Monthly Archives: January 2012

pilihan adalah sebuah kepastian

Manusia adalah makhluk yang diberikan Allah Swt akal untuk berpikir, berpikir untuk menentukan berbagai pilihan hidup yang mau tak mau harus ada yang dipilih, harus ada yang dijalani, baik atau buruk, yakin atau tidak, dengan segala konsekuensi yang mengiringinya… karena pilihan dalam hidup adalah sebuah kepastian,, sebuah kepastian yang akan menyusun puzzle puzzle kehidupan seorang manusia, menyusun kisah, bahkan menyusun orang-orang di sekitarnya. Ketika dia memilih jalan yang baik adalah sebuah konsekuensi kebaikan yang ada di ujung pilihan tersebut, meskipun pada prosesnya, berteguh hati pada pilihan baik ini tak mulus jalannya. Dan bahkan mungkin di awal ada dan terbersit keraguan apakah benar pilihan tersebut adalah pilihan terbaik atau tidak. Ketika berada dalam proses, juga akan terbersit apakah sanggup atau tidak menjalani semua konsekuensinya ataukah ketika di ujung mungkin timbul kekecewaan ketika melihat hasil yang diinginkan tak kunjung datang. Manusia harus memilih, karena manusia tidak memiliki pengetahuan masa datang yang akan menghampirinya. Dengan memilih, maka paling tidak dengan akal yang dimilikinya, manusia akan memiliki gambaran bagaimana kehidupan yang harus dijalaninya, dan bagaimana akhir kehidupan tersebut.

Katakanlah ketika memilih sekolah, memilih jurusan ketika mau kuliah, memilih teman, memilih mata kuliah, memilih unit kampus mana yang akan dimasuki, lebih luasnya adalah ketika memilih jalan hidup, memilih komunitas pembinaan, memilih pekerjaan, dan bahkan memilih jodoh. Rangkaian-rangkaian pilihan ini yang akan menguntai kisah hidup manusia beserta apa yang dijalaninya.

Banyak analogi yang bisa diambil untuk mengungkapkan kompleksitas pemilihan sebuah keputusan. Misalnya saja analogi perjalanan yang kudapatkan selama perenungan ketika aku pulang dari Cipanas menuju ke Jakarta pada tanggal 24 Jan kemarin. Berdasarkan pertimbangan kemacetan, jarak tempuh, dan biaya yang harus dikeluarkan untuk melangsungkan perjalanan dari Cipanas menuju Jakarta, akhirnya aku keluar bertekad untuk menggunakan moda transportasi bus, dengan pertimbangan terbaik bahwa ini adalah pilihan terbaik, meskipun moda transportasi kereta api juga menawarkan sisi-sisi kebaikan yang tak kalah baik. Namun ketika sampai di jalan untuk menunggu bis, seketika pilihan moda bus berganti dengan pilihan moda kereta api yang nampaknya lebih menjanjikan perjalanan dengan kondisi paling optimum. Hal ini berdasarkan pengalaman sebelumnya ketika menggunakan moda transportasi bus, kok rasa rasanya lebih cepat menggunakan kereta api yaa.. begitulah pikirku. Masuklah aku ke dalam mobil kol putih yang mengantarkan aku sampai ke Terminal Baranangsiang untuk kemudian kusambung dengan kereta api menuju Jakarta.

Di dalam perjalanan, dengan kelemahan penggunaan mobil kol, ganjalan demi ganjalan menghampiriku, melihat kondisi mobil kol yang ngetem dan akhirnya dilewat oleh bus Cianjur-Kp Rambutan. Rasanya gemeretak hati ini, ada sedikit Read the rest of this entry

Kehidupan dan Kematian-Kajian shubuh Baitul Ihsan 1 Jan 2012

Kajian Shubuh bersama  Ustadz Fuad Muhsin pada acara mabit bersama Daarut Tauhid Jakarta, Masjid Baitul Ihsan 1 Januari 2012.

Allah berfirman dalam QS Al Baqarah ayat 28 yang memiliki arti sebagai berikut “Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, Kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, Kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?”

Ayat tersebut menyatakan bahwa manusia mengalami 2 kali kematian dan 2 kali kehidupan. Fase kematian pertama adalah proses menjelang pembuahan sampai zigot kita berumur 120 hari. Fase kehidupan pertama adalah ketika kita setelah berada dalam kandungan selama 4 bulan sampai dengan fase kematian kedua yakni kematian yang akan kita alami setelah jatah usia kita di dunia ini berakhir.

Allah menetapkan beberapa ketetapan untuk fase kehidupan pertama setiap manusia di antaranya adalah jatah umur hidup di dunia, kematian, rizki, dan jodoh. Rahasia kematian mencakup tiga hal yakni: waktu, cara, dan tempat. Hal ini dirahasiakan dengan tujuan salah satunya adalah supaya manusia melakukan yang terbaik untuk kehidupan dan kematiannya.

Rasulullah mengingat kematian (seperti yang disampaikan dalam kitab Riyadus Shalihin) sebanyak 104 kali sehari. Kita????? Berapa kali????

Manusia dalam menjalani fase2 kehidupan dan kematian ini akan mengalam 5 alam yaitu alam ruh dan alam rahim (yang udah kita lewati), alam dunia (yang sedang kita alami sampai habis  masa usia kita) , alam barzah, dan alam akhirat.

Alam akhirat memiliki satuan ukuran waktu yang sama sekali berbeda dengan masa alam dunia. Dalam QS AL Hajj ayat 47 Allah menyampaikan bahwa 1 hari di akhirat adalah 1000 tahun di dunia. Dengan demikian bisa dikalkulasikan bahwa 1 jam di akhirat adalah 41,67 tahun di dunia.  Usia manusia yang rata2 memiliki angka harapan hidup 63 tahun di dunia berdasarkan perhitungan ini ternyata hanya menghabiskan 1,5 jam di akhirat. Namun 1,5 jam versi akhirat (62,5 tahun versi dunia) ini yang menentukan nasib kehidupan di akhirat yang lamanyaaaaaaaaaaaa bukan maiiiin..

Jadi jangan sekali kali mennyiakan kehidupan dunia uni dengan sesuatu yang kecil dan tak berguna karena sungguh waktu 1,5 jam ini terlalu sayang untuk disiakan begitu saja. SANGAT TERLALU BERHARGA!!!! So change yourself to be better

Memaknai Makna Syahadatain

Memaknai makna syahadatain

Ustadz Muhsinin Fauzi pada acara mabit bersama Daarut Tauhid Jakarta, Masjid Baitul Ihsan 31 Desember 2011.

Mungkin syahadatain sudah sangat tidak asing di kepala kita semua. Setiap hari kita membaca kalimat tersebut dalam shalat wajib maupun shalat sunnat kita. Namun apakah hal itu menjadi jaminan bahwa makna syahadat sudah terhujam dalam hati dan jiwa kita? Sementara pada zaman Rasulullah SAW, syahadain adalah kalimat yang mengubah kehidupan seseorang, sedemikain dahsyatnya sehingga Abu Jahal sama sekali tidak berani mengucapkannya karena tau dengan sangat akan konsekuensi logis dari pengucapan kalimat tersebut.

Syahadatain adalah kalimat yang bisa mengubah kehidupan manusia dari kikir menjadi dermawan, dari jahat menjadi baik, dari sombong menjadi rendah hati, dari lemah menjadi kuat, dan lain sebagainya. Dengan kalimat itulah Rasulullah mengubah dunia,, dari kegelapan jahiliyah menjadi dunia yang terang benderang sedemikiam rupa….

Syahadatain adalah akar iman,, ia adalah sebuah pembuktian cinta dari serorang makhluk kepada Sang Khalik, sebuah pernyataan yang menyatakan kesadaran sepenuhnya akan tugas yang diemban sebagai alasan penciptaannya, sebuah kalimat yang menjadi bukti atas segala ketaatan di atas segalanya.

Iman, yang seperti kita ketahui definisinya bersama-sama. Menjadi familiar dan biasa. Padahal kata kata agung ini yang menjadi pembeda seorang manusia dengan manusia lainnya. Dan yang menjadi dasar keimanan itu adalah syahadatain. Karena tanpa pengucapan kalimat ini maka tidak bisa dikatakan seseorang itu beriman kepada Allah atau tidak. Diibaratkan, syahadat seperti pernyataan cinta seorang kekasih (katakanlah Fulan) kepada kekasihnya (Fulanah) Dari mana Fulanah bisa tahu bahwa ada Fulan mencintainya ketika Fulan tidak mengatakannya, meskipun Fulan bejibaku menmenuhi semua keinginan Fulanah, menemani, menggembirakan dan lain sebagainya, tapi ketika pernyataan cinta tidak diucapkan maka Fulanah tidak akan tahu perasaan Fulan yang sebenarnya kepada dirinya, apakah hanya bentuk perhatian seorang sahabat atau apa? Analogi yang lain adalah syahadatain diibaratkan pernyataan ijab qabul sebuah pernikahan. Sebuah pernyataan yang mengungkapkan kesiapan sang suami terhadap isterinya akan setiap hak dan kewajiban yang terjadi di antara mereka ketika resmi nantinya, misalnya siap memberi nafkah, dll. Kedua analogi ini adalah analogi sederhana yang cukup tepat menggambarkan bagaimana posisi syahadatain dalam pengakuan status keislaman dan keimanan seseorang.

Keimanan yang terhujam dalam hati yang teaktualisasikan dalam bentuk amalan yang nyata tidak akan sempurna tanpa pernyataan dari lisan. Contoh yang sangat nyata adalah paman Rasulullah SAW, yakni Abu Thalib yang sampai akhir hayatnya tidak bisa mengucapkan syahadatain. Ketiga aspek yakni keyakinan dalam hati, pengucapan dengan lisan dan aktualisasi dengan amal perbuatan menjadi komponen dalam menyusun keimanan seorang manusia secara utuh.

Dalam tata pergaulan kita mengenal kata gombal, ketika seorang A menyatakan cinta kepada B tanpa mengerti kata cinta itu dalam hatinya. Dalam Islam, ketika seseorang menyatakan ISLAM dengan bersyahadat namun tidak mengerti dan memahami arti penting, posisi, dan makna dari syahadat yang diucapkannya maka dia disebut sebagai perbuatan NIFAQ, dan orang yang nifaq disebut MUNAFIQ. Sementara yang tidak mau sama sekali mengucapkan syahadat, kita sebut dengan istilah KAFIR.

Terhujamnya makna syahadatain dalam hati dengan sendirinya akan melahirkan keyakinan yang sedemikain kuat akan apa2 yang ditetapkan oleh Allah semisal Rizki, jodoh, keselamatan, dll. Seperti disampaikan sebelumnya bahwa Syahadatain mampu mengubah kehidupan manusia. Ketika syahadat terucap dan sang manusia tidak berubah sesuai dengan yang seharusnya maka PASTI ADA YANG SALAH DENGAN PENGUCAPAN ATAU PEMAKNAAN SYAHADATAIN YANG DILAKUKAKNNYA. Hal ini perlu dievaluasi, karena bagaimanapun ketika syahadatin terucap dan terinternalisasi dengan baik dan benar akan berdampak pada aktualisasi akhlaq dan amal ubadah yang signifikan pengaruhnya.

Terdapat 4 jenis orang yang akan mendapat nikmat di akhirat kelak. Yaitu:

  1. Nabiyyiin: Orang yang sudah tidak memiliki urusan dunia untuk dirinya sendiri, melainkan hanya urusan Allah semata. Orang2 ini adalah orang yang memilki PEMBUKTIAN TOTAL dari semua aspek kehidupannya yang diserahkannya 100% hanya untuk Allah, menegakkan kalimat Allah, melaksanakan segala yang diperintah Allah.mereka tidak akan marah ketika mereka diejek atau dicelakakan. Tapi mereka akan marah ketika nama Allah yang direndahkan. Orang2 ini adalah para nabi dan Rasul, bagi kita manusia biasa HARAM memasuki ranah ini, karena setelah Nabi Muhammad SAW tidak akan ada lagi Nabi.
  2. Siddiqin adalah orang2 yang memiliki totalitas pengabdian dan pembuktian total kepada Allah yang derajatnya lebih rendah dibandingkan derajat para nabiyyin.  Contoh sosok siddiqiin adalah Abu Bakar, yang ketika perang Tabuk hanya meninggalkan Allah dan RasulNya (tapi subhanallah meninggalkan Allah dan Rasyl untuk keluarganya itu adalah cukup) untuk keluarganya, dan membawa semua harta yang dimilikinya untuk jihad di jalan Allah.
  3. Syuhada: adalah orang2 yang mengorbankan Harta yang paling berharga setelah agama yaitu NYAWA. Mereka berani kehilangan nyawa mereka untuk mendukung tegaknya islam di muka bumi.
  4. Shalihin adalah orang2 yang mengorbankan sebagian yang dimilikinya untuk Allah. Derajat ini merupakan level paling rendah yang mau tidak mau harus bisa kita masuki. Karena jika tidak, maka tidak akan ada celah dan kesempatan bagi kita manusia biasa ini untuk bisa menjadi bagian dari orang2 yang merasakan surga Allah nanti. Dan besarnya pengorbanan yang kita berikan menjadi BESARAN IMAN yang kita miliki

Yang kusuka ketika hujan turun

Termenung dalam suasana rintik hujan yang teduh dan syahdu, mengiringi rasa  damai yang diselimuti suasana tenang dan romantisme yang membangkitkan perasaan yang begitu sangat indah.. hal inilah mengapa aku begitu sangat menyukai hujan……..

Dalam suara rintik yang diiringi butir air yang turun dari langit satu per satu, membasahi kekeringan dunia yang membawa juga pada dinginnya hati yang merasakannya.. sejuk dan terasa begitu sangat khusyuk.. hal inilah mengapa aku begitu sangat menyukai hujan……

Hujan membawa pada suasana tenang, hangat, dan damai, menggali kepingan kepingan memori indah yang dulu pernah terjadi. Hujan mendekatkan keluarga dengan keluarganya, mendekatkan saudara dengan saudaranya, mengakrabkan sahabat dengan sahabatnya.. .. hal inilah mengapa aku begitu sangat menyukai hujan……

Hujan membawa keriangan dalam tawa ceria anak-anak yang bermain di bawahnya.. berlari kesana kemari tanpa peduli lumpur dan kotor, yang ada hanya gembira karena bisa bermain bersama… .. .. hal inilah mengapa aku begitu sangat menyukai hujan……

Hujan membawa rintik kesyahduan yang berirama dengan alunan merdu suara langit yang sedang begitu ramah.. dan yang paling istimewa adalah betapa Allah sangat mengistimewakan hujan.. .. hal inilah mengapa aku begitu sangat menyukai hujan……

Dalam QS Al Anfal ayat 11 disebutkan bahwa  “(ingatlah), ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penenteraman daripada-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan syaitan dan untuk menguatkan hatimu dan mesmperteguh dengannya telapak kakimu (keteguhan pendirian)”.

Selain itu dalam QS Al Furqan ayat 48 juga disebutkan bahwa Dia lah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); dan kami turunkan dari langit air yang amat bersih,

Kedudukan hujan yang istimewa ini juga didukung dengan pengkhususan waktu hujan sebagai waktu diijabahnya doa para hamba Allah. Seperti yang disampaikan oleh hadits-hadits berikut ini.

“Doa tidak tertolak pada dua waktu yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun” (HR Al Hakim, 2534, dishahihkan Al Al bani di Shahih Al Jami’, 3078)

Allah berfirman: di pagi ini ada di antara hamba-hamba-Ku yang beriman kepada-Ku dan yang ingkar kepada-Ku. Adapun orang yang mengatakan, ‘kami diberi hujan karena rahmat Allah, rizki dan karunia-Nya,’ maka ia beriman kepada-Ku dan kufur terhadap bintang-bintang. Adapun orang yang mengatakan, ‘kami diberi hujan karena bintang ini dan bintang itu,’ maka ia beriman kepada bintang-bintang dan kufur kepada-Ku.” (HR. al-Bukhari dan Muslim, lafaz milik Al-Bukhari)

Carilah pengabulan doa pada saat bertemunya dua pasukan, pada saat iqamah shalat, dan saat turun hujan.” (HR. al-Hakim dalam al-Mustadrak: 2/114 dan dishahihkan olehnya. Lihat Majmu’ fatawa: 7/129. Dishahihkan Al-Albani dalam al-Silsilah al-Shahihah no. 1469 dan Shahih al-Jami’ no. 1026)

Allah mengistimewakan saat hujan, dan saat hujan adalah waktu di mana Allah berkenan mengijabah doa yang disampaikan kepadaNyasaat itu… oleh karena itu maka marilah kita berdoa