Skenario Mangga dan Baso


Bismillahirrahmanirrahim,, menuliskan beberapa pengalaman menarik yang hikmahnya menjadi pembelajaran berharga adalah sesuatu yang bisa membuat diri ini dapat mengenang kembali di suatu saat dan menguatkan apa yang sudah terbentuk.. dan inilah pengalaman yang pernah terjadi pada diri seorang Iin Parlina yang memperkuat konsepnya tentang sabar.. sebanarnya hanya pengalaman biasa namun seperti yang disampaikan Ust Abdul Azis Abdur Rauf,, yang biasa bisa menjadi luar biasa hanya dengan sedikit polesan yaitu polesan keimanan.. aku pun tak tahu ini luar biasa atau tidak,, seberapa besar keimananku untuk bisa membuat sebuah keluarbiasaan dari hanya sekedar cerita lalu aku juga tidak tahu, hanya satu yang pasti, ini adalah bagian perjalanan hidupku dmana Allah yang Berbaik hati menurunkan hikmahNya melalui peristiwa…dan aku.. hanya ingin menulis, itu saja.

Skenario Mangga 1

Ceritanya suatu siang yang sangat terik, di mana dahaga menyerang seorang jiwa kerdil yang sedang mencoba berpuasa, seseorang itu harus melakukan sebuah perjalanan cukup jauh, bersilaturahim dengan saudaranya di kota lain sekalian mengumpulkan sumber2 ilmu berupa buku2 yang pernah dibelinya ketika kuliah dahulu..

Di dalam kereta api, berseliweran para pedagang yang mencoba peruntungannya. Ada mangga, apel, salak, pernak pernik aksesoris, tisu dan lainnya.. yang menarik hati seseorang itu adalah buah mangga, di mana dia bisa membelinya untuk buka puasa nanti.. menarik, dari pengalaman membeli mangga di tanah abang, 10.000 dapat 3 buah kecil, maka tawaran di kereta api ini sangat bervariasi mulai dari 10.000 dapat 4 sampai dengan 7 buah mangga dengan ukuran yang realtif sedang. Hatinya sempat tergerak untuk mengubah posisinya yang asyik dengan surat2 cinta Allah, namuun,,, sampai setengah perjalanan, belum juga dibelinya mangga mangga menarik itu. Yang menahannya adalah pertimbangan repot ketika nanti pulang harus membawa sedus buku dan sekantong mangga.. berdasarkan pengalaman, biasanya sedikit merepotkan. Dia berpikir, nanti saja kalau mau beli pun mudah2an bisa ketika perjalanan pulang saja, minimal bawaan repotnya tidak terlalu lama. Dan dalam hatinya berharap, semoga ketika pulang nanti ada penjual mangga lagi. Dengan berpikir sedikit jernih dan terencana, dia memutuskan untuk bersabar, meskipun hatinya sangat tergoda hahaha…

Yang ajaib adalah.. ketika sesampainya di rumah sang paman, tergeletak beberapa buah mangga dari 2 jenis spesies,, satu disebut mangga harum manis, dan dua disebut mangga indramayu. Sang paman melihat ponakannya membereskan buku2 dalam satu dus, kemudian menawarkan: “bawa saja buat pulang nanti!!! Ambil beberapa!!! Hahahha tebak yang ada di hati seseorang itu, tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun, akhirnya Allah berkenan mewujudkan hati kecilnya untuk memakan mangga ketika buka puasa nanti.. dua macem lagi. Sang seseorang yang kegirangan mengambil masing-masing satu buah dari satu jenis kemudian memasukannya ke dalam tas. Dan dengan satu dus buku, satu gendongan tas ransel, yang berisi buku dan buah mangga, dia pun pulang kembali ke ibukota.. dan yang ajaib adalah ketika perjalanan pulang dalam kereta sama sekali tidak ada penjual mangga… hahahaha…

Ketika pulang, dalam hatinya ada lintasan-lintasan perasaan syukur, dalam kepalanya ada lintasan-lintasan pikiran logik yang membuatnya terpekur, betapa Allah benar2 menunjukan kepadanya akan kepastian janjiNya,, bahwa doa orang puasa itu mustajab. Namun satu yang menjadi pikirannya yang lebih dalam adalah ketika seseorang tersebut dapat berpikir jernih dengan menggunakan segenap pertimbangan yang ada, maka ketika memutuskan untuk bersabar, maka lihatlah ganjaran yang Allah berikan, skenario terbaik. Dan seseorang itu bisa jadi tidak akan berpikir  itu yang terbaik jika sebelumnya tidak ada pilihan yang lain. Dia bisa saja membeli mangga ketika di awal perjalanan dan tanggung repot ketika datang membereskan buku. Tapi hadiah kesabaran atas pertimbangan di kepalanya waktu itu telah mengantarkannya pada skenario terbaik Allah pada mangga enak yang gratis, heheh.

Implikasi pada hal2 yang lain, adalah jika suatu saat datang waktu memilih sesuatu yang membutuhkan segenap pertimbangan jernih, maka ketika memutuskan bersabar untuk tidak mengambil pilihan tersebut, keputusan tersebut adalah sesuatu hal yang baik dengan tidak memaksakan keadaan, karena insyaallah Allah akan memberikan yang terbaik-Nya di kesempatan memilih berikutnya… (njelimet sekali bahasanya heuheu). (^_^ salah satu contoh kasus yang riil adalah urusan jodoh, heheh. Bersabar adalah sebuah tindakan terbaik dalam menunggu yang terbaik itu datang.. tentu hal ini berdasarkan pertimbangan.. tapi intinya jangan menyesali melepas kesempatan jika memang dengan pertimbangan sangat jernih, hal tersebut tak mungkin dilakukan, karena insyaallah setelah ini, bisa jadi sososk terbaik-lah yang akan Allah munculkan ^_^)

Skenario Mangga 2

Nah kalau yang ini, sang seseorang sedikit berandai-andai, mencoba menelisik kemungkinan ketika sang paman tidak mempunyai mangga dan menawarkannya kepada seserorang tersebut. Dan di kereta pulang, juga tidak ada penjual mangga.. yang terjadi adalah  ketika di kosan tergeletak beberapa buah kiwi segar yang juga menggoda untuk dimakan ketika buka puasa..

Hikmah yang sama dengan skenario mangga 1,, bersabarlah!!! Kau akan mendapatkan yang lebih baik ^_^.

Dan yang terjadi pada seseorang itu adalah ketika pulang ke kost membawa dua buah mangga, dan akhirnya juga berkesempatan menikmati segarnya buah kiwi, dan hari itu dia dapat buka puasa dengan buah2an segar ^_^… alhamdulillah, maka nikmat Allah mana lagi yang akan kamu dustakan???

Skenario Baso.,

Hari itu, seseorang pulang kerja lebih awal (setengah lima:red). Ada banyak pertimbangan, di antaranya adalah, pekerjaan hari ini sudah beres smua alhamdulillah, di kostan menunggu pekerjaan yang lain, dan terutama karena hari itu tidak sempat makan siang, jadi dia segera pulang berharap ada Bapak tukang sayur ditemuinya di jalan, dan dia bisa masak untuk makan siang+sore, plus buat saur keesokan harinya. Namun ternyata, rencananya sedikit berubah, nampaknya perutnya sudah kelewat sangat lapar sehingga masak bukanlah jalan keluar terbaik karena harus membuat sang perut menunggu lebih lama. Bisa-bisa maag-nya kambuh ^_^. Akhirnya ketika melewati gerbang di atas menuju tempat parkir, dia melirik ada bapak tukang somay, dan bakso. Hahaha takdir Allah, makanan favorit-nya bakso menjadi pilihannya. Lalu dia turun,, dan ternyata ada 2 bapak tukang bakso, yang satu bakso malan, dan satunya yang biasa.. hmmm standar bakso di belakang kantor kan 7rb,, yang aneh adalah langkah kaki ini tidak mengizinkan menghampiri kedua bapak tersebut. Yang satu karena pertimbangan harga, dan rasa baksonya tidak terlalu enak, yang satunya lagi hmm kok penampakan baksonya aga sedikit menyeramkan, hehehe..banyak urat-nya, dan seseorang ini sangat tidak suka urat saudara saudara. Langkah ini kemudian melaju, hmmm.. lapaar tapi bersabarlaaah..

Ketika menuju belokan kost-an dilihatnya seorang bapak2 tukang bakso lain yang penampilan bapak dan gerobaknya lumayan rapi. Tanpa melihat baksonya bagaimana dari jauh,, eeh langkah kaki ini dengan spontan menghampiri. Dan akhirnya beli deeeh… bakso enak dengan harga cukup 5rbu rupiah saja, haha.. dan porsinya pas, isinya telur puyuh.. puiiih.. alhamdulillah,s esampai kos-an langsung menggelar di lantai dan makan dengan nikmat..

Kejadian ini juga memberikan pelajaran, kalo bersabar ujungnya selalu jauh lebih nikmat yaaaa… selalu diberikan yang terbaik, insyaallah. Hmm kalau tidak bersabar diberikan yang terbaik juga ga?? Pertanyaan menarik pemirsa, segala sesuatu yang diberikan Allah adalah yang terbaik, namun dalam hal ini, bisa dapat pahala bersabar hehehe…dan tidak menyesal melepas kesempatan pertama dan kedua, lagipula tindakan bersabar dilakukan dengan pertimbangan terbaik,, dan bisikan yang subhanallah, seperti petunjuk dalam melangkah dan mengambil keputusan.

Satu hal lagi yang menjadi pemikiran adalah,, skenario2 yang Allah berikan selalu yang terbaik, dan kita adalah sang aktor yang bisa menjalankan skenario terbaik dengan kemampuan kita berperan sebagaimana mestinya. Semoga Allah yang memiliki asma dan sifat Huda berkenan Memberikan petunjuk kepada kita dalam mengambil setiap pilihan terbaik, apakah maju terus, apakah harus bertahan, bersabar, atau segera mengambil keputusan. Hal2 seperti ini tak bisa dilogikakakn secara matematikan, Allah Dzat Yang Maha Luar Biasa yang mengatur segala macam kompleksitas di dunia ini termasuk urusan pribadi satu per satu makhlukNya, namun selalu.. petunjukNya selalu diberikannya kepada Hamba2Nya yang meminta….. dan semoga kita adalah golongan orang yang meminta yang diperkenankanNya diberikan petunjuk dan kekuatan bashirah untuk dapat mengenali pilihan-pilihan terbaik dalam hidup kita…..termasuk pun soal jodoh hehehehe… (kok itu ya ^_^)

About iinparlina

Seorang Insan manusia yang diciptakan Allah dengan segala kekurangan dan kelebihannya, yang mencoba menjadi seorang yang dicintaiNya, dan salah satu cara yang dilakukannya adalah dengan menulis, membagi sedikit sekali ilmu yang dimilikinya. Meskipun sedikit, dia berharap dari yang sedikit itu, ilmu itu bisa bermanfaat untuk orang lain sebagaimana dia pun membutuhkan Ilmu untuk membuatnya bisa menjejakan kakinya di surga.

Posted on September 21, 2011, in riak-riak jiwa and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: