hurrin ke dalam ruang operasi. Meskipun seguk kesedihan menghantamnya tanpa ampun tapi Ibu itu tetap begitu tegar. Keempat anaknya yang dikandungnya dengan susah payah dan lelah yang bertambah-tambah harus dilepasnya satu per satu ke hadirat Illahi yang menitipkan keempat anak tersebut. Betapa perih teriris hatinya, ketika harus melepaskan keempat anaknya ke lubang Kubur. Dan kini ia harus mempersiapkan ketegarannya lagi menghadapi anaknya yang kelima. Dia sering bertanya mengapa harus dia yang dipilih untuk menghadapi cobaan ini. Sampai usian pernikahan mencapai 15 tahun dia belum dikaruniai seorang anak yang bisa dibesarkannya hingga dewasa, seorang anak yang dia rindukan ketika pulang sekolah. Semuanya harus kandas dengan penyakit yang diderita oleh anaknya satu per satu.

Ketika bayinya yang kelima ini hadir, kebahagiaan membuncah begitu rupa membuatnya begitu sangat menjaga bayi kecil yang diberi nama Hurrin ‘in tersebut. Dia bermunajat kepada Dzat yang memberinya titipan agar pada kesempatan kali ini bayi itu dapat kuat menghadapi kehidupan hingga berpuluh-puluh tahun ke depan. Ketika usia dua tahun telah berhasil dilewati, Ibu itu sedikit merasa lega, usia dua tahun adalah masa yang biasanya sangat kritis, karena tak satupun dari keempat anak sebelumnya yang bisa bertahan melalui usia 2 tahun. Dan kini bayi kecil Hurrin telah melewatinya, namun ternyata sebuah penyakit pun juga telah menimpa Hurrin, membuatnya di usia yang ketiga harus menjalani operasi.

Sang Ibu yang menyadari betapa kematian telah menjadi bagian dari kehidupan anak-anaknya, maka ia pun menyadari kematian pasti akan datang kepada Hurrin ntah kini ntah nanti, namun kapan pun waktu itu datang yang harus dia lakukan adalah mempersiapkan Hurrin dengan segala upayanya untuk bisa menghadap Tuhan-nya dengan kondisi paling istimewa. Jika kemarin ia tidak diberikan kesempatan untuk mendidik dan membesarkan anaknya namun kini selama sang anak masih hidup ia bertekad akan berusaha semaksimal yang dia punya untuk menjalankan amanah terbesar wanita sebagai seorang Ibu.

Alhamdulillah, soa Sang Ibu terkabul, Hurrin sembuh dari penyakitnya dan bisa menjalankan kehidupannya sebagai seorang anak dengan normal sama seperti anak-anak lainnya. Rasa syukur yang tiada terkira Sang Ibu sampaikan kepada Dzat yang telah mengabulkan doanya.

Rasa syukur yang bertambah-tambah ketika ia mengetahui bahwa akan ada bayi kecil lagi yang dilahirkannya setelah Hurrin. Sang Ibu bersama suami dan keluarga besarnya begitu bersyukur dan menganggap Hurrin begitu istimewa, karena setelah Hurrin berhasil hidup lebih dari tiga tahun, akan ada adik kecil lagi yang juga akan bisa bertahan hidup sampai berpuluh-puluh tahun ke depan.

Waktu berlalu, Hurrin benar-benar menjelma menjadi bidadari kecil yang mengisi kebahagiaan Sang Ibu dan suaminya, juga mengisi kehidupan segenap keluarga besar tersebut. Dan yang membuat rasa sayang itu semakin besar lagi adalah kecerdasan yang dimiliki Hurrin telah membuat para Gurunya di TK terpukau, selain lincah, pandai menggambar, juga sangat pintar menghafal. Ahh,, calon wanita pengubah sejarah.. begitu pikir guru-gurunya di TK.

Setelah masuk sekolah dasar, Hurrin juga mengukir prestasi yang tiada henti, memberi kebahagiaan kepada guru-gurunya di SD, karena dia termasuk siswa yang bisa mengambil hati orang-orang di sekelilingnya. Begitu banyak harapan yang disimpan di bahunya yang membuat anak kecil ini dapat berpikir dia ingin memenuhi harapan-harapan tersebut. Hurrin melaju dan terus melaju, dengan dukungan orang sekelilingnya yang terus memberikan semangat yang tiada henti membuat ia pun menjelma menjadi sosok remaja yang punya motivasi tinggi dan juga bisa memotivasi sekelilingnya untuk melakukan hal yang sama. Jika dikatakan tak ada satupun sandungan yang dia hadapi, maka bisa dikatakan hidupnya sangat lurus bebas hambatan kecuali satu hal yaitu kondisi ekonomi.

Hurrin remaja yang mulai menapaki arti kehidupan, ditunjukkan Allah Yang telah memberinya kehidupan kepada jalan hidayah yang bisa membuatnya lumayan terjaga. Meskipun keimanan yang dia miliki belum mengantarkannya kepada amalan-amalan pada tahapan seorang muslim sejati, tapi paling tidak ia sangat mengerti beberapa prinsip Islam yang dicamkan ayahnya kepada dirinya.

(udahan dulu ah mandegg niih)

 

Advertisements

About iinparlina

Seorang Insan manusia yang diciptakan Allah dengan segala kekurangan dan kelebihannya, yang mencoba menjadi seorang yang dicintaiNya, dan salah satu cara yang dilakukannya adalah dengan menulis, membagi sedikit sekali ilmu yang dimilikinya. Meskipun sedikit, dia berharap dari yang sedikit itu, ilmu itu bisa bermanfaat untuk orang lain sebagaimana dia pun membutuhkan Ilmu untuk membuatnya bisa menjejakan kakinya di surga.

Posted on December 23, 2010, in riak-riak jiwa. Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. teteh… you are highly recomended to join this competition with your inspiring stories!
    klik: http://indonesianyouthideas.blogspot.com/
    smoga sukses!! ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: