Monthly Archives: August 2011

Ramadhan 1432 H

Ramadhan 1432 H

Alhamdulillahirabbil ‘alamin, Maha  Penyayang Allah masih mengkaruniakan kepadaku ramadhan tahun ini ramadhan 1432 H. ketika di awal Ramadhan aku tahu, bahwa akan ada banyak hal yang baru terjadi tahun ini yang ku alami.. apakah akan jauh lebih baik daripada ketika aku masih di Bandung sementara aku kini tidak berada dalam lingkungan seperti yang kumiliki di Bandung: Salman, ITB, Etos, Lingkaran Cahayaku, dan segenap ikhwahfillah yang terasa selalu saling membahu dan mengingatkan dalam kebaikan. yang kupikir adalah kini aku sendiri hidup di tengah hiruk pikuk kota Jakarta yang panas dan kapitalis, tapi bismillah, aku ikhtiarkan persiapan terbaik yang bisa kulakukan satu bulan sebelum Ramadhan datang.. bahkan aku pasang countdown to ramadhan di atas meja kerjaku yang ternyata cukup menarik perhatian para Bapak dan Ibu di sini,,, sampai-sampai Bapak KABID2 yang selalu menanyakan “berapa hari lagi ramadhan, In??” hehe lumayan lah jadi pengingat orang2 di sini juga. Dengan persiapan yang agak pas-pasan dan standar kuhadapi Ramadhan 1432 H ini ndengan hati yang agak berdebar,, bismillah Allah Maha Pelindung, aku berharap lindungan dari hal-hal yang bisa membuat Ramadhan 1432 H ku kacau..satu yang aku perkirakan adalah bahwa kayanya waktu efektif Ramadhan ku kali ini tidak akan sebanyak ramadhan2 sebelumnya berhubung jadwal ritual kodratinya kemungkinan akan jatuh tepat tanggal 1, otomatis ketika awal ramadhan ga puasa, biasanya akhir juga ga puasa,, innalilllah artinya waktu efektif Ramadhan yang bisa kujalani dengan Ibadah mahdhah hanyalah 17 hari saja.. hmm.. harus ngakalin dari awal nih ibadah2 apa saja yang masih bisa kulakukan supaya tetep dapet bonus-bonus Ramadhan…

Dan taraaaaaaaaaaaa… Ramadhan 1432 pun datang,, Alhamdulillah Alhamdulillah..bagiku terasa ini adalah sebuah kesempatan besar untuk upgrade tarbiyah dzatiyah-ku. Apa pasal?? Yaitu tadi, tidak ada komunitas se-keren Bandung yang bisa kuandalkan untuk bisa mensupport Ramadhanku. Tidak ada acara bungkus kurma, ngerapihin Shaf, panitia P3R, ririwehan ngurus ta’jil dan saur, ga ada kesempatan jadi panitia itikaf, ga ada acara murokaz bareng, ga ada acara dauroh Quran Salman yang bisa kuikuti, dan ga ada ga ada yang lainnya… aku berpikir keras untuk mengandalkan yang masih ada yang kumiliki. Dan bagian terbesar yang kumiliki adalah Read the rest of this entry

Advertisements

MY BPPT

my BPPT

My Jekardah

17 Agustus 2011

Hari ini tanggal 17 Agustus 2011, 66 tahun silam hari ini merupakan hari ketika perjuangan para pahlawan bangsa menuai titik cerah dari apa yang diharapkannya.. kemerdekaan yang merupakan pintu gerbang bagi pertumbuhan bangsa yang Allah berikan sejuta ahh lebih.. intinya mah anugerah yang luar biasa tiada tara bagi negeri yang diberi julukan Zamrud Katulistiwa ini. Kemerdekaan yang menjadi titik awal bagi tumbuhnya kesejahteraan masyarakat Indonesia, dan kemerdekaan yang merupakan awal pembangunan di berbagai sektor,, kemerdekaan yang menjadi awal bagi bangsa ini untuk bisa secara penuh menggunakan sumber daya yang dimiliki untuk kepentingan bangsa, tidak lagi hidup di bawah penderitaan akibat penjajahan yang dilakukan Negara mana pun lagi…

Hari ini, ketika tanggal 17 Agustus 2011 bertepatan dengan 17 Ramadhan 1432 H.. di mana katanya dulu proklamasi 17 Agustus 1945 pun berada dalam suasana Ramadhan.. tentu bukan suatu kebetulan semata, ada hikmah yang ingin diberikan Allah,, dan tugas kita adalah mencari hikmah tersebut. Apalagi fakta bahwa sebagian besar pahlawan bangsa Indonesia adalah Read the rest of this entry

Purwokerto, 8 Agustus 2011 Karena Impian kemarin adalah kenyataan hari ini

Senin, 8 Agustus 2011, 8 Ramadhan 1432 H
Sekali lagi Allah membuktikan bahwa jika kau bermimpi besar kemarin, maka kau akan menemukan mimimu itu menjadi kenyataan hari ini.. Begitu juga dengan kisahku hari ini. Hari ini adalah kenyataan yang pernah kumimpikan ketika aku menginjak masa SMU. Ketika SMU kelas 1 aku pernah begitu sangat menginginkan berkunjung ke Jawa (selain Jawa Barat).. spesifiknya aku ingin ke sana dengan menggunakan kereta api dengan tujuan keberangkatan yang ada hubungannya dengan ilmu pengetahuan ^_^. Dan inilah aku sekarang, duduk manis di samping jendela kereta api Gajayana di gerbong 4, kursi 2D yang sedang mendokumentasikan rasa syukur yang teramat sangat sembari menerobos kegelapan malam menuju Purwokerto, Jawa Tengah.
Ramadhan tahun ini memang sangat spesial, there are a lot of first in my life. First time in Jakarta, first time menjalani shaum tanpa Salman,, dengan status abdi negara.. (heu berat!!). Dan first time ke Jawa Tengah pake kereta bersama 3 senior di BPPT dan 3 orang anggota DNPI (Dewan Nasional Perubahan Iklim). Dan untuk orang sepertiku yang sangat menyukai perjalanan ber-kereta api, tentulah ini first time-nya aku menjalani perjalanan berkereta terlama ^_^. Kami berangkat tepat pukul 17.30 dari Stasiun Gambir, Jakarta Pusat menuju Purwokerto dengan tujuan untuk melanjutkan proyek produksi bersih di klaster industri kecil tahu yang jumlahnya mencapai 591 di sana. Teknologi biogas yang pernah dibangun sejak tahun 2009 yang merupakan kerja sama antara BPPT dengan KEMENRISTEK mendapatkan jalan kembali untuk meneruskan kemaslahatannya.
Di sini aku menyadari satu bagian penting dari amal yang tidak akan putus ketika meninggal yaitu ilmu yang bermanfaat. Di sini aku akan menyaksikan betapa kekuatan intelektual yang diberikan Allah kepada manusia benar-benar bisa membawa kesejahteraan, di sini juga akan kulihat sebuah wujud kecil dari rahmatan lil ‘alamiin. Di sini aku akan menyaksikan betapa ilmu yang dimiliki manusia bisa bermanfaat bagi masyarakat kecil, Bu Menik, Pak Wie, Pak Yadi, Bu Indri, Pak Wid, Mba Ikha, dan yang lainnya yang telah menorehkan sejarah bagi masyarakat kecil di Purwokerto, membantu mengangkat kesulitan mereka dalam memenuhi kebutuhan energi mereka untuk memasak di rumah, membantu masyarakat itu dari penurunan kualitas kesehatan akibat pencemaran limbah, serta membantu mereka menurunkan biaya produksi produksi mereka sehingga membantu mereka meningkatkan kesejahteraan mereka plus membantu mereka menjadikan desa mereka sebagai desa mandiri energi. ^_^. You know, there was a point in may dream list, that I wanna be a participant who can develop energy self-sufficient village. And here, I’m on the way to fulfill that dream.
Berkali-kali Allah menunjukan kasih sayangNya dan menunjukan padaku akan kepastian janjiNya, dan inilah aku yang kini sedang menerobos kegelapan malam dalam memancangkan tiang ikhtiyar membuka jalanku ke jannahNya dan berusaha menjadi tentaraNya yang bisa beternak unta merah dengan sedikitnya ilmu yang kumiliki.

Bismillah,

dan mimpiku yang baru akan muncul lagi dan akan terwujud lagi, insyaallah….aku tak akan berhenti bermimpi.