Amsterdam dari atas udara (dijepret dengan kamera dan kemampuan jepret amatiran)


Malam gelap tanpa cahaya rembulan maupun mentari, hanya kelip bintang di atas awan yang kelap-kelip megah, memamerkan cahayanya yang lembut dan teduh. cahaya bersambut cahaya, di bawahnya terhampar titik titik cahaya kecil yang bersatu padu membentuk mozaik peradaban sebuah komunitas yang dihuni manusia. Hanya sayang alat buatan manusia (kamera:red) ini tidak mampu dengan sempurna menangkap keindahannya menjadi sebuah bentuk jpeg yang bisa dipamerkan. hanya kedua bola mata yang dilengkapi dengan tool analyzer bernama otak yang mampu merekam keindahan tersebut bahkan hingga sekarang, terekam dengan baik di sela-sela jaringan neuron dan dendron yang menyusun mozaik karya cipta Allah Yang Maha Kuasa. Maha Besar dan Maha Suci Allah atas ayat2 yang ditebarkannya di permukaan bumi dan permukaan langit

About iinparlina

Seorang Insan manusia yang diciptakan Allah dengan segala kekurangan dan kelebihannya, yang mencoba menjadi seorang yang dicintaiNya, dan salah satu cara yang dilakukannya adalah dengan menulis, membagi sedikit sekali ilmu yang dimilikinya. Meskipun sedikit, dia berharap dari yang sedikit itu, ilmu itu bisa bermanfaat untuk orang lain sebagaimana dia pun membutuhkan Ilmu untuk membuatnya bisa menjejakan kakinya di surga.

Posted on December 7, 2011, in riak-riak jiwa and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: