Kalo seorang peneliti Jd ibu


Ini adalah isi kepala acak saya saat ini. Lagi baca dan analisis tng kebijakan implementasi teknologi biogas, eh tiba2 kepikiran hal ini.
I just wondering that it will be wonderful being a mother. Hehehe. Salah kalo seorang ibu ga butuh kecedasan dan brain brightness dalam menjalankan perannya. Jangan anggap ketika Jd ibu, ilmu2 kita yg didapat susah paya ketika kuliah Ntah itu s1, s3, dst akan terbuang begitu saja. Sebenarnya baik peneliti maupun bukan peneliti, ketika peran menjadi seorang ibu itu datang, we prohibited to underestimate this kind of role. As i mentioned before ^_^. Hanya saja, kalo itu jatuhnya ke seseorang yg sebelumnya berkutat dg penelitian Ntah itu penelitan d lembaga maupun universitas, berkutat dg analisis metodologi, analisis hasil, dan pencapaian target, maka kayanya akan natural jika kemudian anak2nya adalah aset penelitian mereka yg paling berharga.

Di sini saya ga bilang bahwa memiliki keluarga adalah coba2. Walaupun kemungkinan ada yang berhasil dan ada yang tidak, keluarga bagi seorang peneliti bisa dijadikan semacam aplikasi harian penelitian yg memiliki signifikansi luar biasa.

Contohnya begini, si ibu menargetkan kalo keluarganya harus begini dan begitu.. Hmm taruhlah anaknya sebelum usia 5 tahun harus hafal juz 30, maka si.ibu ini akan melakukan metode2 yang tidak biasa. Trus dia akan lihat hasilnya. Kalo ga berhasil, akan nyoba metode lain.
Atau soal makanan, ia tahu kalo bayam baik utk pembentukan eritrosit. So she will try it to prevent anemia buat seluruh anggota keluarganya.

Ahahahah kayanya seru yaaaaa. Ilmu pengetahuan dan teknologi yg berpadu dg kemampuan manajemen dan utilisasi kasih sayang seorang ibu… Hehehehe…

For now, i just prepare for being a wonderful mother one day…. Aaaamiiin

About iinparlina

Seorang Insan manusia yang diciptakan Allah dengan segala kekurangan dan kelebihannya, yang mencoba menjadi seorang yang dicintaiNya, dan salah satu cara yang dilakukannya adalah dengan menulis, membagi sedikit sekali ilmu yang dimilikinya. Meskipun sedikit, dia berharap dari yang sedikit itu, ilmu itu bisa bermanfaat untuk orang lain sebagaimana dia pun membutuhkan Ilmu untuk membuatnya bisa menjejakan kakinya di surga.

Posted on June 5, 2013, in Uncategorized and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. sandia primeia

    saya atuh.kalau peneliti jadi ibu. lalu ibu menjadi perekayasa (padahal ingin kembali menjadi peneliti) *lho. curcol

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: