akhirnya hari itu tiba


Akhirnya hari itu tiba.. hari di mana aku harus pergi meninggalkan bumi Parahyangan yang kutinggali selama hampir 6 tahun lamanya.. bumi di mana aku mengenal kata tarbiyah, murabbiyah, dauroh, halaqah, usrah, dakwah, dan ukhuwwah. Bumi di mana aku temukan saudara-saudara seiman yang tidak terikat darah namun terikat akidah atas nama persaudaraan di jalan Allah..

Akhirnya hari itu tiba.. hari di mana harus kutinggalkan zona nyamanku untuk selalu ceria bersama kegilaan adik-adik kecil yang selalu mewarnai hari-hariku. Adik-adik yang penuh warna, satu wujud nyata sebuah impianku… impian yang tidak akan kusebut di sini, cukuplah Allah saja dulu yang tahu sampai tiba saatnya impian itu terwujud..

Akhirnya hari itu tiba.. hari di mana terbuka sebuah kehidupan yang sama sekali baru untukku, yang terkadang tersembul sedikit ketakutan dan kecemasan dalam diriku untuk melaluinya karena berbagai fakta menyebutkan ketersimpangan dari idealisme justru ada di fase ini..dengan keimananku saat ini aku takut, aku takut akan terlempar ke dalam golongan orang-orang yang tertelan keganasan realita sehingga tenggelamlah idealita..

Akhirnya hari itu tiba.. hari di mana aku dibukakan sebuah kesempatan untuk melangkah lebih jauh ke dalam dunia profesional keilmuan teknik kimia yang kupunya. Di mana aku bisa menjadi solusi nyata untuk bangsa.. jika selama ini hanya kata yang bisa kuutarakan, maka saatnya tindakan nyata yang menjadi jawab atas azamku selama ini.. wahai Indonesia tunggulah aku..

Dan akhirnya aku pun hijrah, ingin sama halnya dengan hijrah Rasulullah di mana hijrah ini jadi momentum yang sangat besar bagi peradaban Islam…meskipun terdengar muluk-muluk, tapi keyakinan tertancap dalam dada untuk bisa berupaya sekuat tenaga mewujudkannya..

Cerita yang lucu mengenai kepindahanku.. meskipun salah seorang adik kepercayaanku harus menjadi korban dari kelucuan tersebut. Adik yang begitu sangat kuandalkan, adik yang sangat bersahaja dalam mengemban setiap amanah yang diembankan kepadanya, sampai ketika aku pergi, kutitipkan 22 orang adik kecilku kepadanya.

Dan inilah aku sekarang, dalam kesndirian menggapai gapai cahaya ukhuwah yang pernah kunyalakan. Sepi, sendiri, terasa sunyi..ah ke mana mereka semua..itulah yang kutanyakan. Apalagi dalam kondisi yang belum pulih dari retaknya hubungan dengan adik yang paling kecil yang teramat kecewa dengan kakaknya yang mengungkit masa lalunya.. ahh adek..seandainya kau tahu bahwa betapa kakakmu ini sangat menyesali apa yang telah diperbuatnya, dan menerima hukuman yang mungkin belum setimpal tapi sudah sangat membuatnya terluka..

Dan inilah aku, yang terdampar dalam dunia baru, yang berharap ada uluran kehangatan persaudaraan. Namun aku terhenyak dengan pikiranku yang digerogoti setan seperti itu. Aku tahu dengan kondisi melow seperti ini, betapa mudah setan menguasai pikiranku hingga akhirnya sebuah tausiyah yang dengan izin Allah melesat melewti ribuan gelombang elektromagnet di alam raya dan mampir dengan cantik di layar Hpku:

hidup akan terasa begitu indah jika segalanya dilakukan karena Allah. Dalam cinta teruji kesetiaan, dalam amal teruji keikhlasan, dalam sakit dan musibah teruji kesabaran, dan dalam ukhuwah teruji ketulusan, serta dalam taqwa teruji keyakinan. Ukhuwah bukan hanya terletak pada banyaknya pertemuan, lebih dari itu, ia sertakan saudaranya dalam bait do’a yang tiada terputus, meski ia jauh darinya. Semoga kita ada dalam lingkaran ukhuwah yang penuh keikhlasan untuk saling mendoakan dalam kebaikan…

bagaikan oase di padang pasir yang segera mengenyahkan serbuan setan di kepalaku yang menghasutku mempertanyakan keberadaan saudara-saudaraku, akhirnya aku pun tersadar, terkendali, dan bisa kembali berpikir jernih. Belum lagi ternyata Allah juga menjawab keresahanku dengan sms dari kedua orang adik yang cukup dekat denganku.. ah.. seketika buyar perasaan kawatirku, lagipula isi sms tausiyah itu benar, bahwa ketulusan dan keikhlasan-lah yang menjadi pilar utama dari persaudaraan itu, selain keimanan-lah yang menjadi dasar atas segalanya..hingga mala rindu ini menggerogoti hatiku, aku tahu bahwa biarlah keimanan yang menjadi obatnya dan biarlah rindu ini sampai dengan perantara Allah Dzat yang Maha Penuh Welas Asih.. jika memang persaudaraan ini timbul di atas kecintaan terhadap Allah, maka dia akan bermuara dan bertepi dengan landasan kecintaan terhadap Allah Swt..tiada satu pun hal yang patut kuragukan..

Lagipula setelah diperhatikan di sini cukup menyenangkan, suasana pedesaan yang sangat asri disertai dengan pembelajaran setiap hari dari tingkah Paman dan Bibiku.. pembelajaran tentang bagaimana mengarungi biduk rumah tangga.. ah aku jadi tersenyum sendiri memikirkannya..^_^

 

Advertisements

About iinparlina

Seorang Insan manusia yang diciptakan Allah dengan segala kekurangan dan kelebihannya, yang mencoba menjadi seorang yang dicintaiNya, dan salah satu cara yang dilakukannya adalah dengan menulis, membagi sedikit sekali ilmu yang dimilikinya. Meskipun sedikit, dia berharap dari yang sedikit itu, ilmu itu bisa bermanfaat untuk orang lain sebagaimana dia pun membutuhkan Ilmu untuk membuatnya bisa menjejakan kakinya di surga.

Posted on January 27, 2011, in riak-riak jiwa. Bookmark the permalink. 10 Comments.

  1. ih teteh udah pindah? nggak bilang2… T.T
    semoga istiqomah dalam kebaikan, terus belajar dan mengajarkan…

    “..
    Bukankah hati kita telah lama menyatu
    Dalam tali kisah persahabatan ilahi
    Pegang erat tangan kita terakhir kalinya
    Hapus air mata meski kita kan terpisah
    Selamat jalan teman
    Tetaplah berjuang
    Semoga kita bertemu kembali
    Kenang masa indah kita
    Sebiru hari ini..”
    (pinjem liriknya ‘sebiru hari ini’ edCoustic)

    • hehe.. bilangnya d fb dek.. afwan ga bilang2 secara resmi.. amiin adek,, mohon doanya. smoga Allah melindungi kita dmanapun kita berada

      uhibbuifillah

  2. oi innn…
    pindah kemanakah? ke jakarta?
    hayuk kita ketemuan di jakarta :p

    • tetehhh maap baru bales. baru connect internet dan baru sempet.. hehe,, tanggerang teh..kerjanya emang di jakarta di thamrin 8..
      hayu hayu ketemuan, kangen teteh…..

      • thamrin 8? aku di sudirman 1 :p
        hahaha..
        kerja dimana, in?
        tiap hari naik kereta ke stasiun sudirman?

      • he?? deket dong teh,, kali kali ketemuan yuuk,,
        BPPT teh, jadi pegawei negeri.
        kereta sudirman?? gtau teh, mngkin stelah tanah abang ya? iin biasa naek di tanahabang teh..
        berhubung suka banget ma kereta api jadi menikmatin sajah haha

  3. udah masuk kantor teh ?? mantebh dah.. selamat berkarya bu !

  4. teh, rumahku kan di tangerang… main atuh… di Pamulang. teteh dimananya?

    • Pamulang ya?? kalo naek kereta dari tempat teteh, turunnya d stasiun sudimara.. hehehe..
      pengen maeen!!
      teteh di parungpanjang, perbatasan Bogor dengan tanggerang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: