Mempercayai Allah sepenuhnya (Just a little Thought)


Pada level seperti apakah sebenarnya kepercayaan kita terhadap Allah? kepada Islam sebagai manifestasi peraturan kehidupan yang Dia ciptakan sedemikian rupa? Nampaknya ditanya seperti ini, hati nurani kita akan bisa langsung menjawabnya dengan kejujurannya yang paling dalam, hanya saja untuk mengutarakannya kita akan melalu proses “berpikir” dahulu… hanya pengamatan pribadi dr diri sendiri dan lingkungan sekitar.

Tak dipungkiri, manusia berada pada tiga fasa stage yang membuatnya akan berpikir. Fasa masa lalu, masa depan, dan masa kini. Fasa masa depan adalah fasa yang mungkin lebih banyak berpengaruh,karena itu adalah driving force dari survival. Hal ini juga yang disampaikan di dalam buku “Stumbling on Happiness” yang membuat manusia berbeda dari other creatures.

Tapi sebesar apakah kepercayaan manusia terhadap Allah akan masa depannya? Konfigurasi antara ikhtiyar dan tawakal, antara raja’ (harap) dengan khouf (takut) yang menjadikannya tidak sesederhana yang dibayangkan karena hal ini akan bergantung kepada banyak faktor,termasuk faktor edukasi, lingkungan, karakter, dll. Meskipun sudah jelas aturannya dalam Al Quran tentang kompleksitas ini, interpretasi manusia dalam implementasi akan membuahkan behaviour yang berbeda satu sama lainnya. Misalnya ada yang percaya bahwa hari akhir itu ada makanya sungguh2 mempersiapkan, ada yang percaya tapi leha2, ada yang ga percaya sama sekali. Ada yang mengutamakan logika sepenuhnya, ada juga yang bisa secara proporsional mengkombinasikan antara logika dan iman. Terlalu banyak variasi yang bisa mewarnai behaviour seseorang dalam menyikapi “usaha untuk masa depan”.

Dua hal sensitif yang terkait dengan masa depan adalah “jodoh” dan “rizki”. Ada orang yang mengorbankan imannya karena berpegang sepenuhnya pada logika,bahwa untuk survive harus bekerja..meninggalkan shalat karena ga mau kehilangan pembeli, meninggalkan zakat karena baginya itu rugi, dan lain sebagainya. Ga salah sepenuhnya mengandalkan usaha, manusia memang harus berikhtiyar,, tapi yang sepenuhnya ngatur flow rizkinya manusia stu demi satu hanyalah Allah. Di sinilah kadar keimanan maen ^_^.Well,,ini fakta bahwa ada yang berusaha tapi ga dapet apa yang  diharapkan dan ada pula yang dapet kejutan2 yang tak disangka-sangka.Kompleks..

Soal jodoh pun nampaknya serupa. ahahha… meskipun si saya mungkin belum pada kapasitas membahas ini,tapi ini mah sekali lagi hanya a little thought yang pengen iin tumpahkan aja hihi.

seberapa besar kita percaya Allah akan memberikan jodoh terbaik, indah pada waktunya? Well, implementasinya bisa macem2 banget karena pada level ikhwan-akhawat pun ada sistem yang namanya nge-tag. Bukan berarti saya bilang yang ngetag itu ga percaya sama takdir Allah ya.. Cm nyontohon bahwa implikasi kepercayaan ini bs macem2 hehe. .. ada pengakuan lucu dari salah seorang saudara di asrama bahwa dia ngetag si-X karena takut kalo si-X ini diambil orang hehhee.. kalo soal jodoh mah mmg ga bisa di tebak karena ada yang memang lama menanti, ada yang jauh2 ke sana kemari akhirnya jadinya sama temen sendiri, ada yang ketemunya bener2 di pelaminan,… macem2 ceritanya hehehhe….

Inget cerita KCB? Kisah Azzam dan Anna yang dihadapkan pada kondisi yang luar biasa yang ternyata ujung2nya mereka berdua nikah juga, hehhee. meskipun fiktif, tapi makes sense kalo jodoh mah bener2 hak paripurna Allah. hehhehe…

intinya,,, mngkin di dua faktor ini manusia juga diuji untuk dilihat seberapa besar kepasrahannya menyerahkan semuanya kepada Yang Maha Pemberi Rizki dan Maha Pemberi Cinta, setelah tentunya berusaha secara maksimal. Manusia punya insting2 yang sudah dirancang Allah sedemikian rupa sehingga mereka memang pada dasarnya bisa mengontrol apa yang mereka inginkan.

Well, why i am writing this anyway? hanya random thought menyikapi skenario2 masa depan yang ada di hadapan mata…

secanggih apapun kita men-skenario kehidupan kita, tetep Allah sebaik2 pembuat skenario kehidupan..sudah cukup bukti dari diri sendiri yang menjadi fakta ini… karena kejutan2 manis yang Allah berikan sampai kini selalu indah… maka dari itu iin percaya soal urusan rizki dan jodoh ini Allah yang berkehendak sepenuhnya. Tapi pada level seperti apakita berusaha? nah itu juga lain cerita lagi hehehe…

Welll… kendali itu semua, percaya ga percaya, ada di segumpal darah yang menentukan kondisi kita secara keseluruhan… hati kita yang bisa kita pilih untuk kita warnai dengan iman ataukah dengan hawa nafsu…

Advertisements

About iinparlina

Seorang Insan manusia yang diciptakan Allah dengan segala kekurangan dan kelebihannya, yang mencoba menjadi seorang yang dicintaiNya, dan salah satu cara yang dilakukannya adalah dengan menulis, membagi sedikit sekali ilmu yang dimilikinya. Meskipun sedikit, dia berharap dari yang sedikit itu, ilmu itu bisa bermanfaat untuk orang lain sebagaimana dia pun membutuhkan Ilmu untuk membuatnya bisa menjejakan kakinya di surga.

Posted on January 23, 2016, in riak-riak jiwa, Uncategorized and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: