Kesadaran Seonggok Daging


Berlagu angin menitikkan sayap sayap kegelisahan pada seonggok daging yang sedang berjuang mendefinisikan arti kebahagiaan.
Berarak awan bernyanyi meriuhkan suasana jingga di dalam jiwa seonggok daging yang sedang melantunkan do’a kepasrahan dalam asa sukmanya yang terdalam.
Disadarinya bahwa tiada sesuatu pun di muka bumi ini yang mampu melawan takdir terbaik yang tercipta dari hasil karya terbaik Dzat Yang Maha Sempurna.
Keresahan ini manusiawi. Sangat lumrah dan wajar terjadi pada onggok-onggok daging lainnya. Kegelisahan ini alami karena itulah tanda bahwa onggok daging tak hanya sekedar onggok daging biasa. Ia hidup di sela sela sepak terjang ujian kehidupan yang memilih daging daging pilihan yang akan dibawa ke surga, surga terindah yang menjadi penghuni jiwa bagi hamba hamba yang menginginkannya.
Hanya saja, kepercayaan tertinggi dan kepasrahan terdalam yang diberikan kepada Dzat Pemilik Segalanya-lah yang akan menjadikan dan mengkonversi semua bentuk keresahan itu menjadi sesuatu yang terasa indah untuk dinikmati. Coba pikirkan apa balasan terbaik untuk nyawa yang memberikan segenap asa dan tenaganya, jiwa dan pikirannya, setiap langkah yang dijalaninya, hanya untuk Sang Pemilik  Cinta. Apa balasan terbaik bagi mereka? Selain pertemuan terindah tanpa hijab sehelai pun dengan Dzat Yang Maha Indah itu?
Aaaargh, seandainya saja pemikiran ini terpenetrasi k dalam akal dan jiwa dengan sempurna, maka di dunia ini, yang ada adalah tebaran tebaran cinta hamba hamba kepada Sang Khalik pencipta segala bentuk cinta di dunia.
Aku tahu dan aku paham, meski seringkali raga tidak sejalan dengan jiwa dalam pemikiran dan kenyataan. Maka dengan kelemahan seperti ini hanya ada satu saja yang bisa disandarkan di atas segalanya. Dan Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang yang akan memberikan balasan terbaik jika sekiranya akupun mampu menggapai mahligai ketaatan yang kuimpikan itu dengan segenap jiwa dan ragaku.

About iinparlina

Seorang Insan manusia yang diciptakan Allah dengan segala kekurangan dan kelebihannya, yang mencoba menjadi seorang yang dicintaiNya, dan salah satu cara yang dilakukannya adalah dengan menulis, membagi sedikit sekali ilmu yang dimilikinya. Meskipun sedikit, dia berharap dari yang sedikit itu, ilmu itu bisa bermanfaat untuk orang lain sebagaimana dia pun membutuhkan Ilmu untuk membuatnya bisa menjejakan kakinya di surga.

Posted on October 26, 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: