Semangat ga semangat. It is You to Choose


Manusia dengan segala dinamikanya yang luar biasa, mengalami masa masa perubahan perasaan dan semangat dalam menjalani hidup. Kadang sedih, kadang senang kadang rajin, dan kadang malas. Berganti, kadang bisa terkendali, dan kadang di luar kendali.

Begitu pun diriku. Ada masa, kala semangat ini mengejawantah menjadi sebuah aksi luar biasa yang mampu mengenyahkan segala rasa enggan dan segala rasa bimbang, ada kala energi itu mewujud menjadi seorang iin parlina yang dengan kekuatan jihadnya mampu mengenyahkan segala hambatan di dada, ya.. meskipun belum mencapai puncaknya, tapi kala kala seperti itu adalah kala di mana dirinya menjadi dirinya, sepenuhnya. Kala itulah yang mampu membuatnya mencapai fasa di mana pagi buta, dalam sebuah simulasi, mampu mengenyahkan segala rasa untuk berangkat jihad ke Palestina! Masa itu!!! Masa lalu yang dirindukannya!

Bagi banyak orang masa lalu adalah masa yang mungkin tak bisa dijadikan kaca. Tapi bagi seorang iin parlina, masa lalu adalah himpunan cerita cerita yang selalu dapat memberikannya semangat untuk bergerak di masa depan. Kala cerita cerita masa lalu yang ternyata jauh lebih baik dari masanya kini, biasanya ia bisa tergerak untuk membuat masa kini dan masa depannya menjadi lebih baik. Mungkin dia terkenang hadits Rasulullah yang menceritakan bahwa kalo masa lalu seorang hamba Allah lebih baik dari masa kini atau masa depannya, maka orang itu adalah orang celaka. Dan beruntung seorang iin parlina ini yang biasanya selalu menuliskan masa masa semangatnya dalam tulisan, sehingga di suatu kala kala dan masa masa dirinya mengalami kefuturan, ia bisa menelusuri tulisan-tulisan semangatnya yang membara di masa lalu.

Hari ini, seorang Iin parlina ini merasa lelah dengan kejumudannya. Dia menyesali segala kesempatan yang dilepasnya karena mementingkan keberadannya dalam zona nyaman. Tapi dengan petunjuk Allah, Alhamdulillah, akhirnya hari ini dia sadar sepenuhnya, sadar sesadar-sadarnya bahwa ia tak boleh lagi tinggal diam. Tak boleh lagi berada di zona nyaman. JUMUD jadinya!!! Ga Produktif. Seorang Iin parlina ini biasanya dikenali dengan smangatnya yang membara, namun kondisi semangat itu tentu berbeda, ada parameter keimanan yang biasanya menghiasi kesejatian dari semangat itu. Dan sungguh Maha Petunjuk Allah yang berkali kali mencoba menyadarkannya dengan banyak cara. Hanya saja, ternyata baru hari ini dia bisa kembali melihat dirinya, melihat segala kelemahannya, melihat di mana posisi keberadannya di ajang kompetisi perbekalan akhirat, sungguh, dia merasa sangat malu karena ntah berapa lama waktu yang dihabiskannya untuk berdiam diri dan menuruti keinginannya untuk berdiam diri. Argh!!!!

Hari ini, dengan sedikit percikan sebenarnya, sepercik hidayah yang Allah perlihatkan melalui sebuah message via whats up yang menjadi pemicu kepekaan hatinya. Lha kemarin ke mana aja neng??? Heu!! Simple. Whats upnya hanya berisi kabar dari 3 orang teman yang telah berhasil melangkah satu step menuju impian2nya. Nah Anda? Apa Kabar Iin Parlina? Heu!!! Kemarin2 juga menerima kabar sejenis, tapi ntah kenapa kabar yang ini ngenes banget di hatinya! Hidayah Allah.

Tapi sebenarnya, yang disadari seorang anak baru sadar bernama Iin ini adalah bahwa pilihan semangat atau ga semangat ini sebenarnya adalah pilihan setiap saat yang didasarkan pada alasan logika. Hal ini ditentukan oleh kondisi jiwa yang mau mendengar bisikan hatinya atau tidak. Karena siapapun tahu hati kecil bernama nurani itu selama dia tidak mati, maka dia akan terus memberikan kesadaran kesadaran akan arah arah kebenaran. Dia akan mengatakan yang benar itu benar dan yang salah itu salah, dia akan memberikan sinyal bahwa “anda tidak sebaiknya malas, anda sebaiknya bekerja yang terbaik untuk akhirat anda”. Dia akan terus menerus memberikan sinyal itu di kepala anda, di benak anda, dalam hati anda. Hanya pilihan anda untuk mendengarkannya atau tidak. Hanya saja ketika si neng hati nurani ga didenger terus lama lama dia bisa berkarat dan akhirnya mati. Na’udzubillah. Dan untungnya Iin parlina ini hari ini, tergetar hati nurani, setelah ntah berapa lama terjebak dalam kejumudan, akhirnya dia sadar dan mulai sekarang dia bermaksud mengejar dirinya yang terbaik yang mampu dia bisa capai.

Kemarin2 sebenarnya bukannya ga ada usaha, hanya saja kondisi keimanannya yang mungkin agak bermasalah. Liqa berangkat kok! LTPP dihajar juga! Ibadah sunnah ya lumayan lah. Cuma satu masalahnya semangat membaranya itu yang ntah hilang ke mana. Alhamdulillah, hari ini dia kembali menemukan jiwa yang hilang tersebut. Dan dia bermaksud untuk memulai kehidupannya kembali, lebih baik. Not just to be good, but to be great. The greatest that she can be.

Dan mari kita lihat saja, seberapa besar semangat yang ditemukannya kembali hari ini mampu mengantarkannya menjadi pribadi yang lebih baik. Lha wong sudah sunnatullah, iman the bertambah dan berkurang. Cuman kan seberapa jauh pertambahan dan pengurangannya itu yang jadi parameter utama. BIKIN GRADIEN PERUBAHAN TOTALNYA TETEP POSITIF!!!

Tapi ya, tadi, salah satu kebiasaan positif iin ini adalah menulis. Jadi kalo toh dia malas lagi, awas aja. Harusnya dia ingat pernah nulis ini!!! Pahit atuh, orang2 berlari di arena medan perbekalan akhirat bawa bekel, kamu ga bawa apa2!! Heu!! Seperti yang pernah dibilang salah seoarang saudara bernama Nisaul Mahmudah “Bersabarlah untuk hari yang sudah pasti, sungguh kematian adalah muara manusia. Relakah dirimu menyertai segolongan orang yang mereka membawa bekal sementara tanganmu hampa?”Image

Finally, kalimat2 Iin yang lagi membara semangatnya ini ditutup dengan “semangat ga semangat, pada dasarnya kita yang memilih, jumud ga jumud, pada dasarnya kita yang mengkondisikan diri. Menyadari Allah begitu sayang ma kita dengan memberikan petunjuk sedemikian rupa, harusnya kita mampu mempertahankan kondisi untuk tetep mendengarkan apa kata hati nurani, menjaganya agar tetap peka. Dan manusia sebenarnya dalam menjalani hidupnya akan dihadapkan pada pilihan aktifitas yang menghiburnya tapi sementara ataukah keluar dari zona nyaman untuk berpayah payah namun itu yang akan membawanya ke surga”

Dan Allah Maha Menyaksikan segalanya

Image

About iinparlina

Seorang Insan manusia yang diciptakan Allah dengan segala kekurangan dan kelebihannya, yang mencoba menjadi seorang yang dicintaiNya, dan salah satu cara yang dilakukannya adalah dengan menulis, membagi sedikit sekali ilmu yang dimilikinya. Meskipun sedikit, dia berharap dari yang sedikit itu, ilmu itu bisa bermanfaat untuk orang lain sebagaimana dia pun membutuhkan Ilmu untuk membuatnya bisa menjejakan kakinya di surga.

Posted on February 5, 2013, in riak-riak jiwa, Uncategorized and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 5 Comments.

  1. Wow,
    Tulisan yang penuh motivasi dan semangat.

    Aku harus semangat juga nih..

  2. Semoga hari-hari kita selalu semangat..Insya Allah

  3. kangen iin yang kayak gini…

    semangat terus dong saay

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: