Hidup adalah garis yang dibentuk dari titik-titik posisi antara waktu dan pilihan hidup


Inevitable, isn’t it? Kenyataan bahwa pada dasarnya hidup adalah kumpulan pilihan. Sadar ga sadar, nyimak ga nyimak. Ini adalah fakta yang tidak dapat dipungkiri. Ibarat sebuah diagram pohon yang berkembang setiap detik, terus dan terus, itulah kehidupan khas manusia. Khas dan spesifik.

??????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????

Setiap detik yang dilalui manusia, adalah waktu bagi pemiihan aktifitas-aktifitas yang kemudian membentuk sebuah profil karakter. Hal ini bisa dianalogikan dengan suatu grafik yang terdiri dari tititk-titik yang terpetakan pada absis waktu dan ordinat yang berupa pilihan hidup. Dan jika setiap manusia dipetakan ke dalam grafik tersebut, masing-masing akan membentuk sebuah profil kurva yang berbeda, mungkin pada segmen-segman tertentu ada titik-titik yang tumpang tindih satu sama lainnya, ntah itu pada absis waktu atau mungkin pada ordinat pilihan hidup. And as I mentioned before, bahwa garis profil ini inebitably dibentuk dari opsi-opsi pilihan manusia setiap detiknya.

Penjelasan lebih lanjutnya adalah misalnya, pada detik 1 si A memilih x, pada detik kedua dia memilih y, pada detik ketiga dia memilih z, dan seterusnya. Pilihan-pilihan ini, wujud konkritnya adalah berbentuk aktifitas. Misalnya membaca, berpikir, makan, main, nonton film. Berikutnya opsi pilihan dari aktifitas ini adalah misalnya membaca apa? Novel apa al quran? Berpikir apa? Berpikir masalah PR atau masalah keluarga, masalah pacar, masalah makanan? Main apa? Makan apa? Nonton film apa? Dan seterusnya. Dan fakta yang tak bisa dipungkiri lainnya adalah bahwa pilihan-pilihan ini didasarkan pada karakter, dan juga menentukan karakter.  Maksudnya adalah, pemilihan ini pastilah memiliki dasar atau alasan. Misalnya mengapa seseorang lebih memilih mengaji daripada bermain, atau membaca al quran daripada membaca komik. Alasan yang mendasari pemilihan ini adalah karakter. Dan kemudian, efek yang ditimbulkan dari pilihan ini yang juga akan menghasilkan karakter seseorang. Artinya, hasil dari preferensi seseorang dalam memilih bacaan atau aktifitasnya akan membentuk profil orang tersebut. Orang yang lebih banyak menghabiskan kehidupannya untuk bermain game misalnya pastilah memiliki karakter yang berbeda dengan orang yang menghabiskan kehidupannya untuk belajar . orang yang hobinya berpetualang di lapangan bisa jadi memiliki karakter yang significantly different dengan orang yang hobinya adalah menulis dan membuat puisi. Mungkin bisa jadi ada yang sama, tapi hal ini adalah garis besar yang bisa ditarik akibat adanya perbedaan preferensi orang-orang. Ini juga mungkin yang menyebabkan perbedaan orang yang memiliki tendensi untuk gay atau lesbian dibandingkan dengan orang-orang yang straight. Jika ditelusuri ke belakan mengapa orang memiliki tendensi tersebut, bisa jadi kita menemukan fakta yang luar biasa di balik pilihan-pilihan hidupnya di belakang. Salah satu contohnya adalah misalnya mungkin orang yang memiliki tendensi dalam homoseks, mungkin memiliki latar belakang pergaulan yang memang cenderung k arah sana. Misalnya pergaulan dengan teman-teman yang sama-sama ke memilki preferensi yang sama atau melakukan aktifitas-aktifitas yang mengarah ke sana. Ah saya tidak akan berpanjang lebar di sini.

Saya sendiri adalah contoh real dari teori ini. selama 26 tahun hidup di muka bumi, saya merasakan begitu banyak pilihan hidup., antara tidur atau belajar? Antara SMU X atau SMU Y? antara berteman dengan X atau y? Milih untuk kuliah atau ngga? Antara ITB dan UGM, antara SPMB dengan PMDK? Antara masuk mata dan masuk GAMAIS? Antara mata dengan gamistek? Antara biogas dengan bioavtur? Antara pak tatang dan Pak Tjandra? Antara geankoplis dan Mc Cabe? Antara baca buku salim A Fillah atau baca buku Anwar Fuadi? Antara novel dengan non-fiksi? Antara dating liqa dengan malas2an di kamar? Antara nonton Conan atau nonton Ted Talks? Antara lari pagi atau tidur bada subuh? Dan seterusnya dan seterusnya. Hidup anda pun dipenuhi pilihan-pilihan sejenis begini bukan? Mungkin ada yang sama ada yang beda. But abundant choices are given, and we are the one who decides. Alas an memilih, dan alas an mengapa ada pilihan tersebut disebabkan oleh karakter kita. Namun konsekuensi dari pilihan tersebut juga akan membangun karakter kita. For me, it is inevitable fact.

Menyimak kenyataan ini, kita bisa melihat bagaimana luar biasanya Allah mengatur kehidupan manusia. Kehidupan satu manusia saja sudah sedemikian kompleksnya, apalagi kehidupan jutaan manusia di muka bumi. Maha Besar Allah. Well, Allah kan yang menyediakan pilihan-pilihan itu? Juga Allah yang memberikan akal manusia pada kadar yang kompleksitasnya tidak akan mampu kita bayangkan karena kadar akal manusia ditentukan juga pada kondisi pilihan yang akan diberikan Allah kepada manusia. Haha, sotoy nih kayanya si Iin, tapi inilah teori yang mengendap di kepala saya dalam memahami ini semua. Intinya mah Allah itu Maha Dahsyat, keren!!!!

Dan ada satu hal yang sama dari kompleksitas-kompleksitas penciptaan ini. hal itu adalah guidance untuk profil manusia pada dasarnya adalah sama, yaitu Islam yang diwujudkan dalam bentuk petunjuk konkrit Al Quran dan Sunnah. Misalnya antara makanan halal dan subhat, sudah jelas tuntunannya kita harus makan makanan halal. Atau antara shalat di awal waktu atau di pertengahan atau di akhir waktu, hal ini juga sudah jelas. Dan aktualisasi pemilihan aktifitas ini didasarkan pada keimanan yang itu masuk ke dalam profil dari karakter kita. Iya kan?

Dalam kondisi keimanan yang baik, we might prioritize reciting Quran instead of reading comic. Tapi dalam kondisi futur, bisa sebaliknya. Kedua kondisi ini jika ditracing balik, bisa ditelusuri, apakah sebelumnya ada aktifitas yang membuatnya demikian. Kondisi keimanan yang baik bisa ditriggered sama kebaikan2, misalnya sebelumnya dia tahajjud atau shalat dhuha, sehingga mudah baginya untuk tilawah quran. Tapi kondisi futur juga bisa disebabkan karena aktifitas sebelumnya menyebabkan dia futur, misalnya dia lebih memilih malas2an di kosan daripada dating liqa. Well, ini hanya contoh simple dari kompleksitas yang ada.

Lalu apakah profil keimanan jadi sama dengan karakter? Nampaknya berbeda, tapi bagi saya, kedua hal ini tidak bisa dipisahkan satu sama lain, karena keimanan akan membuat seseorang mengaktualisasikan dirinya dengan karakter-karakter yang baik. Bener ga?? Lalu kalo orang yang ga percaya tuhan trus memiliki karakter yang baik? Gimana jelasinnya? Well, ini dibalikin ke definisi keimana itu sendiri. bukankah pada dasarnya keimanan seseorang kepada tuhan sudah terpatri secara otomatis pada setiap orang (minimal tauhid rububiyah), even orang itu adalah komunis. Lalu wujud pengakuan yang kemudian menjadi alas an lain apakah orang tersebut beriman kepada Allah atau ngga. Well ini sih bahasannya udah masuk ke fitrah, oleh karena kemarin lagi ada diskusi hot tentang fitrah manusia akan pilihan hidup (yang say abaca dari status pembahasan status Bang Adriano Rusfi. bisa dicek ke fb nya, sangat menarik untuk disimak ^_^)

So, well… sekarang kita Tanya kepada diri kita apakah selalu ada Allah dalam setiap pengambilan keputusan dalam pilihan pilihan kita? Apakah dalam pengambilan-pengambilan pilihan itu kita selalu berpedoman pada Al Quran dan Sunnah, jika belum, maka nampaknya belum terlambat untuk meluruskan kembali kehidupan kita ^_^.

 

About iinparlina

Seorang Insan manusia yang diciptakan Allah dengan segala kekurangan dan kelebihannya, yang mencoba menjadi seorang yang dicintaiNya, dan salah satu cara yang dilakukannya adalah dengan menulis, membagi sedikit sekali ilmu yang dimilikinya. Meskipun sedikit, dia berharap dari yang sedikit itu, ilmu itu bisa bermanfaat untuk orang lain sebagaimana dia pun membutuhkan Ilmu untuk membuatnya bisa menjejakan kakinya di surga.

Posted on January 4, 2014, in my soul and tagged , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: