Feel The Power


Alhamdulillahirabbil ‘aalamiin, puji syukur ke hadirat Allah Yang Maha Pemberi Petunjuk dan Maha Penyayang akan hamba-hambaNya.

Pagi ini, Rabu 27 Juni 2012, kesadaranku terbangun dengan berbagai konsep yang melayang di kepala. Konsep konsep perjuangan, impian, harapan yang tiba-tiba mencuat sedemikian kuat di dalam kepala dan tampak nyata di depan mata, sedemikian nyatanya hingga kesadaranku sepenuhnya terpana dengannya.

Ada beberapa hakikat jalan hidupku yang tiba-tiba begitu kuat mencengkram kepalaku hingga aku sama sekali tak ingin membiarkannya pergi lagi. Ini yang kubutuhkan, ini yang kuinginkan, internalisasi nilai-nilai konsep kehidupan yang meretas ke dalam bentuk harapan dan impian yang benar-benar ingin kuwujudkan.

Sebenarnya, perlahan kebangkitan perasaan ini telah kurasakan sejak kurang lebih satu setengah bulan yang lalu kala satu organisasi yang sangaat berperan penting dalam hidupku menyeruak dengan kekuatannya yang luar biasa dalam sebuah komunitas alam maya. Memang hanya di dunia maya, tapi kekuatan yang kurasakan yang perlahan bangkit dalam diriku kian menguat dan menguat hari demi hari. Kekuatan yang sama yang kurasakan ketika pertama kali menginjak kampus ITB yangdiiringi dengan penguatan interaksi dengan Islam, setelah sekian lama, akhirnya aku merasakan kembali. Ini kekuatan yang sangat khas yang benar-benar berbeda. Mungkin yang menyamainya adalah perasaan penuh harapan ketika masa tenang pasca SPMB menuju waktu pengumuman. That is also my peak point. Ini bukan soal ashabiyah, tapi sungguh kekuatan yang kurasakan dari komunitas ini selalu menjadi yang paling kuat. Mungkin karena kekuatan bashirah memang tak bisa dibohongi, dan semoga mata ini termasuk suci untuk bisa menyaksikannya. Dan aku menyaksikannya di sana… di mana setiap pergerakan membuahkan pertambahan iman di dalam dada, di mana setiap perkataan menyejukan kekeringan yang terpana oleh dunia yang lainnya, di mana setiap nasehat menjadi pelipur di segala kesepian yang terjadi di dunia nyata. Sungguh Maha Besar Allah Yang Memberikan Petunjuk kepadaku, aku merasa lebih kuat dan lebih kuat lagi.

Aku ingin terus menuliskannya, agar kekuatan ini tidak bertahan sementara lalu pergi lenyap begitu saja seiring dengan pertambahan waktu. Aku ingin menggenggamnya erat, sedemikian erat sampai aku merasa tak akan bisa melepaskannya dan aku tak akan rela membiarkannya sirna begitu saja. Aku ingin tulisan ini menjadi bukti dari bagian hidupku yang sedemikian baik sehingga kala aku menghadapi masa sulit nanti dan membaca tulisan ini, kekuatan itu akan datang kembali memenuhi kepalaku, memenuhi hatiku, memenuhi harapanku.

Ya.. hal hal kecil sekalipun yang diperintahkan Allah tak bisa diremehkan, karena kau tidak akan tahu seberapa besar efek hal hal kecil tersebut. Hal kecil saja mempunyai dampak seperti itu, apalagi yang besar. Hal kecil dan sepele yang kutemukan akhir2 ini sederhana, hanya teori etika berdoa. Tapi WOW dan Dahsyat Subhanallah, efeknya sedemikian besar bagiku. Ditambah komunitas Mata dunia maya yang setiap harinya memberikan input bagi tak hanya ruhiyah tapi juga fikriyah, karena banyak hal yang kemudian menjadi proyek akhirat PR Bersama untuk dipikirkan dan ditindaklanjuti keberadaannya. Tantangan-tantangan untuk otak ini sangat baik karena jelas, otakku menjadi disibukkan oleh hal-hal yang baik, dan bukan sebaliknya. Maka dari itu, aku sangat bersyukur, Alhamdulillah Allah Berkenan Memberikan PetunjukNya..

Ada beberapa hakikat yang ingin kuinternelisasikan sedemikian kuat di dada dan pikiranku, kugigit dengan gerahamku. Konsep beberapa harapan yang selama ini menggantung beberapa km di depan mataku yang hari ini kuubah menjadi menggantung 5 cm saja di depan mata, otak dan kepalaku. Beberapa impian yang bisa mengantarkanku ke tempat terbaik di dunia setelah kehidupan, di masa setelah kebangkitan kematian. Salah satu harapan ini dipicu oleh semangat berkarya yang ada dalam dunia pengetahuan, dunia yang dipenuhi ayat ayat kauniyah yang Allah sebarkan di berbagai penjuru muka bumi, ayat-ayat semesta yang bertasbih memuja Allah Sang Pencipta yang bisa jadi menunggu manusia manusia yang peka dan berakal untuk menggalinya demi kemaslahatan bersama, dalam pemenuhan amanahnya sebagai rahmat bagi semesta.

Dan aku ingin menjadi bagian dari orang-orang yang menggunakan segenap akalnya, segenap analisis, pola pikir, dan logika untuk menggali ilmu-ilmu (mungkin sebagian kecil dibandingkan yang Allah ciptakan), dan kemudian menggunakannya dengan sebaik-baiknya dalam rangka menjadi manusia yang paling baik karena banyaknya manfaat yang diberikan. Dan aku pun juga ingin menjdi bagian orang-orang yang menggunakan segenap hati dan perasaannya untuk menggali segenap potensi social yang ada di sekelilingku, mengasah kelembutan hati, dan tak hanya sekedar berdiam diri pada kondisi yang tak seuai dengan hakikat manusia itu sendiri. Aku ingin menjadi pelita yang menjadi solusi dari gulita yang mendera hati-hati manusia, tak hanya dari segi fisik, tapi juga dari segi mentalitas, ruhiyah. Dan untuk mencapainya aku tahu, waktu yang kumiliki sedikit, dan aku tahu untuk mencapai ini aku tak bisa sendiri. Lalu muncullah harapan-harapan yang lainnya yang tak seperti anggapanku semula. Yang perwujudannya sedemikian kuharapkan karena pemikiran akan imbasnya yang akan sedemikian besar.

Jamaah yang kuikuti ini adalah jamaah manusia yang tak lepas dari kealpaannya sebagai manusia yang merupakan makhluk paling sempurna di antara semuanya, tapi tetap saja tidak sempurna. Banyak kelemahan-kelemahan yang menjadi penghalang baginya untuk mencapai hakikat hakikat itu. Dan aku sendiri juga tidak ingin menjadi bagian manusia yang terjebak dengan kelemahannya. Aku ingin menjadi bagian dari orang-orang yang mampu mengendalikan segala lemah dan lebihnya untuk kejayaan Agama Allah di muka bumi ini. Menyadari akan hal itu, tetap saja konsepsi berjuang sendiri akan mengalahkan konsepsi berjuang bersama. Kelemahan pribadi yang akan terenyahkan dengan kekuatan yang digalang akibat visi misi yang sama, kecemburuan akan perlombaan kebaikan dalam meraih kecintaan Sang Khalik yang juga akan menumbuhkan suasana lezatnya iman.

Maka berbekal ini semua (yang kutulis juga hanya sebagian kecil dari apa yang bisa kurasakan), maka saat ini aku berazam, kembali berazam, meluruskan niat-niat yang kugubah semula, membuat niat-niat baru yang akan mendukungku mewujudkan apa yang kuharapkan, mewujudkan apa yang kuinginkan… bismillahirrahmaanirrahiim…………………………………perjuangan ini kuluruskan kembali dengan niat baru dengan semangat baru, dengan jiwa yang diperbaharui, dan semoga aku menjadi jiwa jiwa pembaharu yang bisa memberikan solusi meskipun kecil kepada segenap permasalahan yang ada.

Advertisements

About iinparlina

Seorang Insan manusia yang diciptakan Allah dengan segala kekurangan dan kelebihannya, yang mencoba menjadi seorang yang dicintaiNya, dan salah satu cara yang dilakukannya adalah dengan menulis, membagi sedikit sekali ilmu yang dimilikinya. Meskipun sedikit, dia berharap dari yang sedikit itu, ilmu itu bisa bermanfaat untuk orang lain sebagaimana dia pun membutuhkan Ilmu untuk membuatnya bisa menjejakan kakinya di surga.

Posted on June 27, 2012, in riak-riak jiwa and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: