Kuliah Dhuha @Masjid Agung Sunda Kelapa 18 Sept 11


Setelah melakukan perjalanan di jalan protoko Ibu kota yang saat itu dipadati massa yang akan menunaikan hak jasmaninya, akhirnya setelah satu jam dengan jalan kaki dari kost-an, sampai juga di asjid bersejarah peninggalan Fatahillah, Masjid Agung Sunda Kelapa yang terletak di Jalan Taman Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat.

Hal pertama yang membuatku tercengang adalah banyaknya jamaah yang kulihat sudah datang lebih dulu, mungkin sejak shalat shubuh kali ya karena kulihat jadwal kuliah dhuha ini memang dijadwalkan dimulai pukul 06.30. Kulihat cahaya-cahaya yang tampak dari wajah mereka yang berseri-seri mengikuti ceramah yang nampaknya sudah dimulai ketika aku datang.. separngkat LCD, layar dan televisi digunakan untuk memudahkan semua jamaah melihat apa yang disampaikan oleh Ustadz. Hal kedua yang membuatku takjub adalah ketika orang2 setelahku datang, mereka melakukan shalat tahiyatul masjid.. seperti sudah menjadi kebiasaan yang rutin di masjid ini.. bisa dikatakan semua jamaah ketika datang melakukan shalat tersebut, tanpa diminta pengurus masjid, seolah hal yang sudah biasa..ku terpekur, di antara manusia-manusia yang ribuan jumlahnya memadati kota Jakarta, dan di waktu Ahad pagi ini, ada sekian persen dari warga ibukota yang menunaikan kebutuhan ruhiyahnya di sini… mantap!!! Jumlahnya bisa dikatakan sangat banyak.. dan didominasi oleh kaum perempuan especially Ibu-Ibu,, kaum mudanya termasuk sedikit.

jamaah MASK

Ketika aku datang, sedang dibahas tafsir surat Al Baqarah, kemudian dilanjutkan dengan dzikir Asma’ul Husna… dengan sangat khusyuk suasana Dzikir menghanyutkanku,, mengingatkanku pada suasana yang sama dulu ketika SDLT Gamais ITB tahun 2005.. subhanallah.. berikutnya, Bapak Ustad yang membahas tafsir, mempersilahkan jamaah untuk menunaikan Shalat Dhuha lalu berdoa Dhuha bersama-sama… khidmat sekali rasanya…

Ternyata diumumkan bahwa Ustad yang akan mengisi ceramah masih terjebak macet, nah lo, jadi yang tadi?? Ternyata itu untuk mengisi kekosongan sebelum Ustad yang diberi amanah menyampaikan materi hari ini datang.. sekali lagi, terpekur.. subhanallah, Maha Suci Allah yang memberkahi tempat ini dengan sedemikian banyaknya Dzikir yang melantun.. karena Ustad belum datang, maka kekosongan diisi dzikir lagi,, aku tak tahu nama Dzikirnya apa,, kucari-cari di buku  Dzikir dan Doa yang diberikan pengurus masjid kepada semua jamaah termasuk diriku ketika datang, tapi tak kutemukan,,yowes, masih bisa ngikutin kok ^_^.

Pukul 8 kurang sedikit, Ustad Zuhri Ya’qub datang.. beliau meminta maaf atas keterlambatannya karena tadi ada halangan car free day, dmana mobil tidak terlalu bisa lewat di jalan. Lalu beliau meneruskan dengan ceramah yang kurang lebih isinya sebagai berikut:

Dimulai dari pembacaan SMS iedul Fitri yang Ustad berikan kepada teman dekat, kerabat dan lainnya yang berbunyi “ selamat berhari raya dengan ketupat yang berasnya dari Vietnam, yang dagingnya berasal dari Australia, garamnya impor dari India, bumbunya dari Jepang, dan SMS ini tersebar dengan menggunakan hp buatan Cina, yang operatornya dari Malaysia, dengan bantuan sateli milik Qatar yang dijual oleh Singapura”.

Melihat sms tersebut, tak ada satupun nama Indonesia disebut. Ini adalah permasalahan kebangsaan yang sangat pelik di mana negeri yang subur makmur ini yang jumlah penduduknya saja adalah yang terbesar ke5 dan merupakan umat islam terbanyak di dunia, harus bergantung sedemikian rupa pada apa yang diimpor dari luar negaranya… menyedihkan!!

Ketika membicarakan masalah kebangsaan kita bisa menyebutnya sebagai masalah keumatan.. karena kita sama2 tahu bangsa Indonesia mayoritas muslim.. kita sudah capek dan jenuh dipertontonkan kelakarkelakar dan akting para tokoh nasional… kita mungkin capek melihat berbagai kasus tak selesai, malah kasus lama seperti Ambon, harus muncul kembali… astagfirullah..begini rapuh bangsa kita!!

Pada dasarnya orang Islam akan menghadapi 5 tantangan berat:

  1. Mu’min saudara sesama beriman yang dengki
  2. Munafik yang selalu membenci orang beriman.
  3. Orang kafir yang tidak pernah berhenti memerangi
  4. Syaitan yang selalu berusaha menyesatkan
  5. Nafsu diri manusia yang berpotensial ke arah Fujur.

Kelima hal ini yang menyebabkan kita tidak bisa menyelesaikan berbagai masalah yang melingkupi kita saat ini..

Namun, di balik semua itu ada harapan!! BERMUJAHADAHLAH, insyaallah akan dibukakan kemudahan untuk kita bisa menyelesaikan permasalahan permasalahan tersebut.. asal kita mau berikhtiyar sungguh sungguh!!! Maka mari kita berusaha. Ada 5 hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi semua ini,, bahkan permasalahan pelik pribadi sampai dengan masalah kebangsaan kita. 5 hal tersebut adalah:

  1. Quwwatul  Aqidah wal Ibadah– Memperkuat Aqidah dan Ibadah

Dalam kondisi apapun, keimanan adalah kunci yang menjadi petunjuk bagi kita untuk menghadapi setiap persoalan hidup. Ia yang akan membimbing kita untuk membaca Al Quran, melakukan kebaikan,.  Dan akar keimanan itu adalah aqidah, keterikatan dengan Allah. Sementara Ibadah  akan menjaga kita dari perkara2 keburukan, bahkan satu ibadah akan menarik ibadah2 yang lainnya untuk dilakukan seperti halnya satu kemaksiatan akan menari kemaksiatan yang lainnya. Jadi mari kuatkan aqidah kita, perbanyak dan perbaiki ibadah2 kita.. maka insyaalllah ini akan menjadi modal dasar yang bahkan akan menjadi bekal pertanggungjawaban di akhirat kelak.

Hanya Allah yang memiliki Kemampuan untuk mengubah smuanya. Semua mudah bagi Allah jika Allah telah berkehendak, maka dari itu, kita serahkan semua urusan kpada Allah sembari kita berusaha maksimal.. akrab-lah dengan Allah dalam kondisi apapun, maka Allah pun akan akrab kepada kita dalam kondisi apapun

2.       Quwwatul Akhlaq

Terjadinya pergeseran keteladanan telah menjadi salah satu penyebab kebingungan yang dirasakan masyarakat bangsa. Entah itu keteladanan yang dicontohkan para pemimpin bangsa, maupun dari bangsanya sendiri yang menganggap orang yang tidak patut diteladani sebagai contoh/teladan dalam kehidupannya. Padahal Rasulullah SAW, sang teladan yang demikian sempurna keteladanannya, kini telah banyak dilupakan umatnya sendiri..

3.       Quwwatul Ilmu

Ilmu adalah bekal dasar bagi kita untuk bangkit. Generasi Islam kita sebenarnya sangat cerdas, baik dulu maupun sekarang.. hanya saja ada banyak faktor yang membuat bangsa muslim ini demikian tertinggal.. jelas solusinya adalah memperkuat keilmuan yang dimiliki dan menjadi pelopor di bidangnya untuk menjadi rahmat bagi semesta alam… khalifah fil ardh.

4.       Quwwatul i’tishom

Ekonomi adalah salah satu aspek yang sangat berperan dalam kemajuan suatu bangsa. Ketika ekonomi terpuruk, banyak faktor yang terkena dampaknya, bagaikan rantai yang tiada berujung, permasalahan ekonomi dan sebab akibatnya selalu berputar di tempat.. maka dari itu, mari perkuat kondisi ekonomi bangsa ini, berjuang keras dengan usaha masing2 yang dimiliki.

5.       Quwwatul ukhuwah

Allah memandang tinggi ukhuwah antara sesama muslim,, banyak ayat dalam Al Quran yang membahasnya secara khusus, pun diperkuat dengan hadits2 Rasulullah,, bahkan Allah pertaruhkan keimanan dengan ukhuwah…jika kita bisa memaknai ayat2 Al Quran tersebut, seharusnya kita bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, beraktifitas bersama, menyusun kekuatan berdasarkan kecintaan terhadap Allah SWT.. jika bisa begitu, maka kita bisa jadi barisan yang kokoh….

Subhanallah walhamdulillah… mendengar ceramah tersebut, ada percikan api semangat yang mulai menggelora lagi.. aku bersyukur Allah memudahkan langkahku untuk bisa mendapatkan ilmu ini, semoga Allah berkenan memberikan kekuatan untuk mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh ini dan memberikan kemudahan yang lain untuk mencari ilmu yang lainnya lagi.. Maha Suci Allah, dan Maha Petunjuk Allah… fastaqimuu ya nafsiiiy…..

Advertisements

About iinparlina

Seorang Insan manusia yang diciptakan Allah dengan segala kekurangan dan kelebihannya, yang mencoba menjadi seorang yang dicintaiNya, dan salah satu cara yang dilakukannya adalah dengan menulis, membagi sedikit sekali ilmu yang dimilikinya. Meskipun sedikit, dia berharap dari yang sedikit itu, ilmu itu bisa bermanfaat untuk orang lain sebagaimana dia pun membutuhkan Ilmu untuk membuatnya bisa menjejakan kakinya di surga.

Posted on September 21, 2011, in cahaya pelangi and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. Postingannya bermanfaat…. Betul-betul membangkitkan semangat. ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: