Dinamika IMAN


Inget doa ini? “Ya Muqaalibal Quluub Tsabbit Qulubanaa ‘alaa Diinika, Tsabbit Quluubanaa ‘alaa Thaa’atika” dan doa yang terkandung dalam doa sapu jagat “Rabbana La Thuzi’ quluubanaa ba’da idz Hadaitanaa wa Hab lana min ladunka rahmah innaka antal wahhab”.

Well.. make sense sih kenapa doa ini harus hadir di dalam kehidupan kita, karena masalah naik turunnya iman nampaknya tidak ada satupun manusia di dunia ini yang dapat berlepas darinya. Karena memang sudah qadratnya si segumpal darah itu membuat iman naik dan turun. Tentu hal ini again dipengaruhi input yang masuk ke kepala juga, tapi si pemegang kendali tetep yang ada di dada dan di kepala kan? Itu mah common sense ajah.

Fill-your-heart-with-Iman-Islamic-Quotes-

Iin inget dalam satu sesi halaqah pas kuliah S1 di ITB, ada cerita sahabat dari Ali Bin Abi Thalib yang

mengeluh bahwa keimanan nya sangat tinggi di pagi hari, namun kemudian turun drastis di sore harinya. Sedemikian dinamiknya perubahan iman dari waktu ke waktu, sungguh.

Tapi bukannya ga bisa diakali, sifat naik turunnya iman yang natural ini sesungguhnya emang bak lingkaran tak berujung dengan ibadah dan kemaksiatan. Maksudnya gmana? Inget kalimat ini? “iman bertambah dengan ketaatan kita kepada Allah SWT, dan bekurang karena kemaksiatan kita kepada-Nya”.

Jadi pertambahan keimanan sebenarnya bisa saja dikendalikan dengan tetap menjalankan kebaikan karena kebaikan-kebaikan itu akan menarik kebaikan-kebaikan yang lain yang berujung pada pertambahan keimanan. Berlaku juga dengan kemaksiatan, bahwa kemaksiatan yang dilakukan akan menarik kemaksiatan-kemaksiatan yang lain. Tapi trigger yang pertama menjadi sumber kebaikan dan kemaksiatan itu adalah iman lagi. Makanya saya memahami ini sebagai lingkaran yang tak berujung. Tapi lingkaran ini bisa di-breakdown.. ini yang harus diperhatikan

Misalnya iman lagi bagus, terpicu untuk melakukan kebaikan demi kebaikan. Maka seseorang ini akan berada pada lingkaran kebaikan yang membuatnya terkondisikan meski level imannya bisa saja berubah dari waktu ke waktu selama dalam lingkaran tersebut. Tapi kemudian lingkaran ini bisa pecah dengan adanya keinginan misalnya untuk meninggalkan ibadah dan beralih kepada hal yang subhat atau bahkan makruh atau bahkan hal yang haram. Yang kemudian menjebak orang ini dalam lingkaran kemaksiatan karena naturally kemaksiatan akan menarik kemaksiatan yang lain. Kasus sebaliknya bagi yang berada dalam lingkaran kemaksiatan bisa saja kembali kepada lingkaran kebaikan ketika orang tersebut memilih untuk taubat dan kembali kepada jalan yang lurus.

Kompleks kan ya? Si saya juga masih belajar memahami ini semua sembari terus berusaha untuk terus berada dalam lingkaran kebaikan.

Mungkin dalam halaqah kita sering diceritakan betapa hidayah dan petunjuk Allah itu hanya Allah saja yang memiliki hak utuh. Dikaitkan dengan karakter iman saja, untuk yang sudah bersyahadat aja jaminan keimanan itu bisa jadi diujung tanduk.

Oleh karena itulah ada yang namanya “USAHA YANG SUNGGUH-SUNGGUH”, nyari elmu agama dengan totalitas akan cukup membantu ^_^. Maksudnya kumaha? Kita yang nyadar kondisi kita gmana? Bersyukurlah bagi siapapun yang sinyal sensitifitas dan barometer keimanannya masih jalan. Jadi kalo udah kerasa kendor, usahanya dikencengin lagi, doanya dilantunkan lagi,, ya Allah mohon dengan sangat supaya hati hamba selalu untukMu.. atau jelas minta pake doa di atas “Ya Muqaalibal Quluub Tsabbit Qulubanaa ‘alaa Diinika, Tsabbit Quluubanaa ‘alaa Thaa’atika”. salah satu bentukusaha nyata ini adalah tetep komit dengan amalan yaumian yang udah ditetapkan sama diri sendiri atau ketika di kelompok liqa ^__^. semalas apapun kita, semoga kita tetep berusaha bangun buat QL atau tilawah dan shalat sunnah lainnya..Allah pasti ngeliat usaha kita kalo kita gamau dikekang sama hawa nafsu gamau kebawa bisikan syaitan, Allah pasti ngasih jalan bagi siapapun yang ingin selalu berada di jalanNya…

Misalnya hari sebelumnya kita sampe nangis-nangis di shalat malam kita, ya Allah biarkan kupegang erat keimanan ini dengan gigi geraham ini dan sampai kapanpun tak ingin kulepaskan… tapi kemudian within 24h kondisi keimanan kita ga selevel lagi dengan kondisi sebelumnya, sampe misalnya gabisa sampe nitikin air mata setetes pun. Beruntung bagi yang kemudia aware.. duh something wrong.. dan kemudian dia melakukan amalan yang dia percaya akan mengembalikan kondisi keimanannya, tapi mungkin ada juga yang “ah sudahlah.. kumaha deui namanya iman ya bertambah ya berkurang”.. well penyikapan kita bisa jadi beda… ini juga bergantung iman..

Dari pembahasan ini emang lieur pisan. Jangankan anda yang baca, saya aja yang nulisnya dibuat lieur.. hihi… tapi hadirnya tulisan ini adalah salah satu ikhtiyar saya mendokumentasikan apa yang ada di kepala. Bukan apa2!! Saya Cuma ingin kalo suatu ketika iman saya lagi down dan saya gatau harus gmana, mngkin si saya bisa baca tulisan ini dan mngkin berharap bisa balikin kondisi keimanan si saya.

Dan si saya juga tahu, ini hanyalah pemikiran dangkal seorang iin parlina, yang kafaahnya dalam memahami Al Quran dan Hadits masihlah dangkal dan perlu banyak belajar lagi.. jadi tulisan ini juga pelecut bagi si saya untuk berusaha lebih keras memahami ilmu agama, mengetahui bagaimana metode menyucikan hati, bagaimana menjaga kondisi iman agar prima terus, dan lain sebagainya.

Saya cm gamau pikiran ini ilang… ya mudah2an jadi barakah dan jadi trigger buat si saya dalam usaha untuk terus menjaga keimana n yang saya punya J

 

Advertisements

About iinparlina

Seorang Insan manusia yang diciptakan Allah dengan segala kekurangan dan kelebihannya, yang mencoba menjadi seorang yang dicintaiNya, dan salah satu cara yang dilakukannya adalah dengan menulis, membagi sedikit sekali ilmu yang dimilikinya. Meskipun sedikit, dia berharap dari yang sedikit itu, ilmu itu bisa bermanfaat untuk orang lain sebagaimana dia pun membutuhkan Ilmu untuk membuatnya bisa menjejakan kakinya di surga.

Posted on January 24, 2016, in my soul, Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: