pilihan adalah sebuah kepastian


Manusia adalah makhluk yang diberikan Allah Swt akal untuk berpikir, berpikir untuk menentukan berbagai pilihan hidup yang mau tak mau harus ada yang dipilih, harus ada yang dijalani, baik atau buruk, yakin atau tidak, dengan segala konsekuensi yang mengiringinya… karena pilihan dalam hidup adalah sebuah kepastian,, sebuah kepastian yang akan menyusun puzzle puzzle kehidupan seorang manusia, menyusun kisah, bahkan menyusun orang-orang di sekitarnya. Ketika dia memilih jalan yang baik adalah sebuah konsekuensi kebaikan yang ada di ujung pilihan tersebut, meskipun pada prosesnya, berteguh hati pada pilihan baik ini tak mulus jalannya. Dan bahkan mungkin di awal ada dan terbersit keraguan apakah benar pilihan tersebut adalah pilihan terbaik atau tidak. Ketika berada dalam proses, juga akan terbersit apakah sanggup atau tidak menjalani semua konsekuensinya ataukah ketika di ujung mungkin timbul kekecewaan ketika melihat hasil yang diinginkan tak kunjung datang. Manusia harus memilih, karena manusia tidak memiliki pengetahuan masa datang yang akan menghampirinya. Dengan memilih, maka paling tidak dengan akal yang dimilikinya, manusia akan memiliki gambaran bagaimana kehidupan yang harus dijalaninya, dan bagaimana akhir kehidupan tersebut.

Katakanlah ketika memilih sekolah, memilih jurusan ketika mau kuliah, memilih teman, memilih mata kuliah, memilih unit kampus mana yang akan dimasuki, lebih luasnya adalah ketika memilih jalan hidup, memilih komunitas pembinaan, memilih pekerjaan, dan bahkan memilih jodoh. Rangkaian-rangkaian pilihan ini yang akan menguntai kisah hidup manusia beserta apa yang dijalaninya.

Banyak analogi yang bisa diambil untuk mengungkapkan kompleksitas pemilihan sebuah keputusan. Misalnya saja analogi perjalanan yang kudapatkan selama perenungan ketika aku pulang dari Cipanas menuju ke Jakarta pada tanggal 24 Jan kemarin. Berdasarkan pertimbangan kemacetan, jarak tempuh, dan biaya yang harus dikeluarkan untuk melangsungkan perjalanan dari Cipanas menuju Jakarta, akhirnya aku keluar bertekad untuk menggunakan moda transportasi bus, dengan pertimbangan terbaik bahwa ini adalah pilihan terbaik, meskipun moda transportasi kereta api juga menawarkan sisi-sisi kebaikan yang tak kalah baik. Namun ketika sampai di jalan untuk menunggu bis, seketika pilihan moda bus berganti dengan pilihan moda kereta api yang nampaknya lebih menjanjikan perjalanan dengan kondisi paling optimum. Hal ini berdasarkan pengalaman sebelumnya ketika menggunakan moda transportasi bus, kok rasa rasanya lebih cepat menggunakan kereta api yaa.. begitulah pikirku. Masuklah aku ke dalam mobil kol putih yang mengantarkan aku sampai ke Terminal Baranangsiang untuk kemudian kusambung dengan kereta api menuju Jakarta.

Di dalam perjalanan, dengan kelemahan penggunaan mobil kol, ganjalan demi ganjalan menghampiriku, melihat kondisi mobil kol yang ngetem dan akhirnya dilewat oleh bus Cianjur-Kp Rambutan. Rasanya gemeretak hati ini, ada sedikit penyesalan mengapa tidak menunggu bus saja, nampaknya lebih cepat. Berbagai perenungan sempat menghampiri kepalaku, sampai tiba ide untuk menuliskan kisah ini.

Namun ketika memasuki terminal Ciawi, aku melihat bus yang tadi melewatiku ternyata ngetem untuk cari penumpang. Mobil kol yang kunaiki melewatinya dan kemudian berlalu sampai Term Baranangsiang. Ada rasa lega melihat dan menyadari bahwa nampaknya aku telah mengambil keputusan terbaik dengan menumpang mobil kol daripada bus.

Sejenak kuresapi perenungan yang kuperoleh ketika itu,, lihat betapa diriku begitu mudah mengubah pilihan, dan betapa ketika berada dalam pilihan itu, kebaikan kebaikan pilihan yang lain muncul di pelupuk mata dan menjadi godaan tersendiri yang cukup meresahkan jiwa sampai membuat penyesalan tersemburat dari pilihan yang kupilih. Ketika naik bus, kayanya naek kol lebih cepat (yang ini sudah pernah kurasakan), ketika naik kol, kayanya naik bus lebih cepat (yang ini pun sudah pernah kurasakan). Semuanya berarah pada kesimpulan bahwa pada dasarnya pilihan ini bisa menjadi sama saja ketika di awal sudah dilakukan pertimbangan terbaik, dan pada proses menjalani pilihan tersebut, prosesnya diisi dengan hal hal terbaik yang bisa dilakukan. Tak masalah kan sebenarnya dengan jarak tempuh bis yang lebih lama dari kereta, jika sepanjang perjalanan kita bisa memanfaatkan dengan tilawah atau membaca untuk memperkaya tsaqafah, tidak masalah bukan ketika dengan harga transportasi kereta yang lebih mahal jika kita anggap uang yang kita keluarkan adalah infak atau untuk membantu pembangunan moda transportasi kereta api yang lebih baik, membagi rezeki dengan bapak supir mobil kol dan mobil angkot 03 Bubulak Baranangsiang…… semuanya tidak akan menjadi masalah.

Dan ketika kemudian di tengah jalan harus memutar arah, tak masalah selama kedua syarat tadi terpenuhi, memutar arah, turun dari kol dan kemudian nyetop bis. TAK MASALAH!!! selama kita berpikir itu adalah jalan terbaik.

Yang perlu diingat adalah HAL MENDASAR dari kedua prasyarat tersebut. Yaitu, pertimbangan terbaik haruslah berdasarkan pertimbangan ruhiyah yang bertumpu pada keagungan nilai2 Islam yang Allah turunkan, yang Rasulullah ajarkan. Hal ini berlaku pulan untuk proses yang dijalankan dari pilihan tersebut. Hal-hal terbaik yang harus dilakukan adalah hal terbaik berdasarkan syariat Islam. Tilawah, baca buku untuk upgrade kondisi diri, dzikir, tahfidz, misalnya. Beda dengan cuma tidur, dengerin musik dan ngelamun—ngelamun beda lo dengan merenung!!!

So ketika harus teguh dengan sebuah pilihan, dan atau memutar arah untuk mengubah pilihan selama 2 prasyarat ini dijiwai nilai2 yang disebutkan tadi, yakinlah TIDAK APA-APA!!! Apa yang kau inginkan dari menjalani pilihan tersebut akan bisa kau capai atau bahkan Allah memilihkan ujung jalan yang sama sekali tak kau duga karena jauh lebih baik daripada dugaan dan perkiraan konsekuensi pilihan yang kaupikirkan sebelumnya. Karena Apa?? Karena KAMU MELIBATKAN ALLAH dalam proses pengambilan keputusan tersebut. Maka Allah yang akan mengambil alih. Allah yang akan menentukan konsekuensi akhir. Ketika misalnya tak sesuai dengan apa yang kau pikirkan, maka tidak akan tercuat secuil pun rasa kecewa, karena apa?? KARENA KAMU SUDAH MELAKUKAN YANG TERBAIK untuk menjalani pilihan yang kamu tetapkan untuk dirimu sendiri!!! dan ketika pilihan ini begitu sulit untuk dijalani, jika keyakinan terhadap Allah menhunjam dalam hatimu bahwa pilihanmu adalah yang terbaik dan bisa memberikan kebermanfaatan yang banyak, maka sesulit apapun itu, yakinlah ALLAH AKAN MEMINJAMKAN KEKUATANNYA Untuk kaugunakan menjalani pilihan tersebut….

So, do not hesitate again!!! Move Forward and Get What Do You Wants, Get Your Dream, Let it sparkle in front of your eyes. AND CHOOSE THE RIGHT PATH!!! THE BEST DECISION YOU HAVE FOR YOUR SAKE AND THE OTHERS!!!PROVE IT!!

Why are we here, where we come from
Where’s our future, leading us
Where’s our life, taking us
Show us the path, dear Allah
What are we, to do here
There must be a reason to be here
Ya Allah the greatest
Nor of these You create for waste
Show me the right path
The path of the favoured one with Your grace
Show me the right path
The path of Rasulullah and His companions
Don’t leave me please Your guidance I need
Show me the way, light up my life
Don’t leave me please Your guidance I need
Show me the way, to gain Your love
(Raihan, Right Path)
Advertisements

About iinparlina

Seorang Insan manusia yang diciptakan Allah dengan segala kekurangan dan kelebihannya, yang mencoba menjadi seorang yang dicintaiNya, dan salah satu cara yang dilakukannya adalah dengan menulis, membagi sedikit sekali ilmu yang dimilikinya. Meskipun sedikit, dia berharap dari yang sedikit itu, ilmu itu bisa bermanfaat untuk orang lain sebagaimana dia pun membutuhkan Ilmu untuk membuatnya bisa menjejakan kakinya di surga.

Posted on January 27, 2012, in riak-riak jiwa and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. setiap kehidupan itu pasti bakal ketemu pada saat dimana kita harus memilih..
    dan kita jangan sampe salah untuk memilih…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: