Monthly Archives: July 2015

Positivity and Happiness are Contagious ^_^

Percaya kalo yang namanya good vibe itu nular?

Hari ini si saya yang kebagian ditulari, padahal lagi agak galau akut karena lagi nyusun proposal riset master buat thesis. Besok udah harus jadi sebenarnya mah. Tapi hari ini juga harusnya afternoon report hasil preliminary experiment yang beres dilakukan 2 minggu yang lalu.  But then Allah changed the time hihi… jam 11 disamperin grup leader. Harusnya jam 1 iin yang nyamperin ke kantor beliau.

Ntah lagi dapet kabar gembira apa kayanya grup leader iin ini lagi sueneng dan bahagiaaaa banget. Aura positifnya bright bright gmanaaaaa gt.. si awak yang deg2an karena hasil prelim experiment juga ga terlalu bagus… odd malah, jadi agak rileks jadinya. Ntah ada angin apa, kayanya lagi baiiiiikkk gmnaaaaa gt… biasanya juga baik sih orangnya.. tapi hari ini ntah kenapa rasanya bueda sangaaat…

Regardless hasil yang aneh, dia tetep mengapresiasi kerja iin dan menyemangati untuk masuk langkah selanjutnya. Biasanya sih ada aja kata2nya yang suka njleb nusuk hati banget meskipun tanpa dia sadar itu ngejleb banget. (demi kebaikan iin sih, tahu kalo iin harus dikoreksi). Tapi hari ini dia ga ngasih komen2 konstruktif itu..  dia pake gaya “mengapresiasi”. dan efeknya ke iin, luar biasa positif.. seriously… jadinya ikutan bahagia juga… seneng gmanaaa gt wkwkkwkw… (padahal tetep harus mberesin proposal juga wkkwkw).

emang yang namanya positivity itu nular yaaa… ini jadi punya semangat positif juga.. berbalik yang tadinya galau kelabu, akhirnya berubah jadi colorful dan optimis kalo besok bakal baik2 aja. ^_^

iin calm an positiv

Jadinya sisaya juga pengen menebarkan semangat positif dan bahagia juga ke orang lain ^___^..

Jadilah salah satu alasan mengapa orang lain tersenyum hari ini ^^.

be the reason

Advertisements

I am quite productive this week, but it is not enough

Mau curhat,

This week is quite a productive week for me. I finished reading some chapters of the books that I targeted to be returned to the library. I made notes and increase my reading speed too. My understanding is a little bit improved. Now I can also manggut-manggut pas Innu presentasi karena ngeh what she was talking about.

wpid-wp-1411925307701

I also deactivated my facebook account yesterday. so only spending “social media” time by using Instagram, Tumblr, and WordPress. In the future, I might maintain this habit since the outcome is quite well.

Of course, being quite good is not good enough. Considering the load and the mandatories that I have to do, I am still far from the so-called an excellent graduate student, since I still cannot find novelty in my research, Still struggling with that.

Today, I finished a 44-page journal within 4 hrs followed a 5-page journal within only 46 minutes. Quite impressive for someone who is soo easily distracted like me. Therefore, I am writing note like this for this accomplishment as a trigger that I have to maintain this state and even increase my productivity..

I hope I am doing greater and greater…

just try your best because you know this is not adequate.. you still have to run mooooreee

Terharu oleh hal-hal Kecil

Berhubung ga akan berkutat dengan FB untuk sementara waktu, jadinya curhatnya di WP aja…

Pagi ini dikunjungi seorang teman yang baru balik dari honeymoon nya. Temen ini sebenarnya udah sekelas dari Fall semester tahun lalu. kenal baiknya adalah ketika satu grup di kelas Dr BinYang. Meskipun segrup, nilai kami beda. dan alhamdulillah dia ga ngamuk gara2 itu hehhehe.. secara dia group leader, tapi yang dapet nilai better justru iin.

iin, takdir Allah, adalah nampaknya satu-satunya non-chinese yang diundang ke nikahannya dari Lab d Pullman. ada temen dari Tricities, American. Tapi yang dari Pullman, kayanya berbangga hati gt bs diajakin ke nikahannya.. hehhehe.. seminggu kemudian dia honeymoon (sama mami papinya juga ternyata). Tapi dia ngasih souvenir cantik dari Cina yang iin suka banget..

yaojing wedding

Pagi ini, dia datang sengaja menyapa iin di kantor. rasanya tuh asa ada pengakuan darinya kalo iin adalah salah satu temen yang dia anggap dekat (GEER mode on). dia nyapa, cerita-cerita dan katanya happy to return back. she will see me around.. and I said welcome too…

11 Tahun sudah dan sampai sekarang masih menjadi misteri

Just a throwback, because suddenly I remember this thing. (efek iedul fitri sih kayanya mah)

Thursday, November 13th 2004.. sehari sebelum Lebaran Iedul Fitri di semester pertama kelas 3ipa1 SMUN 1 Cianjur, bungkusan itu datang. Sebelas tahun hingga sekarang, si saya masih tidak tahu siapakah gerangan orang yang mengirim bungkusan itu.. bungkusan yang membawa kebahagiaan bagi seorang anak sederhana yang untuk menabung untuk beli buku saja susah.. seorang anak yang saat itu sedang dirundung galau antara keinginan untuk kuliah namun terkendala dana..

Thursday, November 13th 2004 saat si saya ditampakan keagungan Allah bahwa apa yang menjadi keinginan dan impian bisa saja terwujud tanpa disangka-sangka asalkan tidak berhenti berharap. Sebelas tahun sudah, tapi hingga sekarang, si saya masih tidak tahu akan dilempar ke mana rasa terima kasih ini.

orang yang mengirim bungkusan itu mungkin tahu atau tidak tahu bahwa apa yang dikirimkannya telah menjadi sebuah prasasti megah yang menjulang di hati seorang Iin Parlina yang menguntai impiannya sejak saat itu.. seorang iin parlina yang kemudian mulai percaya bahwa tiada yang tidak mungkin ketika seorang manusia memiliki harapan dan impian meskipun orang di sekitarnya tidak akan percaya bahwa dia mampu.. dia bisa..

Orang yang mengirim bungkusan itu mungkin tahu atau tidak tahu bahwa apa yang diberikannya adalah sebuah kebahagian tak terkira kala galau hampir menghimpit rasa seorang iin parlina yang saat itu sedang sangat berharap akan kemudahan baginya akan jalannya meniti cita-cita..

Sebelas tahun sudah, dan anak bernama iin parlina itu masih tidak tahu siapa yang mengirimkan bungkusan itu.

Meskipun isi dari bungkusan itu telah habis dilalap api pada peristiwa kebakaran rumah tanggal 18 Agustus 2013, tapi memori yang terpatri detik demi detik bersama mereka tetap terkenang hingga sekarang, karena merekalah yang menjadi salah satu puzzle mengapa anak itu anak bernama iin parlina itu ada di bumi Amerika sekarang….

Sebelas tahun sudah…… orang itu diam-diam mengirimkan paket buku latihan soal SPMB dari Erlangga… 3 buah buku 1001 soal pembahasan SPMB yang begitu ingin dibeli oleh si anak bernama iin parlina… buku yang kemudian dibantai habis selama masa persiapan SPMB.. buku yang kemudian membantu melatih diinya menjadi terbiasa dengan soal-soal yang kemudian mengantarkannya ke Teknik Kimia ITB.

spmb

Tapi esensinya tidak pada batasan itu. Buku2 itu adalah sebuah eksistensi perwujudan akan keinginan kuat untuk mewujudkan cita-cita yang dikabulkan menjadi wujud fisik nyata… ntah hati siapa yang tersentuh dengan perjuangan si saya waktu itu yang kemudian berbaik hati mengirimkan buku2 tersebut.. tapi yang jelas itu adalah bukti nyata pengabulan doa iin kepada Allah yang disampaikan melalui tangan anonymous yang bahkan setelah 11 tahun lamanya iin tidak tahu siapa..

mengingat hal ini kembali menjadi sebuah semangat kecil yang terlecut dari jumudnya fasa yang iin alami sekarang…

memori ini kembali muncul pasti bukan tanpa alasan… Allah ingin iin kembali mengenang bahwa Allah lah yang berkehendak dan bisa memperlihatkan bahwa pengabulan harapan dan impian itu bisa di luar logika manusia…

so iin… you know what will happen next, dont you?

You know iin… you know,,, you know what should you do after you wrote this…

Lelah‬ yang DISUKAI ALLAH SWT

(dari ustadz Zulfi)

Ada 8 kelelahan yang disukai Allah SWT dan RasulNya :

1. Lelah dalam berjihad di jalan-Nya (QS. 9:111)

2. Lelah dalam berda’wah/mengajak kepada kebaikan (QS.41:33)

3. Lelah dalam beribadah dan beramal sholeh (QS.29:69)

4. Lelah mengandung, melahirkan, menyusui. merawat dan mendidik putra/putri amanah Illahi (QS. 31:14)

5. Lelah dalam mencari nafkah halal (QS. 62:10)

6. Lelah mengurus keluarga (QS. 66:6)

7. Lelah dalam belajar/menuntut ilmu (QS. 3:79)

8. Lelah dalam kesusahan, kekurangan dan sakit (QS.2:155)

Semoga kelelahan dan kepayahan yang kita rasakan menjadi bagian yang disukai Allah dan RasulNya. Aamiin yaa Rabbal-‘aalamiin

Lelah itu nikmat. Bagaimana mungkin? Logikanya bagaimana? Jika anda seorang ayah, yang seharian bekerja keras mencari nafkah sehingga pulang ke rumah dalam kelelahan yang sangat. Itu adalah nikmat Allah swt yang luar biasa, karena banyak orang yang saat ini menganggur dan bingung mencari kerja.

Jika anda seorang istri yang selalu kelelahan dengan tugas rumah tangga dan tugas melayani suami yang tidak pernah habis. Sungguh itu nikmat luar biasa, karena betapa banyak wanita sedang menanti-nanti untuk menjadi seorang istri, namun jodoh tak kunjung hadir.

Jika kita orang tua yang sangat lelah tiap hari, karena merawat dan mendidik anak-anak, sungguh itu nikmat yang luar biasa. Karena betapa banyak pasangan yang sedang menanti hadirnya buah hati, sementara Allah swt belum berkenan memberi amanah.

Lelah dalam Mencari Nafkah

Suatu ketika Nabi saw dan para sahabat melihat ada seorang laki-laki yang sangat rajin dan ulet dalam bekerja, seorang sahabat berkomentar: “Wahai Rasulullah, andai saja keuletannya itu dipergunakannya di jalan Allah.”

Rasulullah saw menjawab: “Apabila dia keluar mencari rezeki karena anaknya yang masih kecil, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena kedua orang tuanya yang sudah renta, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena dirinya sendiri supaya terjaga harga dirinya, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena riya’ dan kesombongan, maka dia di jalan setan.” (Al-Mundziri, At-Targhîb wa At-Tarhîb).

Sungguh penghargaan yang luar biasa kepada siapa pun yang lelah bekerja mencari nafkah. Islam memandang bahwa usaha mencukupi kebutuhan hidup di dunia juga memiliki dimensi akhirat.

Bahkan secara khusus Rasulullah saw memberikan kabar gembira kepada siapa pun yang kelelahan dalam mencari rejeki. “Barangsiapa pada malam hari merasakan kelelahan mencari rejeki pada siang harinya, maka pada malam itu ia diampuni dosanya oleh Allah swt.”

Subhanallah, tidak ada yang sia-sia bagi seorang muslim, kecuali di dalamnya selalu ada keutamaan.

Kelelahan dalam bekerja bisa mengantarkan meraih kebahagiaan dunia berupa harta, di sisi lain dia mendapatkan keutamaan akhirat dengan terhapusnya dosa-dosa. Syaratnya bekerja dan lelah. Bukankah ini bukti tak terbantahkan, bahwa kelelahan ternyata nikmat yang luar biasa?

Kelelahan Mendidik Anak

Di hari kiamat kelak, ada sepasang orangtua yang diberi dua pakaian (teramat indah) yang belum pernah dikenakan oleh penduduk bumi.

Keduanya bingung dan bertanya: ”Dengan amalan apa kami bisa memperoleh pakaian seperti ini?” Dikatakan kepada mereka: “Dengan (kesabaran)mu dalam mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anakmu.”

Merawat dan mendidik anak untuk menjadi generasi shaleh/shalehah bukan urusan yang mudah. Betapa berat dan sangat melelahkan. Harta saja tidak cukup.

Betapa banyak orang-orang kaya yang anaknya “gagal” karena mereka sibuk mencari harta, namun abai terhadap pendidikan anak. Mereka mengira dengan uang segalanya bisa diwujudkan. Namun, uang dibuat tidak berdaya saat anak-anak telah menjadi pendurhaka.

Berbahagialah manusia yang selama ini merasakan kelelahan dan berhati-hatilah yang tidak mau berlelah-lelah. Segala sesuatu ada hitungannya di sisi Allah swt. Kebaikan yang besar mendapat keutamaan, kebaikan kecil tidak akan pernah terlupakan.

Rasulullah saw bersabda: “Pahalamu sesuai dengan kadar lelahmu.”

Allah swt akan selalu menilai dan menghitung dengan teliti dan tepat atas semua prestasi hidup kita, sebagaimana firman-Nya:

“Dan bahwasanya seorang manusia tidak memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. Dan bahwasanya usahanya itu kelak akan di perlihatkan kepadanya. Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna”. (QS. An-Najm: 39-41).