Ramadhan 1432 H


Ramadhan 1432 H

Alhamdulillahirabbil ‘alamin, Maha  Penyayang Allah masih mengkaruniakan kepadaku ramadhan tahun ini ramadhan 1432 H. ketika di awal Ramadhan aku tahu, bahwa akan ada banyak hal yang baru terjadi tahun ini yang ku alami.. apakah akan jauh lebih baik daripada ketika aku masih di Bandung sementara aku kini tidak berada dalam lingkungan seperti yang kumiliki di Bandung: Salman, ITB, Etos, Lingkaran Cahayaku, dan segenap ikhwahfillah yang terasa selalu saling membahu dan mengingatkan dalam kebaikan. yang kupikir adalah kini aku sendiri hidup di tengah hiruk pikuk kota Jakarta yang panas dan kapitalis, tapi bismillah, aku ikhtiarkan persiapan terbaik yang bisa kulakukan satu bulan sebelum Ramadhan datang.. bahkan aku pasang countdown to ramadhan di atas meja kerjaku yang ternyata cukup menarik perhatian para Bapak dan Ibu di sini,,, sampai-sampai Bapak KABID2 yang selalu menanyakan “berapa hari lagi ramadhan, In??” hehe lumayan lah jadi pengingat orang2 di sini juga. Dengan persiapan yang agak pas-pasan dan standar kuhadapi Ramadhan 1432 H ini ndengan hati yang agak berdebar,, bismillah Allah Maha Pelindung, aku berharap lindungan dari hal-hal yang bisa membuat Ramadhan 1432 H ku kacau..satu yang aku perkirakan adalah bahwa kayanya waktu efektif Ramadhan ku kali ini tidak akan sebanyak ramadhan2 sebelumnya berhubung jadwal ritual kodratinya kemungkinan akan jatuh tepat tanggal 1, otomatis ketika awal ramadhan ga puasa, biasanya akhir juga ga puasa,, innalilllah artinya waktu efektif Ramadhan yang bisa kujalani dengan Ibadah mahdhah hanyalah 17 hari saja.. hmm.. harus ngakalin dari awal nih ibadah2 apa saja yang masih bisa kulakukan supaya tetep dapet bonus-bonus Ramadhan…

Dan taraaaaaaaaaaaa… Ramadhan 1432 pun datang,, Alhamdulillah Alhamdulillah..bagiku terasa ini adalah sebuah kesempatan besar untuk upgrade tarbiyah dzatiyah-ku. Apa pasal?? Yaitu tadi, tidak ada komunitas se-keren Bandung yang bisa kuandalkan untuk bisa mensupport Ramadhanku. Tidak ada acara bungkus kurma, ngerapihin Shaf, panitia P3R, ririwehan ngurus ta’jil dan saur, ga ada kesempatan jadi panitia itikaf, ga ada acara murokaz bareng, ga ada acara dauroh Quran Salman yang bisa kuikuti, dan ga ada ga ada yang lainnya… aku berpikir keras untuk mengandalkan yang masih ada yang kumiliki. Dan bagian terbesar yang kumiliki adalah keyakinan akan kasih sayang dan perlindungan Allah, dan diriku sendiri. Meskipun tidak ada hal2 tadi yang jelas-jelas sangat kurindukan karena salah satu kenikmatan ramadhan yang kurasakan adalah kesibukan dengan amanah P3R salman yang selalu datang setiap ramadhanku di kampus ITB tercintah. Yowes denngan sangat bergantung pada petunjuk Allah via tarbiyah Dzatiyah yang kupunya akhirnya kuputuskan dengan beberapa strategi untuk menjalani Ramadhan ini dengan ikhtiyar terbaik yang kupunya (walaupun ternyata pada kenyataannya harusnya bisa lebih baik dari itu heuheu).

Dan Allah tidak akan pernah menyiakan niat baik dan ikhtiyar hambaNya. Alhamdulillah, secara umum aku bisa mengatakan Alhamdulillah untuk beberapa perubahan baik yang ada pada diriku dan astagfirullah pada beberapa hal yang masih harus kuperbaiki.. Allah menjagaku dengan sangat baik di sini, aku masih diberikan kesempatan beramal dan beribadah dengan apa yang kupunya. Dengan statusku yang sekarang adalah “pekerja” aku bisa menjadikan kerja2ku sebagai ibadah (heuheu udah2an.. niatannya mah ada dan mudah2an Allah berkenan menerima “ibadah kerjaku”). Alhamdulillah lingkaran cahayaku yang baru udah rutin berjalan, so malah nambah saudara lagi. Alhamdulillah juga merasakan dakwah yang dipancarkan salah seorang Syeh dari Palestina yang dating untuk memberikan semangat pada kami muslimin dan muslimat Indonesia, dan yang waah ketika dipimpin Shalat Maghrib, subhanallah aura nya itu lo bikin shalat magribnya jadi gimanaaa gitu..

Pengalaman di Purwokerto dan menuntut ilmu di beberapa seminar juga makin menambah semangat mencari ilmu,, sungguh jadi merasa tidak berilmu banget.. jadi makin semangat belajar belajar dan belajar. Alhamdulillah.. yang mantap juga adalah prestasi ketika itikaf. Maha Besar Allah yang masih memberikan kesempatan kepadaku untuk merasakan itikaf walaupun hanya beberapa malam di masjid Baitul Ihsan atau Masjid BI (Bank Indonesia) yang bener2 nge-ruh banget QL-nya. Qiyamul Lail setiap malam itikaf diimami oleh para hafidz yang sangat berkualitas sehingga insyaallah kualitas shalatnya juga jadi terasa berbeda, 3 juz setiap malam berdiri dan mencoba merasakan apa yang dirasakan oleh Rasulullah dan para Sahabat yang setiap hari menegakkan malamnya dengan ber-taqarrab kepada Allah.

Itikaf di Masjid BI mengingatkan dan menggali kerinduan kepada Masjid Salman tersayang, sungguh.. posisinya belum terganti, tapi aku bersyukur masjid BI menjadi bagian dari Ramadhanku. Banyak sekali ikhwahfillah yang beritikaf di sana,, seneng liatnya, ada yang dating serombongan keluarga, serombongan temen lingkaran cahaya, serombongan rohis sekolah, pasutri2, dll yang biasanya kalau saur mengelompok kecil kecil dan bersantap bersama, berniat bersama untuk menjalankan ibadah mereka dengan sebaik-baiknya,, hehe bikin mupeeng, berhubung aku itikaf biasanya hanya dengan seorang adik kos-an bernama eki hartari, seorang murid STM Pembnagunan Cimahi yang dapet Kerja Praktek di Gedung sebelah BPPT.. Alhamdulillah sih berdua juga,

Masih tersisa 4 hari sebelum ramadhannya benar2 pergi, semoga Allah berkenan membuatku bisa memanfaatkan sisa2 waktuku meskipun kondisinya juga sedang tidak aktif (hehe yang diperkirakan ternyata benar, waktu efektif yang Allah berikan total 20 hari hehhe.. dapat diskon ^_^, masih berharap bisa shalat ied, semoga Allah berkenan mengabulkan)

Subhanallah walhamdulillah walaailaahaillallah wallahu akbar

Dua masjid dalam Ramadhannya Iin Parlina (Masjid Baitul Ihsan (BI) dan Masjid Nurul Iman, Rawasari)

About iinparlina

Seorang Insan manusia yang diciptakan Allah dengan segala kekurangan dan kelebihannya, yang mencoba menjadi seorang yang dicintaiNya, dan salah satu cara yang dilakukannya adalah dengan menulis, membagi sedikit sekali ilmu yang dimilikinya. Meskipun sedikit, dia berharap dari yang sedikit itu, ilmu itu bisa bermanfaat untuk orang lain sebagaimana dia pun membutuhkan Ilmu untuk membuatnya bisa menjejakan kakinya di surga.

Posted on August 26, 2011, in riak-riak jiwa and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. wah yang ibadah nya banyak yah

    • alhamdulillah.. hanya sekedar mewujudkan rasa syukur dengan menulis tulisan ini. wallahu ‘alam mudah2an amal2nya diterima Allah SWT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: