Monthly Archives: April 2011

lagi suka lagu ini (Hablumminallah banget lah)

ajari aku ’tuk bisa
menjadi yang Engkau cinta
agar ku bisa memiliki rasa
yang luar biasa untukku dan untukMu

ku harap Engkau mengerti
akan semua yang ku pinta
karena Kau cahaya hidupku, malamku
‘tuk terangi jalan ku yang berliku

hanya Engkau yang bisa
hanya Engkau yang tahu
hanya Engkau yang mengerti, semua inginku

mungkinkah semua akan terjadi pada diriku
hanya engkau yang tahu, ajari aku ’tuk bisa mencintaiMu

Sebuah Tausiyah Pagi Hari

Bila dirimu sekarang sedang menunggu seseorang untuk menjalani kehidupan menuju Ridho-Nya, maka berSABARlah dengan keISTIQAMAHan.

Allah datangkan dia bukan karena rupawan, kepintaran, ataupun kekayaan.

Tapi Allahlah yang menggerakannya

Janganlah tergesa-gesa untuk mengungkapkan cinta kepada yang kau damba, sebelum Allah mengizinkan.. Belum tentu yang kau cintai adalah yang terbaik untukmu

Siapakah yang lebih mengetahui melainkan Allah??

Simpanlah segala bentuk ungkapan cinta dan derap hati rapat-rapat. Allah akan menjawabnya dengan lebih indah di saat yang tepat

(semoga bisa dijadikan pelajaran ^_^,, itu saja)

yang kucari….

Apa yang kucari di sini??

Pertanyaan ini kerap kali ditanyakan kepadaku ketika awal kumenginjakan kaki dan mulai beradaptasi di tempatku menuai pahala kontribusi…orang-orang itu bilang “gaji pegawai negeri itu kecil, ga enak, mending anak Teknik Kimia ITB nyari-nya ke Chevron, Schlumberger, Pertamina,, ngapain jadi pegawai negeri??”

Karena aku sudah memiliki jawaban yang tertanam dengan sangat baik di kepalaku, aku tak ragu lagi menjawab pertanyaan itu. Terkadang dengan berani kulontarkan jawabanku ke hadapan orang-orang itu, namun terkadang pula aku cukup menyimpannya di dalam kepala karena merasa tidak ada gunanya mendebat orang yang lebih tua..

Impian besar-ku lah yang jadi jawaban atas pertanyaan pertanyaan itu, setumpuk idealisme yang masih terpaku di kepala, meskipun kadang hanya langkah kecil yang bisa kulakukan untuk mewujudkannya. Kadang larut juga aku dalam realisme, tapi impian besar yang mengakar itu sedemikian kuat bahkan hingga sekarang, hingga aku pun tak berani melupakannya..hanya saja aku pun lemah, kubutuhkan energi ekstra yang bisa kusuntikan ke dalam urat nadi kehidupanku agar aku tetap bisa konsisten menegakannya… sungguh,, aku tak tahu sampai kapan impian ini akan bersemayam dalam jiwaku, aku takut dia justru menguap dihempas teriknya nestapa kehidupan…

Argh,, perahuku masih bisa kukendalikan, tapi satu atau dua tahun lagi?? Aku tak tahu, aku masih akan terus mengharapkan kekuatan illahiyah, meskipun aku tahu bahwa aku tak sekuat waktu dulu. Dengan tertatih-tatih, dengan sisa idealisme yang masih mengakar, kucoba bertahan dari hempasan gelombang penyimpangan.. duhai Allah… jangan biarkan kulepaskan tali ikatanku terhadapMu… aku tahu jika tali itu lepas, maka bukan Kau yang melepaskanku, tapi akulah yang melepaskannya.. jangan sampai itu terjadi,, semoga aku istiqamah di jalanMu hingga akhir perjalanan hidupku.. dan.. izinkanlah kutemukan bahtera yang perkasa keimanannya, untuk kujadikan tempat berlabuh..

Prajab oo Prajab (24 hari yang menggetarkan hati)

lari pagi tiap hari 2 keliling sambil teriakin yel yel

Prajab oo prajab

Bagaimana prajab bisa begitu menggetarkan hati, iman, dan perasaan….

Aku ingat betul, 14 Maret 2011,, adalah hari pertama Prajab, kami ber 98 orang dari BPPT (plus 36 orang dari LKPP, 2 orang dari setjen DPD, dan 18 orang dari Bakosurtanal) diminta hadir di kompleks Bumi, PPMKP Ciawi sebelum jam 3 sore, dan kuingat betul, mentari pagi kala itu,, begitu terik ketika aku melangkah dari rumah Paman di Parungpanjang membawa seperangkat peralatan yang kuperlukan. Namun ketika itu, aku harus menyimpan laptop Bidang 3 ke kantor di lantai 19, dan tergopoh-gopoh menuju bis yang mengantarkan kami sampai di Ciawi..

Aku hanya bisa menerka kira-kira apa yang akan terjadi di sana—hmm standar pelatihan alias training lah yaa,,, begitu pikirku. Ketika tiba pun belum terlintas hal-hal yang luar biasa akan terjadi di sini,, hanya Pak Syabudin yang rajin memberikan inforasi tentang ini-itu-nya prajab.. tapi tetep, hal2 itu belum bisa membuatku ngeh sama apa yang akan terjadi..

Aku juga sangat mengingat tentang bagaimana aku ditempatkan di kamar 74 bersama Dewi dan Mba Wirdha, kamar yang menurutku lumayan bikin deg-deg-an karena beberapa kejadian yang ada di baliknya..

Hari pertama, seorang Bapak bernama Pak Oni yang kemudian jadi tokoh utama dalam kisah ini, memberikan paparan yang cukup panjang dan lebar mengenai peraturan yang harus kami patuhi selama 24 hari di sini,, tapi tetep,, hal itu juga ga bikin aku gemetar takut,, biasa aja,, lagipula kayanya sosok Pak Oni baik kok..

Ternyata oh ternyata,, genderang perang mulai diluncurkan,, ketika peraturan-peraturan yang begitu mengikat mulai terasa mencekik-ku, terutama peraturan berpakaian yang sering kulanggar-bukan karena aku neko-neko, tapi penambahan peraturan di tempat yang membuatku sedikit kalang kabut. Aku Cuma tahu pake kemeja putih, dasi, lencana korpri, rok item, dan sepatu. Tidak ada penjelasan yang lebih detail mengenai hal2 itu, ternyata di tempat baru tahu kalo, sepatu harus ada hak-nya (dan di sini aku tercatat melanggar karena aku tidak punya dan tidak suka sepatu seperti itu), rok dan kerudung harus polos total—ga boleh ada luriknya sama sekali (dan di sini pun aku tercatat melanggar karena pernah pake rok yang biasa kupakai dan kukira boleh kupakai), pin korpri gaboleh dijadikan bros, kemeja putih gaboleh yang bladus, hahaha,,, dan seperangkat peraturan lain yang cukup membuatku deg-degan sampai akhirnya aku membeli barang-barang itu di sana (sepatu, kemeja, rok, kerudung, hahaha ^_^ –jadi inget lagi deeh).

Yang cukup bikin ngos-ngoan juga adalah foto,, foto yang kuambil sebagai prasyarat prajab ternyata salah!!!! Dan menurut seorang teman baik yang melihat catatan pelanggaranku (kebetulan), aku dikategorikan melanggar dengan memasukan foto itu, tadinya kupikir, ya udah pake yang ada dulu aja lah yaa,, minimal ada ikhtiar dulu,, eeeh taunya itu pelanggaran. Mau protes gmana, ga protes juga gmana.. tapi ya sudahlah,,

Ada banyak hal yang bikin deg-degan di sini.. mekanisme mencatat ala mata malaikat yang di awal-awal sampe pertengahan suka bikin deg-degan. Bener2 deh, pelanggaran kecil ga ada yang luput, mulai dari ketepatan makan, apel, datang ke kelas, bahkan menurut berita dari kelas lain (yang ngantuk aja dicatat jadi pelanggaran,,,hohoho). Pak Ghandi adalah tokoh utama dalam hal catat mencatat pelanggaran. Biasanya beliau bereliling ketika kami apel untuk melihat kelengkapan atribut kami, mulai dari atas sampai bawah, mulai dari pelanggaran di tempat makan, di tempat apel, ketika olahraga, dan di mana-mana… hahahaha. Tapi yang dicatat ga Cuma pelanggaran sih, tapi juga apresiasi kalo kami ungggul ntah itu bertanya, menjawab pertanyaan, datang paling awal, dst. Pada awalnya mekanisme catat mencatat ini begitu sangat mennggangguku, aku berpikir saat itu bahwa mekanisme seperti itu membuat seseorang bisa tersimpangkan niatnya dari niat untuk Allah, menjadi niat untuk dicatat atau supaya tidak dicatat sama Pak Ghandi. Apalgi ketika hari ketiga,, kepalaku mulai agak limbung. Akhirnya dengan mekanisme curhat-curhatan dengan teman2 seperjuangan i wash my negative thingking and start to nge-feel sama prajab.. baiklaaah mari tinggalkan pelanggaran2, dan tunjukan prestasi. Meskipun dhohirnya dicatat sama pak Ghandi dan teman2nya, tapi kucoba luruskan niat dengan niat yang seharusnya. Toh, sejatinya setiap hal yang ada dan terjadi dan kita lakukan dcatat Malaikat dengan sangat baik, tanpa terlewat sedetik pun, dilihat sama Allah tanpa pernah lepas pengawasan meskipun sejenak, jadi buat apa takut ma manusia.. heu sama manusia aja takut, harusnya sama Allah jauh lebih takut, jauh lebih ngeh bahwa Allah-lah yang mengawasi setiap saat dan terjaga untuk melihat setiap ketaatan dan setiap pelanggaran berupa kemaksiatan yang kita buat… dengan bekal pikiran-pikiran seperti ini akhirnya aku mulai neg-feel ma prajab, apalagi ditrigger sama kegiatan di kelas yang saat itu lagi materi team building… arasso,, lets fight until the end!!!!!

Oiya, ini hal yang sangat penting untuk diceritakan. Jd, selama prajab, kami ber 154 orang dibagi menjadi 4 kelas, ada kelas 5 : 39 orang, kelas 6: 39 orang, kelas 7: 38 orang (its my class), dan kelas 8: 38 orang.. haha sampai apal kayak gitu ya… kayanya semua orang di sini hapal jumlah peserta kelas, wong pagi siang malem, bisa ampe 5 kali sehari dicek kelengkapan kelas (orangnya:red). Kelasku,, haha (ini yang menarik) adalah kelas yang berisi orang-orang tengil, jail, tapi menyimpan segudang potensi yang sangat luar biasa (apalagi dalam keadaan mendesak).. sangat dinamis,, apalagi di saat –saat diskusi kelas yang memang hampir setiap hari diadakan sama Widyaiswara (istilah buat pemateri di sini).. wuuu.. yang ngacung buat nanya dan jawab bisa mpe belasan setiap sesi-nya… hahah asyik berat,, apalagi aku termasuk salah seorang pembantai (hahah… maksudnya penanya yang hobi banget mengacungkan tangan buat nanya, jawab, atau sekedar menambahkan—hehe maklum tabiat yang satu ini sudah ada sejak kecil). Ketua kelas kami bernama Asep Yayat Nurhidayat (hohoho,, hidup Sunda!!!!!) wakilnya bernama Kang Dani Ramdani (yang akhirnya mundur karena diangkat menjadi koordinator angkatan). Dan aku, hahaha.. menduduki jabatan sebagai kordiv kerohanian yang tugasnya mengatur jadwal kultum shubuh, imam, sama mu’adzin (yang notabene ikhwan semua). Kordiv peralatan: Prima yang juga mundur karena diangkat jadi kordiv peralatan angkatan yang akhirnya digantikan adit, kordiv: pendidikan: Rosyid (yang kena Cinta Lokasi dengan saudari dari Bakosurtanal hehehe), kordiv olahraga: Fusia (yang tugasnya ngatur jadwal volunteer buat olahraga), kordiv piket: deka (yang tugasnya ngatur jadwal piket), kordiv apel: akbar (yang mantap dengan gerakan-gerakan ke”cowok”annya,, hahahaha… rahasia umum ini mahhh…Akbar Cihuy!!!yuuk), dan terakhir kordiv kreatif: asti (yang palingggg sibuuuuukkk deh,, wara wiri ngatur performens kelas).

Cerita tentang kelas 7 ga ada habisnya,, adaa ajaa yang terjadi setiap hari.. dinamika yang sangat luar biasa,, mulai dari kegiatan pembuatan yel yel yang berubah mulu, ketika kena hukuman gara2 gabisa yel yel pas apel malam, pra evaluasi PBB, senam poco-poco (ampe apal pisan laah), latihan PBB, persiapan buat makrab 1, persiapan makrab 2, persiapan ujian, jalan-jalan ke Botani Square, ajang curhat-curhatan, game korpriii yang ternyata membuka rahasia sebagian orang,, haha.. dan masih banyak lagi yang detailnya pun juga ga mungkin kutulis di sini karena panjaaaaaaaaaaaang banget kaya coki-coki, heheh.

Cuma yaa,, ada hal menarik—tepatnya fenomena menarik yang juga hampir terjadi di setiap kelas,, yang baru aku tahu ketika pulang bahwa salah satu output prajab yaa itu,, cinta lokasi,, beuh…sebenarnya dimaklumi sih, ketika bersama-sama dari jam 4 pagi mpe jam 10 atau 11 malam dalam kondisi senasib sepenanggungan dan interaksi yang teramat intens, jika kemudian ada ketertarikan terhadap lawan jenis (terutama yang sekelas)… dalam kondisi setreess resume, tugas dari widyaiswara, bikin yel-yel, ujian dan seterusnya,, akhirnya tak ayal beberapa orang jatuh hati sama beberapa orang yang lain (heheheh).. di kelasku yang paling rame untuk diceng-cengin adalah duet maut D dan duet maut R.. Haha pasangan Dika-deka (yang katanya sekarang udah bener2 jadian), sama pasangan Rosyid-Ratih yang dikabarkan juga masih sering ketemuan (hahahaha… gosip mode on pisan laah). Masih ada sih pasangan pasangan yang lainnya (sebutlah seorang BPPT yang sampai sekarang masih mengejar seorang LKPP, atau seorang BPPT yang sedang pdkt sama seorang BPPT yang lainnya.. hahah intinya mah banyak pisan lah),, belum lagi ternyata dilihat dari grup fb yang angkatan 7, ada beberapa orang yang masih mendem perasaan sama yang di”sukai”nya.. benar-benar deh… kenapa aku tulis juga—mudah2a bukan jadi ajang bergosip, tapi karena menarik dan semoga bisa dijadikan pelajaran (terutama cpns yang belum prajab,, hehe,, berhati-hatilah kawan!!!)

Hmm selanjutnya tentang materi prajab. Secara umum prajab golongan 3 sepertiku dan kawan2 menerima materi yang PPKN-PMP-abissssssssssss…. kayak belajar PPKn dan teman-temannya selama 24 hari,, asyik sih (untuk kebanyakan materi, tapi ada juga yang ga asyik sama sekali),, tapi subhanallah,,, ngantuknya itu loooo.. ampyuuun. Banyak pisan yang tumbang laah (dan kadang-kadang termasuk diriku juga,, hehe, tapi kalo aku punya jurus menghadapi ngantukà yaitu gerak2, gangguin orang, dan yang paling ampuh adalah bertanya!!!!,,, hehehe… gerakan2 yang kulakukan kadang mengundang ketawa banyak orang terutama sebutlah Mr. D yang sangat suka menggangguku tentang caraku mengatasi ngantuk dengan gerakan2,, bahkan ampe sekarang).. haha,, pernah suatu ketika karena materinya sangaaaaaaaat menarik, tapi ngantuk ya tetep ngantuk,, akhirnya aku berjuang dengan menggerakkan kaki dan tanganku (smbil duduk:red). Sayanngnya karena posisi duduk di depan, akhirnya tertangkap basah sama Bapak Widyaiswara,, si Bapak Cuma tersenyum dan berkata “iin ngantuk yaaa… keliatan udah mulai joget joget”.. hmmm kontan seisi kelas ketawa riuh mendengar ungkapan si bapak tentang caraku mngatasi ngantuk.. baiklah,, minimal bisa bikin orang bangun,, hhehehe..

Materi2 yang ada beberapa nempel di otakku dengan sangat baik, bahkan ampe sekarang,, inget banget apa itu definisi perkantoran moderen, SPP NKRI, percepatan pemberantasan korupsi, pola pikir, budaya kerja, etika organisasi, dst (haha,, hampir disebutin semua ini maah).. sampai apal sama undang2nya segala,, UU buat definisi korupsi, definisi KPK, tentang pelayanan prima,, hehehehe.. sayang atuuuh kalo udah tau ilmunya tapi ngga dipraktekan.. jadi yuuk mari teman2ku semua, ilmu yang kita pelajari untuk kita amalkan sebaik mungkin. Aku hanya bisa melihat di sini bahwa,, prajab ini adalah sebuah kesempatan untuk memberikan bekal yang lumayan laah buatku, buat teman2, untuk bisa menjalankan amanah ke-negaraan- dengan sebaik mungkin. Cuma satu yang disayangkan,, bahwa penekanan ilmu agama yang sangatttt KUUUUraaaannnggg!!! Padahal intinya kan itu, tapi aku ngerti sih, kan di sini ga Cuma Islam, tapi ada juga agama lain,, dan lagipula ini sifatnya kenegaraan.. hehe tapi seneng juga sih ada beberapa widyaiswara yang menambahkan nilai2 keagamaan dalam materinya..

Dan aku juga senang dapat ilmu2 baru, karena di sini juga ajang sharing info dan pengalaman, misalnya Akbar yang SH, asyik banget diajak diskusi tentang Indonesia,, kita pernah menghabiskan waktu diskusi kelompok membahas permasalahan Indonesia—bahkan coret2annya juga masih ada mpe sekarang ^_^.. Mba Umi yang asyik banget diajak ngobrol, karena dewasa dan bijaksana,, penalamannya wuiiihh tidak diragukan lagi (huhu Mba Umiiiiiiii kangeeeennn ihh), Yayan, yang paling perhatian dan asyik banget orangya,, bahkan ampe sekarang, kita masih sering ketemuan—hoho minimal bahas denda hukuman dari Kang Dani (susu, cokelat, dst,, hahahah), ada Nona Indri yang mewarnai gelak tawa kelas kami, ada Mba Novi, sang Ibu muda yang gauuuuullllllll abisssssssss,, ada Asep,, yang suka serius kalo diajak ngobrol tentang maslah kelas, tapi paling giat belajarnya (hoho makanya rengking 1, hihi), ada Echa, Tasia, Rangga, octo…. whuuuuuuuuuuuuuaaaaaaaaa gamungkin disebutin satu satu…

(udahan dulu ah,, masih ada yang lain sebenarnya yang pengen diceritain,, tapi berhubung waktunya persiapan kerja, jadi yukkk marii,, insyaallah kalo ada kesempatan, disambung lagi ^_^)

petuah-petuah berharga dari Bapak dan Ibu di BPPT ^_^

Dalam kesunyian lantai 19 yang sepi dari hiruk pikuk aktifitas perjuangan orang-orang yang biasa berjuang di sana, terdamparlah aku di salah satu sudut meja di depan komputer yang kelap-kelip menemaniku berjuang .. hanya terlihat sebagian kecil orang yang masih bertahan dengan pekerjaannya yang nampaknya membuat orang-orang itu mengernyitkan dahi..

lalu keluarlah suara indah dari tenggorokanku (wkkkkk)

“huuu.. harusnya permanent fores bukan fixed forest!!!!” teriakku memaki diriku sendiri yang salah memilih kata-kata untuk proposal yang ditugaskan kepadaku..

seorang Bapak bertanya,”emang apa bedanya fixed forest dengan permanent forest???”

aku berbalik ke arah suara itu, “tadinya iin mau….” sang Bapak lalu memotong “coba dijawab pake bahasa Inggris, In” aku tersenyum dan mencoba menjawab, “at the beginning I translated hutan tetap as fixed forest,, and…” sang Bapak memotong lagi, “masa jawabnya kayak gitu?? bisa diketawain kamu, In. harusnya jawabnya gini first of all, I would like to use bla bla bla….” Sang Bapak tersenyum lagi,, dalam benakku aku berpikir,, baiklaah…

Namun ternyata obrolan tak berhenti sampai di sana, Sang Bapak yang sedang melakukan persiapan pulang dengan berbaik hati mengajakku berbincang, “dengerin Bapak ya In, kamu itu anak ITB, beruntung bisa kuliah di universitas ternama yang cukup dikenal orang. Namun kamu harus membuktikan bahwa kamu layak lulus dari sana dengan keilmuan yang kamu punya, namun juga tidak hanya itu, kamu juga harus bisa mengungkapkan keilmuan itu dengan bahasa Internasional, jangan sampai kamu jadi bahan tertawaan orang karena inggris kamu nggak bagus,, dengan kondisi kamu yang pintar (heuheu,, tersipu aku dibilang pinter,, hahah), sangat mungkin bagi kamu untuk bisa memiliki kesempatan bisa ke luar negeri untuk sekolah, talkshow, seminar, atau bahkan jadi pembicara dan sejenisnya,, jangan sampai kamu jadi bahan tertawaan orang-orang. So, coba improve bahasa inggris kamu dan go internasional, gunakan waktu kamu untuk meng-improve inggris kamu dan mengembangkan diri di sini. Jangan takut salah, jangan takut ambil resiko, kamu masih muda, waktunya berani mengambil kesempatan untuk berkembang dan berpetualang. Biarkan kesempatan-kesempatan dan pengalaman-pengalaman itu membuat kamu menjadi dewasa dan jadi orang besar.. hayu belajar bahasa Inggris bareng2,, kita bisa ngobrol selama 30 menit setiap hari tentang keilmuan kamu dengan menggunakan bahasa Inggris, kalo ada yang salah, maka kamu dihukum!!!”

Aku tercengang,, dan aku tidak merasa salah dengar,, nasehat-nasehat berharga itu dengan kehendak Allah mampir di telingaku,,aku yakin bukan untuk aku dengar dan lalu lupakan begitu saja, jelas Allah ingn aku lebih baik lebih baik, dan lebih baik lagi… makanya dengan cara ini-lah Allah mengajariku lagi..

Menyadari kebengonganku aku segera mengembalikan kesadaranku dan menjawab pertanyaan Sang Bapak yang baik hati, “wah asyik, Pak, nampak menyenangkan.” jawabku antusias. Sang Bapak mungkin melihat pancaran antusiasme dari sorot mata dan intonasi kata-kataku.. “boleh,,,” jawabnya singkat.. “tapi,, hmm jangan langsung dihukum ya Pak, heheh… masa percobaan dulu ya…” sang Bapak mengangguk kemudian pergi meninggalkanku…

Dalam kondisi semangat membara untuk mengembangkan diri, aku lampiaskan semangat itu dengan ngobrol dengan seorang rekan kerja… jadilah kami ber-casciscus bahasa Inggris di ym, membahas tentang apa yang dikatakan Sang Bapak…

aku terpekur menyadari bahwa sekali lagi dan sekali lagi, Allah memperlihatkan bahwa Dia tidak membiarkanku,, Allah membinaku dengan cara2nya yang teramat indah,, dan aku berharap semoga aku termasuk orang yang tak hanya diberi kesempatan mendengar atau melihat, tapi juga mampu melakasnakan dan menjadi lebih baik lagi….(25 April 2011, bersama Pak B***)

**********************************************************

“Iin, kamu saya panggil ke atas, (lantai 20:red) sengaja. Saya ingin ketemu kamu sebagai orang baru dan menyampaikan apa yang seharusnya saya sampaikan sebagai senior kamu yang telah lama menelan hiruk pikuk kehidupan, supaya kamu bisa menjalani kehidupanmu dengan lebih baik di sini..” papar seorang Bapak dengan penuh wibawa,, aku hanya tergetar, dan kemudian menyiapkan segenap otak dan inderaku untuk menyimak setiap apa yang dikatakan beliau. Beliau yang kutemui di lift, dan ternyata yang sengaja meminta Bapak Direktur Unit untuk mengikutsertakanku dalam lokakarya sampah bernilai 3,5 juta tempo hari.

“dengarkan baik-baik, salah satu kelemahan instansi yang kamu pilih ini adalah kemampuan menulis yang masih sangat kurang. Orang-orang di sini sangat cerdas, apapun tugas yang diberikan, biasanya bisa dikerjakan dengan maksimal. Namun sayang, kemampuan itu tidak disertai dengan kemampuan dan kerajinan menulis, akibatnya, tidak banyak transfer ilmu yang bisa dilakukan. Padahal jika melihat asal kata nama instansi ini, artinya harus ada transfer ilmu yang diberikan kepada masyarakat agar bisa diaplikasikan. Jadi saya sarankan kepada kamu, Iin, supaya kamu bisa memiliki kemampuan menulis yang baik, kuasai media, tulislah jurnal sebanyak yang kamu bisa, tingkatkan kreatifitasmu untuk bisa membuat negeri ini lebih baik. Saya melihat potensi itu ada pada diri kamu, maka saya percaya kamu termasuk orang-orang yang bisa melakukannya. Kalau pembimbing kamu ga bisa menekankan hal ini kepada kamu, maka Iin, yakinlah, saya pak R*****, bermaksud membina kamu terutama di bidang ini. Okay,, itu saja yang ingin Bapak sampaikan, camkan baik-baik.

Dan aku pun turun menuruni tangga lantai 20 dengan dada berdebar kencang karena telah merasa beruntung diberi wejangan seperti itu.. (18 Februari 2011, bersama Bapak R*****)

***************************************************************

Di suatu pagi yang cerah, ketika udara Jakarta begitu segar, awan-awan berkeliaran dengan lincah di langit biru yang memayungi bumi dengan penuh kelembutan. Seorang Iin Parlina yang saat itu sedang asyik berbincang dengan seorang Ibu yang sangat baik, yang bersedia membagi kisah hidupnya dan memberikan nasehat-nasehat berharganya untuk kugunakan sebagai pengalaman yang bisa membuatku lebih bijak dalam memandang kehidupan.. (sebenarnya awal pembicaraan ini adalah tentang kisah prajabatan yang kualami, hehehe.. aku bercerita ini dan itu, sampai akhirnya perbincangan kami sampai pada perbincangan tentang rumah tangga, hihi,, agak malu-malu nulisnya,, tapi tetep mau ku tulis)

“Iin, kalau memilih suami itu, carilah yang lebih dewasa, yang bisa membimbing iin menuju kebahagiaan. Carilah yang agamanya baik, karena akan susah jika agama imam kita justru kurang bagus, kewalahan nantinya kamu.. ya nggak harus yang gimanaa banget, tapi minimal yang punya dasar, sehingga kalau diajak pada kebaikan yang lebih baik, maka dia akan bisa dengan mudah mengikuti..latihan mengatur waktu dari sekarang, sehingga kamu bisa menjalani kehidupan rumah tangga kamu dengan maksimal,…

aku termangu-mangu, udara mulai terik, tapi kami tetap berjalan cepat di lintasan yang biasa digunakan penduduk jakarta untuk menjaga kesehatannya,, hehehe..

“kalo ada yang deketin, bagus jika Iin pun punya perasaan yang sama, hingga bisa dilanjutkan ke jenjang yang lebih serius, namun jika iin tidak punya perasaan yang sama dengan orang yang mendekati iin, maka dijaga silaturahim-nya jangan sampai berakhir dengan buruk,, yaa minimal dapat sahabat dekat,, atau minimal punya kakak yang bisa bantu Iin. Ibu saja, sampai sekarang, masih suka menjalin silaturahim dengan orang-orang yang menyatakan suka kepada Ibu dulu,, alhasil, ngerasa punya banyak sanak saudara kalo ada apa-apa di mana-mana kan ga susah..” (aku tersipu-sipu dengernya,, sambil mendengarkan Ibu, neuron-neuron syarafku berlari ke materi-materi tentang rumah tangga atau tentang hubungan ikhwan-akhawat yang pernah aku dapatkan,, )

haha,, sebenarnya ada yang lain yang Ibu sampaikan, yaitu tentang kondisi kalo seandainya Iin dapat orang yang sama-sama pegawai negeri dan atau sama-sama BPPT-hihi,, kalo kata Ibu, kalo BPPT lagi susah (Misal: TSP ilang,, haha), jadi susahnya double,, tapi yaa.. namanya juga barokah lah, kalo jodoh ga kemana..

“yang utama juga adalah, jaga kesehatan Iin dari sekarang, gunakanlah kesempatan yang iin punya untuk sekedar memenuhu kewajiban jasad Iin dengan berolahraga, lebih baik mencegah daripada mengobati,, jadikan tubuh Iin sehat, produktif, dan bugar serta bebas penyakit… makanya olahraga seperti ini jangan dilewatkan…” (21 April 2011, bersama Bu *o****)

*********************************************************

itulah, sekelumit wejangan yang Allah titipkan kepada Bapak dan Ibu di kantor,, senang rasanya merasa memiliki orang tua yang banyak yang peduli pada diriku yang masih muda ini (hehehe…24 muda lah yaa).. nasehat2 itu datang dari pengalaman dan sudut pandang kedewasaan yang sudah menjadi pengalaman yang layak untuk dibagi. Dan aku merasa beruntung menjadi orang yang diberi kepercayaan untuk menjadi objek yang dibagi tersebut.. itu tanda sayang mereka padaku kan?? luar biasa Allah yang sekali lagi membuktika bahwa Dia TIDAK AKAN SALAH MENEMPATKAN SESEORANG,, PTL-BPPT yang saat ini Allah percayakan untuk membinaku, dan aku merasa menjadi anak bungsu yang banyak sekali diberikan petuah dan pembelajaran.. (mungkin ada sangkut pautnya juga dengan posisiku yang hanya satu2nya di PTL-BPPT,, heheh)

haduh, ada lagi sih wejangan yang lain, misalnya dari Pak H*****, yang berkata “Iin, mungkin di sini gaji yang kamu dapatkan tidak seberapa, tapi percayalah, di sini kamu akan mendapatkan kesempatan belajar yang sangaaaat banyak,, ntah itu kesempatan belajar dalam konteks jenjang pendidikan formal, maupun kesempatan belajar dalam arti yang sebenarnya…mari kita lihat akan jadi apa kamu nanti???”

dan Sang Bapak ini adalah sosok yang kukagumi karena loyalitasnya dalam bekerja dan menjadi bapak TPA yang sangat kereeeeeen..haha inget Pak Tatang lah kalo liat Pak H***** teh…

(wejangan2 yang lainnya iin tuliskan nanti kalo sempat,, sekarang mau kembali belajar,, heheheh)

its my life now (versi 2)

Its my life now versi 2

setelah menjalani hiruk pikuk kehidupan baru sebagai karyawan BPPT selama 1,5 bulan, berangkat jam 4 subuh dari rumah paman, shalat shubuh d stasiun, dan duduk dengan manis nyempil di tempat2 yang sempit,, lalu biasanya terlelap di dalam kereta yang akan menempuh perjalanan kurang lebih 1,5 jam menuju stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat. Nyampe di kantor biasanya pukul 06.30an, ketika lampu lantai 19 juga masih terlelap. Seketika langsung mulai buka komputer dan ngetak ngetik pekerjaan atau kadang didahului dengan bersilaturahim dengan teman-teman di dunia maya…

pulangnya, jam 16.30 udah harus ngabur kalo tidak mau ketinggalan kereta, menggantung di kopaja P-502 dan biasanya sambil berlari menuju loket untuk membeli tiket kereta rangkas jaya. Jam 5 sore kereta berangkat, dan sampai kembali di stasiun Parung Panjang pada pukul 6 sore atau lebih,, dan angkot salimah akan dengan semangat mengantarkanku pulang nyampe di rumah pada pukul 6.30… Cape, keringetan, udah ga mau ngapa-ngapain biasanya kalo udah nyampe—makanya agak takut juga ngebebanin Paman dan Bibi, karena sebagian besar waktuku bukan di rumah…

setelah berlalu 1,5 bulan, selama 24 hari aku menjalani pelatihan bernama diklat prajabatan golongan III di Ciawi, Bogor… nah untuk cerita ini akan kukemas dalam tulisan mandiri karena banyak sekali yang ingin kuungkapkan di sana….something special ^_^

setelah menjalani Prajab akhirnya aku pulang k Parung Panjang dan menjalani aktifitas seperti sebelum aku prajab hingga Jumat, 8 April 2011, karena tanggal 9 aku sudah mulai pindahan ke kost-an ku yang baru di belakang kantor. Tanggal 10, aku resmi pindah dan menempati kamar kost-an,, haha,, asyik..ada hal-hal baru yang kurasakan yang membuat semangatku terpicu,, apalagi meskipun kami bertiga bersama Mba Osen dan Mba Cia di lantai 1, tapi suasana asrama yang mengisi masa2 paling penting dalam hidupku bisa kurasakan kembali. Shalat berjamaah, dan tadarus bareng,, ah nampaknya aku akan betah di sini…belum lagi dua adek kecil puteri dari penjaga rumah kost yang lucu-lucu, satu namanya yayi, umur 4 tahun, baru ulang tahun ketika tanggal 10 April, dan satu lagi Aliya, dede montok berusia 5 bulan yang sangat bikin gemes. Selain itu ada 2 tetangga jauh yang siap dipanggil kapanpun diperlukan, satu rumah di ujung jalan Kampung Bali 6 yang berisi genggong temen2 sekelas di Prajab, berisi Prima, Budi, dan Helmi, dan satu lagi penghuni rumah di Kampung Bali 7 yang meskipun sendiri tapi beliau yang paling aktif,, haha,, namanya kang Dani, mantan koordinator angkatan Prajabatan kami di Ciawi.

Rutinitas yang kuhadapi di sini,, menyenangkan,, teramat sangat menyenangkan, shalat shubuh, magrib dan Isya berjamah bersama temen se-kost (pas awal2 red—kesananya mah cuman shubuh doang, karena iin parlina sangat suka ber-lembur ria)..trus bisa berangkat kerja pagi mulai pukul 6 hehe,, atau hari sabtu dqn minggu,, bisa jalan2 bareng temen prajab juga ketika weekend. Dan pulangnya 5 menit bisa nyampe kost-an..

Ternyata kau pindah di saat yang tepat ketika tim-ku mendapat banyak sekali pekerjaan.. makanya tiap hari lembur. Hari pertama ngekos lembur ampe jam 6 kurang 5 menit, hari kedua lembur sampe jam setengah 7 malem, tepat ketika lampu kantor serempak dimatikan,.hari ketiga harus puas dengan lembur ampe jam 7, hari kamis mpe jam 8, dan puncaknya hari jumat dengan mengorbankan seorang rekan kerja, aku harus lembur sampai jam 9.. yang wow,, hari sabtu bisa maen2 (kerja:red) meskipun bentar,, cuma sekitar pukul 06.30 sd jam 7 dan dilanjut jam 9-11 dengan ditemani dua orang teman prajab,, hehehe,, makasih ya yayan sayang..jauh2 dari LKPP nemenin iin lembur-hehe,,

Dan begitulah rutinitasku seterusnya.. pergi pagi biasanya pada interval waktu jam 6-7, dan pulang pada rentang jam 7-9 malam bergantung banyaknya kerjaan..

lelah ada, tapi alhamdulillah, aku senang menjalaninya… semoga apa yang kulakukan senantiasa Allah brikan keberkahan, meskipun di antara waktu2 kehidupanku kurasakan selalu saja ada kesalahan yang kulakukan…

Prajab ooo Prajab

Prajab oh prajab….

Satu fase dalam kehidupanku yang harus kulewati untuk melangkah meniti karir kebangsaanku, pilihan pekerjaan yang aku kira dapat menjadikanku orang yang sangat bermanfaat dalam kehidupan ini. Tak pernah kusangka dan kukira, prajab yang merupakan hanya prasyarat bagi kami para CPNS untuk bisa menjadi PNS Indonesia telah menjadi event yang menggetarkan iman, hati, dan perasaan kami ber-154 orang…

Prajab yang harusnya ditujukan untuk CPNS yang telah mnejalani masa kerja kurang lebih 6 bulan-1 tahun, ternyata mampir dalam kehidupan 99 orang CPNS BPPT yang baru menjalani pekerjaannya selama 1,5 bulan

(tobe continued……………)

Lampiran Rencana Tindak Pembangunan Jangka Menengah Tahun 2010-2014 Kementerian Lingkungan Hidup

Lampiran Rencana Tindak Pembangunan Jangka Menengah Tahun 2010-2014 Kementerian Lingkungan Hidup
I. Program Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan hidup
A. Kegiatan Substansi Inti Prioritas Nasional RJPMN 2010-2014
No Program Action Plan
1 Pengolahan Kualitas Air dan Kawasan Gambut Penyiapan penetapan kelas air di tingkat Kabupaten/Kota
Pembinaan Teknis Pengelolaan Kualitas Air Kabupaten/Kota
Penyusunan Program dan aksi terpadu pengelolaan ekosistem danau
Pemantauan dan evaluasi pengendalian kerusakan ekosistem
Penyiapan pemetaan kesatuan hidrologi gambut
Implementasi Manajemen Sungai terpadu
2 Peningkatan Konservasi dan Pengendalian Kerusakan Hutan dan Lahan Penetapan kebijakan konservasi dan Pengendalian kerusakan hutan dan lahan
Pengumpulan data kondisi kerusakan hutan dan lahan
Pengumpulan data tutupan lahan dan perubahan penggunaan lahan
Pemantauan sesuai data potensi dan kejadian bencana
Pengumpulan data sebaran hotspot di provinsi rawan kebakaran hutan dan lahan
Penetapan mekanisme pencegahan kebakaran hutan dan lahan
3 Pengawasan dan Evaluasi Pemanfaatan Ruang Penyelesaian dokumen konsep, naskah akademik, pedoman peraturan perundangan tentang daya dukung lingkungan
Penyelesaian dokumen pedoman kebijakan pengawasan pemanfaatan ruang berdasarkan daya dukung lingkungan
Penylesaian kajian daya dukung
Penyelesaian kajian penyimpangan pemanfaatan ruang dan dampaknya
Penerapan instrumen daya dukung lingkungan hidup dalam perencanaan dan pemanfaatan ruang
peningkatan kapasitas PPLHD dalam pengawasan pemanfaatan Ruang
4 Pengendalian Pencemaran Air dan Udara pemantauan industri pertambangan, energi, dan migas
Pemantauan agroindustri, manufaktur
Penetapan izin pembuangan air limbah ke laut dan udara serta pedoman teknis perundang-undangan
5 Pengendalian Pencemaran Emisi dan Kebisingan Kendaraan Bermotor Penetapan peraturan Perundangan
Fasilitasi penyusunan peraturan daerah dan penerapan pemeriksaan emisi dan perawatan kendaraan bermotor
Fasilitasi kebijakan sektor dalam mendukung reduksi emisi, kebisingan, manajemen transportasi.
evaluasi kualitas udara kota
pembinaan teknis pengendalian pencemaran sumber bergerak
6 Pengelolaan B3 dan limbah B3 dalam industri pertambangan, energi, minyak dan gas, manufaktur, agroindustri, dan jasa Perumusan kebijakan standar pengolahan B3
Pemantauan, analisis, dan evaluasi pelaksanaan kebijakan pengelolaan B3
Bimbingan teknis daerah dan perusahaan tentang pengelolaan B3
7 Administrasi Pengelolaan B3 dan limbah B3 Penetapan kebijakan, pedoman, standar database yang dihasilkan
Penetapan Registrasi B3 dan rekomendasi izin dan notifikasi pengolahan B3
Bimbingan teknis administrasi
pelaksanaan ketentuan konversi internasional pengelolaan B3 dan limbah B3
8 Penanganan Kasus Lingkungan pengelolaan pengaduan masyarakat
penindaklanjutan dugaan tindak pidana LH
Penanganan kasus perdata LH
Evaluasi dan Eksaminasi kasus lingkungan
9 Peningkatan Instrumen Ekonomi dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup rekomendasi teknis insentif untuk peningkatan pengelolaan LH
Peningkatan dan pemantauan jumlah UKM yang melakasanakan peningkatan kualitas LH
Pengadaan pedoman dan fasilitas teknis evaluasi ekonomi SDA dan LH
Bimbingan teknis pengembangan instrumen ekonomi
B. Kegiatan Kementerian/Lembaga
No Program Action Plan
1 Peningkatan Pelaksanaan Kajian Dampak Lingkungan Pengadaan peraturan dan metodologi sistem AMDAL
Sertifikasi Penyusunan AMDAL dan Auditor Lingkungan Hidup
Fasilitasi lisensi untuk Komisi Penilai AMDAL Daerah
penilaian dokumen lingkungan (AMDAL, UKL, UPL, dan audit lingkungan)
Peninkatan kapasitas komisi penilai AMDAL
Penyelesaian aplikasi sistem AMDAL
Pemantauan pasca AMDAL
2 Pengendalian Perencanaan Ruang dan Lingkungan Penyelesaian KLHS dalam 3 rencana tata ruang pulau besar
penyelesaian draft akademik PP tentang KLHS
Penyelesaian Permen LH tentang KLHS
Fasilitasi pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kotamadya
Penyelesaian RPPLH nasional
Penyelesaian penetapan wilayah ekoregion
Pengendalian Pencemaran Limbah Domestik Pemantauan kota metropolitan, kota besar, dan Ibukota provinsi
Pengadaan pedoman teknis pengolahan limbah domestik
Peningkatan kinerja pengelolaan sampah melalui pengawasan
Pengurangan Sampah melalui program 3R
Pengendalian pencemaran Limbah Usaha Skala Kecil Pengadaan pedoman teknis
pembinaan sentra usaha kecil
Penurunan beban pencemar dari sentra usaha kecil
Peningkatan Konservasi dan Pengendalian Kerusakan Ekosistem Pesisir dan Laut pengadaan kajian, rekomendasi, kebijakan peningkatan konservasi dan pengendalian kerusakan ekosistem pesisir dan laut
Inventarisasi dana kerusakan ekosistem
verifikasi tingkat kerusakan
Perlindungan atmosfer dan pengendalian dampak perubahan Iklim Pengadaan konsep kebijakan Perlindungan atmosfer dan pengendalian dampak perubahan Iklim
Penyiapan bimbingan teknis dan perangkat untuk sektor yang akan mendapat bimbingan teknis
penerapan baseline untuk pengurangan konsumsi bahan perusak ozon
Peningkatan Konservasi Keanekaragaman Hayati Penyusunan laporan dan rekomendasi kebijakan Konservasi Keanekaragaman Hayati
Rekomendasi pemantauan pelaksanaan kebijakan Konservasi Keanekaragaman Hayati
Fasilitasi pengembangan program Taman Konservasi Keanekaragaman Hayati
Pengembangan Perundang-undangan da perjanjian Internasional di bidang Lingkungan Hidup Sosialisasi dan diseminasi UU No 28/2008 dan UU no 32/2009 dan penyusunan peraturan perundangan (RUU, PP, Permen) yang menerangkannya
Evaluasi Perda Lingkungan provinsi, kabupaten/kotamadya
Pembentukan Pedoman penyusunan Perda Lingkungan
Pelaksanaan Legal Common perjanjian Internasional
Evaluasi Implementasi perjanjian Internasional yang diikuti
Ratifikasi Konvensi Rotterdam
Pengembangan Sistem Penataan dan Penegakan hukum Lingkungan pelaksanaan sistem pengaduan elektronik
Pembentukan dan Pelaksanaan Operasional Hukum Lingkungan Terpadu (ORES)
Pembentukan sistem database dan mekanisme kerja PPNS dan PPLH
Penambahan jumlah LPJPSLH
Pembentukan isitem sertifikasi hakim
Penyusunan sistem Perdata Lingkungan
Peningkatan Kapasitas Penegakan Hukum Lingkungan Peningkatan kapasitas hakim lingkungan, kepolisian lingkungan, JPLI, SDM pengelola lingkungan,
Optimalisasi PPNS dan PPLH
Peningkatan Edukasi dan Komunikasi Lingkungan Peningkatan Jumlah pemberitaan lingkungan di media massa
Peningkatan Partisipasi masyarakat dan Lembaga Kemasyarakatan dalam pengelolaan Lingkungan Hidup Pembentukan kelompok masyarakat dan lembaga kemasyarakatan (EPW, Ormas, OKP, Profesi, asosiasi, dll) di bidang lingkungan
II. Program Dukungan Manajemen dan pelaksanaan Tugas Teknis lainnya Kementerian Negara Lingkungan Hidup
1 Pengelolaan dan Pelayanan administrasi Umum, Rumah Tangga, Keuangan, dan Kepegawaian Kemeneg LH Pelayanan dan pelaksanaan administrasi negara sesuai SOP
Peningkatan Proyek Pembinaan
Pelaksanaan Urusan Rumah tangga sesuai SOP
2 Pengendalian Internal Kemeneg LH Peningkatan jumlah laporan hasil Pengawasan, Proyek Pembinaan, kegiatan KNLH, dan laporan hasil pemeriksaan satuan KNLH dan SKPD
3 Peningkatan Pengelolaan Lingkungan Hidup Regional Perluasan Cakupan Wilayah dan pengawasan pengelolaan Ekoregion, dan wilayah pelaksanaan inventarisasi lingkungan
Peningkatan djumlah daerah yang melaksanakan dekonsentrasi di bidang Lingkungan Hidup
4 Pengembangan Perencanaan dan Kerjasama Luar negeri Kemeneg LH Penyelesaian review dan program kegiatan, serta anggaran
penyusunan dokumen kesepakatan kerjasama luar negeri
Penyelenggaraan PNLH dan penyiapan pelaksanaan komitmen internasional di bidang lingkungan hidup
5 Pengembangan Telaahan Kebijakan Pengelolaan Lingkungan Hidup Peningkatan Telaahan Kebijakan Pengelolaan Lingkungan Hidup
Peningkatan Kinerja Dewan Nasional Perubahan Iklim penyelenggaraan tugas dan fungsi DNPI
III. Program Peningkatan Sarana dan Parasarana Aparatur Negara Kemeneg LH
1 Pembangunan/pengadaan/peningkatan sarana dan Prasarana Kemeneg LH peningkatan sarana dan Prasarana KLH dalam mendukung tugas dan fungsi

metode determinasi dioksin dan furan (metode T09)

Metode TO-9

Metode ini menceritakan metode pengambilan sampel dan analisis untuk penentuan secara kuantitatif polyhalogenated dibenzo-p-dioxin dan dibenzofurans (PHDD/PHDF) dalam udara ambien, yang meliputi polychlorinated dibenzo-p-dioxins dan dibenzofurans (PCDDs/PCDFs), polybrominated dibenzo-p-dioxins dan dibenzofurans (PBDDs/PBDFs), dan bromo/chloro dibenzo-p-dioxins dan dibenzofurans (BCDDs/BCDFs). Metode ini menggunakan sampel udara dengan volume cukup tinggi yang dilengkapi dengan saringan quartz-fiber dan absorbent  poliurethane foam (PUF) dengan sampling 325 sd 400 m3 udara ambient dalam satu periode sampling selama 24 jam. Prosedur analisis mengandalkan kromatografi gas resolusi tinggi dan spectrometer massa resolusi tinggi (HRGC –HRMS) yang digunakan untuk mennganalisis sampel.

Metode sampling dan metode analisis dievaluasi dengan menggunakan campuran PHDD dan PHDF, yang mengandung juga 2,3,7,8-kongener tersubstitusi . Metode seperti ini sangat sering digunakan di Environmental Protection Agency (EPA)Amerika Serikat untuk memonitoring udara ambien. Metode ini menyediakan nilai kuantitatif yang cukup akurat untuk tetra melalui okta-PCDD/PCDF (total konsentrasi untuk setiap seri isomer). Spesifisitas yang dicapai untuk determinasi kuantitatif dari ketujuhbelas 2,3,7,8-PCDD/PCDF tersubstitusi dan 2,3,7,8 PBDD/PBDF spesifik dan kongener BCDD/BCDF.  Batas minimum terdeteksi (Minimum detection limits /MDL) pada rentang 0.01 hingga 0,2 pikogram/m3 (pg/m3) dapat dicapai oleh senyawa-senyawa tersebut dalam udara ambient.  Konsentrasi 0.2 pg/m3 dapat dihitung secara akurat. Metode ini juga menyertakan  pengukuran berbasis quality assurance/quality control (QA/QC) dalam sampling, analisis, dan evaluasi data. Prosedur analitis juga digunakan untuk tipe senyawa dalam sampel matriks dalam emisi gas cerobong, fly ash, tanah, endapan, air, ikan, dan jaringan dalam tubuh manusia. Metode ini mirip dengan metode lain yang digunakan EPA, industry, dan laboratorium akademik, untuk menentukan kadar PCDD/PCDF dalam berbagai macam matriks . metode ini adalah hasil update dari metode Compendium TO-9 dari EPA, yang dipublikasikan pada tahun 1989.

Metode TO-9 tidak memisahkan secara kuantitatif PHDD dan PHDF dalam bentuk gas dengan PHDD dan PHDF terasosiasi dalam partikulat, karena beberapa senyawa menguap dari filter dan dikumpulkan dalam adsorbent PUF. Sebagai contoh, sebagian besar OCDD dikumpulkan dengan filter dan sebagian besar TCDD dikumpulkan melalui PUF selama sampling. PCDD/PCDF bisa terdistribusi di antara gas dan fasa partikel teradsorb dalam udara ambient, sehingga, filter dan PUF dikombinasikan untuk ekstraksi.

Metode sampling dan analisis yang digunakan sangat serbaguna dan dapat digunakan untuk menghitung dioksin dan furan terklorinasi atau terbrominasi di masa mendatang dengan standar yang lebih analitis. Modifikasi terbaru dari prosedur preparasi sample menyediakan kemampuan yang dibutuhkan untuk menentukan kuantitas PCDD, PCDF, PCB, dan PAH dalam sampel yang sama.

Metode yang digunakan:

1.       Filter Quartz-Fiber dan cartridge adsorbent gelas dibersihkan dengan solvent yang tepat dan dikeringkan dalam udara terbuka yang bersih.  Sambungan adsorbent PUF diekstraksi selama 4 jam dengan Soxhlet yang menggunakan extractor cukup besar untuk mencegah kerusakan sambungan PUF. Sambungan PUF dikeringkan di udara bersih kemudian dipasang dalam catridge gelas. Aliquot dari 16 pg/µL larutan 37Cl -2,3,7,8-TCDD      sebanyak 50 µL digunakan untuk PUF (jumlah yang berbeda dan penambahan isotop 13C12 standar yng dilabeli seperti 13C12 -1,2,3,6,7,8-HxCDF dapat digunakan jika diinginkan. Catridge lalu dibungkus dengan aluminium foil untuk melindunginya dari cahaya, dan disumbat dengan sumbat Teflon, yang ditempatkan dalam container shipping yang bersih dan sudah dilabeli, dan diisolasi rapat dengan selotip Teflon sesuai dengan kebutuhan.

2.       Untuk sampling, Filter Quartz-Fiber dan cartridge gelas yang mengandung PUF  dipasang dalam penyimpan sampel dengan volume udara tinggi.

3.       Penyimpan sample udara bervolume tinggi kemudian segera digunakan, biasanya 24 jaum untuk sampel sebanyak 325 sampai dengan 400 m3. Kehilangan yang berarti pada sampel tidak dapat terdeteksi ketika penyimpan sampel yang sama dioperasikan selama 7 hari dan mengandung 2660 m3.

4.       Jumlah sampel udara ambient dicatat di akhir sesi sampling. Rekoveri sampel melibatkan penempatan filter di atas PUF.  Kemudian, Catridge dibungkus dengan aluminium foil, disumbat dengan tutup sumbat Teflon, ditempatkan kembali ke dalam kontainer untuk diangkut ke laboratorium analisis untuk diproses. Preparasi sampel dibuat mnjadi 1 set terdiri dari 12 sampel yang terdiri dari 9 sampel untuk dites, blangko field, blangko metode, dan spike matriks.

5.       Filter dan PUF dikombinasikan untuk persiapan sampel, diisi dengan standar internal 13C12 –PCDD/PCDF terlabel dan 4-PBDD/PBDF, dan diekstraksi dengan Soxhlet selama 16 jam. Ekstraksi menggunakan prosedur pembersihan asam/basa yang diikuti dengan pembersihan kolom mikro yang berisi silica gel, alumina, dan karbon. Ekstrak di-spike dengan menggunakan 13C12 -1,2,3,4-TCDD (untuk menentukan efisiensi ekstraksi yang mencapai standar internal 13C12) dan kemudian dikonsentrasikan mencapai 10µL untuk Analisis HRGC-HRMS dalam reaktifial berbentuk kerucut bervolum 1 mL.

6.       Set ekstrak sampel diperlakukan di dalam analisis HRGC-HRMS selected ion monitoring (SIM) yang menggunakan 60-m DB-5 atau 60-m SP-2331kolom kapiler silica ter-fusi untuk menghitung efisiensi sampling, efisiensi ekstraksi, dan konsentrasi MDL yang dicapai untuk PHDD dan PHDF. Definisikan kriteria dan kriteria QA/QC dan persyaratan yang diperlukan dan digunakan dalam analisis dan evaluasi data. Hasil analisis sejalan dengan volume udara yang diambil yang digunakan untuk menghitung konsentrasi masing-masing tetra melalui okta-isomer, konsentrasi dari 2,3,7,8-Klorin atau Bromin tersubstitusi isomer, atau MDL. Konsentrasi dan/atau MDL dilaporkan dalam pg/m3. EPA toxicity equivalence factors (TEFs) dapat digunakan untuk menghitung konsentrasi 2,3,7,8-TCDD equivalent toksisitas (TEQs), jika diinginkan.

Peralatan yang digunakan:

1.       High-Volume Sampler (see Figure 2). Capable of pulling ambient air through the filter/adsorbent cartridge

2.       High-Volume Sampler Calibrator. Capable of providing multipoint resistance for the high-volume

3.       High Resolution Gas Chromatograph-High Resolution Mass Spectrometer-Data System (HRGC-HRMS-DS)

a.       Equipment And Materials untuk pengumpulan Sampel

1.       Quartz fiber filter. 102 millimeter bindless quartz microfiber filter, Whatman International Ltd, QMA-4.

2.       Polyurethane foam (PUF) plugs. 3-inch thick sheet stock polyurethane type (density 0.022 g/cm3).

3.       Teflon® end caps. For sample cartridge. Sources of equipment are Tisch Environmental, Village of Cleves, OH; and University Research Glassware, 116 S. Merritt Mill Road, Chapel Hill, NC (see Figure 3b).

4.       Sample cartridge aluminum shipping containers.

5.       Glass sample cartridge

6.       Laboratory Equipment

1)     Laboratory hoods.

2)     Drying oven.

3)     Rotary evaporator. With temperature-controlled water bath.

4)     Balances.

5)     Nitrogen evaporation apparatus.

6)     Pipettes. Disposal Pasteur, 150-mm long x 5-mm i.d.

7)     Soxhlet apparatus. 500-mL.

8)     Glass funnels.

9)     Desiccator.

10) Solvent reservoir. 125-mL, Kontes, 12.35-cm diameter.

11) Stainless steel spoons and spatulas.

12) Glass wool. Extracted with methylene chloride, stored in clean jar.

13) Laboratory refrigerator.

14) Chromatographic columns.

15) Perfluorokerosenes.

7. Reagents and Other Materials

1)     Sulfuric acid. Ultrapure, ACS grade, specific gravity 1.84, acid silica.

2)     Sodium hydroxide. Potassium hydroxide, reagent grade, base silica.

3)     Sodium sulfate.

4)     Anhydrous, reagent grade.

5)     Glass wool. Silanized, extracted with methylene chloride and hexane, and dried.

6)     Diethyl ether. High purity, glass distilled.

7)     Isooctane. Burdick and Jackson, glass-distilled.

8)     Hexane. Burdick and Jackson, glass-distilled.

9)     Toluene. Burdick and Jackson, glass-distilled, or equivalent.

10) Methylene chloride. Burdock and Jackson, chromatographic grade, glass distilled.

11) Acetone. Burdick and Jackson, high purity, glass distilled.

12) Tridecane. Aldrich, high purity, glass distilled.

13) Isooctane. Burdick and Jackson, high purity, glass distilled.

14) Alumina. Acid, pre-extracted (16-21 hours) and activated.

15) silica gel.