Monthly Archives: October 2012

Jalan Cinta Para Pejuang (edisi copast)

di sana, ada cita dan tujuan
yang membuatmu menatap jauh ke depan
di kala malam begitu pekat
dan mata sebaiknya dipejam saja
cintamu masih lincah melesat
jauh melampaui ruang dan masa
kelananya menjejakkan mimpi-mimpi

lalu disengaja malam terakhir
engkau terjaga, sadar, dan memilih menyalakan lampu
melanjutkan mimpi indah yang belum selesai
dengan cita yang besar, tinggi, dan bening
dengan gairah untuk menerjemahkan cinta sebagai kerja
dengan nurani, tempatmu berkaca tiap kali
dan cinta yang selalu mendengarkan suara hati

teruslah melanglang di jalan cinta para pejuang
menebar kebajikan, menghentikan kebiaaban, menyeru pada iman
walau duri merantaskan kaki,
walau kerikil mencacah telapak
sampai engkau lelah, sampai engkau payah
sampai keringat dan darah tumpah

tetapi yakinlah, bidadarimu akan tetap tersenyum
di jalan cinta para pejuang

Salim A. Fillah

Advertisements

Kesadaran Seonggok Daging

Berlagu angin menitikkan sayap sayap kegelisahan pada seonggok daging yang sedang berjuang mendefinisikan arti kebahagiaan.
Berarak awan bernyanyi meriuhkan suasana jingga di dalam jiwa seonggok daging yang sedang melantunkan do’a kepasrahan dalam asa sukmanya yang terdalam.
Disadarinya bahwa tiada sesuatu pun di muka bumi ini yang mampu melawan takdir terbaik yang tercipta dari hasil karya terbaik Dzat Yang Maha Sempurna.
Keresahan ini manusiawi. Sangat lumrah dan wajar terjadi pada onggok-onggok daging lainnya. Kegelisahan ini alami karena itulah tanda bahwa onggok daging tak hanya sekedar onggok daging biasa. Ia hidup di sela sela sepak terjang ujian kehidupan yang memilih daging daging pilihan yang akan dibawa ke surga, surga terindah yang menjadi penghuni jiwa bagi hamba hamba yang menginginkannya.
Hanya saja, kepercayaan tertinggi dan kepasrahan terdalam yang diberikan kepada Dzat Pemilik Segalanya-lah yang akan menjadikan dan mengkonversi semua bentuk keresahan itu menjadi sesuatu yang terasa indah untuk dinikmati. Coba pikirkan apa balasan terbaik untuk nyawa yang memberikan segenap asa dan tenaganya, jiwa dan pikirannya, setiap langkah yang dijalaninya, hanya untuk Sang Pemilik  Cinta. Apa balasan terbaik bagi mereka? Selain pertemuan terindah tanpa hijab sehelai pun dengan Dzat Yang Maha Indah itu?
Aaaargh, seandainya saja pemikiran ini terpenetrasi k dalam akal dan jiwa dengan sempurna, maka di dunia ini, yang ada adalah tebaran tebaran cinta hamba hamba kepada Sang Khalik pencipta segala bentuk cinta di dunia.
Aku tahu dan aku paham, meski seringkali raga tidak sejalan dengan jiwa dalam pemikiran dan kenyataan. Maka dengan kelemahan seperti ini hanya ada satu saja yang bisa disandarkan di atas segalanya. Dan Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang yang akan memberikan balasan terbaik jika sekiranya akupun mampu menggapai mahligai ketaatan yang kuimpikan itu dengan segenap jiwa dan ragaku.

ADS, aku, dan Papua

Papua, ADS, dan Iin Parlina

Apa yang terbersit di kepalamu ketika mendengar tiga objek ini sekaligus. Apa hubungannya? ^_^

Jawabannya saat ini (versi 1, lha emang ada versi 2 nya? Kalau Allah mengizinkan insyaallah akan ada sesi 2, tapi jika tidak ya cukup versi yang ini aja) adalah bahwa Iin Parlina mendapatkan kesempatan untuk belajar bahasa Inggris dalam rangka persiapan S2 ke luar negeri di IALF Bali, yang juga merupakan tempat belajar para penerima beasiswa ADS tahun 2012 dengan proporsi terbesar adalah berasal dari Indonesia Timur, especially Papua.

Lalu apa yang spesial dari relasi ini?

Jawabannya agak panjang.. tapi inilah cerita seorang Iin Parlina yang betapa Allah Maha Baik padanya dengan memberikan segenap kisah hikmah tiada terkira.

Sebulan lebih 11 hari tepatnya, aku menjalani kehidupan sebagai seorang siswa yang sedang berusaha belajar memahami bahasa yang sekiranya akan membantu pencapaian cita cita duniawi yang aku kejar sejak 2009 lampau. Dengan Rahmat dan kasih sayangNya, aku mendapatkan kesempatan belajar di tempat di mana para penerima beasiswa ADS (Australian Development Scholarship) 2012 dari Indonesia tengah dan timur dibina di sini dengan pengajar bertaraf internasional.

Susah senang, duka dan gembira mewarnai kehidupanku di sini,. Terkadang setres hahaha terkadang lega (padahal mah lebih banyak setresnya lo ^_^). ngerasian mixed feeling yang semrawut bak nasi campur di dada yang bergejolak dengan tuntutan akal akan penguasaan dan peningkatan kecerdasan bahasa. Ngerasain jadi orang paling bodoh yang diketawain segelak gelaknya oleh teman2 sekelas, ngerasain betapa jengkelnya ketika ada yang bilang “aku jelek in, 28” sementara skorku 10 point lebih bawah daripada beliau. 28 jelek, lalu sebutan apakah yang tepat untuk skor 18? hahaha, tau sih sebenarnya beliau mungkin memang ga bemaksud made me feel upset but yaa.. naluriah aja deh kayanya.. ahahah..  lagi sensi atau memang tuntutannya makin tinggi ini teh. Piss ya temen2 ristek.

Dalam perenungan yang cukup mendalam akibat hal tersebut ditambah lagi dengan azzam untuk menghindari perkataan yang tidak perlu akhirnya temen2 sekitar melihatnya sebagai kesenduan. Sedih? Yeah? Honestly. Tapi saat itu otak aku sedang berpikir keras harus kayak gimana mengakali semua ini. Opsi pindah kosan ke kosan yang lebih dekat dengan RC? yes! But in progress. Otak mikir hati menjerit.

Yang luar biasa adalah Allah menjawab kegalauanku saat itu langsung di TKP. Ketika sedang makan, seorang ibu yang sama sama belajar di IALF, penerima beasiswa ADS 2012 kelas 6m ternyata ikut makan si warung Bu Rahmat. Jadilah kita ngobrol.

Tak menyangka tak dinyana, obrolannya sedemikian berharga!!!! dakwah!! I feel triggered by all of her statements. Berikut adalah hal hal penting yang kudapatkan selama ngobrol sama beliau:

1.  jadi orang harus kuat menghadapi segala tantangan yang ada, meskipun itu adalah cemoohan, cibiran dari orang2 sekitar kita. Kita harus teguh dengan prinsip yang kita pegang bahwa Allah Pengatur Segala Sesuatu. Mereka yang mencibir belum tentu lebih baik dari kita. Allah yang akan membuktikan sendiri siapa yang lebih baik nanti di akhirat. Jadi yang penting adalah menjaga hubungan baik dengan Allah setiap saat di manapun kita berada, dan percaya dengan segala ketentuanNya.

2.  Ketika kita memilki kemampuan dan Allah berkenan menunjukan kemampuan itu ke halayak ramai, maka gunakanlah kemampuan terbaik itu untuk menjalankan tugas sebagai hamba Allah. Contoh beliau dipercaya untuk mengajar (program workshop pemda papua di australia) selama 3 bulan di sekolah di Brisbane. Dan beliau menjalankan amanah dan kesempatan tersebut dengan sangat baik, beliau menyampaikan kebenaran tentang paradigma Islam sebagai teroris dengan bahasa yang sangat mengagumkan kepada orang2 bule itu. Analogi hp jadul dan smartphone adalah analogi cerdas yang digunakannya untuk mematahkan pendapat orang2 itu tentang agama Islam. Pengetahuannya tentang Bibel dibandingkan Al Quran membuat orang orang itu tersentak hebat. Ya Hidayah Allah kalau memang via beliau orang2 itu jadi berpikir dan memilih Islam, dan di balik fakta ini bahwa Allah memilih beliau menjadi da’i di sana. Of course, she did it by using english…. so kebayang kaaaaan cas cis cus dengan konten Islam di hadapan orang2 barat mematahkan pendapat mereka tentang terorisme dalam islam.

3.  Beliau memiliki pandangan penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah melalui prinsip “jika ini baik bagi saya di dunia dan di akhirat, maka Allah berikanlah itu kepada saya”. Prinsip inilah yang membuatnya apply ADS sampai 3 kali dan akhirnya yang ketiga, harapannya terkabul. Demikian pula dengan pilihan hidup di Jakarta, dan Pulau Jawa instead of jadi guru ngajar Bahasa Inggris di SMP di Timika, dengan gelar Valentina Rosi ^^.

4.  apapun aktifitas dan pilihannya utamakanlah kemaslahatan yang bersifat ukhrawi dibandingkan duniawi. Beliau memberikan contoh keutamaan mengaji dibandingkan belajar bahasa inggris bagi anak2nya. Insyaallah pasti diberikan jalan untuk belajar bahasa inggris sekiranya itu baik di dunia dan akhirat.

5.  Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah. Kun fayakun. Sekalipun IELTS berat, kalau Allah sudah berkenan ga ada yang bisa menghalangi.

6.  Jangan minder sama orang barat. Pada dasarnya kita lebih pintar dari mereka. Apalagi keutamaan Islam jelas menjadi parameter utama pembanding.

 

Nah, itulah. Sedikit bahan diskusi kami yang memakan waktu keseruan di warung Bu Rahmat selama 1.5 jam. Heheheh. Buatku ini seperti suntikan yang semangat yang Allah berikan kepadaku tepat di saat aku membutuhkannya. Sekali lagi aku dibuat yakin akan pertolongan yang diberikan oleh Allah.. sungguh Allah Sebaik baik Penolong dan Maha Mengetahui.