filosopi perbandingan kebahagiaan (dari sudut pandang seorang penulis pemula)


Seorang gadis kecil berlari menuju Ibunya, sambil terengah-engah dia bertanya, “Bunda, mengapa teman adek rumahnya megah dan terbuat dari bahan bangunan yang nampak kokoh, sementara kita harus tinggal di rumah yang hanya bilik ini?? bukankah Allah Maha Adil??” Sang Bunda tersenyum, “kamu akan mengerti suatu saat nanti gadis kecilku yang manis…”. Sang gadis kecil pun kembali bermain bersama temannya..

Sesaat kemudian Sang Gadis Kecil kembali berlari kepada Ibunya, “Bunda, barusan teman adek dibawain makanan yang enak-enak oleh kedua orang tuanya.. mengapa adek bahkan makan saja cuma 2 kali sehari dan itupun dengan lauk seadanya??bukankah Allah Maha Adil??” Sang Bunda tersenyum kembali, “kamu akan mengerti suatu saat nanti gadis kecilku yang manis…”. Dengan rasa masih penasaran, Sang gadis kecil pun kembali bermain bersama temannya..

Ketika waktu tidur tiba.. Sang Gadis Kecil kembali bertanya kepada Ibunya..”Bunda, mengapa teman adek bisa tidur di tempat tidur yang empuk dan nyaman?? sedangkan adek harus bisa tidur di atas kasur kapuk yang keras ini?? mengapa bisa beda Bunda, padahal kan sama-sama makhluk Allah?? bukankah Allah Maha Adil??” tanya Sang Gadis Kecil polos..Sang Ibu tersenyum lagi, namun kini ia mendekap puterinya dengan penuh kasih sayang “tidurlah anakku, kelak kau akan mengerti..” Sang Gadis Kecil pun terlelap dalam pangkuan Ibunya..

Dan ketika akan berangkat sekolah, teman Sang Gadis Kecil lewat di depannya dengan berkendara mobil mewah bersama kedua orang tuanya..melihat hal tersebut, Sang Gadis Kecil kembali bertanya “Bunda, mengapa aku jalan kaki ke sekolah, capai dan kelelahan?? sementara temanku tadi begitu enaknya bisa berangkat sekolah dengan mobil mewah??” Sang Bunda sekarang menjawab “Gadis kecilku sayang, jalan kaki itu membuat badan kita sehat..” “oh iya Bunda?? baiklah,, mari kita jalan kaki…”

****************************************

Sepanjang kehidupan bergulir, ketika Allah memberikan kehidupan yang berharga ini kepada Sang Gadis Kecil dan temannya.. ada perbedaan profil kehidupan yang dijalani keduanya. Sang Gadis kecil yang terus menerus membandingkan kehidupan yang dimilikinya dengan yang dimiliki temannya. Mengapa baju yang dipunyai temannya selalu lebih bagus daripadanya? Mengapa mainan yang dimiliki temannya selalu lebih bagus dari yang dimilikinya? Mengapa berbeda??

Dalam sebuah perenungan mendalam yang bersambut dengan bijaknya Sang Bunda akhirnya Sang Gadis Kecil mendapatkan jawaban..

“anakku sayang, lelahkah kau membandingkan kehidupanmu dengan kehidupan temanmu itu??” tanya Sang Ibu dengan lembut. Sang Gadis Kecil mengangguk perlahan..”gadis kecilku sayang, apakah dengan begitu kau merasa menikmati kehidupanmu dengan bahagia??” sang Gadis Kecil kini menggeleng perlahan.. Sang Ibu mengelus rambut Si Gadis Kecil “anakku, setiap manusia di muka bumi ini diberikan profil kehidupan yang berbeda-beda…kau tahu mengapa dibedakan??” Sang anak menggeleng lagi. “mungkin kau bertanya bukankah Allah Maha Adil, lalu kenapa Dia menciptakan manusia ada yang kaya ada yang miskin, ada yang senang ada yang susah, ada yang sehat dan ada yang punya penyakit, ada yang fisiknya sempurna dan ada juga yang cacat fisiknya.. bukankah Allah Maha Adil?? lalu kenapa bisa ada perbedaan seperti itu??

“anakku sayang, profil kehidupan yang diberikan Allah kepada setiap orang adalah hal yang sudah ditakar sedemikian rupa sehingga semuanya akan mengantarkan kepada hal yang sama. Hal yang sama itu adalah kebahagiaan.. kebahagiaan yang Allah berikan tidak bisa dinisbatkan pada harta yang banyak, baju yang mewah, fisik yang cantik atau tampan, terkenal atau punya jabatan.. Tidak Nak, tidak sesederhana itu kita mendefinisikan kebahagiaan..orang miskin memiliki kebahagiaan tersendiri yang mungkin jenisnya berbeda dengan yang dimiliki orang kaya, namun hakekatnya sama..kau tida bisa membandingkan dua kondisi yang berbeda wujudnya.. karena kau harus mengetahui dengan bijak dahulu definisi kebahagiaan yang sesungguhnya. Jika kau memandang orang yang memiliki kekayaan akan jauh lebih bahagia daripada orang miskin, maka jawabannya bisa iya bisa tidak. Bisa jadi orang miskin akan jauh lebih bahagia daripada orang kaya, orang cacat akan jauh lebih bahagia daripada orang yang fisiknya sempurna,, semuanya bergantung pada satu hal. Yaitu bagaimana sang makhluk tersebut menghargai kehidupannya dan menjadikan kehidupan yang dititipkannya itu untuk meraih kebahagiaan yang sejati.”

“jika dengan kemiskinan, seseorang bisa bersabar atas kehidupan yang dijalaninya. Membuatnya menjadi orang yang gigih berjuang dan menyadari hakekat kehidupan dan kebahagiaan yang sejati, maka orang tersebut bisa kita katakan berhasil menjalani kehidupannya. Dia bisa menemukan kebahagiaan sejatinya dalam setiap keprihatinan yang dijalaninya dengan sabar dan berserah diri kepada Dzat yang memberinya kehidupan. Lain halnya dengan orang kaya yang setiap hari disibukkan dengan kegiatan mengumpulkan harta dan membelanjakannya sesuai dengan hawa nafsunya. Orang kaya yang dipusingkan dengan bagaimana mengungguli kekayaan tetangganya dan menjamin kehidupan masa tuanya.. apakah orang kaya tersebut bahagia??”

“namun bisa juga terjadi sebaliknya, seorang miskin yang selalu merutuk kehidupan yang dijalaninya. Menyesali dirinya mengapa dia miskin sedangkan orang lain kaya, menyesali dirinya lemah tanpa daya dan tanpa usaha. Bahagiakah dia?? berhasilkah dia dalam menjalani kehidupannya?? coba bandingkan dengan orang kaya yang bisa menggunakan kekayaannya dengan bijak, tanpa melupakan hak-hak dari orang yang berhak atas hartanya, orang yang berikhtiar dengan maksimal untuk mengumpulkan harta dengan jalan yang benar dan menggunakannya dengan benar dan mampu memberikan kebahagiaan kepada orang yang lebih tidak mampu daripadanya.. bahagiakah dia??”

“kita tidak bisa mengukur secara sekilas apa yang terjadi pada kehidupan setiap orang. Ada banyak parameter yang bermain dalam menentukan status kebahagiaan seseorang. Kita tidak bisa menilai dia atau siapapun lebih bahagia dari kita hanya dari parameter duniawi semata.. karena sesungguhnya masalah kehidupan dan kebahagiaan pada hakikatnya hanya diketahui yang bersangkutan dengan Dzat Pemiliki Kehidupan dan Kebahagiaan tersebut. Oleh karena itu, tidaklah bijak jika sepanjang hidup kita yang ada hanyalah membandingkan kehidupan kita dengan kehidupan orang lain. Memang benar, ada kalanya kita perlu menjadikan kehidupan orang lain yang secara kasat mata terlihat, sebagai cermin. Namun, interpretasi pembandingan kehidupan tersebut juga harus dilakukan dengan bijak. Ada kalanya kita harus memandang orang di atas kita, dan ada kalanya kita juga harus memandang orang yang keadannya (menurut standar kita) lebih rendah dari kita. Tapi output pembandingan itu yang harus memiliki hasil positif bagi kehidupan kita sendiri. Jangan justru membuat kita malah merutuk, menyesali kehidupan yang sudah dipilihkan Allah untuk kita., mengapa orang lain diberikan kekayaan lebih, mengapa orang lain diberikan jodoh lebih awal, mengapa orang lain diberikan jabatan, mengapa orang lain bisa melakukan sesuatu lebih mudah dari kita?? mengapa orang lain lebih pintar? Mengapa orang lain lebih beruntung? Masih ada banyak pertanyaan pembandingan yang bisa saja kita munculkan ketika kita diperlihatkan profil kehidupan orang lain yang secra kasat mata terlihat.”

“dan adalah sebuah pilihan untuk kita akan mengeluarkan pertanyaan itu? Dan memilih efek yang terjadi ketika pertanyaan pembanding itu keluar?? apa dampaknya buat kita?? lebih bersyukur atau lebih bersabar?? setiap kehidupan manusia ditentukan pada kadar terbaiknya. Kadar di mana setiap manusia bahkan yang paling miskin di dunia sekalipun untuk bisa merasakan kebahagiaan. Setiap kehidupan manusia ditentukan pada kadar terbaik yang bahkan manusia itu sndiri tidak bisa membayangkannya. Kehidupan yang diberikan dinamika dinamika tertentu yang bisa membuat manusia tersebut teruji kepercayaannya terhadap Dzat yang sudah memberikan kehidupan tersebut. Sungguh Maha Besar dan Maha Adil Allah Dzat penguasa Semesta Alam, yang bahkan daun jatuh di pegunungan sunyi pun diketahuiNya.”

“seperti yang Bunda bilang, bagaimana kehidupan yang kita miliki dengan segala dinamikanya mampu mengantarkan kita pada kebahagiaan sejati. Bagaimana kita bisa bersabar dan bersyukur dalam menjalani kehidupan kita. Profil kehidupan yang telah dipilihkan dengan PERTIMBANGAN TERBAIK oleh Dzat yang Maha Terbaik dalam Mengambil keputusan.. tidak ada keraguan terhadap keputusanNya, karena Dia adalah Dzat yang suci dari KEKURANGAN dan KESALAHAN.”

“just try to find your trully happiness.. buktikan kepada Allah yang memberikanmu kehidupan bahwa ujung dari kehidupan yang kau jalani ini adalah kebahagiaan hakiki di dunia dan di akhirat nanti”

Sang Gadis Kecil mengangguk penuh arti.. disadarinya dengan seksama bahwa apa yang selama ini terus menerus dilakukannya dengan membandingkan kehidupannya adalah sebuah kesalahan yang membuatnya lelah.. namun kini dia mendapatkan jawaban, bahwa Allah seperti yang diajarkan Sang Bunda kepadanya Allah Maha Adil dan Allah sesuai persangkaan hambaNya..

******************************

menjalani kehidupan dengan membandingkan apa yang kita miliki dengan apa yang orang lain miliki adalah sesuatu yang melelahkan. Pada kadar tertentu memang perlu-membandingkan kita dengan kasat mata kehidupan orang di atas kita maupun di bawah kita, namun apalah artinya jika kita tidak mengetahui hakekat kehidupan yang sesungguhnya, karena jika kita tidak tahu, maka pembandingan itu justru akan membuat kita lelah, dan membuat diri menjadi lemah. Dengan pertimbangan terbaik, sudah dipilihkan profil kehidupan terbaik ini untuk dijalani, disabari dan disyukuri.. jadi mari menjalani kehidupan ini dengan ikhtiar terbaik yang bisa kita lakukan..

jika seorang gadis kecil yang baru mengenal kehidupan bisa diwajari akan kesalahannya karena dia berada dalam tahap belajar, tapi bagi kita yang sudah dewasa??

haha.. mari temukan kebahagiaan sejati kita Sahabat…

(23 Mei 2011, oleh seseorang yang sedang belajar memahami hakekat kehidupan dan kebahagiaan, serta orang yang sedang belajar menuliskan setiap penggalan hikmah di kepalanya menjadi sebuah bentuk tulisan. Sebuah dokumentasi yang akan mengingatkannya pada hikmah yang diberikan Sang Pemberi Kehidupan untuk membuatnya terus belajar dan belajar, menjadi bijak dan menjadi sosok yang diinginkan Sang Pemberi Kehidupan)

Advertisements

About iinparlina

Seorang Insan manusia yang diciptakan Allah dengan segala kekurangan dan kelebihannya, yang mencoba menjadi seorang yang dicintaiNya, dan salah satu cara yang dilakukannya adalah dengan menulis, membagi sedikit sekali ilmu yang dimilikinya. Meskipun sedikit, dia berharap dari yang sedikit itu, ilmu itu bisa bermanfaat untuk orang lain sebagaimana dia pun membutuhkan Ilmu untuk membuatnya bisa menjejakan kakinya di surga.

Posted on May 23, 2011, in riak-riak jiwa and tagged , . Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. mmm, kepikiran nih, bagaimana kalau kata “kebahagiaan” nya diganti dengan “kebenaran” heheheeee. silahkan diskusikan dan gali kembali

    • pemilihan diksi kebahagiaan dalam konteks yang ingin diangkat oleh tulisan ini menurut saya adalah yang terbaik karena ini adalah sebuah kata general yang dimiliki seseorang. misalnya kita selalu memperbandingkan kebahagiaan yang kita miliki. “mengapa orang lebih kaya sedangkan kita tidak?” maka dalam kata kebahagiaan lebih tepat daripada menggunakan kata kebenaran.
      Terima kasih sudah bersedia membaca dan memberikan komentar. semoga bermanfaat untuk kita semua

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: