dalam dekapan ukhuwah (part-1)


Dalam dekapan ukhuwah part1

ketika beranjak dari buku isyhadu bi ana muslimun-Salim A Fillah (heu sampai kebawa mimpi laah), maka berikutnya adalah menjelajah dunia yang dibuat Salim A fillah dalam bukunya Dalam Dekapan Ukhuwah.. kata orang2 buku ini bagus, bahkan salah seorang ikhwah menulis cuplikannya di note facebook yang langsung aku klik like disana..

ukhuwah… kata ajaib yang membuatku selalu merasa tentram mendengarnya.. ukhuwah, kata ajaib yang selalu aku rasakan terutama dari saudara se-lingkaran (lingkaranku sndiri dan lingkaran adik2ku), saudara2 di asrama baik itu asrama Etos maupun asrama Salman..ukhuwah adalah kata yang bisa dengan sangat bisa aku definisikan bahwa kata inilah yang membuatku masih di sini,, masih di jalan ini, masih bertahan dengan apa yang kupercayai. Ukhuwah, inilah yang Allah turunkan bersama hidayah dari Nya untuk menjagaku, membuatku istiqamah..

ukhuwah kalo kata Cici, ketika daurah pembinaan kader dasar majelis ta’lim salman 4 tahun yang lalu.. selalu Allah berikan sepaket dengan keimanan. Ketika keimanan turun maka paket ukhuwah adalah satu kepastian yang hadir mengiringinya..

ukhuwah, adalah rangkaian perasaan, perlakuan, keimanan yang berkait satu sama lain yang menyusun kekuatan tersendiri bagi seorang sepertiku. Kekuatan untuk memberi, kekuatan untuk menyayangi, mengayomi, memberikan perhatian, memikirkan, menyelipkan nama mereka di do’a, serta kekuatan untuk berkorban. Aku sadari aku pun bisa jadi belum bisa ber-ukhuwah dengan sempurna, namun yang kusadari adalah ketika berada dala dekapan ukhuwah, maka semua kan terasa indah.. ahh..Allah.

Ketika aku datang pertama kali ke bumi Parahyangan ini, pertama kali itu pula aku disambut dengan ukhuwah yang luar biasa dari salah seorang teteh (untuk akhawat yang lebih tua aku panggil teteh semua, kecuali satu orang yang paling spesial, dan untuk ikhwan yang lebih tua aku panggil kakak). Penyambutan itu membuatku berpikir betapa si teteh ini sedemikian baik mau membantu urusan-urusanku. Sang teteh memberikan banyak informasi yang kubutuhkan untuk kugunakan di sini,, termasuk informasi untuk beraktifitas di Salman, dan masuk asrama Salman. Si teteh sebenarnya juga mengajak aku masuk bioter, tapi aku ternyata malah nyangkut di mata’. Dan di mata’ inilah juga aku merasakan besar gelombang ukhuwah yang mampu menarik aku sepenuhnya ke dalam dunia itu. Dunia yang mengantarkan aku ke dalam sebuah jama’ah yang sangat besar, yang ukhuwahnya pun juga tak diragukan. Di mata’ inilah aku menjadi adek yang paling kecil (hehe bahkan di kalangan teman seangkatan, karena sifatku yang kadang-kadang childish). Dua orang teteh yang salah satunya aku panggil kakak dan kemudian menjadi murabbiku yang paling pertama, benar-benar memperlakukan aku sebagai adiknya..aku sangat senang, bagai badai kebahagiaan yang datang meloncat-loncat dalam hidupku. Aku yang dibesarkan tanpa kakak kandung, tapi Allah memberikanku kakak sepupu yang sudah kuanggap sendiri. Dan di sini, di Mata’ aku benar2 punya kakak, benar2 punya kakak. Kakakku yang cantik yang keshalihannya luar biasa sampai bisa membuatku begitu nyaman berada di dekatnya, nyaman bersamanya, selalu kurasakan pertambahan keimanan ketika hanya sekedar melihatnya.kakakku yang militan, yang memiliki ruhul istijabah yang sangat tinggi.. makanya dua kata itu yang selalu menjadi kata kesayanganku.. kakakku yang menggenggam tanganku ketika pertama kalinya aku satu-satunya anak TPB yang bahkan belum liqa ketika itu berdemonstrasi di depan Gedung Sate tahun 2005, untuk aksi persaudaraan Palestina. Kakakku yang menggenggamkan slayer-nya untuk kugunakan melindungi wajahku. Kakakku yang mengajakku berlari meneriakan takbir, menggemakan ayat2 Allah dan kutukan terhadap yahudi di sepanjang jalan bersama para pejuang yang lain.. aku yang anak kecil saat itu, meskipun belum kuketahui dengan sempurna pengetahuan2 itu, tapi aku senang. Ada gejolak keimanan yang sedemikian besar dalam dadaku.

Kak, kau tahu,, aku merindukan sosokmu (nangis mode on nih). Kak, aku menyayangimu, aku mencintaimu karena Allah, aku ingin kau tahu betapa kau memiliki posisi tertinggi dalam tingkatan persaudaraan yang kurasakan..

Teteh2 dan kakak2 (ikhwan) yang lain pun juga kurasakan pengaruhnya dalam hidupku. Semua murabbiku, teteh mentorku di prodi, teteh naqib-ku dari gamais, teteh tahsin aku, teteh 2 asrama Salman yang begitu kusayang..ahh.. kalian pun membrikan corak yang luar biasa dalam hidupku. Top ten kakak ikhwan yang jadi panutan, termasuk salah seorang kakak yang punya kekuatan yang Allah titipkan untuk membuat bi’ah mata’ kenapa begitu sedemikian kuat-nya..

buat teman-teman seangkatanku, especially ukhti2 selingkaran yang tak kan pernah kulupakan, terutama lagi buat one person yang dari awal liqo pertama mpe sekarang ga pernah dipisah.. hehe.. all of you are excellent people, my sist and Bro. Keren2 laah. Meskipun di antara kita mungkin pernah ada masalah, banyak malah.. hehe, tapi beneran aku suka jadi angkatan 2005, sangat suka..dan salah satunya adalah karena aku diberikan teman2 seangkatan seperti kalian. Orang2 keren!!!! sungguh!! maap belum bisa terlalu berperan secara signifikan, yang ada malah sedikit dinamika dalam hubungan persaudaraan kita,, ntah itu masalah bersihin otak (hehe, buat yang merasa tersinggung, sungguh maaf!!), masalah ini masalah itu,, ahh banyak. Sampai juga ada crash yang bisa membyauat air mata juga harus tumpah. Tapi kenangan bersama kalian membuatku mearasa bersyukur memiliki saudara seangkatan seperti kalian. Ingat banget-laah, DPAA Mata, DPKD Mata, DPAL Mata, YISC-Gamais, LMD 159 sd LMD 161, NLYC, PMS II-12, daurah tiiti, daurah teeet, dauroh tuuut.. dan masih banyak lagi event yang kita lewati bersama ntah itu sebagai peserta maupun sebagai panitia. Special buat saudari lingkaranku,, uhibbukumfillah.. love you so much ukhty..

dalam dekapan ukhuwah, itulah yang kurasaan bersama mereka. Waktu berlalu, pelan-pelan aku punya satu kompi adik angkatan yaitu 2006, lalu nambah lagi 2008, 2009, dan akhirnya 2010 bahkan 2011. posisi-ku yang semula jadi adek kecil, perlahan menjadi kakak besar. Di asrama salman pun dulu, meskipun di awal2 masih belum dewasa tapi perlahan kedewasaan itu datang, terutama ketika adek2 2007 dan 2008 datang. Bener2 jadi kakak. Ketika merasa dibesarkan dengan perlakuan seorang kakak kepada adeknya, maka ntah mungkin otomatis, akhirnya perlakuanku kepada mereka pun seperti kakak kepada adeknya. Makanya sampai sekarang pun, label “kakak” yang pernah dideklarasikan secara langsung oleh adik2ku di asrama masih nempel hingga sekarang, baik ikhwan maupun akhawat. Meskipun sekarang aku tidak tinggal bersama mereka tapi komunikasi masih tetap berjalan dengan baik. Beberapa sms 3 minggu yang lalu, adikku yang 2007 bercerita kalau dia menang lomba blog kompasiana dan memenagkan hadian BB.. waah seneng, sekaligus juga termotivasi untuk terus menulis. Beberapa hari setelah itu, aku mengapresiasi seorang adek 2008 yang mengalami upgrading kapasitasnya sebagai imam. Kemudian dia membalas dengan doa yang sangat baik untuk tetehnya.. juga seorang adek 2008 yang lain yang sedang berikhtiar berwirausaha, namun agak tersendat di awal usahanya. Sms-nya lucu,, katanya pengen kurus, hehehe.. dan kemarin malam, adik ini sms minta petuah karena ada nilai-nya yang tidak memuaskan..

adik2 yang sekarang berada dekat denganku, adik2 etoser Bandung, yang juga terasa sedemikian dekatnya hubungan persaudaraan ini. Sulit diungkapkan karena saking banyaknya, mulai dari minta diantar kesana kemari, memasak tiap hari (kecuali beberapa hari terakhir karena gas abis), konsultasi keseriusan belajar, konsultasi keuangan, konsultasi dosen wali, konsultasi laporan Fascal, dan lain sbagainyah..

aku mungkin belum tunras membaca buku itu, tapi kurasakan aku hingga kini masih berada dalam dekapan ukhuwah dan akan selalu berada dalam dekapan ukhuwah.

About iinparlina

Seorang Insan manusia yang diciptakan Allah dengan segala kekurangan dan kelebihannya, yang mencoba menjadi seorang yang dicintaiNya, dan salah satu cara yang dilakukannya adalah dengan menulis, membagi sedikit sekali ilmu yang dimilikinya. Meskipun sedikit, dia berharap dari yang sedikit itu, ilmu itu bisa bermanfaat untuk orang lain sebagaimana dia pun membutuhkan Ilmu untuk membuatnya bisa menjejakan kakinya di surga.

Posted on January 9, 2011, in riak-riak jiwa. Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. Assalamu’alaikum wr.wb. Blogwalking nemu tulisan ini. Tulisan yang bagus. Terus berkarya ya… ^_^

    • wa’alaykumussalam wr wb. alhamdulillah-segala puji hanya bagi Allah
      iya, ingin terus berkarya, terima kasih, sama-sama terus berkarya juga ya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: