Monthly Archives: June 2012

Pelatihan Sosialisasi Teknologi Biogas untuk Pengolahan Limbah Cair Tahu di Kabupaten Banyumas

Dalam rangka pembangunan IPAL Tahu dengan teknologi fermentasi anaerobik menjadi biogas sebagai energi alternatif terbarukan untuk masyarakat, Pusat Teknologi Lingkungan BPPT diberikan tugas untuk melaksanakan pendampingan bagi stakeholder pembangunan IPAL dalam diseminasi teknologi biogas dengan menggunakan reaktor unggun tetap.

Program ini terwujud dari kerjasama antara PTL BPPT, BLH Kab Banyumas dan Kemenristek melalui program insentif PKPP Kemenristek Tahun 2012. Dalam hal ini Kemenristek membiayai dana pelatihan dan pendampingan yang dilakukan BPPT terhadap Kab Banyumas dalam membangun IPAL yang baru, sementara BLH Banyumas berperan sebagai stakeholder utama dalam pembangunan IPAL. Fungsi ini merupakan peran yang dijalankan oleh BPPT sebagai institusi pemerintah dalam hal alih teknologi atau diseminasi teknologi. Teknologi yang menjadi objek dalam program ini adalah teknologi pengolahan limbah cair tahu secara anaerobik menghasilkan biogas yang dapat dimanfaatkan secara baik oleh masyarakat. Teknologi ini telah menuai perhatian karena keberhasilan penerapannya pada program implementasi teknologi yang ramah lingkungan akibat pengendalian pencemaran limbah cair industri tahu dan juga substitusi bahan bakar fosil. Tidak hanya itu, program ini juga telah cukup berhasil meningkatkan pemahaman dan minat masyarakat dalam pengelolaan lingkungan yang semakin baik.

Pada tahun 2009 dan tahun 2010, BPPT bekerja sama dengan Kemenristek telah membangun 4 unit percontohan reaktor unggun tetap di 2 daerah Banyumas, yaitu 2 reaktor untuk mengolah limbah cair industri tahu di Desa Kalisari,  1 reaktor untuk mengolah limbah cair industri tahu di Desa Cikembulan, dan 1  reaktor untuk mengolah limbah cair industri tapioka di Desa Gumelar. Unjuk kerja keempat reaktor ini sedemikian baiknya sehingga untuk unit biogas dari limbah tahu saja, telah ada sebanyak 52 Rumah Tangga yang dapat menggunakan biogas sebagai pengganti LPG dalam aktifitas harian mereka.

Program pembangunan IPAL yang baru yang dimulai tahun 2012 ini adalah program diseminasi dari keberhasilan implementasi teknologi biogas yang diterapkan sebelumnya, sehingga Pemda Kab Banyumas bermaksud memperbanyak reaktor tersebut sehingga lebih jauhnya diharapkan bahwa Desa- Desa di Kab Banyumas yang terkenal dengan industri tahu yang dimilikinya dapat mencukupi kebutuhan energi hariannya sekaligus dapat mengendalikan pencemaran lingkungan akibat industri tahu itu sendiri.

Program pendampingan dan diseminasi teknologi yang dilakukan oleh BPPT dimaksudkan untuk Read the rest of this entry

Advertisements

Feel The Power

Alhamdulillahirabbil ‘aalamiin, puji syukur ke hadirat Allah Yang Maha Pemberi Petunjuk dan Maha Penyayang akan hamba-hambaNya.

Pagi ini, Rabu 27 Juni 2012, kesadaranku terbangun dengan berbagai konsep yang melayang di kepala. Konsep konsep perjuangan, impian, harapan yang tiba-tiba mencuat sedemikian kuat di dalam kepala dan tampak nyata di depan mata, sedemikian nyatanya hingga kesadaranku sepenuhnya terpana dengannya.

Ada beberapa hakikat jalan hidupku yang tiba-tiba begitu kuat mencengkram kepalaku hingga aku sama sekali tak ingin membiarkannya pergi lagi. Ini yang kubutuhkan, ini yang kuinginkan, internalisasi nilai-nilai konsep kehidupan yang meretas ke dalam bentuk harapan dan impian yang benar-benar ingin kuwujudkan.

Sebenarnya, perlahan kebangkitan perasaan ini telah kurasakan sejak kurang lebih satu setengah bulan yang lalu kala satu organisasi yang sangaat berperan penting dalam hidupku menyeruak dengan kekuatannya yang luar biasa dalam sebuah komunitas alam maya. Memang hanya di dunia maya, tapi kekuatan yang kurasakan yang perlahan bangkit dalam diriku kian menguat dan menguat hari demi hari. Kekuatan yang sama yang kurasakan ketika pertama kali menginjak kampus ITB yangdiiringi dengan penguatan interaksi dengan Islam, setelah sekian lama, akhirnya aku merasakan kembali. Ini kekuatan yang sangat khas yang benar-benar berbeda. Mungkin yang menyamainya adalah Read the rest of this entry

Perjalanan dan Pemandangan Kehidupan

Keluar di subuh pagi bukanlah kebiasaan baru. Masa Orientasi Siswa dan LDKS ketika SMP, maupun bershubuh ria keluar dari rumah menuju Stasiun Parungpanjang, sampai harus melaksanakan shalat shubuh di mushola stasiun adalah hal yang kualami sampai kurang lebih 2 bulan. So, pemandangan aktifitas shubuh bukanlah hal yang asing bagiku.

Tapi hari ini, aktifitas keluar shubuh memberikan kesan lain yang berbeda pada diriku. Aku keluar dari kos sekitar pukul 05.13 dan berjalan menyusuri jalan, naik busway seharga 2000 dan menunggu kereta Purwojaya dengan manis di Stasiun Gambir. Kesan perjalanan pagi ini terasa berbeda, terasa sedikit lebih dalam. Bukan hanya mengingatkan suasana jalan Essen pada pukul 07.00 pada November 2011 lalu, tapi juga membuatku terasa sedikit lebih bersemangat dari biasanya. Aktifitas pagi hari ketika sebagian orang mungkin masih terlelap tapi sebagian lainnya sudah melakukan aktifitas yang sedemikian padatnya. Hal ini memberikanku tambahan pelajaran tentang kehidupan… bahwa kehidupan yang singkat ini terlalu sayang jika dilewatkan begitu saja dengan keengganan keengganan dalam hal peningkatan kualitas diri.

Berkereta api juga bukanlah hal yang aneh lagi, tapi tetep, pengalaman berkereta api selalu berkesan meskipun itu adalah perjalanan malam yang bahkan melihat ke dalam kegelapan di luar saja aku tak bisa. Nah yang satu ini, ini pertama kalinya ke Purwokerto di pagi hari ketika sinar mentari bisa dengan jelas memantulkan pemandangan perjalanan dengan begitu jelas. Dan bagi serorang Iin Parlina yang selalu mengagumi pemandangan perjalanan sepanjang kereta api, tentulah ini hal yang istimewa, karena biasanya hanya pemandangan Bandung- Jakarta saja yang bisa kuliat dengan indah.. lagipula selain pemandangan alam yang selalu tampak memukau, pemandangan sosial yang selalu memberi efek pada pelembutan hati, karena seperti yang diketahui pada umumnya bahwa di sepanjang rel, selain bisa kita dapatkan permadani-permadani hijau yang menyejukan mata, juga terdapat slum area yang memperlihatkan betapa kumuhnya negeri kita.. miris, jika melihat kehidupan seperti itu, mengingatkanku pada lingkaran tak berujung dari siklus antara ekonomi, peningkatan kualitas SDM, kesehatan, dan sektor-sektor perikehidupan yang lainnya. Menjalani kehidupan 2 bulan berkereta setiap hari mengajarkan kerasnya kehidupan bagi sebagain besar orang. Kalo sekarang yang kunaiki adalah kereta eksekutif, tapi kalo dulu selama 2 bulan aku ikut kereta ekonomi parungpanjang-tanahabang-parungpanjang yang selalu memberikan cerita berbeda setiap hari. Wajah-wajah penuh kerja keras dan perjuangan yang menghiasi sebagian besar wajah para pengguna kereta api. Sungguh jika boleh dikatakan berkereta bergaul bersama rakyat kecil adalah fasilitas alamiah yang bisa digunakan untuk mempelajari kehidupan.

Dan di sinilah aku kini, di dalam kereta menjalani sebuah perjalanan menuju pengalaman baru yang mungkin akan mendebarkan, menuju petualangan yang baru yang mungkin akan mengesankan. Tapi apapun itu, semoga bisa menambah nilai yang ada dalam diriku, maka semoga niat ini lurus dari awal, di tengah, di akhir, dan di sepanjang perjalanan dan petualangan ini, menambah pemahaman baru terhadap pelajaran kehidupan yang sedemikian luas untuk digali, diambil hikmah, sehingga suatu ketika kala pembelajaran berakhir, aku bisa lulus dengan nilai memuaskan alias husnul khatimah,, aamiin.

Sebuah Diskusi Hangat Penuh Hikmah

Sebuah diskusi hangat….
Sebuah diskusi hangat telah menjadi suatu sarana belajar dan pengingat bagi seorang Iin Parlina sekaligus juga menjadi sarana memperkuat prinsip yang selama ini dipegangnya. Tidak hanya itu ada banyak lintasan kesadaran yang bersarang di kepalanya yang semoga berujung pada sebuah follow up yang sedemikain baiknya sehingga diskusi ini benar-benar membawa barokah dan perbaikan signifikan bagi dirinya.

Bermula dari aktifitas memakan papaya California bersama antara si aku dan sang pendengar yang kemudian berlanjut pada pembahasan mengapa dalam hal papaya saja, Indonesia lagi-lagi harus mengalami kekalahan dalam keunggulan produk local-nya.. papaya gitu loooo…

Diskusi berlanjut pada pembahasan mengenai teknologi pertanian Indonesia, yang kemudian dilanjutkan oleh pembahasan tentang hal yang disampaikan oleh Prof. Emil Salim dan Prof. Hasroel Thayyeb yang pernah dihadiri oleh salah seorang peserta diskusi (that is me). Yang dinyatakan dengan kalimat senada dengan “di Indonesia ini orang pintar banyak, namun ada yang mendedikasikan kepintarannya dengan sebaik mungkin untuk kepentingan masyarakat dan ada yang menjadi menjual kepintarannya untuk kepentingan golongan”. Kalimat kontroversial ini yang kemudian mengarahkan diskusi lebih jauh dan jauuuh lagi membawa sedikit perdebatan tentang konsepsi filosofis dan fakta-fakta.
Sebenarnya, versi asli dari kalimat yang diungkapkan dalam acara bersama Prof Emil Salim dkk adalah “di Indonesia, kaum intelek itu ada 2 macam, satu disebut sebagai pekerja otak yang menjual otaknya kepada swasta dan satu lagi adalah social conscious yang menyadarkan kemampuan otaknya pada kondisi social yang ada di lingkungannya. Orang tipe kedua biasanya memiliki hati nurani dalam hal penggunaan kemampuan berpikirnya”.

Naaah yang salah adalah penyampaian pernyataan asli yang diinterpretasikan oleh si aku (seperti yang tercantum pada bagian di atas). Ga salah salah amat sih mungkin, tapi ruarr biasa kesalahan in I menggali sedemikian banyak pemikiran dan argumentasi. Si aku ini kemudian menyampaikan bahwa ketika meng-interpretasikan kalimat Pak Profesor, dia teringat dengan perbandingan kondisi antara dirinya dan teman2nya yang bekerja di swasta (pake nyebut merk lagi, tapi merknya ga disebut ya). Naah yang dimaksud oleh si aku adalah tentang porsi pemikiran dan penggunaan kapasitas otak yang secara langsung ditujukan untuk kepentingan masyarakat di mana mungkin pekerja swasta memiliki porsi memikirkan “kepentingan masyarakat” yang lebih sedikit dari yang bukan pekerja swasta.. Ambiguisme ini sebenarnya terjadi tanpa merendahkan sedikit pun porsi para pekerja swasta dan justru meninggikan para pegawai Negara.. sungguh!!! (atau mungkin penyampaiannya yang kurang ok jadi weeeh mungkin interpretasi sang pendengar mungkin seolah-olah si aku menganggap para pegawai swasta tidak lebih baik. Duh, kalo iya teh meni Read the rest of this entry

Ikhlas, sulit tapi tak mustahil dilakukan, maka mari menjaga hati kita

Alhamdulillah wa syukurillah, Allah Maha Pemberi Petunjuk, akhir2 ini banyak didengungkan oleh perkara keikhlasan. dan menyadari segala yang terjadi akhir akhir ini, diri ini kemudian menyadari betapa manusia yang diciptakan Allah ini begitu mudah terombang-ambing hatinya. Ini bukan soal hal-hal galau atau semacamnya, ini adalah hal yang jauh lebih penting dan signifikan daripada hal2 galau dan semacamnya. ini tentang amal perbuatan kita yang dilandasi dengan niat yang ikhlas atau tidak. dan Ikhlas adalah satu parameter kesucian hati yang termurnikan dari segala harapan kepada selainNya.

Kalau kita masih merasa begitu mudah digoda oleh bisikan syaitan, maka mari berkaca apakah hati kita sudah bisa kita jaga kemurniannya, karena sangat jelas dalam Al Quran disebutkan bahwa :

قَالَ رَب بِمَآ أَغْوَيْتَنِي لأُزَينَنَّ لَهُمْ فِي ٱلأَرْضِ

وَلأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ * إِلاَّ عِبَادَكَ مِنْهُمُ ٱلْمُخْلَصِينَ *

قَالَ هَذَا صِرَاطٌ عَلَيَّ مُسْتَقِيمٌ * إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ

عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ إِلاَّ مَنِ ٱتَّبَعَكَ مِنَ ٱلْغَاوِينَ *(الحجر:39-42)

39. Iblis berkata : “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma’siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,
40. kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka”.
41. Allah berfirman : “Ini adalah jalan yang lurus, kewajiban Aku-lah (menjaganya).
42. Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikut kamu, yaitu orang-orang yang sesat. (QS AL hijr ayat 39-42)
 

Dan kita tak bisa men-judge seseorang dari penampilannya. karena betapa mengerikan niat manusia yang tersimpangkan sehingga tersamarkan niat yang berada dalam hatinya yang paling dalam. Ditulisnya tulisan ini semata untuk memotivasi diri sendiri, mengingatkan, menguatkan apa yang telah ada dan berharap adanya pemusnahan sekecil apapun niat yang seharusnya tak ada.

Hadits berikut menjadi gambaran bagaimana orang yang dianggap syahid, dianggap dermawan dan dianggap berilmu bisa masuk neraka karena ketidakikhlasan hati yang mereka miliki. dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu yang tersembunyi.

 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ z قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ يَقُوْلُ : إِنَّ اَوَّلَ النَّاسِ يُقْضَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَيْهِ رَجُلٌ اسْتُشْهِدَ فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَعَهَا, قَالَ: فَمَا عَمِلْتَ فِيْهَا؟ قَالَ: قَاتَلْتُ فِيْكَ حَتَّى اسْتُشْهِدْتُ قَالَ: كَذَبْتَ وَلَكِنَّكَ قَاتَلْتَ ِلأَنْ يُقَالَ جَرِيْءٌ, فَقَدْ قِيْلَ ، ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ حَتَّى اُلْقِيَ فيِ النَّارِ, وَرَجُلٌ تَعَلَّمَ الْعِلْمَ وَعَلَّمَهُ وَقَرَأََ اْلقُرْآنَ فَأُُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَعَهَا, قَالَ: فَمَا عَمِلْتَ فِيْهَا؟ قَالَ: تَعَلَّمْتُ الْعِلْمَ وَعَلَّمْتُهُ وَقَرَأْتُ فِيْكَ اْلقُرْآنَ, قَالَ:كَذَبْتَ, وَلَكِنَّكَ تَعَلَّمْتَ الْعِلْمَ لِيُقَالَ: عَالِمٌ وَقَرَأْتَ اْلقُرْآنَ لِيُقَالَ هُوَ قَارِىءٌٌ ، فَقَدْ قِيْلَ ، ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ حَتَّى اُلْقِيَ فيِ النَّارِ, وَرَجُلٌ وَسَّعَ اللهُ عَلَيْهِ وَاَعْطَاهُ مِنْ اَصْْنَافِ الْمَالِ كُلِّهِ فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا, قَالَ: فَمَا عَمِلْتَ فِيْهَا؟ قَالَ: مَاتَرَكْتُ مِنْ سَبِيْلٍ تُحِبُّ أَنْ يُنْفَقَ فِيْهَا إِلاَّ أَنْفَقْتُ فِيْهَا لَكَ, قَالَ: كَذَبْتَ ، وَلَكِنَّكَ فَعَلْتَ لِيُقَالَ هُوَ جَوَادٌ فَقَدْ قِيْلَ, ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ ثُمَّ أُلْقِيَ فِي النَّارِ. رواه مسلم (1905) وغيره

Dari Abi Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya manusia pertama yang diadili pada hari kiamat adalah orang yang mati syahid di jalan Allah. Dia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatan (yang diberikan di dunia), lalu ia pun mengenalinya. Allah bertanya kepadanya : ‘Amal apakah yang engkau lakukan dengan nikmat-nikmat itu?’ Ia menjawab : ‘Aku berperang semata-mata karena Engkau sehingga aku mati syahid.’ Allah berfirman : ‘Engkau dusta! Engkau berperang supaya dikatakan seorang yang gagah berani. Memang demikianlah yang telah dikatakan (tentang dirimu).’ Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeret orang itu atas mukanya (tertelungkup), lalu dilemparkan ke dalam neraka. Berikutnya orang (yang diadili) adalah seorang yang menuntut ilmu dan mengajarkannya serta membaca al Qur`an. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatannya, maka ia pun mengakuinya. Kemudian Allah menanyakannya: ‘Amal apakah yang telah engkau lakukan dengan kenikmatan-kenikmatan itu?’ Ia menjawab: ‘Aku menuntut ilmu dan mengajarkannya, serta aku membaca al Qur`an hanyalah karena engkau.’ Allah berkata : ‘Engkau dusta! Engkau menuntut ilmu agar dikatakan seorang ‘alim (yang berilmu) dan engkau membaca al Qur`an supaya dikatakan (sebagai) seorang qari’ (pembaca al Qur`an yang baik). Memang begitulah yang dikatakan (tentang dirimu).’ Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeret atas mukanya dan melemparkannya ke dalam neraka. Berikutnya (yang diadili) adalah orang yang diberikan kelapangan rezeki dan berbagai macam harta benda. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatannya, maka ia pun mengenalinya (mengakuinya). Allah bertanya : ‘Apa yang engkau telah lakukan dengan nikmat-nikmat itu?’ Dia menjawab : ‘Aku tidak pernah meninggalkan shadaqah dan infaq pada jalan yang Engkau cintai, melainkan pasti aku melakukannya semata-mata karena Engkau.’ Allah berfirman : ‘Engkau dusta! Engkau berbuat yang demikian itu supaya dikatakan seorang dermawan (murah hati) dan memang begitulah yang dikatakan (tentang dirimu).’ Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeretnya atas mukanya dan melemparkannya ke dalam neraka.’”

TAKHRIJ HADITS
Hadits ini diriwayatkan oleh :
1. Muslim, Kitabul Imarah, bab Man Qaatala lir Riya’ was Sum’ah Istahaqqannar (VI/47) atau (III/1513-1514 no. 1905).
2. An Nasa-i, Kitabul Jihad bab Man Qaatala liyuqala : Fulan Jari’, Sunan Nasa-i (VI/23-24), Ahmad dalam Musnad-nya (II/322) dan Baihaqi (IX/168).

Menggagas Pembangunan Integratif Sosial Ekonomi dalam Konteks Penguatan Pembangunan Lingkungan Hidup Indonesia

Hasil diskusi “Menggagas Pembangunan Integratif Sosial Ekonomi dalam Konteks Penguatan Pembangunan Lingkungan Hidup Indonesia”

(sebuah review MP3EI dilihat dari aspek lingkungan dan sosial)

Hotel Borobudur, Kamis, 31 Mei 2012

Bersama: Prof. Dr Emil Salim, Dr. M. Hasroel Thayeb, APU., Prof. Ir. Surna Tjahja Djajadiningrat

Indonesia adalah Negara berkembang yang membutuhkan pembangunan di berbagai aspek kehidupan. Pembangunan yang telah dimulai sejak masa kemerdekaan hingga kini terus mengalami perubahan dari segi konsep maupun output, mulai dari konsep repelita hingga kini MP3EI (Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia). Namun, pembangunan yang telah ada masih banyak menyisakan PR karena masih banyak masalah yang dihadapi bangsa Indonesia, termasuk di dalamnya adalah aspek lingkungan dan social yang masih belum jadi perhatian sehingga terjadi kerusakan alam di mana-mana sementara pembangunan social masyarakat juga tidak imbang dengan adanya pembangunan fisik. Selain itu masalah yang lain adalah adanya kesenjangan pembangunan antara satu wilayah dengan wilayah di seluruh bagian Indonesia, terutama Indonesia Timur. Hal ini menjadi titik evaluasi bagi konsep pembangunan yang sekarang sedang dicanangkan, termasuk konsep MP3EI yang mulai dicanangkan pada masa pemerintahan Presiden SBY.

Kebutuhan pembangunan yang berkelanjutan (mampan/sustainable) dan memperhatikan aspek pembangunan social masyarakat tanpa destruksi lingkungan kini telah disadari oleh banyak pihak. Oleh karena itu menjadi hal yang sangat penting evaluasi MP3EI ditinjau dari 3 sudut pandang yakni social dan lingkungan. Lagipula kini telah terjadi pergeseran pemahaman bahwa indicator kemajuan suatu bangsa tidak lagi dilihat dari GDP melainkan well-being indicator yang tak hanya menekankan aspek ekonomi semata melainkan juga aspek perhatian terhadap lingkungan dan social masyarakat.

Karakteristik Indonesia yang luar biasa tidak ada duanya telah menjadikan Indonesia sebagai negeri yang memiliki potensi yang sangat banyak, ntah itu dilihat dari segi sumber daya alam baik darat maupun lautan, sumber daya manusia yang melimpah yang menjadi modal dalam industri padat karya, dan masih banyak lagi potensi yang lainnya. (ketiga pembicara menyampaikan dengan sangat baik dan inspiratif bagaimana istimewanya Indonesia)

Bapak Prof Dr Emil Salim menyatakan konsep pembangunan nusantara dengan nama Read the rest of this entry

kembali

Berlalu masa tak pernah sama
Meninggalkan jejak-jejak yang tak akan pupus dari catatan kehidupan
Yang menjadi bukti keberadaan diri dan eksistensinya.
Tak ada satu pun yang luput, tak ada..
 
Lalu apatah yang menyebabkan dirimu masih enggan
meninggalkan perhiasan kehidupan
Mencukupi kebutuhan di satu sisi namun kehausan di sisi lain
Membuat rindu masa-masa yang mengharu biru
kala puncak rasa percaya terasa sangat membahana
Bahkan bisa membuat seorang tentara berangkat di pagi buta ke Palestina
 
Terpekur rasa kehampaan yang mengisi relung hati seorang manusia
Menggigit setiap ikatan yang selama ini pernah terjalin indah
Pelan-pelan menghanguskan keyakinan yang selama ini terukir dalam
 
Sampai kapan kiranya akan bertahan
Ikhtiyar kedekatan yang tak akan pernah usang-lah
Yang akan menjadi kunci bagi pertahanan itu
Yang tiada akan pernah rapuh oleh apapun di muka dunia
Yang tiada akan pernah pupus dengan keinginan semata
Hanya kekuatan hati yang sedemikian membajalah
Yang bisa menjejakkan jiwa di fitrahnya
Yang bisa mempertahankan perjuangan di medannya
 
Keteduhan itulah yang selalu dirindukan
Yang membuat hati ini tunduk dan syahdu
Menatapi setiap peristiwa yang berlalu.
Kesucian itulah yang selalu diusahakan
Meskipun terkadang diterjang angin badai
 
Jiwamu akan melemah seandainya kau menyerah
Jiwamu akan rapuh dan lenyap dilindas keganasan dunia
Ketika kau mengabaikan sekecil apapun peringatan yang ada
Ketika kau dibiaskan oleh segala macam bentuk pembenaran
 
Selagi sempat segeralah bertaubat
Mohon ampun pada Allah Yang Maha Pemurah lagi Penyayang
Yang memberikanmu begitu banyak karunia sementara rasa syukurmu tak mengejawantah menjadi tindakan nyata.
Mohon kekuatan dan petunjuk kepada Allah sebaik-baik Pemberi petunjuk
Yang memberimu jalan bahkan ketika kau tak mengindahkan perhatian
Duhai jiwa, kembalilah ke fitrahmu
Dengan militansi dan ruhul istijabah jadilah cahaya di tengah kegelapan
Dengan tekad membaja kembalilah ke pertarungan yang kau pilih
Dan menangkanlah
Hingga hari itu tiba kau bisa sedikit lega
Bahwa kau sudah berusaha menjalankan segala perintahNya
Duhai jiwa kembalilah
Ke peraduan sendu
Di mana keheningan dan kejernihan hati menjadi kekuatan dalam kelembutan
Di mana kekuatan tersembul dalam setiap ingatan dan tindakan
Dalam setiap ucapan dan perasaan..
Duhai jiwa kembalilah….
kembalilah