kakak..adek..




Hari ini, 26 Desember, kepalaku sedang sangat melow-melow-nya, masih kena efek penutupan pembinaan asrama Etos kemarin (insyaallah cerita yang ini juga akan dirilis dalam waktu dekat) d mana kemarin aku secara resmi mengumumkan rencana kepergianku dari keluargaku yang satu itu.

Kumulai pagi ini dengan penuh semangat menyambut rapat SDP bersama tim kecil Etos. Kemudian beringsut menuju masjid Salman untuk sekedar ber-online ria, mengecek beberapa akun yang kumiliki.

Tiba pada akun fb-ku kulihat, ada beberapa notifikasi yang sebagian besar berasal dari grup TOENAS-nya Etos bandung.. sedikit ngikik melihat postingan mereka di sana. Lalu beringsut pada wall-ku yang juga menyimpan satu notifikasi, yang membuatku sedikit terhenyak, satu komentar dari seorang adik yang hanya menulis “kaka…”, kemudian aku balas dengan menanyakan ada apa. Lalu obrolan comment kami berputar di sekitar kepindahanku.. ya Rabb, saat itu tiba-tiba kesedihan yang luar biasa membuncah di kepalaku. Betapa terharunya diriku melihat postingan sang adik ini,, betapa bahagia semburat mewarnai hatiku karena postingan itu, aku, seorang kakak kelas yang baru dikenalnya belum lama, dan dia adalah adiik kelasku yang juga belum kukenal lama..kami hanya dipertemukan juga pada beberapa kesempatan yang tidak terlalu banyak, tapi,,, kebersamaan yang pendek ini ternyata begitu mengakar di dalam hatiku, tak terasa butiran bening keluar dari sudut2 mataku, tak bisa kuhentikan…

Panggilan “kakak” adalah panggilan yang sangat ajaib buatku, lebih ajaib dari panggilan teteh sebenarnya, meskipun sebenarnya bisa jadi panggilan kakak adalh juga hal yang biasa di beberapa daerah. Panggilan ini juga mengingatkanku pada bunyi sms seorang adik 2008 dari asrama yang lain yang juga melakukan hal yang sama..

aku termenung, aku sama sekali belumlah menjadi seorang kakak yang baik, yang belum menunaikan kewajiban seorang kakak sebagaimana mestinya, tapi panggilan kakak buatku adalah hal yang sangat membuatku bahagia.. mungkin ada pengaruh juga dari panggilan kakak yang paling dalam buatku yang kutunjukkan untuk mentor pertamaku di ITB,, sama ketika panggilan adek kepadaku adalah hal yang sangat membuatku benar2 menjadi seorang adik..ntahlah, melow pisan ini.

Ada banyak hal yang tergali dari peristiwa ini, sebuah azzam dan sebuah impian yang berniat aku wujudkan, dalam rangka banyak hal yang berkaitan dengan adek2ku, terutama adek2 yang paling dekat denganku. Lihat saja dek, kakak akan berikhtiar sebaik mungkin mewujudkannya…

ada satu hikmah yang ingin kuungkapkan berkaitan hal ini, yang ketika kusadari betapa makna dari peristiwa ini demikian besar pengaruhnya dalam hidupku… peristiwa itu adalah penelitian akhirku dan satu mata kuliah yang membuatku tidak bisa bersama sebagian besar teman2ku Teknik Kimia 2005 menyambut wisuda kelulusan di bulan Juli 2009. penelitianku yang beberapa kali sempat bikin heboh prodi, hehe, membuatku beberapa kali meninjau ulang metode yang kugunakan, sehingga, aku bersama rekan penelitianku tidak bisa lulus Juli maupun Oktober 2009. yang tersisa bagiku adalah kelulusanku di April 2010. perpanjangan waktu yang Allah berikan ini memberikan 2 buah kesempatan yang sangat besar dalam hidupku, yang pertama adalah menjadi pembina asrama Putri Salman dan yang kedua dan ini yang efeknya ternyata lebih besar dari yang kukira adalah menjadi supervisor Beastudi Etos Bandung..

ya hanya berandai2,, seandainya lulus Juli, mungkin dua kesempatan ini bisa jadi tdak akan sama sekali menyentuh hidupku, tapi kemudian dengan kuasa Allah, aku merasakan betapa Allah adalah penyusun skenario terbaik di seluruh jagat raya, yang telah mempertemukanku dengan adik2 luar biasa ini,ga cuman 1 atau 2, tapi banyak sekaligus, ketika menjabat sebagai pembina asrama salman, aku punya 36 orang adik, dan ketika menjabat sebagai supervisor Etos, aku memiliki 19 orang adik lucu-lucu yang tak pernah berhenti mewarnai hari2ku..

kutulis ini bukan untuk membuat si adek merasa bersalah a karena membuatku jadi berat,, of course not..karena dari awal pun sbenarnya juga udah berat,, cuma hanya pengen ngasih tahu kalo Allah punya sekenarioyang terbaik buat kita, dan menjadi supervisor Etos adalah salah satu takdir yang Allah tetapkan yang membuatku belajar banyak hal. Kalau kemudian adik2ku merasakan kebermanfaatan diriku, aku sangat bersyukur,, hanya Allah yang mengatur segalanya, tapi jika belum, insyaallah aku akan berusaha lebih keras, meskipun amanah supervisor tidak lagi melekat dalam diriku..

yang pasti, adek adek… berkali-kali kakak akan bilang,, “uhibbukumfillah”, alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah telah membuatku bisa bersama kalian (meskipun sebentar),,. teteh sayang kalian karena Allah, kakak sayang kalian karena Allah

Advertisements

About iinparlina

Seorang Insan manusia yang diciptakan Allah dengan segala kekurangan dan kelebihannya, yang mencoba menjadi seorang yang dicintaiNya, dan salah satu cara yang dilakukannya adalah dengan menulis, membagi sedikit sekali ilmu yang dimilikinya. Meskipun sedikit, dia berharap dari yang sedikit itu, ilmu itu bisa bermanfaat untuk orang lain sebagaimana dia pun membutuhkan Ilmu untuk membuatnya bisa menjejakan kakinya di surga.

Posted on December 26, 2010, in riak-riak jiwa. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: