Bukan Resensi Film Ainun Habibi, tapi lumayan ningkatin Motivasi ^_^


Si aku.. di sela-sela pembuatan laporan REEEP bergalau ria menonton film Habibie dan Ainun yang dari CD yang dipinjam dari Laras tadi pagi.. dan akhirnya harus terisak-isak mengucurkan air mata terharu (makin malam makin galau ceritanya)

Dan mumpung mood nulisnya belum hilang, pengen banget nulis sedikit pandangan si aku yang mengagumi Pak Habibi ini..

So…

Ceritanya si aku teh tahu film nya sejak lama. Udah tamat juga baca bukunya (minjem dari temen kantor). Tapi ga punya kesempatan buat nonton. Cuma sering denger ceritanya dibahas di status fb orang2 atau obrolan orang di kantor (yang notabene kayanya hampir semuanya pengagum Pak Habibi—secara gituh BPPT). Dan ga dipungkiri nih si neng ini udah sering dengerin atau bahkan menendangkan lagu OS nya.. Dan lucunya ini nyempetin nontonnya di sela-sela hektiknya pengerjaan naskah akademik REEEP.. tapi biarlah worthwhile kok buat nyempetin nonton ini… soalnya isinya bener2 bisa nyemangatin jiwa yang terkena gejala makin ga semangat akhir-akhir ini.

Bagi penonton yang sudah pernah membaca buku sebelum filmnya tayang, pasti ngebanding2kan isi buku sama film menjadi sebuah aktifitas yang inevitable. Nah si aku juga.. Cuma karena ini teh kaya biografi, ada unsur sejarah , ada unsur imajinasi yang gabisa dibayangkan ketika baca buku.. jadi weh buat aku mah si film ini teh OK BEUT!!!! Meskipun memang mungkin ada adegan2 yang terkesan terlalu singkat,, mungkin ada juga asumsi kalo yang nonton ini sudah duluan baca bukunya.. but well yeah as I mentioned before.. it is worthwhile!!!!

Jadi kalo yang in dapat ketika menonton film ini adalah jelas bahwa si pembuat film ingin memperlihatkan isi buku dan menerjemahkannya ke dalam film yang luar biasa. Tapi lebih dari itu, konten dari bukunya sendiri memang in anggap Pak Habibi ingin mengungkapkan seberapa besar cintanya untuk Bu Ainun, bagaimana susah senangnya kehidupan mereka, bagaimana pengabdian Bu Ainun dalam mendampingi Pak Habibi dalam menunaikan amanah2nya dan mewujudkannya untuk membuat truk terbang hasil karya original anak2 Bangsa Indonesia. Kalo yang in lihat, ada juga beberapa hal yang ga ada di buku yang justru tampil di film ini.. tapi secara kalo menilai koherensi dan kohesi, film ini secara umum OK banget.. Sebagai penggemar Pak Habibi, meskipun mengharap yang lebih dahsyat, beberapa perasaan mendalam yang nampaknya Pak Habibi ingin sampaikan mungkin beberapa ada yang bisa in tangkap.

ainun habibi

Nah nilai-nilai utama apa saja yang bisa iin tangkap dari film ini??

Pertama, adalah kesuksesan yang diraih seseorang tidak selamanya bisa diraih dengan jalan mulus. Di balik kesuksesan Pak Habibi dan keharuman namanya (terlepas ada juga orang2 yang mungkin ga suka—tapi kalo iya ga suka, gasukanya kayanya karena alas an yang mirip Pak Sumohadi di film ini heuheu). Lihat ketika Pak Habibi harus jalan kaki pulang dari tempat kerja ke rumah karena ongkos naek keretanya ga cukup. Lihat betapa Pak Habibi harus menjejali sepatunya yang bolong di tengah salju dengan kertas2 berisi persamaan2… huhuhuhu touched pisaaaan. Lihat bagaimana seorang Pak Habibi ga punya uang untuk menyewa flat yang lebih besar… aargh… iin kamu mau santai2 buat mencapai impian kamu hah???? Mimpi siang bolong itu namanya!!

Kedua, di balik kesuksesan seorang pria ada wanita hebat di sampingnya. Di film ini sangat jelas bagaimana kekuatan karakter Bu Ainun dalam mendukung setiap aktifitas suaminya. Ada sedikit cemberut2,, tapi natural banget lah.. namanya juga manusia.. toh mereka terus bisa menyelesaikan setiap persoalan internal mereka dengan romantic. Betul?? Dan si aku ini.. pengen jugalah bisa mendapatkan posisi seperti hal tersebut. .. (nah lho, galaunya keluar). Di balik kepi ntaran Bu Ainun yang sudah menggaet gelar dokter, beliau bersedia mendedikasikan kehidupannya untuk suaminya.. mempercayakan sepenuhnya kepada Allah bahwa suaminya akan berusaha yang terbaik untuk kehidupan mereka.. argh romantic abis dah.

Ketiga adalah impian dan kekuatan Pak Habibi to devote his life for this country. Ini catatan penting banget buat seorang Iin Parlina yang kini sedang bekerja di bawahperusahaan yang menjadi bagian kehidupan Pak Habibi.. sebutlah BPPT namanya… Iin yang punya cita-cita mendedikasikan kehidupannya untuk bisa bermanfaat bagi bangsa dan Negara ini, kini sudah berada dalam tempat yang bisa memfasilitasi hal tersebut. Dengan keteguhan dan kegigihan yang luar biasa, merelakan waktu tidur yang Cuma sekejap, Pak Habibi mampu mengejawantahkan impiannya.. meskipun pada prosesnya harus kalah (sementara) dengan keadaan. Memang kalo boleh berpendapat, kayanya orang2 jahat yang hanya mementingkan kepentingan prbadi mereka dan menggunakan sarana2 yang ada memang udah terlalu banyak jumlahnya. Kalo boleh ngebela mah coba, kurang apa Pak Bibi mendedikasikan semua yang dimilikinya bahkan mengorbankan waktu bersama istri dan anaknya untuk Negara ini, untuk menyatukan 17000 pulau di Negara Indonesia? Argh mulai deh emosi..

Keempat, Indonesia yang dari dulu terjebak dalam kemelut berkepanjangan tentang krisis moral (dan makin ke sini making a karuan aja) sangat merindukan sosok-sosok yang teladan. Dan buatku, Pak Habibi adalah salah satu model Indonesia yang masih hidup yang patut dicontoh dan diteladani. Selain dari karakternya yang kuat, Pak Bibi juga memiliki toughness yang ga kepalang dalam mengejar impiannya, dalam memegang prinsipnya (lihat bagaimana beliau me-turn down kan tawaran si Pak Sumohadi). Kalo berkaca pada Indonesia sekarang, kemenristeknya, BPPTnya… aargh kayanya mah belum nemu deh yang kayak beliau… AKUKAH BERIKUTNYA?? KALO IYA, MANA ATUH BUKTINYA??? (Ini janji si iin Lhooooooo, janji seorang Iin Parlina untuk berusaha lebih keras dari yang bisa dilakukannya).

Tapi kalo dipikir-pikir, memang namanya manusia, ga baik semua, ada we yang licik. Secara ga langsung di film ini dilihatkan tentang adanya seseorang dengan posisi yang kuat yang memang mnjadi mafia project untuk kepentingan golongan mereka sendiri. Arrgh sekarang juga banyak kayanya. Tapi I am also wondering why did his spirit and motivation cannot be absorbed actualized by all of his subordinates?? (ngeliat kondisi BPPT sekarang, ada yang idealismnya masih tinggi dan ada yang udah luntur..iin gmana kondisi idealismenya hah?? Introspeksi juga)

Wondering juga kenapa Pak Habibi ketika menjabat jadi kepala BPPT banyak mengirimkan anak2 lulusan SMU ke luar negeri untuk belajar… keliatan kan komitmen futuristiknya yang luar biasa. Sayangnya kondisi sekarang ga kayak gitu huhuhu… jadi sedih.. tapi gapapa deh, meskipun bukan beasiswa BPPT, riste pro, atau sejenisnya, beasiswa lain masih bisa iin raih.. demi menunjang cita2 untuk menjadi seorang yang bisa mendedikasikan ilmu yang dimilikinya untuk bangsa… memang sih terngiang perkataan bu Ainun “masih banyak cara untuk mencintai Negara ini!!” kalo ngomong ideal, pada dasarnya setiap aktifitas kita bisa digunakan sebagai sarana mencintai negeri ini. Right??
so iiin, semangat ngerjain laporan REEEP nya!!!! Anggap aja ini dedikasi kecil buat Negara kamu!!! Buat meraih cinta Allah melalui tindakan2 itu.. okay!!!!! SEMANGAT!!!!! NEVER ENDING IMPROVEMENT YAAAAA!!!!!!!!

Oiya satu lagi…. Wahai Allah… iin pengen banget bisa dapat master ma doctor iin di Jerman ^_^, tapi kalo Allah berkehendak di Belanda, Denmark, Australia, Jepang, Amerika, Inggris, juga boleeeeeeeeh ^_^

Advertisements

About iinparlina

Seorang Insan manusia yang diciptakan Allah dengan segala kekurangan dan kelebihannya, yang mencoba menjadi seorang yang dicintaiNya, dan salah satu cara yang dilakukannya adalah dengan menulis, membagi sedikit sekali ilmu yang dimilikinya. Meskipun sedikit, dia berharap dari yang sedikit itu, ilmu itu bisa bermanfaat untuk orang lain sebagaimana dia pun membutuhkan Ilmu untuk membuatnya bisa menjejakan kakinya di surga.

Posted on May 27, 2013, in riak-riak jiwa and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: