Prajab oo Prajab (24 hari yang menggetarkan hati)


lari pagi tiap hari 2 keliling sambil teriakin yel yel

Prajab oo prajab

Bagaimana prajab bisa begitu menggetarkan hati, iman, dan perasaan….

Aku ingat betul, 14 Maret 2011,, adalah hari pertama Prajab, kami ber 98 orang dari BPPT (plus 36 orang dari LKPP, 2 orang dari setjen DPD, dan 18 orang dari Bakosurtanal) diminta hadir di kompleks Bumi, PPMKP Ciawi sebelum jam 3 sore, dan kuingat betul, mentari pagi kala itu,, begitu terik ketika aku melangkah dari rumah Paman di Parungpanjang membawa seperangkat peralatan yang kuperlukan. Namun ketika itu, aku harus menyimpan laptop Bidang 3 ke kantor di lantai 19, dan tergopoh-gopoh menuju bis yang mengantarkan kami sampai di Ciawi..

Aku hanya bisa menerka kira-kira apa yang akan terjadi di sana—hmm standar pelatihan alias training lah yaa,,, begitu pikirku. Ketika tiba pun belum terlintas hal-hal yang luar biasa akan terjadi di sini,, hanya Pak Syabudin yang rajin memberikan inforasi tentang ini-itu-nya prajab.. tapi tetep, hal2 itu belum bisa membuatku ngeh sama apa yang akan terjadi..

Aku juga sangat mengingat tentang bagaimana aku ditempatkan di kamar 74 bersama Dewi dan Mba Wirdha, kamar yang menurutku lumayan bikin deg-deg-an karena beberapa kejadian yang ada di baliknya..

Hari pertama, seorang Bapak bernama Pak Oni yang kemudian jadi tokoh utama dalam kisah ini, memberikan paparan yang cukup panjang dan lebar mengenai peraturan yang harus kami patuhi selama 24 hari di sini,, tapi tetep,, hal itu juga ga bikin aku gemetar takut,, biasa aja,, lagipula kayanya sosok Pak Oni baik kok..

Ternyata oh ternyata,, genderang perang mulai diluncurkan,, ketika peraturan-peraturan yang begitu mengikat mulai terasa mencekik-ku, terutama peraturan berpakaian yang sering kulanggar-bukan karena aku neko-neko, tapi penambahan peraturan di tempat yang membuatku sedikit kalang kabut. Aku Cuma tahu pake kemeja putih, dasi, lencana korpri, rok item, dan sepatu. Tidak ada penjelasan yang lebih detail mengenai hal2 itu, ternyata di tempat baru tahu kalo, sepatu harus ada hak-nya (dan di sini aku tercatat melanggar karena aku tidak punya dan tidak suka sepatu seperti itu), rok dan kerudung harus polos total—ga boleh ada luriknya sama sekali (dan di sini pun aku tercatat melanggar karena pernah pake rok yang biasa kupakai dan kukira boleh kupakai), pin korpri gaboleh dijadikan bros, kemeja putih gaboleh yang bladus, hahaha,,, dan seperangkat peraturan lain yang cukup membuatku deg-degan sampai akhirnya aku membeli barang-barang itu di sana (sepatu, kemeja, rok, kerudung, hahaha ^_^ –jadi inget lagi deeh).

Yang cukup bikin ngos-ngoan juga adalah foto,, foto yang kuambil sebagai prasyarat prajab ternyata salah!!!! Dan menurut seorang teman baik yang melihat catatan pelanggaranku (kebetulan), aku dikategorikan melanggar dengan memasukan foto itu, tadinya kupikir, ya udah pake yang ada dulu aja lah yaa,, minimal ada ikhtiar dulu,, eeeh taunya itu pelanggaran. Mau protes gmana, ga protes juga gmana.. tapi ya sudahlah,,

Ada banyak hal yang bikin deg-degan di sini.. mekanisme mencatat ala mata malaikat yang di awal-awal sampe pertengahan suka bikin deg-degan. Bener2 deh, pelanggaran kecil ga ada yang luput, mulai dari ketepatan makan, apel, datang ke kelas, bahkan menurut berita dari kelas lain (yang ngantuk aja dicatat jadi pelanggaran,,,hohoho). Pak Ghandi adalah tokoh utama dalam hal catat mencatat pelanggaran. Biasanya beliau bereliling ketika kami apel untuk melihat kelengkapan atribut kami, mulai dari atas sampai bawah, mulai dari pelanggaran di tempat makan, di tempat apel, ketika olahraga, dan di mana-mana… hahahaha. Tapi yang dicatat ga Cuma pelanggaran sih, tapi juga apresiasi kalo kami ungggul ntah itu bertanya, menjawab pertanyaan, datang paling awal, dst. Pada awalnya mekanisme catat mencatat ini begitu sangat mennggangguku, aku berpikir saat itu bahwa mekanisme seperti itu membuat seseorang bisa tersimpangkan niatnya dari niat untuk Allah, menjadi niat untuk dicatat atau supaya tidak dicatat sama Pak Ghandi. Apalgi ketika hari ketiga,, kepalaku mulai agak limbung. Akhirnya dengan mekanisme curhat-curhatan dengan teman2 seperjuangan i wash my negative thingking and start to nge-feel sama prajab.. baiklaaah mari tinggalkan pelanggaran2, dan tunjukan prestasi. Meskipun dhohirnya dicatat sama pak Ghandi dan teman2nya, tapi kucoba luruskan niat dengan niat yang seharusnya. Toh, sejatinya setiap hal yang ada dan terjadi dan kita lakukan dcatat Malaikat dengan sangat baik, tanpa terlewat sedetik pun, dilihat sama Allah tanpa pernah lepas pengawasan meskipun sejenak, jadi buat apa takut ma manusia.. heu sama manusia aja takut, harusnya sama Allah jauh lebih takut, jauh lebih ngeh bahwa Allah-lah yang mengawasi setiap saat dan terjaga untuk melihat setiap ketaatan dan setiap pelanggaran berupa kemaksiatan yang kita buat… dengan bekal pikiran-pikiran seperti ini akhirnya aku mulai neg-feel ma prajab, apalagi ditrigger sama kegiatan di kelas yang saat itu lagi materi team building… arasso,, lets fight until the end!!!!!

Oiya, ini hal yang sangat penting untuk diceritakan. Jd, selama prajab, kami ber 154 orang dibagi menjadi 4 kelas, ada kelas 5 : 39 orang, kelas 6: 39 orang, kelas 7: 38 orang (its my class), dan kelas 8: 38 orang.. haha sampai apal kayak gitu ya… kayanya semua orang di sini hapal jumlah peserta kelas, wong pagi siang malem, bisa ampe 5 kali sehari dicek kelengkapan kelas (orangnya:red). Kelasku,, haha (ini yang menarik) adalah kelas yang berisi orang-orang tengil, jail, tapi menyimpan segudang potensi yang sangat luar biasa (apalagi dalam keadaan mendesak).. sangat dinamis,, apalagi di saat –saat diskusi kelas yang memang hampir setiap hari diadakan sama Widyaiswara (istilah buat pemateri di sini).. wuuu.. yang ngacung buat nanya dan jawab bisa mpe belasan setiap sesi-nya… hahah asyik berat,, apalagi aku termasuk salah seorang pembantai (hahah… maksudnya penanya yang hobi banget mengacungkan tangan buat nanya, jawab, atau sekedar menambahkan—hehe maklum tabiat yang satu ini sudah ada sejak kecil). Ketua kelas kami bernama Asep Yayat Nurhidayat (hohoho,, hidup Sunda!!!!!) wakilnya bernama Kang Dani Ramdani (yang akhirnya mundur karena diangkat menjadi koordinator angkatan). Dan aku, hahaha.. menduduki jabatan sebagai kordiv kerohanian yang tugasnya mengatur jadwal kultum shubuh, imam, sama mu’adzin (yang notabene ikhwan semua). Kordiv peralatan: Prima yang juga mundur karena diangkat jadi kordiv peralatan angkatan yang akhirnya digantikan adit, kordiv: pendidikan: Rosyid (yang kena Cinta Lokasi dengan saudari dari Bakosurtanal hehehe), kordiv olahraga: Fusia (yang tugasnya ngatur jadwal volunteer buat olahraga), kordiv piket: deka (yang tugasnya ngatur jadwal piket), kordiv apel: akbar (yang mantap dengan gerakan-gerakan ke”cowok”annya,, hahahaha… rahasia umum ini mahhh…Akbar Cihuy!!!yuuk), dan terakhir kordiv kreatif: asti (yang palingggg sibuuuuukkk deh,, wara wiri ngatur performens kelas).

Cerita tentang kelas 7 ga ada habisnya,, adaa ajaa yang terjadi setiap hari.. dinamika yang sangat luar biasa,, mulai dari kegiatan pembuatan yel yel yang berubah mulu, ketika kena hukuman gara2 gabisa yel yel pas apel malam, pra evaluasi PBB, senam poco-poco (ampe apal pisan laah), latihan PBB, persiapan buat makrab 1, persiapan makrab 2, persiapan ujian, jalan-jalan ke Botani Square, ajang curhat-curhatan, game korpriii yang ternyata membuka rahasia sebagian orang,, haha.. dan masih banyak lagi yang detailnya pun juga ga mungkin kutulis di sini karena panjaaaaaaaaaaaang banget kaya coki-coki, heheh.

Cuma yaa,, ada hal menarik—tepatnya fenomena menarik yang juga hampir terjadi di setiap kelas,, yang baru aku tahu ketika pulang bahwa salah satu output prajab yaa itu,, cinta lokasi,, beuh…sebenarnya dimaklumi sih, ketika bersama-sama dari jam 4 pagi mpe jam 10 atau 11 malam dalam kondisi senasib sepenanggungan dan interaksi yang teramat intens, jika kemudian ada ketertarikan terhadap lawan jenis (terutama yang sekelas)… dalam kondisi setreess resume, tugas dari widyaiswara, bikin yel-yel, ujian dan seterusnya,, akhirnya tak ayal beberapa orang jatuh hati sama beberapa orang yang lain (heheheh).. di kelasku yang paling rame untuk diceng-cengin adalah duet maut D dan duet maut R.. Haha pasangan Dika-deka (yang katanya sekarang udah bener2 jadian), sama pasangan Rosyid-Ratih yang dikabarkan juga masih sering ketemuan (hahahaha… gosip mode on pisan laah). Masih ada sih pasangan pasangan yang lainnya (sebutlah seorang BPPT yang sampai sekarang masih mengejar seorang LKPP, atau seorang BPPT yang sedang pdkt sama seorang BPPT yang lainnya.. hahah intinya mah banyak pisan lah),, belum lagi ternyata dilihat dari grup fb yang angkatan 7, ada beberapa orang yang masih mendem perasaan sama yang di”sukai”nya.. benar-benar deh… kenapa aku tulis juga—mudah2a bukan jadi ajang bergosip, tapi karena menarik dan semoga bisa dijadikan pelajaran (terutama cpns yang belum prajab,, hehe,, berhati-hatilah kawan!!!)

Hmm selanjutnya tentang materi prajab. Secara umum prajab golongan 3 sepertiku dan kawan2 menerima materi yang PPKN-PMP-abissssssssssss…. kayak belajar PPKn dan teman-temannya selama 24 hari,, asyik sih (untuk kebanyakan materi, tapi ada juga yang ga asyik sama sekali),, tapi subhanallah,,, ngantuknya itu loooo.. ampyuuun. Banyak pisan yang tumbang laah (dan kadang-kadang termasuk diriku juga,, hehe, tapi kalo aku punya jurus menghadapi ngantukà yaitu gerak2, gangguin orang, dan yang paling ampuh adalah bertanya!!!!,,, hehehe… gerakan2 yang kulakukan kadang mengundang ketawa banyak orang terutama sebutlah Mr. D yang sangat suka menggangguku tentang caraku mengatasi ngantuk dengan gerakan2,, bahkan ampe sekarang).. haha,, pernah suatu ketika karena materinya sangaaaaaaaat menarik, tapi ngantuk ya tetep ngantuk,, akhirnya aku berjuang dengan menggerakkan kaki dan tanganku (smbil duduk:red). Sayanngnya karena posisi duduk di depan, akhirnya tertangkap basah sama Bapak Widyaiswara,, si Bapak Cuma tersenyum dan berkata “iin ngantuk yaaa… keliatan udah mulai joget joget”.. hmmm kontan seisi kelas ketawa riuh mendengar ungkapan si bapak tentang caraku mngatasi ngantuk.. baiklah,, minimal bisa bikin orang bangun,, hhehehe..

Materi2 yang ada beberapa nempel di otakku dengan sangat baik, bahkan ampe sekarang,, inget banget apa itu definisi perkantoran moderen, SPP NKRI, percepatan pemberantasan korupsi, pola pikir, budaya kerja, etika organisasi, dst (haha,, hampir disebutin semua ini maah).. sampai apal sama undang2nya segala,, UU buat definisi korupsi, definisi KPK, tentang pelayanan prima,, hehehehe.. sayang atuuuh kalo udah tau ilmunya tapi ngga dipraktekan.. jadi yuuk mari teman2ku semua, ilmu yang kita pelajari untuk kita amalkan sebaik mungkin. Aku hanya bisa melihat di sini bahwa,, prajab ini adalah sebuah kesempatan untuk memberikan bekal yang lumayan laah buatku, buat teman2, untuk bisa menjalankan amanah ke-negaraan- dengan sebaik mungkin. Cuma satu yang disayangkan,, bahwa penekanan ilmu agama yang sangatttt KUUUUraaaannnggg!!! Padahal intinya kan itu, tapi aku ngerti sih, kan di sini ga Cuma Islam, tapi ada juga agama lain,, dan lagipula ini sifatnya kenegaraan.. hehe tapi seneng juga sih ada beberapa widyaiswara yang menambahkan nilai2 keagamaan dalam materinya..

Dan aku juga senang dapat ilmu2 baru, karena di sini juga ajang sharing info dan pengalaman, misalnya Akbar yang SH, asyik banget diajak diskusi tentang Indonesia,, kita pernah menghabiskan waktu diskusi kelompok membahas permasalahan Indonesia—bahkan coret2annya juga masih ada mpe sekarang ^_^.. Mba Umi yang asyik banget diajak ngobrol, karena dewasa dan bijaksana,, penalamannya wuiiihh tidak diragukan lagi (huhu Mba Umiiiiiiii kangeeeennn ihh), Yayan, yang paling perhatian dan asyik banget orangya,, bahkan ampe sekarang, kita masih sering ketemuan—hoho minimal bahas denda hukuman dari Kang Dani (susu, cokelat, dst,, hahahah), ada Nona Indri yang mewarnai gelak tawa kelas kami, ada Mba Novi, sang Ibu muda yang gauuuuullllllll abisssssssss,, ada Asep,, yang suka serius kalo diajak ngobrol tentang maslah kelas, tapi paling giat belajarnya (hoho makanya rengking 1, hihi), ada Echa, Tasia, Rangga, octo…. whuuuuuuuuuuuuuaaaaaaaaa gamungkin disebutin satu satu…

(udahan dulu ah,, masih ada yang lain sebenarnya yang pengen diceritain,, tapi berhubung waktunya persiapan kerja, jadi yukkk marii,, insyaallah kalo ada kesempatan, disambung lagi ^_^)

Advertisements

About iinparlina

Seorang Insan manusia yang diciptakan Allah dengan segala kekurangan dan kelebihannya, yang mencoba menjadi seorang yang dicintaiNya, dan salah satu cara yang dilakukannya adalah dengan menulis, membagi sedikit sekali ilmu yang dimilikinya. Meskipun sedikit, dia berharap dari yang sedikit itu, ilmu itu bisa bermanfaat untuk orang lain sebagaimana dia pun membutuhkan Ilmu untuk membuatnya bisa menjejakan kakinya di surga.

Posted on April 25, 2011, in riak-riak jiwa and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: