“Peringatan”


Just wanna tell what is inside my mind now.

Yesterday, in my halaqah tarbiyah, at the first hour I thought many things, especially why are all of the members of this group are always late to our meeting. It is almost happened every time. We always begin our meeting in delay, usually one hour after the scheduled time. I wonder, if it is me who also contributed about this habit? Or what? Or our ruhul istijabah are not that strong to make us come in the expected time? Is it our motivation that is too weak? Or because our business in this world averted our gaze from the urge of halaqah tarbiyah?

Tapi, si saya cm bisa husnudzan bahwa, perbedaan antara halaqah kampus dan halaqah wilayah memang sejak dulunya punya nuansa berbeda. Si saya 3 tahun sudah, ngalamin liqa d wilayah, kontras banget situasinya ketika ngebandingin liqa pas di ITB atau di kampus Udayana. Tapi memang karakternya juga gabisa dikesampingkan wong kalo di wilayah ada ranah-ranah yang nampaknya sulit untuk ditembus. Tapi think positive-nya, ada juga hal2 yang tidak akan pernah ditemukan di liqa kampus yang memang hanya dimiliki di liqa wilayah.

After one hour waiting, finally we began this session. After tahfidz and setoran, we discussed about the tafsir of Al Mulk and Abasa.  And it is what I want to note inside my mind and share it via this writing.

Dari tafsir surat Al Mulk, yang paling iin tangkap adalah

cerita bahwa sesungguhnya setiap manusia sudah diberikan kesempatan untuk mengenal Allah melalui petunjuk2 yang Allah berikan melalui utusanNya (kalo si saya artikan bisa secara langsung maupun ga langsung karena di zaman sekarang kan beliau sudah wafat), jadi ga ada alas an lagi buat manusia udah ingkar dari petunjuk Allah. Dunia ini milik Allah, akhirat juga, dan di hari akhir nanti ketika semuanya dimintai pertanggungjawaban atas perbuatan selama di dunia, maka tidak ada lagi alas an bagi manusia untuk mengelak keharusan beribadah kepada Allah selama di dunia. Paling tidak, ini yang paling membekas di kepala, ketika selewat membacakan terjemah tafsir Quran Surat Al Mulk.

Saya jadi mikir, seperti halnya mungkin pernah saya tulis di tulisan sebelumnya bahwa manusia itu punya kemampuan lebih untuk berpikir. HARUSNYA. Jadi sebenarnya ketika petunjuk2 Allah yang disampaikanNya melalui media apapun (zaman geneh gitu yaaa. Internet gampang) sampai kepada manusia, bisa jadi sebenarnya segenap jiwa raganya akan mengiyakan kebenaran petunjuk itu, ke-logis-an perintah Allah atas dirinya. Namun follow up manusia dalam menanggapi atau kemudian melaksanakan petunjuk ini akan dipengaruhi oleh berbagai factor nantinya, di antaranya adalah keimanan dan kekuatan diri untuk tidak mengikuti hawa nafsu dan ajakan syetan.

Yang saya percaya selama ini adalah, bahwa Allah menciptakan keseimbangan terbaik di alam raya ini. ketika tubuh kita adalah salah satu bukti keseimbangan tersebut, maka keserasian keseimbangan tsb dengan perintah2 yang Allah berikan atau ke-kontrasan keseimbangan tersebut terhadap larangan2 Allah sebenarnya dengan otomatis akan masuk ke kepala manusia dengan “make sense”. Hanya saja, well yeah, meskipun hati nurani gabisa dibohongi, tapi ketika udah ngomongin kepercayaan, kalo iman orang tsb kurang kuat maka akan dengan mudah dia menafikan dan mengabaikan petunjuk tersebut.

Pembahasan ini dilanjut dengan baca tafsir surat Abasa ayat 33-37. Tentang Kiamat dan yang akan terjadi ketika hari kiamat nanti. Ketika Kiamat tiba, maka setiap orang akan sibuk menyelamatkan masing-masing. Ga peduli saudara, orang tua, istri, dan anak. Karena sedemikian dahsyatnya bencana yang aka nada maka tak seorang pun akan bisa memikirkan orang bahkan yang paling dicintainya sekalipun. Panik melanda, karena di setiap daerah bencana terjadi dengan aneka ragam yang tak akan terbayangkan dengan logika saat ini. kebayang ga sih kalo bencana banjir, gunung meletus, gempa, longsor, kebakaran akan terjadi serentak di semua tempat, semua kena.

Mungkin saat ini Allah ngasih sedikit perumpamaan dengan adanya bencana2 di berbagai daerah secara serentak. Erupsi Gunung Sinabung, Banjir Jakarta dan Pantura (Jateng, Jatim), Gempa Jogja, Longsor Jombang, kayanya belum pernah deh di sejarah bangsa ini, beragam bencana terjadi di waktu yang hamper bersamaan. Dan alhamdulillahnya, karena hanya terjadi di sebagian daerah, warga di daerah lain masih bisa peduli dan melakukan sesuatu untuk menolong warga yang tertimpa bencana. Tapi kalo nanti di hari Kiamat? Digimanain pun ga akan bisa say!

Untuk itu, dengan segala peringatan dini yang Allah berikan. Dan mata kita pun sebenarnya ga buta untuk bisa melihat secara jelas. Kita masih punya akses internet untuk bisa tahu perkembangan zaman tentang bagaimana manusia diciptakan, tentang bagaimana bulan di belah, dan berbagai fakta petunjuk Allah yang otentik lainnya. Serius!!! Yang masalah adalah di hati kita, seandainya kita memang gabisa mengejawantahkan petunjuk2 tersebut untuk mendongkrak keimanan kita.

Semoga hati kita selalu bening, hingga bisa menangkap petunjuk Allah dan menggunakannya sebagaimana mestinya…

aaamiiiiin

 

Advertisements

About iinparlina

Seorang Insan manusia yang diciptakan Allah dengan segala kekurangan dan kelebihannya, yang mencoba menjadi seorang yang dicintaiNya, dan salah satu cara yang dilakukannya adalah dengan menulis, membagi sedikit sekali ilmu yang dimilikinya. Meskipun sedikit, dia berharap dari yang sedikit itu, ilmu itu bisa bermanfaat untuk orang lain sebagaimana dia pun membutuhkan Ilmu untuk membuatnya bisa menjejakan kakinya di surga.

Posted on February 2, 2014, in riak-riak jiwa and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: