Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi


SEJARAH BERDIRINYA BPPT

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) adalah lembaga pemerintah non-departemen yang berada dibawah koordinasi Kementerian Negara Riset dan Teknologi yang mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pengkajian dan penerapan teknologi.

Proses pembentukan BPPT bermula dari gagasan Mantan Presiden Soeharto kepada Prof Dr. Ing. B.J. Habibie pada tanggal 28-Januari-1974.

Dengan surat keputusan no. 76/M/1974 tanggal 5-Januari-1974, Prof Dr. Ing. B.J. Habibie diangkat sebagai penasehat pemerintah dibidang advance teknologi dan teknologi penerbangan yang bertanggung jawab langsung pada presiden dengan membentuk Divisi Teknologi dan Teknologi Penerbangan (ATTP) Pertamina.

Melalui surat keputusan Dewan Komisaris Pemerintah Pertamina No.04/Kpts/DR/DU/1975 tanggal 1 April 1976, ATTP diubah menjadi Divisi Advance Teknologi Pertamina. Kemudian diubah menjadi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia No.25 tanggal 21 Agustus 1978.Diperbaharui dengan Surat Keputusan Presiden No.47 tahun 1991.

TUGAS POKOK

Melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pengkajian dan penerapan teknologi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

FUNGSI

  • Pengkajian & penyusunan kebijakan nasional di bidang pengkajian dan penerapan teknologi
  • Koordinasi kegiatan fungsional dalam pelaksanaan tugas BPPT.
  • Pemantauan, pembinaan dan pelayanan terhadap kegiatan instansi pemerintah dan swasta dibidang pengkajian dan penerapan teknologi dalam rangka inovasi, difusi, dan pengembangan kapasitas, serta membina alih teknologi.
  • Penyelenggaraan pembinaan & pelayanan administrasi umum di bidang perencanaan umum, ketatausahaan, organisasi & tatalaksana, kepegawaian, keuangan, kearsipan, persandian, perlengkapan & rumah tangga.

WEWENANG

  • Penyusunan rencana nasional secara makro di bidangnya.
  • Perumusan kebijakan di bidangnya untuk mendukung pembangunan secara makro.
  • Penetapan sistem informasi di bidangnya.

Kewenangan lain yang melekat dan telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yaitu:
a. Perumusan & pelaksanaan kebijakan tertentu di bidang pengkajian & penerapan teknologi.
b. Pemberian rekomendasi penerapan teknologi & melaksanakan audit teknologi.

VISI

Pusat unggulan teknologi yang mengutamakan kemitraan melalui pemanfaatan hasil rekayasa teknologi secara maksimum.

MISI

  1. Memacu perekayasaan teknologi untuk meningkatkan daya saing produk industri
  2. Memacu perekayasaan teknologi untuk meningkatkan pelayanan publik instansi pemerintah.
  3. Memacu perekayasaan teknologi untuk kemandirian bangsa

Peran BPPT

Pembangunan iptek kini diarahkan pada peningkatan kualitas penguasaan dan pemanfaatan iptek untuk mendukung transformasi perekonomian nasional menuju perekonomian yang berbasis pada keunggulan kompetitif.

BPPT didirikan berdasarkan kebutuhan akan adanya kepemilikian terhadap teknologi yang digunakan untuk membangun bangsa. Tidak hanya itu, BPPT menjadi tempat peningkatan kualitas sumber daya manusia yang mempu menguasai, mengkaji, mengendalikan, menerapkan teknologi, serta berpengalaman dalam mengembangkan mekanisme suatu produk yang tidak hanya berorientasi pada nilai tambah secara formil saja sehingga mampu melaksanakan pembangunan Negara dan bangsa secara maksimal. Pada awalnya, mikro ekonomi yang fungsinya dijalankan oleh BPPT memang tidak bisa dipisahkan dari teknologi, sehingga pengkajian dan penerapan teknologi haruslah dilakukan oleh SDM yang unggul.

BPPT memiliki peranan yang sangat signifikan dalam memperkuat kemandirian dan mempertinggi daya saing bangsa. Pemanfaatan IPTEK dalam setiap kegiatan dan pekerjaan dapat memberikan kemudahan dan nilai tambah, yang pada akhirnya akan membawa kesejahteraan kepada masyarakat, bangsa, dan Negara.

Dalam menjalankan tugas pokonya, BPPT telah melaksanakan berbagai kegiatan yang bertujuan meningkatkan kemampuan penguasaan dan pemanfaatan teknologi untuk pembangunan industri nasional.Melalui pemanfaatan dan penguasaan teknologi inilah nantinya diharapkan kana memberiran dampak pada peningkatan kemandirian, daya saing, dan kualitas kehidupan masyarakat Indonesia.

Sejak didirikan sampai saat ini, BPPT telah melakukan kajian mikro ekonomi untuk menentukan kelayakan proyek-proyek nasional baik yang bersifat jangka panjang maupun yang dilaksanakan dalam rangka pelaksanaan suatu REPELITA ataupun yang bersifat khusus.BPPT telah berusaha menerapkan teknologi yang tepat dan bergunadengan tetap memperhatikan kemampuan keuangan Negara agar pemanfaatan teknologi dapat dilakukan lebih efisien dan lebih terarah sehingga dapat menjadi alat penunjang pembangunan. Untuk itu, perlu pengembangan dan pemanfaatan yang tepat dan berguna dengan meneliti secara seksama teknologi yang akan dipilih yang dapat menunjang pengembangan industri dan peningkatan produksi nasional, perluasan kesempatan kerja dan pemerataan pendapatan yang pada akhirnya dapat memperkuat ketahanan nasional. BPPT telah menjalankan fungsi lembaga sebagai perencana mikro pembangunan nasional, katalisator dan fasilitator dalam pengembangan masayarakat yang berbudaya teknologi-pusat berbudaya iptek-teknologi sebagi pemacu pertumbuhan ekonomi dalam kemandirian bangsa dan peningkatan kesejahteraan rakyat. BPPT telah memiliki pengalaman dalam menyusun kebijaksanaan IPTEK di Indonesia secara langsung maupun tidak langsung, sebagai pusat unggulan teknologi dan SDM IPTEK, sebagai agen pembangunan masyarakat dalam bidang teknologi, dan sebagai mitra industri yang utama/terpercaya dalam peningkatan teknologi, daya saing, dan produktivitas industri.

Sejak tahun 2001, BPPT memiliki fungsi tambahan sebagai pemegang peran audit dan komersialisasi teknologi.

Selain itu, peran BPPT juga tidak hanya sebagai lembaga intermediasi dalam menjembatani kepentingan pengguna dan penyedia teknologi, tetapi juga berperan sebagai lembaga technology clearing house dalam menyaring dan memberikan approval terhadap teknologi luar yang akan diterapkan di Indonesia. Hasil karya BPPT siharapkan dapat sepenuhnya digunakan oleh user khususnya industri, sehingga dari awal, BPPT mendasarkan kegiatannya pada demand side (kebutuhan industri) dengan melibatkan mitra-mitra BPPT yang terkait dengan penggunaan hasil rekayasa teknologi. BPPT juga diharapkan dapat mengembangkan sistem technology intelligent  untuk peremalan, perencanaan, dan penyesuaian pengembangan teknologi yang informasinya akan sangat dibutuhkan oleh industri untuk mengurangi resiko dalam pemilihan teknologi yang akan dikembangkannya yang didatangkan dari luar negeri.

Sebagai lembaga intermediasi, BPPT mampu menfasilitasu hubungan, keterkaitan, jejaring, kemitraan antara dua pihak atau lebih dalam rangka litbangyasa teknologi dan reformasi kebijakan terkat, serta menjembatani berbagai pihak terkait dengan kepentingan tertentu dalam konteks teknologi.

Sebagai lembaga pelaksana technology clearing house BPPT memiliki peran melakukan clearance test bagi teknologi sebagai otoritas atau pendukung dalam menyatakan bahwa suatu teknologi laik atau tidak untuk diterapkan di Indonesia atau untuk konteks tertentu di Indonesia, misalnya berdasarkan tujuan perlindungan kepentingan masyarakat dan lingkungan hidup dari segi keselamatan, kesehatan, keamanan bagi masyarakat atau kelestarian lingkungan hidup, serta memfasilitasi pertukaran informasi, keahlian atau produk teknologi tertentu.

Sebagai lembaga pengkaji teknologi, BPPT melakukan suatu studi multidimensi yang sistematis tentang suatu teknologi untuk menghasilkan pemahaman tentang tingkat kesiapan suatu teknologi (technology readiness level), perkiraan nilai (value) dari suatu teknologi sebagai aset intelektual (intellectual asset). Juga dikaji tentang peluang dan tantangan atau resikonya, perkiraan dampak teknologi yang telah dan kan diterapkan, implikasi stratergi atau rekomendasi kebijakan pada tataran organisasi ataupun politik.

Sebagai lembaga pelaksana audit teknologi, BPPT melakukan suatu standar teknis mengenai prosedur legal terstandar untuk mengevaluasi, membandingkan, memverifikasi suatu teknologi atau suatu penerapan teknologi terhadap standar atau ketentuan persayaratan/ kriteria tertentu.

Sebagai lembaga pemberi solusi teknologi, BPPT memberikan advis teknologi, memfasilitasi atau mengimplementasikan penerapan teknologi, memberi pelayanan riset di bidang teknologi, dan melaksanakan pembinaan teknologi.

Kelima peran BPPT dipandang sebagai peran strategis yang ingin diperkuat, tetapi bukan merupakan peran yang mutually exhaustive dan bukan pula mutually exclusive. Lima peran ini menjadi bentuk pelayanan teknologi yang mampu memberikan nilai (value proposition) kepada para penerima jasa pelayanan teknologi BPPT, baik berupa peningkatan daya saing, percepatan kemandirian penguasaan teknologi melalui alih teknologi, serta perolehan teknologi terkini.

Sumber Daya Fasilitas beserta Fungsinya

 

  1. 1.       Balai Besar Teknologi Energi (B2TE)

Memberikan pelayanan jasa di bidang teknologi konversi dan konservasi energi, pemantauan dan analisa sistem konversi dan konservasi energi, pelayanan teknologi thermal dan mekanik, kimia dan pembakaran serta teknologi photovoltaic, serta perekayasaan pengolahan data di bidang konversi energi.

  1. 2.       Balai Rekayasa Disain dan Sistem Teknologi (BRDST)

Melaksanakan rekayasa dan rancang bangun plant dengan menggunakan pemodelan tiga dimensi, dan pelayanan jasa rancang bangun mulai dari konseptual disain sampai pada tahap pabrikasi, konstruksi, operasi dan pemeliharaan.

  1. 3.       UPT Pengembangan Seni dan Teknologi Keramikdan Porselin (PSTKP)

Melaksanakan pengkajian dan penerapan teknologi dalam rangka mengembangkan seni lukis dan seni ukir / patung Bali pada media keramik maupun porselin mulai dari desain, glasir, warna, karakteristik kimia, bahan, pengujian mutu dan tekno – ekonomi

  1. 4.       Balai Jaringan Informasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEKNET)

Merupakan sistem jaringan informasi berbasis komputer dan telekomunikasi elektronik berisi informasi iptek, memberikan jasa kepada instansi pemerintah dalam layanan intranet yang teramankan.

  1. 5.       Balai Besar Teknologi Kekuatan Struktur (B2TKS)

Melaksanakan pengujian dan pengembangan material, komponen dan konstruksi, meliputi: Corrosian Test, Structure Test, Load Simulation Test, Research and Development, Calibration and Accreditation, Non Destructive Testing, Measurement and Stress Analysis, Static and Dinamic test, Failure Analysis and Remaining Life Assessment Test, dan Insitu Metalografi.

  1. 6.       UPT Laboratorium Aero Gasdinamika dan Getaran(LAGG)

Melaksanakan pelayanan jasa pengujian, baik dalam bidang aeronautika maupun non- aeronautika, seperti pengujian model konstruksi bangunan industri, tower dan chimney, bangunan sipil untuk jembatan, Cranes, Drilling Platform, rekayasa mekanik kereta api, mobil, truk dan kapal laut.

  1. 7.       UPT Balai Pengkajian dan Penelitian Hidrodinamika(BPPH)

Melaksanakan kegiatan Pengkjian, penerapan dan pelayanan jasa hidrodinamika pada prasarana dan sarana kelautan serta teknologi bawah air serta melaksanakan pelayanan jasa teknologi seperti : Uji Performance Kapal, Uji Bangunan Lepas Pantai, Uji Teknologi Bawah Air dan Uji kinerja kavitasi Propeller.

  1. 8.       Balai Termodinamika, Motor dan Propulsi (BTMP)

Memberikan pelayanan jasa sbb : Uji berbagai tipe Heat Excharger dan peralatan Heat Transfer, On-site testing dan verifikasi thermal installation, Desain dan Modifikasi Heat Exchanger, Calibration of temferature, pressure and water / air flow meter probes.

  1. 9.       9.Balai Pengkajian Dinamika Pantai (BPDP)

Melaksanakan berbagai kegiatan perekayasaan di bidang kepantaian dan kepelabuhan  yang meliputi : perekayasaan maritim, studi sedimentasi dan pengerukan, studi hidrometri, studi tsunami, studi kepantaian, sistem informasigeografis, pusat informasi kepantaian, konsultasi dan perancangan model, wahana pendidikan, survei lapangan, aplikasi teknologi tepat guna.

  1. 10.   10.Balai Mesin Perkakas, Teknik Produksi dan Otomasi (MEPPO)

Melaksanakan pengkajian dan pengembangan teknologi mesin perkakas, teknik produksi dan otomasi. Fasilitas dan pelayanan jasa : Penerapan Sistem Kontrol Otomatis pada Pabrik Gula, Sistem Kontrol Telemetri Sistem Sirkulasi Air Tertutup Sistem Hatchery.

  1. 11.   Balai Besar Teknologi Pati (B2TP)

Melaksanakan pengkajian, pengembangan dan penerapan teknologi industri bio-ethanol dan pengembangan produk berbasis pati.

  1. 12.   Balai Pengkajian Bioteknologi

Memiliki peranan untuk mendorong pertumbuhan industri yang memanfaatkan bioteknologi serta penerapan bioteknologi tepat guna. Pelayanan jasa dan produk yang telah dilakukan : Teknologi Fermentasi, Teknologi Agromikrobiologi, Rekayasa Industri Bioteknologi dan Rekayasa Genetika terapan.

  1. 13.   Laboratoria Pengembangan Teknologi Industri Agro dan Bio Medika (LAPTIAB)

Sebagai laboratoria perekayasaan teknologi dan layanan jasa pengujian  bidang pangan dan kesehatan (ISO 1705).

  1. 14.   UPT Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC)

Melaksanakan pengkajian dan penerapan teknologi modifikasi cuaca dalam pembuatan hujan, serta memberikan pelayanan kepada instansi pemerintah dan swasta yang memerlukan air hujan.

  1. 15.   Balai Teknologi Survei Kelautan (BTSK)

Memberikan pelayanan jasa teknologi riset dan survei kelautan untuk eksplorasi potensi sumber daya laut, pengkajian dan penerapan teknologi teknik dan metode riset kelautan, pengelolaan data hasil survei serta pengelolaan sarana dan prasarana riset dan survei kelautan.

  1. 16.   Balai Teknologi Lingkungan (BTL)

Melakukan kegiatan remediasi (pemulihan kualitas lingkungan) lahan tercemar minyak pasca penambangan.

  1. 17.   Balai Pengkajian Teknologi Polimer (BPTP)

Melakukan jasa layanan bidang polimer berupa pengujian, pelatihan dan konsultasi teknis; serta melakukan perekayasaan bidang polimer bekerjasama dengan industri dan lembaga lain yang terkait.

  1. 18.   Balai Inkubator Teknologi (BIT)

Menyiapkan  sarana bagi calon pengusaha pemula untuk komersialisasi riset baik dari kalangan perekayasa maupun di luar perekayasa.

 

 

Tema Program Pengkajian danPenerapan TeknologiBPPT 2011

  1. Pengkajian dan Penerapan Teknologi Energi Bersih,
  2. Pengkajian dan Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi untukPemerintahan dan Industri,
  3. Pengkajian dan Penerapan Teknologi untuk Ketahanan Pangan Nasional,
  4. Pengkajian dan Penerapan Teknologi Transportasi Massal,
  5. Pengkajian dan Penerapan Teknologi Produksi Obat Generik dan ObatHerbal,
  6. Pengkajian dan Penerapan Teknologi Pertahanan, Keamanan danKeselamatan,
  7. Pengkajian dan Penerapan Teknologi Material untuk Energi, Transportasi, Kesehatan dan Hankam
  8. Pengkajian dan Penerapan Teknologi Lingkungan dan Kebumian untukmendukung Energi, Pangan, dan Penanggulangan Bencana,
  9. Pengkajian dan Penerapan Teknologi Manufaktur untuk Teknologi Energi, Pangan, Transportasi, Kesehatan dan Hankam,
  10. Pengkajian dan Penerapan Kebijakan Teknologi,
  11. Peningkatan dan Pembangunan LaboratoriumBPPT Terpadu.

 

 

Sistem Inovasi BPPT

Sistem Inovasi : suatu kesatuan dari sehimpunan aktor, kelembagaan atau proses produktif yang mempengaruhi arah perkembangan dan kecepatan inovasi dan difusinya (termasuk teknologi dan praktik baik/terbaik), serta proses pembelajarannya.

Dengan demikian ada tiga kata kunci dalam Sistem Inovasi yang harus diperhatikan disini yaitu : INOVASI, DIFUSI dan PROSES PEMBELAJARANNYA.

Capaian BPPT sampai tahun 2011 bersama Mitra-nya

1. Panser 6×6

Mitra : PT. PINDAD

Pengguna: TNI & POLRI

Pesanan Panser 6×6 sebanyak 154 Unit

Sudah terkirim 60 Unit

2. Pipa Apung

Mitra : PT. Agronesia

Pengguna : PT. Timah, PT. Pertamina

2005 – 2006: Ukuran 28” x 10 m sebanyak 4 buah (PT. Timah)

2009: Ukuran 28” x 10 m sebanyak 5 buah (PT. Timah)

2010: Ukuran 16” x 10 m sebanyak 3 buah (Pertamina)

3. Teknologi Modifikasi Cuaca

 

4. E-Voting

Sistem electronic voting (e-voting) adalah sebuah sistem yang memanfaatkan perangkat elektronik dan mengolah informasi digital untuk membuat surat suara, memberikan suara, menghitung perolehan suara, menayangkan perolehan suara, dan memelihara dan menghasilkan jejak audit.

Telah dilakukan simulasi di Jembrana, Jakarta, Pandeglang, Banda Aceh, Gorontalo, Tegal, Pasuruan

5. Perisalah

Mitra : PT. INTI (persero)

Perisalah sebagai sistem pengenal wicara bahasa Indonesia  untuk membantu pembuatan risalah dan resume pertemuan secara otomatis, real time.

Sudah diuji coba pada Seminar Nasional e-Voting, Rapat Kerja dan BoE BPPT.

Saat ini tahap Operation test & evaluation (OT&E)di MK

6. Teknologi Digital Broadcasting

7. E-DevelopmentDi Kab. Jembrana, Bali

Mitra dan Pengguna:

Pemkab. Jembrana, Bali

Hasil:

•       Penyusunan kebijakan: pembangunan TIK Jembrana 2010 – 2014, penggunaan e-voting pada Pilkada 2010 di Jembrana, penyusunan indikator keberhasilan pemanfaatan TIK Kab. Jembrana 2010 – 2014.

•       Infrastruktur Jimbarwana-Net: di seluruh Unit Kerja Pemkab.Jembrana, Kec., Kel., Desa, Sekolah, Telecenter, Puskesmas.

•       E-Government: ISO 9001, sistem monitoring lampu jalan, e-KTP, sistem mapping lokasi KK miskin, SMS &call center, SI Kesehatan online, Puskesmas online, KTP Mobile online.

•       E-Society: Setiap sekolah mempunyai website, 6 mobil perpustakaan online, Jimbarwana Smart School, e-Kartu Pelajar.

•       Industri TIK/UKMK: Sistem monitoring pengelolaan Koperasi online (51 koperasi).

8. Energi Outlook

Pengguna :DEN, Lembaga Pemerintah, BUMN

 

Hasil

Buku Outlook Energy Indonesia tahun ini telah memasuki tahun ke-3 (2009, 2010, 2011), yang meliputi:

hasil-hasil kajian masa depan energi Indonesia yang dilakukan secara berkala setiap tahun sejak tiga tahun lalu, sebagai kontribusi BPPT dalam memahami isu-isu penting  pengembangan energi nasional di masa depan berdasarkan kondisi yang terjadi saat ini.

9. FUDIKA(Fasilitas Uji Dinamika Kereta Api)

Mitra : Dephub

Pengguna : PT. INKA, PT. KAI

Mampu menguji satu rangkaian kereta api (10 gerbong) secara bersamaan dan realtime, yaitu:

Uji waktu pengisian & pelepasan udara tekan pada main reservoir, pengujian tingkat kebocoran udara tekan pada pipeline, pengereman, getaran vertikal & horisontal, ride index serta temperatur bantalan roda.

10. Ikan Nila Salin

Pengembangan varietas ikan nila SALIN merupakan yang pertama di Indonesia

Setelah keberhasilan melepas varietas ikan nila jantan super yang dikenal dengan nila GESIT (Genetically Supermale Indonesian Tilapia ) pada tahun 2006 dan diikuti dengan nila monoseks jantan (Genetically Male Tilapia / GMT), saat ini BPPT tengah melakukan perekayasaan teknologi produksi untuk menghasilkan ikan Nila SALIN yaitu varietas ikan nila yang toleran terhadap perairan payau maupun laut dengan salinitas > 20 ppt.

Perekayasaan teknologi produksi ikan nila SALIN dilakukan melalui proses “diallel crossing”  8 varietas ikan nila hasil seleksi, diikuti dengan perekayasan produk protein rekombinan hormone pertumbuhan (rGH) dan perekayasaan produksi vaksin DNA Streptococcus yang akan membentuk profil ikan nila SALIN unggul yang cepat tumbuh dan tahan penyakit.

11. Bisku NEO

Mitra :

PT. Tiga Pilar Sejahtera Tbk.

Bisku Neo merupakan produk yang mendukung program diversifikasi pangan

Makanan siap saji ini untuk menanggulangi masalah kelaparan di daerah bencana.

Kelebihan dari Bisku Neo yang berbentuk biskuit sebagai bahan pangan yang mengandung zat aktif atau immuno stimulan untuk mempertahankan kekebalan tubuh .

12. Bahan Bakar Nabati

Disain Pabrik Biodiesel

1 Pabrik, kapasitas 8 ton/hari, Pekanbaru

1 Pabrik, kapasitas 6 ton/hari, Kab. OKU – Sumsel

1 Pabrik, kapasitas 6 ton/hari, Kotabaru – Kalsel

1 Pabrik, kapasitas, 150 ltr/hari, Unsri – Sumsel

1 Pabrik, kapasitas 3 ton/hari, BRDST Puspiptek – Serpong

Peningkatan  kemampuanPilot Plant  Etanol  kapasitas 8.000 L/hari dengan menambahkan unit dehidrasi menggunakan teknologi molecular sieving (dari Alfa Laval) untuk menghasilkan bioetanol derajat bahan bakar kadar 99,5 %

13. Sistem Air Bersih

14. SRF (Slow Release Fertilizer)

Mitra : PT. Pupuk Kaltim, PT. Pupuk Kujang

Pengguna : BUMD, Swasta

HASIL

  1. Prototipe produk SRF : SRF-N ( 2 formula), SRF Majemuk (6 formula), SRF Plus Mikorize/Trichoderma (2 formula)
  2. Granted Paten SRF-Urea tanggal 24 Juli 2009 No. P-00200500629
  3. 1 Usulan Paten SRF-Majemuk tanggal 2 Mei 2008 No. P-00200800233
  4. Disain  dan Fabrikasi Pilot Plant SRF Kapasitas 1 ton/hari
  5. Feasibility Study Pabrik SRF Kapasitas 9000 ton/tahun
  6. Uji demplot SRF di 11 kabupaten : Jatim (Kab. Banyuwangi, Nganjuk, Ngawi, Blitar), Jateng (Kab. Klaten, Batang, Kebumen), Sulsel (Kab. Maros, Wajo, Sidrap, Pinrang), Bali (Kab. Badung).
  7. Uji explot SRF di Sukamandi, Jawa Barat
  8. Masuk dalam 100 Inovasi Ristek tahun 2008

15. Prakarsa dalam Penguatan Sistem Inovasi

1.       Gerakan Membangun Inovasi, Daya Saing, dan Kohesi Sosial di Seluruh   Wilayah Nusantara  (GERBANG INDAH NUSANTARA)

2.       Peraturan Kepala BPPT tentang Panduan/Pedoman Umum Penguatan Sistem Inovasi

3.       Deklarasi Penguatan Sistem Inovasi Daerah oleh 10 Bupati/Walikota dalam acara Forum Koordinasi Penguatan Sistem Inovasi Daerah

4.       Draft Buku Putih Penguatan Sistem Inovasi

5.       Apresiasi Inovasi Indonesia 2011 (30 November 2011)

•       Kategori  Daerah (Region)

•       Kategori Kepala Daerah (Leadership)

•       Kategori UKM (Technopreneurship)

•       Kategori Teknologi Ramah Lingkungan (Greenovation)

16. Audit Teknologi

17. Hak Kekayaan Intelektual

BPPT adalah pemilik Sertifikat Paten terbanyakbila dibandingkan dengan seluruh LPNK di Indonesia

49 Sertifikat Paten

125 Paten Terdaftar

12 Sertifikat Disain Industri,

4 Sertifikat Hak Cipta,

4 Sertifikat Merk.

Melaksanakan pelayanan jasa pengujian, baik dalam bidang aeronautika maupun non- aeronautika, seperti pengujian model konstruksi bangunan industri, tower dan chimney, bangunan sipil untuk jembatan, Cranes, Drilling Platform, rekayasa mekanik kereta api, mobil, truk dan kapal laut.

About iinparlina

Seorang Insan manusia yang diciptakan Allah dengan segala kekurangan dan kelebihannya, yang mencoba menjadi seorang yang dicintaiNya, dan salah satu cara yang dilakukannya adalah dengan menulis, membagi sedikit sekali ilmu yang dimilikinya. Meskipun sedikit, dia berharap dari yang sedikit itu, ilmu itu bisa bermanfaat untuk orang lain sebagaimana dia pun membutuhkan Ilmu untuk membuatnya bisa menjejakan kakinya di surga.

Posted on March 2, 2012, in impian jundi and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. thanks banget

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: