Pengembangan Biogas dari Limbah Industri Tahu untuk Mendukung Desa Mandiri Energi Dan Mitigasi Gas Rumah Kaca


Masalah perubahan iklim yang disebabkan oleh kian bertambahnya emisi gas rumah kaca yang sudah melebihi batas ambang dan daya dukung lingkungan kini menjadi masalah bersama yang dihadapi oleh warga di seluruh dunia. Mengingat Indonesia memiliki tingkat vulnerabilitas yang cukup tinggi terhadap dampak perubahan iklim disebabkan oleh kondisi geografis dan sosiologis, maka harus ada aksi nyata yang mampu mencegah pertambahan emisi gas rumah kaca di Indoensia. Dan untuk hal ini, terdapat berbagai sector dan potensi yang dapat ditilik sebagai kesempatan untuk mereduksi gas rumah kaca. Misalnya dalam sector pengolahan limbah. Sebagaimana kita ketahui bahwa pengolahan limbah industry di Indonesia memiliki profil yang tidak terlalu baik. Masih banyak permasalahan lingkungan seperti pencemaran, penurunan kualitas kesehatan lingkungan dan masyarakat yang ditimbulkan oleh kurang baiknya kualitas penanganan limbah di Indonesia. Padahal selain berdampak pada kesehatan lingkungan dan manusia itu sendiri, dalam konteks dampak dalam periode jangka panjang, emisi gas rumah kaca yang ditimbulkan dapat menjadi momok yang cukup menakutkan. Dengan demikian, sudah jelas bagi kita semua, penanganan limbah industry menjadi satu hal yang perlu diperhatikan.

Dalam konteks lingkungan atau yang lebih luas, selain masalah limbah, Indonesia juga memilki masalah energy yang juga menjadi masalah yang juga harus ada solusinya. Energy Indonesia  yang masih sangat bergantung pada sumber energy tidak terbarukan seperti bahan bakar fosil yang juga mengeluarkan emisi gas rumah kaca. Seperti yang dilaporkan oleh Kementerian ESDM pada tahun 2009 rata-rata produksi minyak bumi dan kondensat sebesar 963.269 barel per hari (bph), sedangkan menurut laporan BP Migas produksi minyak secara nasional pada tahun 2010 hanya naik pada kisaran 965.000 bph. Artinya terdapat angka kenaikan hanya 1.731 bph. Selain itu pesatnya pembangunan di bidang teknologi, industri, dan informasi memicu peningkatan kebutuhan masyarakat akan energi. Ketimpangan antara tingkat produksi dan konsumsi energi tersebut berakibat pada terjadinya indikasi krisis energi skala nasional.

Produksi energi nasional yang masih bertumpu pada penggunaan minyak bumi membuktikan bahwa sumber energi masih sangat didominasi oleh sumber-sumber yang tidak terbarukan dan cenderung menambah emisi karbon. Untuk itu perlu lebih dikembangkan sumber energi yang terbarukan dan bersifat ramah lingkungan serta mampu mengurangi emisi gas karbon.

Kebijakan pemerintah yang berusaha mengembangkan desa mandiri energy berbasis sumber daya local merupakan kebijakan yang sangat tepat untuk mengatasi krisis energy yang diperkirakan akan terjadi di masa depan. Dengan berbasis pada sumber daya local yang keragamannya begitu bervariasi, maka akan memunculkan potensi-potensi sumber daya energy yang bias mengatasi permasalahan energy maupun lingkungan. Hal ini dikarenakan dengan adanya penggunaan sumber daya energy terbarukan di seluruh desa mandiri energy di Indoensia akan mengurangi pemakaian energy berbasis bahan bakar fosil. Dengan demikian hal ini bisa mengatasi masalah krisis energy sekaligus menjadi solusi dari masalah lingkungan yakni pengurangan emisi gas rumah kaca akibat dan juga mempertahankan sustainabilitas lingkungan, sehingga keberlangsungan lingkungan dapat lebih dijaga.

Mengaitkan kedua hal tersebut di atas, Indonesia sebenarnya memiliki sumber daya untuk mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut, tentunya dengan didukung oleh sumber daya manusia berkualitas yang mampu menggunakan dan memanfaatkan sumber daya tersebut secara optimal. Misalnya, dengan mengubah pola pikir pengolahan limbah sebagai sebuah aktifitas akhir menjadi aktifitas memberdayakan limbah menjadi sumber energy. Seperti yang telah dilakukan di Purwokerto, kabupaten Banyumas, yang telah berhasil mengubah aktivitas pengolahan limbah industry tahu menjadi produksi sumber daya energy terbarukan yaitu biogas.

Image

Sebagaimana diketahui bersama bahwa industry tahu di Indonesia memiliki peran yang sangat penting. Selain tahu merupakan makanan yang bias dikonsumsi oleh seluruh lapisan masyarakat, industry yang memproduksi tahu merupakan industry berskala kecil dan rumah tangga yang menghidupi banyak sekali warga masyarakat dari kalangan ekonomi mengengah ke bawah. Sehingga tak heran jika jumlah industri tahu di Indonesia mencapai sekitar 84.000 unit usaha dengan kapasitas produksi lebih dari 2,56 juta ton per tahun dan dengan jumlah tenaga kerja yang sangat banyak dari masyarakat sekitar. Sayangnya, industri tahu dapat mengeluarkan emisi gas rumah kaca dari bahan bakar yang digunakan dan dari limbah cairnya yang dibuang ke lingkungan dengan jumlah sekitar 20 juta meter kubik per tahun. Dari perhitungan, jumlah emisi yang dikeluarkan pabrik tahu adalah sekitar 744.469 ton CO2 ekuivalen per tahun. Dari data industri, 80% dari jumlah industri tahu ada di Jawa, sehingga emisi yang dikeluarkan pabrik tahu di Jawa adalah sekitar 595.576 ton CO2 ekivalen per tahun. Nilai yang cukup besar yang bisa dikeluarkan oleh unit industry kecil seperti industry tahu.

Berdasarkan perhitungan ini, maka pengolahan limbah industry tahu menjadi hal yang harus dilakukan karena dapat memberikan keuntungan ekonomi karena penghematan bahan baku dan energi, program ini juga dapat mengelola limbah industri tahu agar tidak mencemari lingkungan. Apalagi kemudian pengolahan limbah industry tahu menjadi salah satu cara untuk memproduksi sumber energy terbarukan seperti biogas yang mampu menggantikan energy fosil dan menurunkan emisi GRK.

Berkaca dari pengolahan limbah industry tahu yang kini di satu desa di Indonesia yang telah mampu menyuplai biogas sebanyak 50 rumah tangga secara kontinu, maka bisa dilihat potensi pengolahan limbah menjadi upaya pengembangan desa mandiri energy berbasis energy biogas. Jika suatu desa memiliki industry tahu yang dapat diolah menjadi biogas dengan kuantitas yang cukup, maka desa tersebut bisa dikategorikan sebagai desa mandiri energy, dengan demikian, dapatlah dikatakan pengolahan limbah industry kecil tahu menjadi biogas dapat mendorong program pemerintah untuk pengembangan desa mandiri energy yang memungkinkan masyarakatnya bisa menghasilkan energy secara mandiri yang cukup memenuhi kebutuhan sekaligus juga menurunkan emisi sebagai akibat dari aktifitas pengolahan limbah dan juga substitusi bahan bakar fosil.

About iinparlina

Seorang Insan manusia yang diciptakan Allah dengan segala kekurangan dan kelebihannya, yang mencoba menjadi seorang yang dicintaiNya, dan salah satu cara yang dilakukannya adalah dengan menulis, membagi sedikit sekali ilmu yang dimilikinya. Meskipun sedikit, dia berharap dari yang sedikit itu, ilmu itu bisa bermanfaat untuk orang lain sebagaimana dia pun membutuhkan Ilmu untuk membuatnya bisa menjejakan kakinya di surga.

Posted on March 7, 2012, in teknik kimia.... and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 4 Comments.

  1. boleh tau nggak pabrik tahu dimana yang sudah menerapkan teknologi biogas sebagai pengolahannya????

    • boleh, tepatnya di Desa Kalisari dan Cikembulan, Purwokerto, Kabupaten Banyumas. ada reaktor fixed bed yang sudah mampu memenuhi 52 rumah tangga untuk keperluan masak harian. performa kinerja reaktornya cukup baik jika dibandingkan reaktor tipe fixed dome. silakan dicek. takdir Allah, saya juga punya kontak FB Bapak lurahnya di http://www.facebook.com/profile.php?id=100000063144942, atau bisa juga menghubungi pengembang reaktornya yaitu Pak Yadi dan teman-teman di 0213169715.
      semoga membantu

  2. boleh tau gk data limbah cair tahunya itu kira2 berpa pertahun aatu perhari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: