kembali


Berlalu masa tak pernah sama
Meninggalkan jejak-jejak yang tak akan pupus dari catatan kehidupan
Yang menjadi bukti keberadaan diri dan eksistensinya.
Tak ada satu pun yang luput, tak ada..
 
Lalu apatah yang menyebabkan dirimu masih enggan
meninggalkan perhiasan kehidupan
Mencukupi kebutuhan di satu sisi namun kehausan di sisi lain
Membuat rindu masa-masa yang mengharu biru
kala puncak rasa percaya terasa sangat membahana
Bahkan bisa membuat seorang tentara berangkat di pagi buta ke Palestina
 
Terpekur rasa kehampaan yang mengisi relung hati seorang manusia
Menggigit setiap ikatan yang selama ini pernah terjalin indah
Pelan-pelan menghanguskan keyakinan yang selama ini terukir dalam
 
Sampai kapan kiranya akan bertahan
Ikhtiyar kedekatan yang tak akan pernah usang-lah
Yang akan menjadi kunci bagi pertahanan itu
Yang tiada akan pernah rapuh oleh apapun di muka dunia
Yang tiada akan pernah pupus dengan keinginan semata
Hanya kekuatan hati yang sedemikian membajalah
Yang bisa menjejakkan jiwa di fitrahnya
Yang bisa mempertahankan perjuangan di medannya
 
Keteduhan itulah yang selalu dirindukan
Yang membuat hati ini tunduk dan syahdu
Menatapi setiap peristiwa yang berlalu.
Kesucian itulah yang selalu diusahakan
Meskipun terkadang diterjang angin badai
 
Jiwamu akan melemah seandainya kau menyerah
Jiwamu akan rapuh dan lenyap dilindas keganasan dunia
Ketika kau mengabaikan sekecil apapun peringatan yang ada
Ketika kau dibiaskan oleh segala macam bentuk pembenaran
 
Selagi sempat segeralah bertaubat
Mohon ampun pada Allah Yang Maha Pemurah lagi Penyayang
Yang memberikanmu begitu banyak karunia sementara rasa syukurmu tak mengejawantah menjadi tindakan nyata.
Mohon kekuatan dan petunjuk kepada Allah sebaik-baik Pemberi petunjuk
Yang memberimu jalan bahkan ketika kau tak mengindahkan perhatian
Duhai jiwa, kembalilah ke fitrahmu
Dengan militansi dan ruhul istijabah jadilah cahaya di tengah kegelapan
Dengan tekad membaja kembalilah ke pertarungan yang kau pilih
Dan menangkanlah
Hingga hari itu tiba kau bisa sedikit lega
Bahwa kau sudah berusaha menjalankan segala perintahNya
Duhai jiwa kembalilah
Ke peraduan sendu
Di mana keheningan dan kejernihan hati menjadi kekuatan dalam kelembutan
Di mana kekuatan tersembul dalam setiap ingatan dan tindakan
Dalam setiap ucapan dan perasaan..
Duhai jiwa kembalilah….
kembalilah

About iinparlina

Seorang Insan manusia yang diciptakan Allah dengan segala kekurangan dan kelebihannya, yang mencoba menjadi seorang yang dicintaiNya, dan salah satu cara yang dilakukannya adalah dengan menulis, membagi sedikit sekali ilmu yang dimilikinya. Meskipun sedikit, dia berharap dari yang sedikit itu, ilmu itu bisa bermanfaat untuk orang lain sebagaimana dia pun membutuhkan Ilmu untuk membuatnya bisa menjejakan kakinya di surga.

Posted on June 1, 2012, in riak-riak jiwa and tagged , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: