Monthly Archives: April 2012

gadget

You know that,  nowadays, there are aloot ooof gadget we can use to improve our live so our live can be more interesting. It is also be a proof   from the advances of technology developing now, especially in information and communication sector. You can see now that technology becomes a main part to human-being lives.
In addition, gadget as one of technology product in information and communication be a main device to global communication. Gadget becomes a powerful device which mankind depend the life on it. Hohoho, maybe i exaggerate it to much. i just said that there are some people become gadget victim. Some people can sacrifice their money etc to own some latest gadget although the price is soooo expensive.
And me? I am not a part of some electrical or informatics engineering so i can know the specialty or advantages of the gadget. I don’t really care about that kind of technology too much. I just use what i need. Thats it.
But, begin April 2012,  since i bought a cellphone from android type i.e galaxy android young., i feel so exciting about the advantages of communication technology. Worth it. Im so spellbound about how can my cellphone bbecome so smart.
And now, in this writing, i used the other kind of gadget namely ipad. And it also made me feel soooo exicited. Wow!!!!!
My director allowed me to use his ipad to be explored. He gave me one month to explore the furor from this gadget. And then, i must tell and share my experience in exploration this ipad to my boss hehehehe…
Whatever the objection was, i feel so interested to explore and responsible to watch over this ipad. You know, how much is the price of the gadget? Maybe my salary from several months will not sufficient enough to buy it. So i am a little bit nervous and happy at the same time in experiencing the ipad gadget, hohohoho.

Janji-Janji Allah dalam Al Quran

Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkannya.

Hadits di atas adalah hadits yang sangat menginspirasi. Berbekal petunjuk tersebut, dalam kesempatan ini saya ingin menjadi bagian dari orang-orang terbaik tersebut. Disadari bahwa masih ada banyak hal dalam Al Quran yang belum terinternalisasi dalam diri ini. Perlu waktu khsusus yang harus dialokasikan untuk mempelajari dan mengajarkannya, tak sekedar mempelajari dan mengajarkan bagaimana membacanya melainkan juga mempelajari dan mengajarkan kandungan isinya yang merupakan petunjuk manual yang diberikan Allah kepada manusia. Maka dari itu mempelajari Al Quran bisa dinyatakan sebagai sebuah kebutuhan dan suatu kewajiban yang mau tidak mau harus dilakukan. Tapi kewajiban ini tentu bukan sembarang kewajiban, toh kewajiban inilah yang akan menyelamatkan diri kita dari ketersesatan hidup di dunia. Alangkah lebih baik jika proses pembelajaran makna Al Quran menjadi suatu yang dikhususkan misalnya belajar menimba ilmu bahasa arab dan tafsir dan tidak hanya berdasar pada terjemahan ma’nawinya. Namun daripada tidak sama sekali, terjemahan ma’nawi yang sudah banyak dicetak di Indonesia adalah salah satu yang memudahkan proses pembelajaran ini. Karena Allah maha Pemberi Petunjuk, terutama kepada hamba-hambaNya yang berikhtiyar menjalani proses pembelajaran dari Al Quran, lagipula terlepas dari bentuk terjemahan ma’nawinya, terjemahan yang biasa digunakan ini telah banyak membantu banyak orang memahami kandungan Al Quran. Ada pembahasan sendiri seharusnya mengenai konsep terjemah dan tafsir Al Quran, dan untuk itu, saya belum memiliki kafaah, namun izinkanlah saya menyampaikan sedikit pengetahuan yang saya terima dari Ustad Moh Shofwan MA dalam kajian tatsqif DPC Cempaka Putih yang menyatakan bahwa istilah yang tepat untuk terjemahan yang biasa terdapat dalam Mushaf Al Quran yang sering kita baca adalah yang mungkin bisa disebut terjemahan ma’nawi, karena berdasarkan penuturan beliau “menerjemahkan Al Quran adalah haram”, yang ada adalah “menerjemahkan tafsir Al Quran”. Karena ada banyak kata dalam Al Quran yang tidak mampu diterjemahkan ke dalam bahasa selain bahasa Al Quran itu sendiri. Misalnya definisi sabar dalam Al Quran dalam beberapa konteks, tidaklah sama dengan sabar yang ada dalam Bahasa Indonesia (mengenai detail masalah ini lebih lanjutnya bisa ditanyakan kepada Ustad yang bersangkutan atau kajian Al Quran yang lain)

****

Ketika dalam perenungan pembelajaran, mengingat bahwa Allah tidak akan melanggar janjiNya, aku menelusuri aplikasi Al Quran yang ada dalam laptop. Dan mengetik kata kunci “janji” untuk mengetahui kira-kira tentang serba serbi janji Allah. Dalam keisengan tersebut, ada 2 hal yang saya temukan. Pertama adalah tentang karakteristik janji Allah berdasarkan terjemahan ma’nawi aplikasi Al Quran tersebut, dan kedua adalah tentang konten janji Allah itu sendiri. Sebagai orang awam yang juga tidak memiliki kafaah dalam menerjemahkan maupun menafsirkan Al Quran, hanya mengandalkan penelusuran terjemah ma’nawi al quran saja, maka berikut adalah penjelasannya.

  1. Karakteristik janji Allah SWT berdasarkan terjemah ma’nawi Al- Quran
    1. Janji Allah adalah benar, hal ini tercantum dalam beberapa ayat, di antaranya adalah sebagai berikut:
i.      Dzulkarnain berkata: “Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku, Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar”. (QS 18:98)
ii.      Maka bersabarlah kamu, karena sesungguhnya janji Allah itu benar, dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi. (QS 40:55)
iii.      Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah. (QS 35:5)
iv.      Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah.(QS 31:33)
v.      Dan bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah adalah benar dan sekali-kali janganlah orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkan kamu. (QS 30:60)
vi.      Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu”. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih. (QS 14:22)
  1. Allah tidak akan menyalahi atau mengingkari janji yang telah ditetapkannya, ayat-ayat dalam Al Quran yang memperkuat pernyataan tersebut adalah:
i.      Dan mereka berkata: “Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja.” Katakanlah: “Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya, ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?”(QS 2:80)
ii.      Dan mereka mengucapkan: “Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami dan telah (memberi) kepada kami tempat ini sedang kami (diperkenankan) menempati tempat dalam syurga di mana saja yang kami kehendaki; maka syurga itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal”.(QS 39:74)
iii.      Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya mereka mendapat tempat-tempat yang tinggi, di atasnya dibangun pula tempat-tempat yang tinggi yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Allah telah berjanji dengan sebenar-benarnya. Allah tidak akan memungkiri janji-Nya. (QS 39:20)
iv.      (Sebagai) janji yang sebenarnya dari Allah. Allah tidak akan menyalahi janjiNya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (QS 30:6)
v.      dan mereka berkata: “Maha Suci Tuhan kami, sesungguhnya janji Tuhan kami pasti dipenuhi”. (QS 17:108)
  1. Allah tidak mengubah janji-Nya
i.      Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan> di akhirat. Tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar. (QS 10:64)
ii.      Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) rasul-rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Allah kepada mereka. Tak ada seorangpun yang dapat merobah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Dan sesungguhnya telah datang kepadamu sebahagian dari berita rasul-rasul itu. (QS 6:34)
  1. Janji yang telah ditetapkan oleh Allah SWT meliputi balasan pahala bagi hamba-hambaNya yang menjalankan perintahNya dan balasan siksa yang ditujukan kepada hambaNya yang ingkar serta janji Allah akan datangnya hari pembalasan, beberapa ayat yang menjelaskan perihal janji Allah kepada orang-orang beriman tersebut adalah sebagai berikut:
Maka apakah orang yang Kami janjikan kepadanya suatu janji yang baik (surga) lalu ia memperolehnya, sama dengan orang yang Kami berikan kepadanya keni’matan hidup duniawi . kemudian dia pada hari kiamat termasuk orang-orang yang diseret (ke dalam neraka)? (QS 28:61)
Bagi mereka di dalam surga itu apa yang mereka kehendaki, sedang mereka kekal (di dalamnya). (Hal itu) adalah janji dari Tuhanmu yang patut dimohonkan (kepada-Nya).(QS 26:16)
Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. (QS 24:55)
yaitu syurga ‘Adn yang telah dijanjikan oleh Tuhan Yang Maha Pemurah kepada hamba-hamba-Nya, sekalipun (syurga itu) tidak nampak. Sesungguhnya janji Allah itu pasti akan ditepati. (QS 19:61)
Orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan saleh, kelak akan Kami masukkan ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah telah membuat suatu janji yang benar. Dan siapakah yang lebih benar perkataannya dari pada Allah ? (QS 4:122)
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah. lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar. (QS 9:111)
Mereka itulah orang-orang yang Kami terima dari mereka amal yang baik yang telah mereka kerjakan dan Kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka, bersama penghuni-penghuni surga, sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka (QS 46:16)

Dan janji Allah untuk orang-orang yang durhaka padaNya disampaikan pada ayat berikut:

Dan sekiranya ada suatu bacaan (kitab suci) yang dengan bacaan itu gunung-gunung dapat digoncangkan atau bumi jadi terbelah atau oleh karenanya orang-orang yang sudah mati dapat berbicara, (tentulah Al Quraan itulah dia) . Sebenarnya segala urusan itu adalah kepunyaan Allah. Maka tidakkah orang-orang yang beriman itu mengetahui bahwa seandainya Allah menghendaki (semua manusia beriman), tentu Allah memberi petunjuk kepada manusia semuanya. Dan orang-orang yang kafir senantiasa ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri atau bencana itu terjadi dekat tempat kediaman mereka, sehingga datanglah janji Allah. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji. (QS:13:31)

Sementara janji Allah tentang datangnya hari pembalasan disampaikan dalam beberapa ayat berikut:

(Yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaran – lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai panciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya. (QS 21:104)

Demikian tulisan ini saya sampaikan, semoga menjadi penguat hati dalam meyakini janji-janji Allah yang telah ditetapkanNya, karena sangat jauuuuh berbeda dari kita para manusia yang mudah sekali mengingkari janji, janji Allah adalah pasti kebenarannya dan pasti dalam pemenuhannya.

Etika Bekerja/Berbisnis dalam Islam

Dalam rangka berburu pahala, saya coba publikasikan materi tatsqif yang pernah saya dapat, berharap semoga kebermanfaatannya dapat dirasakan oleh tidak hanya saya sendiri melainkan oleh lebih banyak orang. Materi yang dibahas kali ini adalah tentang “etika bisnis dalam Islam” yang disampaikan oleh Ustadz (afwan lupa namanya heuuu) pada tanggal 14 Januari 2012. Materi I ni bisa menjadi bara semangat untuk para bisnismen, bisniswomen dan juga para WORKER including me, karena pada dasarnya pembahasan di dalamnya lebih banyak ditekankan kepada “bekerja” daripada “berbisnis”nya, hehehe. Bukan berarti saya menyalahkan Ustadz, karena justru pembahasan bekerja yang lebih banyak membuat saya lebih semangat bekerja.. tapi da yaaa berbisnis teh kan bekerja juga. (meskipun pada kamus saya mah arti berbisnis teh beda sama bekerja, hehehe). Intinya mah Ustadz teh menjelaskan prinsip dasar bekerja dulu baru bahas bisnisnya ^__^. Silakan menyimak, punten kalo ada yang salah. Bagi yang juga mendapat materi yang sama (ikhwahfillah segenggong DPC Cempaka Putih-heuheu pengkhianat DPC Tanahabang nih saya hehehe, bukan apa2, dapat liqanya di DPC CP bukan di DPC TA, hehehe jadi buka rahasia yeuh) mangga koreksinya. (punten terlalu banyak pendahuluannya heuheu)

(oiya sebelumnya punten, berhubung wordpress saya teh gabisa detek tulisan Arab, maka saya hanya akan menuliskan terjemahan terjemahannya saja yaaa… mohon maklum)

  1. KEUTAMAAN BEKERJA DALAM ISLAM
  • Bekerja adalah Perintah & Konsekuensi

“Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.(QS Al Mulk ayat 15)

Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu’min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS At Taubah ayat 105) à yang ini merupakan ayat yang saya searching sendiri dan merupakan ayat favorit saya ^__^, hehehe.

Gimana? Makin semangat kerja ga? Hehe

  • Bekerja adalah kemuliaan

Demi Allah, sekiranya seorang diantara kamu mengambil talinya, kemudian (dengannya mencari) dan memanggul kayu bakar di punggungnya, itu lebih baik dari pada ia mendatangi seseorang meminta-minta.(HR Bukhari )

  • Bekerja : Menggugurkan Dosa

Barang siapa yang sore hari duduk kelelahan lantaran Read the rest of this entry

aku dalam hujan

Ahad sore, 1 April 2012, Hujan kembali jatuh membasahi bumi, mengalun merdu kala angin terseok-seok menebarkan keteduhan ke dalam hati-hati manusia, menyelipkan ketenangan berirama dalam lantunan cahaya yang terpancar sedemikian rupa menyusun fragmen fragmen langit yang semula tampak kekar menjadi demikian kelabu.

Aku di sini, dalam ketenangan yang menghanyutkan jiwa, dalam kesyahduan yang membuat pikiranku melayang sedemikian jauh meniti jalan renungan untuk menemukan secercah hikmah dalam setiap hela nafas yang telah kulepas. Menata apik kata-kata yang kucoba gubah dalam alunan sendu rintik hujan..

Aku di sini, melagu dalam irama hati yang terasa sedemikian sunyi, menghela nafas di sela-sela kepasrahan yang mencoba kugali lebih dalam, dalam setiap detik yang mengugu ditelinga, kusadari telah banyak yang kulewati, dalam setiap kala yang bersarang di kepala, kusadari telah banyak yang kusesali… astagfirullah…

Kuharap hujan dan kuharap awan dalam saatnya berada dalam kondisinya yang menenangkan, memberikan tak hanya sekedar perenungan, melainkan juga pilinan doa yang terjulur sampai ke langit, melainkan juga gunungan harapan yang terangkat sampai ke buana maya pada,, memenuhi janji akan pengabulan yang telah ditetapkan, berbekal keyakinan akan sebuah takdir terbaik yang telah dijanjikan, meskipun kusadari akupun bukanlah hamba dengan status yang paling saat ini,, hanya degup jantung pengharapan yang terus melagu tanpa henti akan sebuah harapan keindahan dunia dan dunia setelah dunia..ya Allah, tiada daya dan tiada kekuatanku melainkan hanya Engkau yang memberikan………