Berbicara Tentang Nasionalisme Seorang Iin Parlina


Alhamdulillah, akhirnya punya kesempatan menangkap isi kepala yang sering muncul namun kadang keburu hilang ketika menuliskannya. Dan akhirnya, kini aku bisa mencurahkan isi kepalaku dan mencoba merekam jejak sinyal sinyal otakku, mencoba menerjemahkannya ke dalam langkah-langkah kongkrit dan mencoba menularkannya (jika ini memang baik) sehingga terbentuk pikiran-pikiran yang bisa mentrigger orang lain untuk memikirkan atau justru menginspirasi orang lain untuk melakukan hal lebih. Namun tetap, tujuan terpublishnya tulisan ini adalah tidak lain karena mencoba menangkap sekecil apapun kesempatan yang kumiliki untuk bisa jadi rahmatan lil ‘alamiin. Dan terutama juga adalah sebagai dokumentasi pribadi yang berfungsi sebagai pengingat dan perekam jejak akan sebuah semangat yang membara dalam dada dan sekaligus juga latihan sebagai seorang pejuang dakwah yang berjuang melalui PENA.

Heu.. cukup introduksinya.. lanjut ke permaslahan aah..

Jadi begini, ada hal yang sangat kusyukuri ketika aku masuk ke dalam ranah birokrasi. Sekali lagi Allah membuktikan bahwa Dialah SEBAIK-BAIK PEMBUAT KEPUTUSAN.. haha.. meskipun di awal aku harus merasa sedih berpisah dari Bandung dan segala tetek bengeknya (asrama salman, etos bandung, mata salman, salman, ITB, lingkaran cahayaku di bandung, dan tentunya lain sebagainya), meskipun sempet iri dengan teman-teman yang diberikan kesempatan melanjutkan jenjang sekolah ke tahap yang lebih tinggi (Master: red) namun kini aku semakin yakin akan langkah yang Allah pilihkan.. meskipun kusadari langkah yang kutempuh setahap demi setahap.. tapi, kusadari gelora jiwa dalam dadaku kian berkobar… sebuah cita-cita agung tujuan penciptaan manusia yang kucoba tuk kuraih. . salah satu perwujudan muwashafat kader dakwah yang dikuatkan oleh hadits Rasulullah.. bahwa sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia sekitarnya atau juga bisa kita dengar istilah lainnya sebagai Rahmatan lil’alamiin…

Hal yang membuat ku merasa kian mantap adalah bahwa seperti yang kudengungkan padaNya ketika aku berdoa kepada Allah supaya meluluskan ujian kompreku…aku ingin Allah membukakan kesempatan untukku untuk mewujudkan cita-cita besarku. Dan aku, kini, dan di sini, merasakan kesempatan demi kesempatan itu Allah bukakan untukku tangkap dan kugunakan. Semangat yang kian membara bahkan jauh lebih membara daripada ketika di kampus dulu. Sebuah rasa yang membakar jiwa dan membuat kepala berpikir keras tentang bagaimana caranya menjadi solusi atas permasalahan bangsa. Mungkin salah satu alasan mengapa semangat itu semakin besar adalah karena ketika masuk dunia pemerintahan, informasi-informasi tentang negaramu begitu mudah kau temukan.. bikin hati miris, bikin mata mau nangis, bikin kepala mikir,, apa yang harus dan bisa kulakukan..

Sebutlah salah satu semangat yang muncul itu disebut nasionalisme. Informasi tentang negara bernama Indonesia sudah kudengar sejak Sekolah Dasar.. tentang bagaimana strategisnya Indonesia, kaya-nya alam Indonesia, ramah tamahnya orang2 Indonesia, dan lain sebagainya. Aku ingat bahwa ketika di SMP maupun di SMU aku tidak terlalu peduli tentang hal2 mengenai Indonesia, heheh,, yang ada di kepalaku adalah belajar belajar dan belajar, aku saat itu tidak terlalu tahu tentang apa hakikat sejati dari apa yang kupelajari itu hingga akhirnya aku menginjakan kakiku di kampus ITB. Mulai dari OSKM (Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa), pembinaan di kegiatan Mata, Gamais dan sejenisnya, sampai kuliah dari dosen2 ku dan seminar-seminar yang kuikuti. Namun, namanya juga baru tumbuh, nasionalisme itu hanya menjadi sebuah greget yang membuatku berpikir untuk doing something big in my future.. haha,, sedikit telat menyadari memang,, tapi begitulah…

Jika dinyatakan sebagai sebuah kurva, maka kurva nasionalisme yang kumiliki bisa dikatakan memiliki gradien positif yang terus menajak dan belum mencapai titik maksimumnya. Semakin bertambah usiaku, pemahaman akan bagaimana aku bisa menjadi rahmatan lil ‘alamin (mungkin kuterjemahkan dari yang terdekat dulu adalah bangsa Indonesia) tumbuh dan tumbuh terus. Satu hal yang cukup menyuburkannya adalah doktrin2 dari dosenku bernama Pak Tatang Hernas S. Sampai-sampai,, aku berniat mengikuti jejak karirnya.. ke Belanda dan menjadi dosen Teknik Kimia ITB, pakar Biodiesel, dan menjadi salah satu Dewan Energi Nasional. Apalagi setahun setengah melakukan penelitian bersama beliau, cukup membuatku semakin bersemangat menekuni dunia kemurgi dan pangan.. meskipun kecemplungnya aku sekarang justru di lingkungan.. hohoho..

Pak Tatang paling hobi menceritakan kondisi Bangsa Indonesia. Negara yang garis pantainya terluas sedunia harus IMPOR garam, negara yang lautnya jumlahnya 2/3 luas seluruhnya harus IMPOR Tepung ikan.. belum lagi fakta-fakta menyedihkan lain yang disampaikan.. jujur bagiku itu adalah sebuah trigger yang sangat baik,, yang menuntunku pada langkah2 yang coba kurancang tentang bagaimana aku bisa menjadi solusi atas semua permaslahan itu.

Dan kini, aku berada pada jalan yang sedikit melenceng dari jalan yang pernah kurancang sebelumnya, namun tiada dari jalan ini kusesali karena Allah yang menunjukannya. Allah yang berkehendak, dan ketika aku mencoba menempuh jalan menjadi seorang Calon Pegawai Negeri Sipil di sebuah lembaga Pemerintah Non Kementerian bernama BPPT aku mengira-ngira apa yang bisa kulakukan untuk tetap mencapai tujuan akhirku. Apalagi ketika kecemplungnya ternyata di Pusat Teknologi Lingkungan, yang jelas jelas membuatku berpikir bahwa aku bukanlah orang yang tepat karena aku bukan seorang Sarjana Teknik Lingkungan melainkan Sarjana Teknik Kimia.

Meskipun begitu, kucoba kujalani dan subhanallah, Maha Besar Allah, meskipun ilmu pangan-ku belum terpakai atau ilmu2 teknik kimiaku belum terpakai sepenuhnya (hihihi.. tapi ada ilmu yang bernama CPEE atau Cleaner Production Energy Efficiency yang TEKIM abiiis dan juga proyek 2 BIOGAS yang dulu ketika kuliah tingkat 3 sempat menarik perhatianku,,maksudnya belum kepake di sini adalah karena aku belum terlibat secara riiil di lapangan mengenai praktek dari CPEE maupun biogas, baru berkutat di teori heheh,, dan ilmu2 macem TRK, NME, PP, OPD, OPK belum ada kesempatan mempraktekannya ), tapi aku bersyukur, ada sisi2 lain yang mengasah jiwaku.. hehe..salah satunya ya ini tea nasionalisme.

Menjadi bagian dari PEMERINTAH tentu harusnya memberi feel tersendiri.. bisa jadi sebuah beban atau bisa jadi bara semangat. Haha seperti yang kita tahu bahwa Negeri INDONESIA ini benar2 PENUH DENGAN MASALAH!!!! Bener bener keki dengernya..kayaknya teh ga ada yang ga bermasalah di Indonesia mah.. ekstrimnya mah sempet mikir kayak gitu. Sok coba mulai dari yang kecil ampe yang besar ada aaaajaaa.. masalah transportasi, kesejahteraan rakyat, sarana publik, polusi, kesehatan, industri, ekspor impor, kriminalitas, video porno, sampai ke percaturan sepak bola aja masalahnya banyak,, dan YANG PALING BIKIN KEKI SETENGAH IDUP adalah KORUPSI,, heuuuuuuu… cape deeh.. karena nasionalisme nya aga naek tea, jadi agak rajin baca koran, meskipun di akhir, suka ngamuk-ngamuk sendiri.. heu ga tahan.. Nazarudin, Nunun Nurbaeti, politikus yang mencari dana buat penggantian dana kampanye,, aaarghhh… heran kenapa Pak Iwan betah banget baca koran, sedangkan aku baca bentar udah uring-uringan.. hahaha korban media emang.. tapi beneran deeh,, yang begituan bikin kepala jadinya makin mau dipaksa buat mikirin lebih keras.

Makanya nasionalisme nya seorang Iin Parlina ini lagi naek2nya..apalagi ketika membandingkan kondisi riil di lapangan dengan teori kebangsaan yang kuterima ketika diklat Prajabatan. Heu, miris ih. Gayung bersambut ketika gatelnya tanganku ini ditanggapi oleh Allah dengan diberikannya kesempatan untuk berkutat di proyek yang digagas timku di PTL BPPT.

Proyek ini ceritanya adalah mencetuskan ide untuk pembuatan kebijakan pemanfaatan limbah industri untuk energi. Contoh kasusnya di Purwokerto, ketika limbah yang kategorinya termasuk merugikan, bisa dikonvert dengan teknologi menjadi energi biogas yang bisa menghidupi industri itu sendiri PLUS menghidupi warga masyarakat sekitar.. Oh MY RABB.. its one of my dream to be a person who can participate in Energy Self Sufficient Village ato bahasa kerennya mah Desa Mandiri Energi. Yiiiiiihaaa liat coba bagaimana yang namanya lmu pengetahuan kalo dikelola mah bisa berdaya buat masyarakat.. alhamdulillah. Kan akan sangat BERMANFAAT jika transfer ilmu tersebut bisa ditularkan ke Industri yang lainnya. Betapa banyak orang yang akan tertolong, uang bahan bakar yang dihemat untuk pendidikan sang anak, atau betapa akan bersihnya lingkungan terbebas dari limbah, plussss mengurangi emisi gas rumah kaca yang mengancam bumi dengan istilah kerennya global warming dan Climate Changenya.

Satu yang kuharap dari projek ini bukanlah WD, OJ, Attendance Fee, Uang Konsinyering, Uang FGD, PGPS, TSP, atau sejenisnya.. yang kuharap adalah aku benar-benar menerjunkan diriku untuk bisa bermanfaat semaksimal-maksimalnya untuk masyarakat Indonesia.. dan Allah Maha Mengetahui betapa berartinya kesempatan ini bagiku. Kalo toh ada rizki yang mengalir, maka Allah Maha Pemberi Rizki, dan berharap rizki yang mengalir adalh benar2 suci, terjauhkan dari apapun yang mengotori kesuciannya.. dan berharap rizki itu kemudian akan mengalir juga kepada orang yang membutuhkan.. heuheu sebuah idealisme memang,, tapi bukan hal yang mustahil mewujudkannya. Ya.. bismillah..semoga Allah menyertaiku di awal, selama proses, dan di akhir perjalanan ini…….

Advertisements

About iinparlina

Seorang Insan manusia yang diciptakan Allah dengan segala kekurangan dan kelebihannya, yang mencoba menjadi seorang yang dicintaiNya, dan salah satu cara yang dilakukannya adalah dengan menulis, membagi sedikit sekali ilmu yang dimilikinya. Meskipun sedikit, dia berharap dari yang sedikit itu, ilmu itu bisa bermanfaat untuk orang lain sebagaimana dia pun membutuhkan Ilmu untuk membuatnya bisa menjejakan kakinya di surga.

Posted on July 18, 2011, in riak-riak jiwa and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. ingiin lbih kenal deket sma teteh,,,,
    🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: