refleksi perkembangan akademik 6 bulan di AMERIKA_sebuah catatan singkat banget


Setengah tahun menjalani kehidupan akademik di US telah memberikan begitu banyak pengetahuan dan pengalaman yang tak hanya menyentuh sisi akademik tetapi juga budaya dan keterbukaan sudut pandang akan perbedaan. Bulan pertama menginjakan kaki di tanah paman Sam dalam kondisi Puasa Ramadhan yang rentang waktunya 3 hingga 4 jam lebih panjang dari waktu regular Ramadhan di Indonesia membuat saya banyak menyadari sisi perbedaan yang membuat saya bersyukur mendapat pengalaman berharga ini. Satu bulan pertama di US, saya menjalan program “Pre-Academic Training” di Kansas University, Lawrence, Kansas State bersama kawan-kawan penerima beasiswa Fulbright dari belahan Negara lain seperti Afganistan, Polandia, Nepal, Montenegro, Rusia, Tajikistan, Turki, Mauritania, Libya, Flores, Ukraina, dan Chile. Di sini saya menerima banyak pelajaran tentang persiapan kehidupan akademik yang akan kami hadapi di universitas kami berikutnya. Pembelajaran yang diberikan tidak hanya mencakup grammar, writing, reading, dan listening, tapi juga tentang pemahaman terhadap budaya Amerika dan juga budaya akademik Amerika meliputi pengetahuan plagiarism dan bagaimana pentingnya hal tersebut sebagai salah satu kode etik yang sangat dijunjung tinggi di sini. Program 6 minggu PAT ini juga dilengkapi dengan field trip ke museum-museum terkenal di Kansas dan sekitarnya. Dari sana saya ngeh, bahwa nilai lain yang dijunjung warga Negara Amerika adalah penghormatannya terhadap sejarah. _DSC0068 Satu bulan setengah berlalu,saya melaksanakan perjalanan kea rah barat menuju Washington State di mana universitas tempat saya bersekolah berada, Washington State University di sebuah kota kecil bernama Pullman yang juga berada dekat perbatasan dengan Idaho State. Pekan pertama, langsung berkenalan dengan advisor dan beberapa orang yang sebelumnya saya kenal melalui email. Advisor saya kebetulan dari China, dan memang departemen tempat saya bernaung adalah departemen yang memang memiliki banyak mahasiswa internasional (Pakistan, Colombia, India, Nepal, Honduras, China, Iran, Pakistan, dll). Saya mengambil master di bidang Biological System Engineering, di mana saya bermaksud memperdalam ilmu saya di bidang bioproses tepatnya di bidang pengolahan biomassa untuk energy terbarukan. Ini sebenarnya salah satu mimpi saya sejak kuliah S1 yakni memperdalam ilmu kemurgi.. dan Alhamdulillah, Allah memberikan saya kesempatan mengenyam pengalaman belajar di sini. Budaya akademik yang saya rasakan di sini berbeda secara signifikan dari apa yang saya rasakan ketika kuliah S1 di ITB dulu. Mungkin karena dulu undergraduate atau memang karena budaya Amerika dan Indonesia beda satu sama lain. Tapi yang jelas, ada banyak hal, terlalu banyak malah hehehe..yang saya rasakan di sini. Pertama, budaya di kelas. Saya rasakan kelas memang terasa lebih aktif. Lempar Tanya jawab soal satu topic dan diskusi hangat yang menguras otak. Ada satu kelas yang saya ambil kebetulan dengan anak-anak S1. Kelas tersebut adalah CE515 atau environmental measurement. Di sana saya rasakan agak sedikit minder karena mereka sangaaaat bawel hehehe.. rajin bertanya dan rajin menjawab. Di kelas ini saya merasakan aura re-familiarisasi lagi dengan adanya prosedur-prosedur laboratorium, pipetting, sampling, sampai nyemplung di sungai in the middle of winter. Dan saya bersyukur mengambil kelas ini karena ada banyak prosedur lab yang akan saya pakai untuk riset saya ke depan (COD, BOD, TS, VS, dll). Di sini juga saya merasakan bagaimana susahnya bikin laporan lab dengan aturan plagiarism yang cukup ketat. Dengan Bahasa Inggris yang cukup nge-pas, harus struggling cukup kuat. Kelas ini yang saya rasa paling banyak menyita perhatian dan waktu.. Tapi tentu saja semua ada hasilnya, alhamdulillah, si saya sekarang bisa pake software IGORPro dengan speed yang cukup lumayan. Igor ini sangat bermanfaat dalam mengolah data yang jumlahnya ribuaan! Lebiiiih… untuk pertama kalinya dalam hidup saya kalo saya harus menghadapi jumlah data point yang jumlahnya ratusan ribu. Kelas saya yang lain adalah CE541 atau sifat fisika-kimia air dan limbah cair, yang isinya juga sebagian besar warga Amerika. Ga seramai kelas CE515, tapi tetap menguras isi kepala untuk me-recall kembali memori-memori keteknik-kimiaan yang dulu saya ambil. Well, saya rasakan 3 tahun vakum dari dunia perkuliahan cukup menjadi tantangan saya di sini. Well, judul mata kuliah ini memang rada tidak sesuai dengan apa yang diajarkan. Yang saya pelajarai di sini, seperti mengulang sebagian mata kuliah yang saya ambil di tingkat S1 dulu, mulai dari Teknik Reaksi Kimia (TRK), Operasi perpindahan Kalor (OPK), peristiwa perpindahan, operasi pemisahan diffusional (OPD), dan system utilitas. Piuuuh… tapi di mata kuliah ini, saya juga dapat kesempatan berkunjung ke Drinking Water Treatment (DWT) di Lewiston, Idaho. Kelas saya yang lain BSYSE596 yang merupakan salah satu kelas yang wajib diikuti. Isinya membahas tentang konversi thermo-kimia biomass. Di sini saya belajar banyak lagi tentang reaksi pirolisis, gasifikasi, dan pembakaran. (materinya lebih ribet daripada yang pernah saya recognize di S1). Tugas akhir dari mata kuliah ini adalah perancangan reactor fluidisasi type bubbling untuk jenis biomas alga Haematococcus pluvialis. Lumayan, sampai nginep-nginep di kampus. Tidak seperti CE515 dan CE541, kelas ini banyak diisi oleh mahasiswa internasional, sehingga kalo bicara soal komunikasi, ada semacam mutual understanding bahwa kami sama2 belajar, meskipun well bisa dibilang Bahasa inggris mereka lancer-lancar. Selain 3 kelas itu, saya mengambil mata kuliah graduate seminar yang isinya adalah menyimak presentasi-presentasi akademik yang disampaikan visiting professor, graduate students dari BSYSe atau dari department lain dan lains sebagainya. Dan terakhir, tentu saja mata kulaih tesis. Di semester pertama ini banyak bejibaku dengan jurnal dan ebook, plus group meeting yang diadakan setiap hari Jumat pagi, baru semester berikutnya direncanakan sudah turun gunung ke lab. Mata kuliah inilah yang jadi penutup kuliah semester ini dengan ditandai persentasi rencana eksperimen saya semester depan. Begitu resume singkat yang bisa saya sampaikan. Saat ini yang keluar nilainya baru 1, dan Alhamdulillah bagus. Dua sisanya masih dalam tarap harap-harap cemas.

About iinparlina

Seorang Insan manusia yang diciptakan Allah dengan segala kekurangan dan kelebihannya, yang mencoba menjadi seorang yang dicintaiNya, dan salah satu cara yang dilakukannya adalah dengan menulis, membagi sedikit sekali ilmu yang dimilikinya. Meskipun sedikit, dia berharap dari yang sedikit itu, ilmu itu bisa bermanfaat untuk orang lain sebagaimana dia pun membutuhkan Ilmu untuk membuatnya bisa menjejakan kakinya di surga.

Posted on December 23, 2014, in impian jundi and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: