Monthly Archives: July 2013

Potensi Implementasi Teknologi Biogas dalam Pengolahan Limbah Cair Organik Dalam Rangka Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca dan Pengembangan Program Desa Mandiri Energi

Limbah cair organic tahu sebanyak 20 juta meter kubik dengan kadar COD sekitar 16,000 mg/liter dapat  menjadi beban lingkungan yang dapat menimbulkan efek negative bagi manusia dan lingkungan, namun jika diolah dengan teknologi yang tepat, limbah cair organic dapat menjadi sumber bahan baku energi terbarukan yang memiliki potensi pemanfaatan yang sangat luas bagi masyarakat, sekaligus mengurangi vulnerabilitas masyarakat akibat semakin mahalnya bahan bakar fosil. Berdasarkan perhitungan yang memasukan parameter pengurangan emisi akibat pengurangan emisi CH4 akibat pengolahan limbah, pengurangan emisi N2O akibat penggantian pupuk kimia, dan pengurangan emisi CO2 akibat penggantian bahan bakar LPG, limbah cair tahu di Indonesia akan mampu menyumbang penurunan emisi sekitar  866,804.16 ton  CO2eqv.  Jumlah unit rumah tangga yang bisa dipenuhi kebutuhannya oleh biogas diperkirakan akan mencapai 362,327 unit, dengan potensi penghematan LPG sebesar 1,086 tabung LPG seukuran 3 kg per bulan atau 3,260 ton LPG per bulan.

Di Desa Kalisari tempat pertama kali teknologi biogas ini diimplementasikan, pengurangan emisi yang bisa dicapai adalah sekitar 754 ton CO2eqv dari total potensi 3,537 ton CO2 eqv atau sekitar 21%. Selain itu, jumlah rumah yang mampu dihidupi oleh biogas sekitar 88 Rumah tangga 25% dari total potensinya. Berdasarkan pertimbangan penggunaan sumber energi terbarukan untuk menggantikan bahan bakar fosil, dengan jumlah tersebut Desa Kalisari sebenarnya bisa dikategorikan sebagai Desa Mandiri Energi. Dengan demikian, implementasi teknologi ini juga mampu mendorong tumbuhnya desa-desa yang mandiri energi di Indonesia.

Dengan mempertimbangkan potensi limbah cair organic tahu saja, nilai pengurangan emisi sudah cukup besar. Jika ditambah lagi dengan manfaat-manfaat signifikan lainnya terutama lingkungan yang hingga saat ini masih belum dimasukan ke dalam perhitungan ekonomi dari sebuah teknologi ramah lingkungan, maka daya tarik teknologi ini akan lebih besar lagi. Jika teknologi sejenis didiseminasikan untuk mengolah jenis limbah organic lainnya di Indonesia terutama limbah yang mengandung kadar organic tinggi seperti limbah tapioca, limbah gula, serta limbah cair dari industri minyak kelapa sawit, maka potensinya akan lebih besar lagi. Ke depannya, teknologi fixed bed reactor akan menjadi teknologi yang prospektif di sektor energi dan lingkungan

Rumah sakit

Rumah sakit

Ada yang tak bisa kuingat di masa kecilku. Saat2 perjuangan Ummi yang membawaku ke sana kemari untuk berobat. Sedikit aja gangguan kesehatan menimpaku maka Ummi akan ketar ketir.. Mulai dr masalah gigi sampai paru-paru, Ummi tak gentar menemaniku berobat sampai sembuh. Aku bisa memaklumi karena kehilangan 4 orang anak karena sakit pastilah menjadi pukulan psikologis yang membuatnya trauma. Dengan demikian sebenarnya hawa rumah sakit menjadi sesuatu yg mungkin agak biasa bagiku. Ah.. Tp itu dulu. bagiku kini rumah sakit sebenarnya adalah tempat yang sedikit membuatku gentar.. Kalopun ke sana aku sangat berharap bukan karena sakit atau orang terdekat yang sakit.. Melainkan hanya sekedar medical check up atau menjenguk seseorang.
Namun Ummi yang trauma, kini lagi kawatir banget, doanya dilantunkan terus menerus siang dan malam demi mengharapkan kondisi anaknya yang paling besar tidak apa2.. Nah si anak sulung ini honestly agak takut2 juga sebenarnya. Hehehe.. Tapi dia optimis bahwa Allah bersama dengannya dan Dia tak akan memberikan ujian di luar kesanggupan hamba2Nya.
Well si Ummi teh was was, da si anak sulung ini juga was was. Degdegan hatinya mah.. Kok sering banget kena sakit. Nah pekan kemarin teh kayanya agak2 gmanaa gitu. Sudah dirujuk sama dokter poliklinik d kantor, tp karena merasa gapapa akhirnya ga ke rumah sakit.. Tapi sekarang dia nyerah, habis denger si Ummi nangis2 mohon buat periksa ke rumah sakit, akhirnya di sinilah dia. Ngantri sejak jam 9 di Poliklinik penyakit dalam. Menikmati setiap detiknya mengamati orang-orang yang berseliweran yang sakit maupun yang sehat. Berdebar-debar jantungnya melihat orang2. Ada haru yang menelisik relung hatinya mensyukuri nikmat sehat yang diberikan Tuhannya selama ini.. Aah mungkin selama ini memang dia tidak maksimal dalam menjaga kesehatannya. Hmmmm… Masih ngantri dan sempet nulis beginian hehehe.. Insyaallah apa sih yang diragukan. Tak ada.. Yakinlah Allah bersama mu ^__^

Aktifitas Olahraga Pagi Bersama Campball 23B

image

image

image

image

image

My home-made pancake

image

image

image

image