Monthly Archives: September 2012

Bali adalah sebuah simulasi ^_^

Hohoho.. siapa sangka, Bali ternyata menjadi salah satu tempat yang bersejarah untuk seorang Iin Parlina. Dalam kesempatan belajar Bahasa Inggris-EAP-IELTS preparation, si eneng sunda ini bisa menjejakan langkahnya di Pulau Dewata yang terkenal dengan keindahan pariswisatanya.

Hari ini, iin hampir sebulan tinggal di bali. Setiap hari cas cis cus bahasa Inggris, dan 3 akhir pekan digunakan untuk mengagumi ciptaan Allah di pulau yang memang terbukti indah ini… si anak gunung dari daerah¬† agraris Cipanas, ini bisa maen maen sama bintang ular di pantai Nusa Dua.. liat sunset di Uluwatu, makan ayam betutu halal yang enak dan pedas, hohoho.

Bali adalah simulasi, dimana aku dituntut jauuuh dari kedua orang tua, ber cas cis cus dengan menggunakan Inggris sebagai bahasa sehari2, dan terbiasa dalam lingkungan di mana masyarakat muslim adalah minoritas… hohoo.. dalamhati, neng iin parlina ini ngarep sekali bisa sekolah S2 dan S3 ke luar negeri ^___^, makanya nganggap Bali ini sebagai simulasi…

Mohon doanya ajah atuh yaaa

Learning English Seriously Mode on

Mengacu pada beberapa mimpi yang tertulis di daftar list mimpi yang ingin aku raih, kebutuhan penguasaan bahasa Inggris kini menjadi sebuah keharusan, tak lagi sunnah melainkan menjadi wajib. Memang, sejak SD aku sudah belajar ber cas cis cus¬† ria,,, tapiii ternyata oh ternyata penguasaan bahasa Inggris aku masih NIHIL BESAR. Very Hopeless…. ketika di sekolah pengajaran lebih banyak pada grammar dan baca, sementara penggunaan ketika di kampus hanya berkutat pada sektor reading,,, kalau ada listening section pun, cuma kalo ada kuliah tamu dari universitas dari luar negeri, presentasi beasiswa, dll dan itu pun event-nya jarang banget.

Dan akhirnya, jadilah aku yang bahasa Inggrisnya teramat sangat terasa pas pasan… berangkat ke jerman dengan bahasa inggris ala kadar, menulis laporan REEEP dengan grammar acak adut, dan lain sebagainya.
Melihat kekacrutan penguasaan bahasa inggris yang kaya gitu, masih nekat pengen sekolah di luar negeri???heuheu ngaca dong iin!!!

Kesadaran yang datangnya aga terlambat ini kemudian bersambut dengan semangat yang terfasilitasi melalui keinginan untuk melakukan persiapan tes IELTS di UI selama 3 bulan. saat itu teh udah feel kalo ngejar beasiswa EAP ristek udah telat… dan jreng jreng jreng, mulailah setiap sabtu pada bulan Juni sampe Agustus, aku mengikuti kursus persiapan IELTS di UI…lumayan naek satu band antara prediksi ketika awal masuk dengan ketika ujian akhir.

Lalu.. ternyata oh ternyata…EAP Ristek teh belum telat ternyata, eplai-lah diriku, awalnya sembunyi2 takut ketahuan BM, kalo ketahuan dah nebak ga bakal diizinin, wong kegiatannya 3 bulan di bali… tapi ternyata setelah eplai dan ada pengumuman, alhamdulillah, keterima buat ikutan beasiswa EAP ^__________^!!!!

Dan, inilah aku sekarang, berkutat di ruangan komputer lab nya IALF, Bali, tempatku menuntut ilmu belajar bahasa aneh itu. For the honest, makin kesini makin desperado uy. makin ngeliat kemampuan si aku teh bener2 berantakan…. heuuu harus makin rajin atuh neeeeeng!!!

Pertama, intonasi dan pronounciation si aku teh masih sangat Sunda. Engsun alias English Sunda. bahkan si bapak RC sempet2nya request kalo ke RC aku diharuskan bicara pake logat sunda,,,hohoho.. jarang atau bahkan langka ternyata makhluk Sunda ada di pelataran IALF hahahah.. kedua, vocab aku masih standar banget. ketiga, listening aku berantakan pisan..amit2.. disuruh ngelengkapi lirik lagu beyonce, aku ga bisa sama sekali.. la beyonce itu siapa pula aku nggak tahu!! puff, pokonya mah hehehe.. ngeliat yang lain jam terbang ke-Inggrisannya udah okle punya!!! yang ini ke ausi 3 bulan, yang itu ke jepang 2 tahun, dan lain lainnya… lagipula mereka ternyata memang hobi buat ber english ria, minimal mendengar lagu barat dan watch tv series atau movie barat tea geuning. Jadi.. sempet carut marut juga kegalauan hatiku gara2 ga bisa bercas cis cus.. hikhiks, mau sekolah di luar negeri gimanaaaaa!! begitulah teriakanku dalam hati……….

Tapi, bukan Iin namanya kalo gampang nyerah. memang Bahasa Inggris itu sulitnya banget hehehe.. tulisan sama bunyi beda, belum lagi collocation, irregular verbs, irregular plural, idiom, phrase, yang exceptionnya itu ga ada rumus yang tentu… mau gimana ngafal semuanyaaaa… hohohoo. Tapi, bismillah, kuingat kembali untuk apa dan siapa aku mau belajar beginian… ya lumayan kan kalo jadi da’iyah-ilmuwan skala internasional… so let see how iin can endure and struggle here….